CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
MASIH NO CAPTION


__ADS_3

Alexa terlihat sangat senang ketika sahabat berkumpul berlali kali viandi melirik pda alexa dan sahabatnya


"heum, asik banget sampe ga inget ada gue" ucap viandi ia sedikit merasa cemburu


alexa pun sama ia mencuri pandang pada viandi ia tahu viandi tak suka banyak orang berkumpul di kediaman nya.


jono dan marwan pulang terlebih dahulu, sedangkan bayu masih tetap di kediaman alexa


mereka duduk bertiga di ruang tamu semula keadaan menyenangkan berubah menjadi lebih hening.


"sory yaa gue ganggu di sini, tapi memang niat gue, mau kenalan sama lo mas, dan mau kasih selamat juga atas pernikahan kalian karena pas acara kalian gue ga bisa datang" ucap bayu


"yaa gak apa-apa" ucap viandi tanpa senyum alexa hanya menatap kesal pada viandi


"oh, bay gue mandi dulu yaa" ucap alexa


"kamu mandi pake air hangat yaa" ucap viandi,


"heum iyaa, bay gue tinggal dulu yaa" ucap alexa lalu ia pun pergi meninggalkan bayu dan viandi


"sebenernya lo gak usah basa basi juga sih ke sini gue tau lo mau nanya tentang memar di pipi alexa kan" ucap viandi, Bayu hanya tersenyum sembari meminum teh hangatnya


"Alhamdulillah kalo lo udah faham, gue cuma mau tanya, lo suka sama lexa,"


"ya"


"lo cinta sama dia"


"iyalah" ketus viandi


"hahah, kita sama sama cowok mas, gue tau kok lo ga pernah menyukai alexa apalagi mencintai alexa kan??"


"sok tau banget lo".


bayu hanya tersenyum mendengar ucapan viandi yang mulai terdengar emosi

__ADS_1


"sejauh mana Lu kenal sama Alexa apa lo tahu kehidupan Alexa sebelumnya setelah kalian bertemu, apakah Alexa cerita sama lo tentang semuanya tentang bagaimana Pratama memperlakukan dia tentang bagaimana Sherina memperlakukan dia tentang bagaimana dulu keluarganya yang memperlakukan dia baik atau buruk apa lo tahu"tanya Bayu dengan tatapan mulai kecewa dan kesal pada viandi


"tolong jangan tanya itu"


"kenapa?karena lu nggak peduli kan dan lu nggak mau tahu karena gue tahusemuanya dari Jono awalnya gua kaget gua pikir kalian menikah karena saling mencintai tapi ternyata lu hanya memanfaatkan Alexa"


"mau lu apa lu ke sini mau bertamu apa mau nyari ribut sama gue"


"gua ke sini cuma mau mastiin bawa pilihan Alexa gak salah, suaminya Alexa itu baik buat Alexa gue cuma mau mastiin kalau lu nggak berbuat kasar lagi setelah kemarin kejadian di basement"


viandi hanya menatap tajam pada Bayu ia tak berbicara apapun ia ingin sekali menampar Bayu namun ia tak kuasa karena ada Alexa di sini yang masih dalam keadaan sakit


"sebaiknya lu pulang urusan rumah tangga gue nggak seharusnya Lo tahu gue tahu lo sahabat istri gue tapi setelah menikah dia udah jadi tanggung jawab gue"


"oh ya tolong jawab dulu ya iya sih gua paham udah nikah sama lu tapi apa harus kalau banyak bohongin diri belakang akhir-akhir ini"


"maksud lo apa"


"mustahil lo nggak tau maksud gue apa gua tahu kok lu selalu kasarin Alexa lu pukul dia lo tampar dia ya kan?, cuma karena lo tahu Sherina itu adalah kakak Alexa dan lu masih menyimpan rasa benci sama Sherina tapi sebenarnya di hati kecil lu masih ada perasaan sama Sherina iya kan, dengan sikap lu kayak gitu yang suka nyakitin Alexa lu sama aja kayak Pratama apa lu tahu dulu Pratama hampir membunuh Alexa dia hampir mati di tangan pertama"ucap Bayu secara perlahan namun menusuk


"saat itu Alexa keadaannya kacau pipi Alexa bengkak membiru tubuhnya banyak luka dan lo tahu ke mana Alexa pergi? dia ke rumah gue setiap dia mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Pratama dia selalu ke rumah gue dia dapat pelukan hangat dari keluarga gue nggak ada yang ngebelain Alexa nggak ada satu orang pun di rumah itu bahkan dahulu ibunya pun tidak bisa melawan Pratama, hanya satu orang yang sering memeluk Alexa dalam kesakitannya dalam kesedihan dan itu bukan seruni"ucap Bayu dengan mata sedikit berkaca-kaca


"Mia dia Mbak Mia kan Alexa nggak pernah cerita sama gue tapi gue tahu dia sayang sama Alexa dengan tulus" ucap viandi secara perlahan


"gue cuman mau tolong jangan sakiti Alexa lagi dalam keadaan apapun bila memang niat lu ingin membalas dendammu sama Sherina karena sakit hati lu itu tolonglah lepasin Alexa kasihan dia dia sudah cukup menderita dengan keadaan keluarga sebelumnya"ucap Bayu


tiba Alexa sudah rapi dan selesai mandi lalu percakapan Mereka pun terhenti


"Bayu mau makan malam di sini kan? gue siapin makan ya"ucap Alexa pada Bayu


"nggak usah lex, gue balik aja lagian masih banyak undangan harus gua sebar oh ya undangannya tadi udah gua kasih kan datang ya"


"ih padahal makan aja sih di sini sama gue nanti habis isya baru pulang''


"nggak usah gua masih ada janji sama yang lain"

__ADS_1


"yah, ya udah deh kalau lu maksa next time main lagi ya ke sini sebelum lu balik ke Jepang"


"ya gue balik ya pamit ya semuanya assalamualaikum" pamit Bayu dan salam Bayu pun dijawab oleh viandi dan Alexa


"nggak usah masak aku udah pesan makanan kok buat makan malam"di ucap viandiia pun berjalan meninggalkan Alexa yang sedang terduduk di ruang tamu


alexa menyadarkan tubuhnya di sofa sembari memeluk bantal kursi


"tadi rame sekarang sepi lagi, dan kenapa ekspresi dia berubaj begitu yaa"ucap alex dalam hatinya


tiba tiba ponsel alexa bergetar notifikasi pesan masuk ke dlaam ponsel miliknya


📱


081xxxxxxxx


"gimana udah faham kan apa kamu mau bertahan?"


alexa hanya diam melihat pesan dari nomer baru lagi


"dari awal gue emang ga mau bertahan tapi gue ingin menyelesaikan semuanya, gue pengen nunggu klarifikasi dari dia dulu, tapi gue mulai dari mana"ucap alexa


viandi berjalan menghampiri alexa ternyata alexa tengah tertidur di sofa


"heum, malah tidur di sini!" ucap viandi seraya menggelengkan kepalanya melihat alexa yang tertidur


dengan hati hati ia membopong alexa untuk membawanya ke kamar


"heum, mas.." ucap alexa ia sedikit membuka matanya


"udah tidur lagi, pindah ke kamar yaa" ucap viandi dengan lembut lalu iapun merebahkan tubuh alexa dengan hati hati ia membelai lembut pipi alexa.


ia terdiam memikirkan ucapan bayu,


"banyak yang gue ga tau tentang alexa, apa gue emang bener salah ambil keputusan atau malah keputusan gue ini tepat" ucap viandi ia sedikit merasa gusar malam itu.

__ADS_1


__ADS_2