CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
MASALALU KAMU DAN DIA


__ADS_3

Sementara itu Sherina belum juga bisa memejamkan matanya sembab ia belum bisa menerima kenyataan bahwa lelaki yang saat ini bertahta dalam hatinya harus menikah dengan adik kandungnya sendiri yaitu Alexa ia duduk lalu membuka sebuah kotak yang berisikan beberapa surat-surat cinta dari seorang laki-laki dibukanya perlahan lalu dibacanya pelan-pelan


"Vi seandainya dulu aku nggak egois aku nggak mikirin cita-cita, pelajaran bahkan nilai-nilai ku mungkin saat ini kamu sudah menjadi suamiku vi aku nggak bisa membohongi perasaanku sendiri Vi bahwa aku masih mencintai kamu aku berharap perasaan itu masih ada aku nggak peduli kamu sudah menikah dengan Alexa toh kalian menikah juga bukan dilandasi oleh rasa cinta kan aku masih bisa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan v kembali aku yakin menikah denganku perusahaan akan maju lebih cepat lebih besar bahkan mendapatkan banyak keuntungan karena aku dan v sejatinya sama-sama menyukai pekerjaan yang saat ini kami lakukan aku yakin itu vi hanya salah ambil keputusan saja untuk menikahi Alexa aku harap vi masih menyimpan perasaan itu untukku ayolah Sherina kamu bisa mendapatkan segala hal, pelajaran sekolah karir kamu kini kamu juga harus bisa mendapatkan Vi kembali"ucap Sherina dalam hatinya


ia terus menggerutu ia terus memikirkan viandi ada rasa menyesal yang sangat besar dalam dirinya tatkala dulu ia menolak Viandi hanya karena Sherina ingin berfokus pada sekolah dan nilai-nilainya


Ketika itu Sherina masih kelas 2 SMU ia menjadi pusat perhatian banyak orang karena Sherina menjadi gadis yang anggun bahkan nilai-nilainya yang sangat tinggi ia selalu menjadi juara kelas atau juara umum di sekolah ia pun dinobatkan sebagai gadis yang sangat pintar mendapatkan banyak beasiswa dan penghargaan dari olimpiade matematika dan penghargaan sains yang lain


"hai Sherina ya boleh kenalan nggak"ucap seorang anak lelaki dengan perawakan tinggi dan putih ia tersenyum lebar sembari membawa bola basketnya


"iya aku Sherina kamu siapa?"ucap sherina pada saat itu


"aku viandi"ucap Vi dengan senyum manisnya


Sherina hanya tersenyum ketir ia pun bersalaman dengan viandi Tak banyak apa yang mereka bicarakan saat itu hanya perkenalan biasa namun lambat laun viandi yang selalu menghampiri Sherina lama-lama ia pun mulai menaruh hati pada Sherina karena walaupun Sherina diam namun vi suka apalagi Sherina adalah gadis yang pintar


siang itu Vi beserta teman-teman yang lain sedang berolahraga basket lalu ia pun melihat Sherina sedang duduk sendiri sembari membaca bukunya


"Vi..vi Sherina sendirian noh"ucap Kevin saya melihat ke arah Sherina


"iya nanti deh selesai main basket gua samperin"


Sherina pun menyadari bahwa dirinya menjadi pusat perhatian para siswa yang sedang bermain basket ia pun melihat viandi tengah bermain basket di tengah lapangan Sherina hanya tersenyum pada viandi begitu pula viandi pada Sherina


Setelah pertandingan basket selesai aviandi pun menghampiri Sherina lalu mereka pun bersenda gurau


setelah kedekatan itu Sherina menjadi akrab dengan viandi ia sering menghabiskan waktu bersama viandi selepas sekolah dan viandi pun selalu menemani Sherina belajar di perpustakaan bahkan mengantarkan Sherina ke toko buku terdekat


hari itu Sherina menunggu viandi seorang diri dia terlihat murung di kejauhan viandi yang telah melihat kedatangan Sherina yang menunggunya ia pun membawakan minuman kaleng dingin untuk sherina


"hello my dear, sorry ya lama"ucap viandi sembari menempelkan minuman dinginnya ke pipi Sherina

__ADS_1


"ih kamu ngagetin aku aja"


"hahaha sorry sorry udah lama ya yuk mau cari buku di mana"


"di sana aja aku banyak banget buku untuk revisi pelajaran-pelajaran untuk persiapan olimpiade matematika juga jadi banyak buku yang mau aku beli"


"oke yuk jalan"


viandi dan Sherina pun berjalan bersama mereka mencari buku yang Sherina cari saat itu hubungan mereka belum mereka resmikan mereka hanya sekedar berjalan bersama bermain tanpa adanya ikatan apapun viandi belum menyatakan perasaannya pada Sherina.


saat itu Sherina hanya menganggap viandi hanya sebagai sebatas teman biasa bahkan hanya sebatas teman untuk menjadi bertukar cerita tentang pelajaran belajar bersama dan mencari buku bersama hanya itu yang ada di pikiran Sherina


hari itu viandi dan Kevin sedang berkumpul di ruang OSIS lalu salah satu dari mereka ada yang menghampiri viandi ia bernama Mario


"vi Lu pacaran ya sama Sherina"tanya Mario pada viandi


"gue belum nembak dia sih kenapa emang tapi gue udah jalan bareng sih sama dia ke mana ke mana gitu"


