
Malam minggu alexa menghabiskan waktunya di cafe di salah satu mall ia duduk sendiri sembaru menikmati satu cangkir kopi capuccino hangat ia menunggu seseorang di lihatnya kedatangan orang yng amat ia sayangi ia adalah seruni dan mia ibu dan pengasuh ya sejak alexa kecil
mereka saling lepas rindu salig bertukar cerita tentang kehidupan pribadi
"oia mama baru ingat nak vi ga ikut?" tanya serunu
"dia sibuk mah, banyak meeting" ucap alexa ia berbohong pada seruni padahal viandi meninggal kan rumah sudah hampir 4 bulan
alexa melirik ke ponsel nya tanada notifikasi apapun dari viandi
"apa gue yg harus tanya kabar dia duluan yaa, ehh tapi nanti dia besar kepala" ucap alexa dalam hatinya
"lexa, mama mau minta izin sama kamu" uca seruni
"izin untuk apa ma"
"heumm mama mau menikah dengan pria pilihan mama" ucap seruni, mia hanya tersenyum mendengar seruni meminta izin dengan baik pada anak perempuan nya itu
"aapaa? nikah lagi? "
"iyaa itu juga kalo kamu mengizinkan,mama minta maaf belum mengenalkan dia sama kamu"
alexa terdiam iatak siap rasanya melihat seruni mempunyai pendamping baru
"heum mama suka mama mencintai dia?"
"lexa dalam hubungan yang sudah fase dewasa apa lagi sudah berumur kayak mama,mama tidak mencari cinta tapi mama mencarai yg sayan yang saling terima dan mama mencari ywng bisa bawa mama ke dalam ridho nya Allah SWT, menuntun mama dalam beribadah, mama hanya ingin mencari. seseorang yang bisa saling menemani sampai tua, bagaimapun kamu, sherina pasti akan sibuk dengan rumah tangga kalian nantiny" ucap seruni seraya menggengam erat jari jemari alexa
"ma, lexa ga pernah larang mama untuk menikah lagi. lexa faham, mama yang lebih tau calo suami mama seperti apa yang penting mama bahagia ma, itu ajah" ucap lexa dengan berderai air mata
"maksih yaa lexa makasih kamu anak mama yang paling ngertiin mama" ucap seruni memeluk anak perempuan nya itu
"mbak mia belum mau nikah" tanya alexa
"nanti ajah non nunggu non punya dede bayi, mbak mau ngasih anak non ajah dulu"
"jangan begitu mbak. kalo ada yang ajak mbak serius gak apa-apa mbak nikah ajah, jangan mikirim mama sama lexa mbak juga harus bahagia" ucap alexa pada mia namum mia hanya tersenyum
"namanya siapa ma apa lexa kenal?"
"heum namanya Ihsanudin penggilannya pak ihsan dia aktif di masjid dan dia juga jadi ketua DKM orang nya. santun, baik ramah dengan sesama"
"punya aak brapa mah"
"anak dan istrinya meninggal dalam kecelakaan" ucap seruni alangkah terkejutnya Alexa mendengar ucapan seruni
"karena itu mama terima pak ihsan !"
"iyaa mama karena dari rasa kasihan mama mulai menjalani dengan pak ihsan apalagi. pak ihsan tinggal hanya berdua dengan ponakannya"
"heum, yasudah gak apa-apa kira kira kapan mama akan melangsungkan akad nikah?"
"akhir bulan ini insha Allah kamu sama viandi datang ya"
"sherina udah tau belum ma"
"ahh heum itu, mama ga izin sama sherina"
"looh kenapa,?"
"sherina akhir akhir menjauhi mama etah kenapa,yaa mungkin dia nyaman dengan ibu sambungnya yang baru, gak apa-apa yang penting kamu masih dekat sama mama yaa" ucap seruni alexa hanya tersenyum
Malam harinya alexa sepulang dari makan malam bersama seruni dan mia, Alexa dududk termenung seorang diri ia terus memandangi ponselnya ia bingung akan perasaan nya saat ini
📱
Alexa:
"mas, kamu kapan pulang?, masih lama kah?"
