CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
LAGI. DAN LAGI


__ADS_3

Sesampainya di kediaman mereka Alexa berjalan lebih dulu dan diikuti oleh viandi


"lexa tunggu" ia memegang tangan alexa namun alexa hanya diam


"lexa, kamu ngapain temuin sherina??"


"kenapa, ada masalah kalo aku temui dia, kenapa, mas panik?,mas takut,??" ucap Alexa sembari menatap tajam wajah viandi


"bukan begitu, seharusnya kamu datang sama aku...!!" ucap viandi dengan suara sedikit meninggi


"ngapain datang sama mas, toh semua akan sama saja"


"kamu percaya sama dia di bandingkan suami kamu sendiri??"


"mas, aku ajah gak tau sifat asli kamu seperti apa, bagaimana aku bisa percaya kalo kamunya ajah banyak rahasia!" ucap alexa dengan suara menekan pada viandi


"itu bukan anak aku lexa,dan aku yakin dia ga hamil"


"oh,yaa..aku gak bisa percaya begitu ajah" ucap alexa sembari berjalan meninggal kan viandi


"oke kalo kamu ga bisa percaya tapi setidaknya nemuin aku dulu, Jangan langsung temui orang tuaku"


alexa mengentikan langkahnya ia terkejut akan ucapan viandi yang seolah membenarkan ucapan sherina agar ia harus diam dalam suatu masalah


"mas... kamu nyuruh aku diem.. sembunyikan ini dari orang tua kamu, gilaa, orang tua kamu harus tau mas .!!"


"iyaa aku tau tapi sebelumnya kita cari tahu dulu"


"cari tau smpe kapan jelas jelas dia hamil ko"


"buktinya mana..BUKTINYA MANA...! " Viandi mulai kesal ia berbicara nada tinggi pada alexa

__ADS_1


"ngapain mas teriak.. kesel marah, mas aku yag seharusnya marah,. aku yang seharusnya teriak" ucap alexa sembari memandangi viandi dengan dingin


"maaf..." viandi merendahkan suaranya


"gak, gampang banget mas minta maaf" ucap Alexa ia masuk ke ruang wardrobe dan mulai mengemasi bajunya


"lex kamu mau ngapain" ucap viandi ia menghampiri Alexa yang mulai memasukan bajunya ke dalam koper


"ngapain aku disini, aku pertahankan apa lagi bila sudah begini" ucap alexa ia terus memasukan bajunya


"stop .lexa...." viandi mencoba mengehentikan alexa


"MINGGIR...!!" Alexa berteriak sembari menatap tajam


"AKU BILANG STOOP...!!" viandi membentak alexa dan menendang kopernya, isi koper itu berhamburan


alexa diam menahan tangisnya dadanya sesak


"aku bilang stop, kita cari tahu kebenarannya dulu...plis jangan kayak gini" ucap viandi


"lex...lexa ..!" panggil viandi namun Alexa hanya diam masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu


"yaa gue memang gegabah dan emosi seharusnya ini harus di selesaikan dengan cara dingin,tapi apa gue bisa, ini terlalu menyakitkan buat gue, seandainya gue tahu lika liku rumah tangga akan pelik dan sesakit ini gue akan milih gak bantu papa dalam hutang piutang dan gue lebih memilih kabur,tapi gue udah kejebak di perasaan gue sendiri, gue udah ngasih cinta gue buat orang yang gue ga tau watak dan karakter nya, apa harus gue lepasin semuanya" ucap alexa ia terduduk memeluk kedua lututnya airmatanya mulai jatuh


viandi duduk ia mengatur nafasnya dalam dalam ia tak ingin memarahi alexa lagi ingin menyelesaikan semua masalah ini yang semakin memanas dan tak tentu arah.


"ayolah lexa berfikir jernih, kalo lo masih emosi semua gak akan selesai," ucap alexa menyemangati dirinya sendiri


perlahan ia membuka pintu kamar viandi menoleh dan beranjak dari duduknya dan menghampiri alexa


"lexa" ucap vindi lirih ia membelai lembut dan memeluk alexa ia tahu bahwa saat ini alexa lah yang terpukul dan depresi

__ADS_1


"mas..." alexa melepaskan pelukan viandi


"kita temui sherina, aku cuma mau mas tanggung jawab"


"aku ga hamilin dia lexa"


"iyaa, aku faham.. aku tahu saat ini aku belom bisa percaya sama mas,"


"kita temui sherina ya, ayoo aku akan lakukan apapun itu agar kamu percaya lexa aku ga seburuk itu"


",apa yang akan mas lakukan bila bertemu dia"


"aku minta penjelasan dia, aku mau dia benar di periksa oleh dokter kandungan di rumah sakit yang sudah aku percaya"


"lalu" ucap alexa dengan mata berkaca-kaca menahan tangis


"bila benar dia hamil, mas harus nikahin dia, tinggalin aku yaa" ucap alexa dengan lirih,viandi terkejut ia menggeleng cepat


"gak .aku ga mau, aku bisa nerima anak itu tapi tidak dengan Sherina"


"maas, dia ibu dari anak kamu, aku ikhlas bila semuanya ini benar, aku ikhlas mungkin jodoh kita hanya sampai disini" ucap alexa dengan suara bergetar


"gak..gak lexa.. aku ga mau kamu ambil keputusan kayak gini"


"maafin aku mas..aku ga mau berbagi suami aku ga mau memang lebih baik aku yang ngalah karena aku sadar aku orang baru di hidup kalian" ucap alexa smebari menyeka air matanya


"semuanya bisa di bicarakan aku mohon kita temui dia dulu aku butuh penjelasan dia karena aku yakin ini ga bener lexa"


alexa hanya diam menangis viandi terus membelai lembut pipi alexa yang basah oleh air mata ia memeluk alexa yang terlihat sangat kalut


"aku hanya mencintai kamu lexa, bukan yang lain, aku memilih kamu karena aku cinta sama kamu lexa aku sayang sama kamu"

__ADS_1


"akuu tahu mas. aku tahu.. aku lakukan ini demi bayi itu, kasihan dia" ucap alexa sembari menangis dengan suara bergetar


viandi memeluk Alexa semakin erat, ia tak ingin kehilangan Alexa ia sudah sangat mencintainya namjn ia juga tak kuasa bila memang bener sherina mengandung anak nya namun Viandi masih ragu ia yakin ada yang tidak beres dengan semua ini.


__ADS_2