CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
DIA BUKAN AYAHKU


__ADS_3

Malam itu seruni sedang berada di kamar seorang diri ia menarik nafasnya dalam dalam di lihatnya sosial media yang terpampang di ponselnya


"Ya tuhan... Mas, begini tingkah laku kamu selama ini, aku terlalu percaya sama kamu mas, yaa ini juga mungkin salahku yang sejak awal tak ikut merintis usahamu karena aaku fokus ke karir aku di perusahan anggoro" ucap seruni


anggoro adalah teman masa kecil seruni ia mengangkat seruni menjadi orang kepercayaan setelah anggoro mempunyai perusahaan sendiri tapi ketika Tama ingin menbuka usaha sendiri seruni tak ikut andil ia tak sejalan dengan ide bisnis yang suaminya kelola seruni hanya mendukung suaminya itu


Seruni masih larut dalam kesedihannya ia tak menyangka rumah tangganya akan hancur oleh kehadiran orang ketiga yang usianya masih terlalu muda


Tok..tok ..took...


Suara seseorang mengentuk pintu seruni menghapus air matanya


"Masuk"


Alexa membuka pintu kamar seruani dengan hati hati,. Seruni hanya tersenyum melihat kedatangan alexa


"Ma....are you oke" ucap Alexa sembari memeluk seruni


"Im good, memangnya mama kenapa? Kok kamu nanya begitu" ucap seruni seraya membelai rambut alexa


"Ya tuhan sudah lama sekali aku tak memeluk alexa seperti ini maafkan mama nak" ucap seruni dalam hatinya


"Alexa tau ma, apa yang terjadi,alexa tau alexa ga di perhatiin disini tapi alexa ga mau keluarga ini hancur"


"Sst... Kamu ngomong apa,anak sekolah ga boleh mikir terlalu jauh, yang kamu lakuin sekarang cuma harus fokus belajar itu ajah"


"Ma... Perempuan itu usianya ga jauh dari ka sherina kan?" Ucapan alexa membuat seruni terdiam


"Ma.... Iyaa kan ma" ucap alexa kembali seraya meyakinkan


Seruni mengangguk perlahan menjawab pertanyaan alexa bulir air matanya jatuh


"Maafin mama lexa, mama selalu keras sama kamu, karena mama mau kamu jadi anak yang tangguh, kuat maafin mama nak" ucap seruni sembari menangis


"Ma, udah saatnya kita ngbrol baik baik sama papa alexa pusing mah setiap hari selalu dengar mama. Bertengkar, semuanya bisa di selesaikan secara baik baik kan" ucap alexa ,seruni hanya mengangguk mengiyakan sembari menangis


"Kalo kita sudah bicara sama papa baik baik tapi papa menolak nya yasudah, mama masih ada lexa ,lexa yang bakal jagain mama" ucap alexa , seruni memeluk anak bungsunya itu dengan erat


"Alexa dan sherina memiliki kepribadian berbeda, alexa lebih mengerti dan dewasa, aku pun lebih nyaman berbicara pada alexa namun tetap saja ini semua membuatku sakit, asal kamu tahu nak, mama sakit hati bila kamu terus di katakan anak liar sama papa ,maafkan mama" ucap sheruni dalam hatinya ia menangis menciumi alexa yang sedng memeluk dirinya.


Hari demi hari Tama jarang sekali pulang bahkan uang untuk membayar para art pun tak lagi ia kirimkan hanya untuk biaya sherina dan alexa akhirnya seruni yang harus mencari biaya untuk membayar beberpa art di kediaman mereka


Tama dan seruni pun kerap kali bertengkar hebat namun Tama yang arogan dan sombong selalu meninggalkan kediamannya di tanpa peduli pada perasaan istri dan anaknya


Siang itu alexa pulang lebih cepat entah kenapa perasaan nya tak menentu terlebih lagi ia tahu bhwa seruni ibu kandungnya sedang sakit


Alexa bergegas masuk kedalam rumah begitu di parkiran alexa terkejut mia berlari menghampiri alexa

__ADS_1


"Non. Cepet non itu ibuu sama bapak non" ucap mia ia tak bisa melanjutkan bicaranya semua asisten rumah tangga hanya diam memasang wajah cemas


"Ada aps sih mbak" ucap Alexa dengan panik ia melepaskan helmnya dan berlari terdengan suara pecah belah dan teriakan seruni dari dalam kamar


"Dokk...dok ..dokk" alexa mengetuk pintu kamr orang tuanya dengan keras


"Wooy, BUKA...!! BAJINGAN LO BUKA, LO APAIN NYOKAP GUE...!!" alexa berteriak sembari menendang pintu


Lalu tama pun membuka ointu wajahnya terlihat sangat emosi


"Alex kamu ga tau apa-apa ga usah ikut campur" ucap tama


Alexa tak peduli ia menyeruak masuk di lihatnya seruni sudah tergeletak memegang perutnya


"Maaaa!!" Alexa berlari memeluk seruni


"LO MAU BUNUH NYOKAP GUE HAAH," ucap alexa ia berteriak pada tama ayah kandungnya sendiri


"LO TAU KAN NYOKAP GUE LAGI SAKIT, KLO ELO GA MAU PULANG YAUDAH GA USAH PULANG GA ADA GUNANYA LO PULANG CUMA BUAT BIKIN NYOKAP GUE MENDERITA",