"serius lo"


"iya makanya gua nanya sama lu, Lu kan deket sama Sherina ke mana-mana sama Sherina gue pikir udah pacaran sama dia pas ngedenger gengnya si Emil ngomong dia mau nembak Sherina ya gue pikir lu udah pacaran sama dia"


"belum sih, belum ngomong apa-apa sama dia cuman lagi jalan aja"


"huh Mario, si viandi mak nggak bakalan nembak kali dia mah penakut"ledek Kevin beserta yang lainnya semua tim OSIS tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Kevin


"jalan doang nembak kagak jadian kagak deh buat apaan, hubungan tanpa status atau teman tapi mesra hahaha"ledek anggota OSIS yang lain


"oke pertandingan basket setelah ujian ini gua mau nembak Sherina lu semua bantuin gua ya buat bikin persiapannya dananya besok gua kasih"! ucap viandi lalu tim basket pun bersorak riang Mereka pun akan membantu viandi untuk menembak Sherina dan mereka pun sangat yakin Sherina pasti akan menerima cinta viandi


hari Senin adalah ujian semester untuk Sherina yang saat ini duduk di kelas 2 SMU ia melalui semua ujian dengan sangat baik dan ia pun yakin bahwa nilainya akan tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya

__ADS_1


tibalah saatnya pembagian laporan nilai lalu semua yakin Sherina kembali yang akan menjadi juara 1


"oke semuanya sudah berkumpul kan sepertinya di tahun ini ada sedikit yang berbeda benar-benar beda"ucap ibu nuri dengan sangat bersemangat


"wah beda apa tuh Bu"ucap para siswa menimpali


"untuk ranking 1 dari bawah ibu salut sama Yogi kamu naik satu peringkat Yogi"ucap ibu Nuri sembari tertawa lalu yang lain pun tertawa biasanya teman sekelas Sherina yang bernama Yogi ia selalu mendapatkan rangking satu dari belakang atau paling terakhir


"oke oke semuanya tenang ya untuk juara ketiganya ibu panggil ya ada Muhammad Lutfi Husein,"siswa itu pun maju untuk meraih laporan nilainya dan bersalaman kepada ibu nuri


"juara keduanya wah nggak nyangka ini sih kok bisa ya tapi nggak apa-apa mungkin dia lagi nggak fokus next ibu berharap dia akan kembali lagi seperti dulu ya"ucap ibu Nuri yang lain pun terdiam mereka bingung apa yang dimaksud oleh ibu nuri


"juara keduanya oleh Sherina Alleisha Yudhistira, share tumben kamu kenapa nih kok bisa turun satu peringkat apa ada masalah apa pelajarannya sulit"ucap ibu Nuri


Sherina hanya terdiam dia bergetar hebat ia tak menyangka bahwa nilainya akan merosot satu tingkat di bawah orang lain ia pun berjalan dengan hati-hati wajahnya memucat baru kali ini ia mendapatkan nilai rendah bahkan ia menjadi ranking 2 ia selalu menjadi juara umum atau juara kelas tahun ini seperti tamparan bagi dirinya karena nilainya benar-benar turun menurut dirinya ranking 2 adalah suatu keburukan


semua siswa dalam kelas pun riuh membicarakan Sherina yang menjadi juara 2


"tumben banget sih Sherina turun dari juara 1 ke juara 2 lho eh dia dari SMP malah sering jadi juara umum tapi kenapa sekarang juara 2 ya"


"eh kebanyakan pacaran kali ama viandi kan di jalan mulu pacaran mulu keganggu sedikit kali konsentrasinya hahaha"ucap salah satu siswa


Sherina meraih laporan nilainya lalu kembali duduk ke tempat duduknya semua mata menetap Sherina dengan aneh Sherina pun tertunduk ada rasa kecewa dalam dirinya mengapa nilainya menjadi merosot


"oke dan juara kesatu untuk ujian semester saat ini ialah Putri Anindita Baharudin" ucap ibu Nuri ia pun tersenyum lalu Putri pun terbangun ia tak menyangka akan mengalahkan Sherina


Sherina terdiam menatap putri, ya putri adalah saingan terberat bagi Sherina karena Putri selalu menyaingi Sherina dalam berbagai hal mata pelajaran


sepulang sekolah Sherina segera masuk kamar dan menutup diri ia memakai earphone-nya ia tak peduli keadaan di rumah itu sangat genting atau sedang dalam kondisi memanas karena pertengkaran orang tuanya ia tetap peduli atas apa yang terjadi di dalam rumahnya yang ia pikirkan hanya nilai dan pelajarannya saja di sekolah ia sangat ambisi untuk mendapatkan nilai terbaik dan pujian dari semua orang


ponsel Sherina berdering beberapa kali diliriknya ponselnya terdapat nama viandi namun Sherina berkali-kali merijek panggilan dari viandi

__ADS_1


"ini semua pasti gara-gara viandi dan semua pasti gara-gara gue juga yang terlalu banyak jalan sama viandi ke sana kemari sampai gua lupa belajar sampai nilai-nilai gua merosot, kalau bener ini semua gara-gara viandi gua nggak boleh deketin orang kayak gini lagi yang bakal ngasih dampak buruk ke gue dan pelajaran gue bisa stress gue kalau lama-lama nilai gue merosot"ucap Sherina ia terlihat sangat stress memandangi nilai-nilainya.


__ADS_2