__ADS_1
isi pesan alexa pada viandi namun tak juga di balas bahkan di baca pun tidah
"heumm yasudah mau giaman lagi, gue harus ikhlas kalo nantinya ada surat cerai yang datang, toh memnag ini semua kesalahan kok" ucap alexa sembari menatap langit malam yang bertaburan bintang
keesokan paginya ponsel alexa berdering beberapa kali ia melihat nama orang tua Viandi di layar ponselnya
📲
"halo mi"
"halo lexa kamu ada cara ga?"
"heum gak ada kok mi,. ada apa ya"
"ke rumah mami yaa ada yang mau mami bicarakan sama kamu penting ini papi lagi marah marah ajah"
"oohh iyaa mi lexa ke situ deh"
"yaudah di tunggu yaa"
Alia pun menutup teleponnya lalu Alexa Bergegas mandi pagi dan segera menuju kediaman orang tua Viandi
sesampainya di kediaman viandi alia terlihat sibuk menyiapkan menu makan siang yang terlihat lezat
"assalamualaikum mi"
"waalaikum salam lexa apa kabar nak" ucap alia seraya memeluk dan mencium kedua pipi alexa
"Alhamdulillah baik mi, oia papi kenapa mi?"
"hahaha enggak kenapa kenapa mami jahilin kamu ajah biar main ke sini hahahah habis udah lama ga main ke sini kalo ga di gituin kamu ga bakal main iyaa kan?" ucap alia tertawa terbahak-bahak
"ehh ada lexa sehat kamu lexa" ucap abraham seraya memeluk alexa
"sehat pi, papi sehat?"
"Alhamdulillah sehat, mami kamu jail yaa,persis kayak suami kamu itu suka jahil" ucap abraham
"loh pi, memangnya papi ga tau,mas vi ke luar negeri pi, udah hampir 3 bulan"
"apaaa..!!! kok dia ga cerita ga pamit juga, duhhh kumat lagi anak mu itu mii..." ucap abraham menahan kesal
"kamu berantem sama viandi??" tanya alia
"engga mi,"Alexa menjawab sembari tertunduk
"heumm alexa, jujur sama mami, kalian ada masalah apa?"
alexa hanya diam ia pun menceritakan bahwa ia memint wa cerai pad ada viandi setelah dirinya bertemu Tama di acara pernikahan kolega perusahaan
"haaehh, Alexa papi ga tau atas dasar apa dia milih kamu tapi papi yakin viandi punya niat baik kok. papi percaya itu tolong ikuti viandi sabar menghadapi viandi yaa" ucap abraham
"ada apa nih mas vi kabur lagi yaa , kebiasaan banget tuh orang" ucap velove
"ve... ngomong apa sih kamu" ucap alia
"ma emnag kenyataan kan inget ga dulu waktu smu pas kelas 3 mas vi ada masalah entah itu apa dia bilang mau nenangin fikiran pergilah dia ke jepang dikiran cuma seminggu taunga 6 bulan... iyakan hahahah"
"looh iywa yaa ve papi baru inget, ga ngabarin ga happy sendiri ajah di jepang, pulang pulang papi langsng cari guru privat karena kaka kamu ketinggalan pelajaran" ucap abraham sembari tertawa
"haehh dia ini aneh" ucap velove
"ohh mas vi dulu pernah begini juga ya mi"
"heumm iyaa karena putus cinta"
alexa hanya tersenyum mungkin saat ini pun sama keadaan viandi ingin menenangkan fikiran nya.
cukup lama alexa berada di rumah orang tua viandi ia pun bercengkrama dan bercerita bersama adik perempuan viandi
__ADS_1
"jadi kak lexa ajak cerai karena mikir lebih pantes sama si sherina eehh maksudnya ka sherina?"
