CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
HARI PERTAMA YANG MENGESALKAN


__ADS_3

"Kak Lexa, ayo cepat naik. Entar kita telat loh."Teriak Salah seorang anak kecil, yang tak lain adalah adiknya Alexa, namanya Sienna.


"Ya sabar, bawel banget sih. Ini buru-buru tahu."Gerutu Alexa dengan wajah yang terlihat cemberut sembari memakai sepatunya.


  Setelah selesai memakai sepatunya, segeralah ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju mobil.


"Ciee….sekolah baru, teman baru nih."Ledek Radit yang dari tadi berdiri di balik pagar rumah Lexa, ya kebetulan rumah mereka bersebelahan dan hanya dibatasi pagar setinggi bahu mereka.


"Isss….apaan sih dit, gak usah gitu deh buat mood berubah aja."Ujar Lexa dengan nada kesal.


"Radit, kamu sekolah nya searah kan sama Lexa?"Tanya Lukman, papanya Alexa dengan nada lembut.


"Ya om."Jawab Radit singkat.

__ADS_1


"Bagus dong, kalau gitu bareng aja sama kita. Ntar pulangnya bisa bareng sama Lexa."


"Mau sih Om, tapi Radit belum sarapan jadi Radit berangkat nanti. Maaf ya om."Tolak Radit dengan sopan.


"Kebiasaan tuh Radit Pa, suka telat."Ledek Lexa yang membuat Radit malu dan wajahnya tampak kemerahan.


"Sudah, kalau gitu kami berangkat duluan ya dit. Assalamualaikum." Ucap Lukman segera masuk ke dalam mobil diikuti oleh kedua anaknya.(btw mamanya Alexa lagi gak dirumah, masih di rumah nenek Alexa karena si nenek sakit.)


                     ******


"Nanti jangan kemana-mana ya, jjangan jajan sembarangan. Ingat pesan mama!"Ucap sang papa seraya mencubit hidung putri sulungnya dengan lembut.


"Jangan keluyuran kak, ingat tuh."Sambung Sienna, adik satu-satunya Lexa seraya mengulurkan lidah tanda mengejek.

__ADS_1


"Apaan sih kamu, masih kecil bagus-bagus belajarnya. Belajar dari mana kayak gitu."Omelan Lexa seketika membuat suasana menjadi cair.


"Assalamualaikum pa."Lisa segera menyalam papanya dan beranjak pergi memasuki gerbang sekolah nya. Ia berjalan melewati lapangan basket dan nenelusuri lorong di sekolah, melihat sekeliling karena ia baru ingat kalau ia tidak ikut MOS jadi tidak tahu dimana kelasnya sehingga ia harus mencari dimana ruang guru untuk melihat dimana ia ditempatkan. Saat sedang asyik berjalan tiba-tiba saja ada seseorang yang menjegal kakinya.Brukk….Ia terjatuh ke lantai dan segera bangun menghampiri seorang cowok yang menjegal kakinya hingga membuat ia terjatuh.


"Apaan sih Loe, gak lihat pake mata apa. Kalau berani sini."Omelan Lexa dengan penuh amarah. Namun ketiga lelaki itu hanya tertawa saja.


"Gak usah ketawa, kalian pikir kalian siapa?Beraninya sama cewek, gak banget tahu."Ledek Lexa, seketika wajah ketiga cowok itu berubah menjadi geram.


"Apa Loe bilang? Berani banget Loe sama kami." Ucap salah seorang dari ketiga cowok itu seraya mendorong tubuh Lexa yang membuat ia terdorong ke belakang.


"Ya, gue berani. Ayo sini."Ucapnya kesal sembari menjangan rambut lebat pria itu, tak mau kalah maka pria itu berusaha melepaskan tangan Lexa di rambutnya, namun ditengah perkelahian itu tiba-tiba saja muncul Pak Budi yang berhasil melerai mereka berdua.


"Apa yang kalian lakukan di sini?Pagi-pagi udah berantem aja."Omelan pak Budi sembari menjewer telinga kedua bocah itu.

__ADS_1


"Kamu lagi, Axel. Udah senior tapi gak berubah, suka banget ya ngerjain orang. Sana balik ke kelas kalian berdua!"Sambung pak Budi. Namun kedua anak itu hanya diam menahan sakit, sedangkan anak lainnya pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Ayo ikut saya ke kantor."Segeralah mereka berjalan menuju ke kantor guru untuk ditanyai.


__ADS_2