"alexa jangan begitu dia papa kamu" ucap seruni sembari menahan sakit


"DIA ..??" ucap alexa seraya menunjuk ke arah tama


"DIA GA PANTES DI SEBUT PAPA DIA CUMA BAJINGAN YANG SUDAH BANYAK UANG TERUS LUPA DAN MAU BUANG ANAK ISTRINYA"


"ANAK LIAR TAU APA KAMU!!" ucap tama


"GUE TAU SEMUANYA!!!, BRENGSEK..!!" Teriak alexa tama sudah mengayunkan tangannya untuk menampar alexa


"Mau nampar..nihh tampar nih.. ayoo" ucap alexa. Seraya menyodorkan pipinya pada tama


"Anak ga tau diri, liar"


"Kok gak jadi tampar, kenapa lo takut, ayo tampar tapi habis nampar gue lo jangan kabur bapak pratama Yudhistira yang terhormat yang kaya raya banyak uang dan wanita simpanan yang usianya sama seperti anak nya sendiri,lo kira gue ga tau, lo kalo mau pergi yaa pergi gausah balik lagi ke sini"


"Ohh udah jadi anak hebat kamu yaa, bicara ga sopan sama papa kamu sendiri"


"Lo bukan bapaka gue, bapak gue udah MATI!!!" suara alex dari merendah hingga berteriak


"Alexaa udah mama ga apa apa" ucap seruni ia menengahi


"Aku ga akan pernah pulang, kita urus perceraian kita" ucap tama seryaa berlalu pergi


"OOHH LO MAU CERAI, NGOMONG DONG GA USAH ANIAYA NYOKAP GUE BANGSAT....!!! ". Alexa berlari megejar tama ia mendorong tubuh tama saat menuruni anak tangga ia hampir tersungkur


Ia sangat marah melihat tingkah alexa

__ADS_1


"KENAPA MAU MARAH???, KALO TUJUAN LO MAU CERAI NGOMONG BAIK BAIK SAMA NYOKAP GUE.. BUKAN MUKULIN NYOKAP GUE AMPIR MATI!!" teriak alexa pada tama


"KAMU ANAK KECIL GA TAU APA APA!!"


"IYAA GUE ANAK KECIL TAPI GUE MAU BELAIN NYOKAP GUE, LO MAU PERGI?? SEKALIAN BAWA ANAK KESAYANGAN ELOO ITU JUGA JAUH JAUH YAA GAUSAH BALIK" Alexa berteriak ia ingin sekali meninju wajah ayahnya itu.


Tama Hanya diam lalu ia bergegas pergi, seruni menuruni anak tangga


"Alexa" seruni memangi alexa dengan lirih di bantu oleh asisten rumah tangga yang lainnya


"Maa...."alexa berlari memeluk seruni mereka menangis berpelukan


"Ga seharusnya kamu bicara begitu sama papa nak"


"Alexa ga peduli mah,Dia bukan papa Lexa ma dia udah mau bikin mama hampir mati Alexa ga terima ma,cuma karena pelakor itu mama di sakiti kayak gini" ucap Alexa sembari menangis


Seruni hanya menangis sembari menenangkan amarah alexa siang itu


Alexa sudah sedikit tenang iapun berjalan lalu langkahnya terhenti


"Braak...." Alexa membuka pintu kamar sherina didapati nya sherina sedang belajar menggunakan ipods di kedua telinganya


Alexa meraih ipod yang menempel di telinga sherina ia membantingnya buku buku sherina juga Alexa banting ia buang ke lantai


"Bisa bisanya yaa lo begini?,Bener bener ga ada peduli nya sama sekali lo"


Ucap alexa perlahan dengan emosi memburu yang tertahan


Sherina hanya diam tenang tak berkata apapun


"Kaka lagi banyak tugas kampus"


"Waah hebat, nyokap lo ampir mati di injek sama bokap kesayangan lo itu lo malah cuek dan milih tugas kampus,gilaaa kereeeen kerreen" ucap Alexa seraya bertepuk tangan


"Lo tau ga orang tua kita ribut besar" tanya Alexa sherina hanya diam


"Tau kan, tau dong masa ga tau apa pura pura ga tau biar uang saku dan biaya kuliah lo itu masih terus di transfer yaa" ucap sherina dengan ketus seraya mendekati wajah sherina


"Kaka tau tapi kita ini cuma.."


"Cuma apa?, Cuma anak, Ga boleh ikut campur?,waah fikiran lo bodoh"


"Kaka mau lihat mama dulu" ucap sherina ia bangun dari duduknya dengan cepat alexa menarik lengan sherina dan menjatuhkan ke tempat tidur


"De... Apa apan sih, kamu bilang aku harus peduli aku peduli de sama mama aku peduli!!! "


"Ga usah lo datengin mama dia lagi tidur, care nya elo itu telat, bangsat!!!" Ucap alexa seraya menoyor kepala sherina dan meninggalkan nya sendiri

__ADS_1


Sherina terdiam air matanya terjatuh, ia tahu dirinya salah namun ada rasa takut besar dalam dirinya bila ia ikut campur dalam urusan keluarganya.


__ADS_2