" iyaa, kamu kenal"
"kenal, cewek angkuh siapa sih yang ga kenal gaya nya sok anggun,. wah gak banget deh kalo masuk keluarga ini" ucap velove
"ehh kamu lagi ada tugas???"
"iyaa tugasm melukis aku ga ngerti gabisa palingan lukisna gunung kayak anak SD"
"heum mau kaka bantu?"
"kaka bisa?"
"heheh insha allah yaa"
"beneran nih. ayoo kak kita ke gudang dulu ambil kanvas baru" ajak velove dengan antusias
lantai 4 yang terlihat berdebu ada satu ruangan yang terdapat barang barang tak terpakai
velove sibuk mencari kanvasnya yang baru yang telah la ia simpan.
"heum lemarinya jadul amat" ucap alexa ia melihat lemari pendek dengan warna hitam penuh debu
di buka oleh alexa banyak buku pelajaran yang twk terpakai, lalu mata alexa tertuju pada album foto usang ia buka foto itu
"hahaah.. culun amat" ucap alexa
"kenapa ka?"
"ini mas vi yaa?" tanya alexa sembari memperlihatkan foti viandi semasa sekolah
"iyaa hahaha senyumnya kek orang bego yaa ka"
"ahahaha" alexa pun ikut tertawa setelah dinrasa puas ia menaruh kembali album itu mata alexa menangkap buku usang berwarna hitam tebal ia membuka buku itu
"diary mas vi?" ucap alexa dalam hatinya perlembar demi perlembar ia membaca nya belum menemukan hal yang menarik hanya kisah seorang anak smp dan smu biasa
namun tiba tiba
..."aku berkenalan dengannya gadis yang sangat pintar di sekolahku, apakah aku akan bisa lebih dekat dengannya"......
alexa semakin penasaran ia terus membuka lembar demi lembar ia yakin akan menemukan wanita yang dahulu viandi sukai
..."hari ini aku berjalan dengannya bahagia banget, dan dia mulai bercerita tentang keluarganya yang tidak harmonis, aku terus menenangkan dia di saat dia menangis, entah mengapa aku pun ikut merasa sakit,lucu yaa pdahal kami belum mulai berpacaran"...
..."kenapa dia tiba tiba menjauh, tapi gak apa aku akan tetap mendekati dia,entah seberapa besar rasa cinta ini untuk dia"...
..."aku selalu memberikan makanan dan perhatian untuknya semoga saja ia bisa kembali seperti dulu ,karena aku sangat merindukannya"...
..."yeay, harinini acara promnite aku harus nembak dia dan aku yakin dia bakal terima cintaku , semangat viandii kamu bisa"...
..."dia menolakku mentah mentah betapa malunya aku dihadapan semua orang aku di tolak oleh nya"...
alexa terdiam ia mulai merasakan seperti kecewa dalam dirinya ketika membaca diary viandi
..."demi nilaimu. gengsimu, kamu yang haus pujian harus tega menyakiti aku"...
tiba tiba alexa terdiam ia penasaran wanita macam apa yang nolak viandi
..."aku tau kamu teleh menolakku tapi sampai kapan aku bisa seperti ini rasanya cinta ini masih ada untuk kamu SHERINA ALLEISHA YUDHISTIRA"...
foto wajah sherina pun ia sematkan di lembar terkahir itu yaa wajah sherina kakak kandung nya
"braaak...!!" buku itu terjatuhnya alexa terdiam menahan sesak tubuhnya bergetar ia baru mengetahui bahwa viandi adalah seseornag yang menyukai Sherina
"apa jangan jangan surat yang numpuk di kamar sherina dulu itu dari viandi, lantas kenapa viandi milih gue kalo dia masih cinta sama sherina" ucap alexa
ia tak bisa berkata apapun ia bingung apa maksd viandi memilih dirinya sedangkan ia masih menyimpan perasaan pada sherina.
__ADS_1
lalu alexa pun pergi meninggalkan velove yang masih sibuk di gudang ia tak mengindahkan panggilan velove alexa terus berlari membawa buku diary milik viandi.