CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
SALAH PILIH


__ADS_3

malam harinya Alexa tak bisa memejamkan matanya, ia teringat akan ucapan sherina dadanja terasa ingin meledak dan ingin rasanya ia memaki ayah kandungnya yang telah menyakinya


"pantas saja Mama akhir-akhir ini kelihatan gelisah kalau untuk balik ke sana gue nggak mau apalagi lihat papa sama Mama rujuk lagi, gue bener-bener nggak mau padahal udah nyaman banget hidup kayak gini"! ucap Alexa dalam hatinya pikirannya seketika menjadi kalut


keesokan harinya seruni melangkahkan kakinya dengan sangat hati hati ada rasa ragu dalam dirinya untuk menjenguk tama siang itu,ia khawatir akan menjadi salah faham di antara dirinya dan istri tama.


tama teebaring lemah di atas tempat tidur selang oksigen terpasang di hidungnya dan infus tertancap di lengannya rambutnya mulai memutih meski tak banyak


"mas" ucap seruni dengan lembut


tama perlahan membuka matanya dengan tatapan sendu ia menatap wajah seruni yang kini berbeda ia telah mantap berhijab setelah perceraian nya dengan tama dahulu.


"seruni..... maaf...maafakn aku seruni" ucap tama terbata bata dengan suara bergetar dan bulir air matanya yng mulai jatuh membasahi pipinya


"gimana keadaan mas," ucap seruni namun tama hanya menangis terisak-isak


"alexa... mana alexa" tanya tama ia mencari alexa


"maaf, alexa belum bisa jenguk dia sibuk kuliah"


"bukan.. dia tidak sibuk tapi.. dia masih.. membenci aku seruni" ucap tama seruni hanya diam tak menjawab


tiba tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu ternyata ia adalah Mayang istri Tama


"assalamualaikum" ucap seruni ia lebih dulu mengucapkan salam sembari tersenyum


"ohh mbak seruni, udah lama?" tanya mayang dengan anggun nya ia bertubuh tinggi semampai dengan rambut lurus coklat sedikit pirang dan kulitnya yang putih dan berpakaian sangat modis menandakan ia wanita sosialita


"baru ajah sampe, maaf yaa saya lancang masuk ga izin dulu"

__ADS_1


"oh, its oke" ucap mayang


"maas gimana keadaan nya, oia hari ini aku ga bisa jaga mas yaa, kan ada sherina gak apa-apa yaa mas sore ini aku ada arisan berlian,ga enak kalo gak datang" ucap mayang dengan gaya anggun dan lembutnya


"astaghfirullah, kok bisa bisanya dia ngomong gitu yaa" ucap seruni dalam hatinya seraya beristighfar


tama hanya diam ia memandangi seruni terus menerus


"ahh maaf saya permisi pulang dulu, cepet sembuh yaa mas, mari mayang saya pamit assalamualaikum"


"waalaikum salam" ucap mayang dengan lirikan matanya yang penuh benci


seruni berjalan meninggalkan bangsal rumah sakait


"apa selama ini sherina dan tama di perlakukan tidak baik, pantas saja sherina selalu mengeluh ia tak betah di rumah ternyata ibu sambungnya selalu berfoya-foya" ucap seruni


"mbak seruni tunggu" mayang berlari kecil mengejar seruni, ia menoleh ke arah mayang


"heum gak ada apa-apa cuma mau tanya mbak tau perusahaan mas tama lagi diujung tanduk kan??" ucap mayang


"demi Allah saya ga tau"


"ohh aku kira mbak tau, tapi mbak tau kan sherina yang akan menggantikan mas tama nantinya, tapi saya lihat performanya sherina kurang oke yaa," ucap mayang dengan sombongnya


"sebenernya kamu mau ngomong apa sih, saya bingung"


"heum gini mbak tolong kasih tau anak mbak alexa gantiin sherina dong jagain papa nya apa gak kasian dia sama papanya"


"kasian,? apa tama dan kamu juga pernah kasihan sama alexa, yang membuat alexa menjadi tak peduli pada tama kan kamu sendiri yang masuk dan merusak semuanya, toh untuk apa alexa merawat tama ,kan ada kamu,dulu kamu sangat memperhatikan tama kan sekarang juga seharusnya begitu" ucap seruni ia kesal dan marah

__ADS_1


"ohh selow dong mbak, aku cuma ngomong biasa ajah kok, yaudah kalo gitu saya kembali yaa mbak ,mbak hati hati di jalan" ucap mayang dengan senyum ketir nya


seruni hanya bisa beristighfar dalam hatinya terus menerus.


didalam kamar mayang sibuk dengan ponselnya tanpa pedulikan tama yang meminta tolong


"yang, aku haus"


"kan bisa ambil sendiri" ketus mayang


"aku ga sampe lah"


"ck, lagian sherina kemana sih,bukannya jagain kamu si alexa anak liar itu juga kenapa ga kesini" ucap mayang menggerutu, sembari memberikan air minum untuk tama tiba tiba


"ceplassss..." tama menyiram wajah mayang dengan air


"maas...apa apaan sih!!!"


"keluar kamu,keluaaaar!!! kesalahan terbesar aku kenapa aku milih wanita ****** kayak kamu!!"


"mas.. kamu gila yaa!!"


"keluaaar...!" tama berteriak seketika dadanya terasa sakit..


"aaah .. aaaahhhhsssshhh" ia menahan sakit


"mas.. mas..kamu kenapa suster tolong" teriak mayang ia menekan tombol emergency untuk memanggil perawat


tama kembali tak sadarkan diri, akibat ulah mayang tama kembali merasakan sakit.

__ADS_1


kehidupan tama tak seperti dahulu ia kini tengah dilanda masalah pelik dalam perusahaannya dan juga rumah tangganya sedangkan sherina ia harus bekerja untuk mempertahankan perusahaan tama yang sedang terpuruk dan hampir setiap hari ia yang selalu menjaga tama merawat tama sedangkan mayang ia selalu berfoya-foya bersenang-senang bersama teman temannya dan pulang pada subuh hari.


__ADS_2