CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
LAMUNANKU


__ADS_3

Mentari pagi menyapa sangat hangat masuk dari celah gorden alexa membuka matanya perlahan samar ia lihat wajah viandinyang tertidur pulas di hadapannya alexa terkejut


"aaah.. astaghfirullah" ucap alexa seraya beristighfar


"heummm... ada apa sihh..." ucap viandi dengan malas


"heumm enggak,. gak ada apa-apa" ucap alexa dengan rasa canggungnya


alexa berjalan menuju kamar mandi ia hendak mandi pagi itu di liriknya bathub yqng masih tertutupi oleh bunga mawar merah alexa menghirup harumya air yang ada di dalam bathtub


"seperti ini yaa rasanya, jadi wanita yang di nikahi oleh pria kaya raya tapi, gue ga sebahagia itu" ucap alexa ia terduduk di samping bathtub sembari memainkan air yang telah harum oleh bunga mawar.


Alexa melamun entah apa yang ia fikirkan ia teringat akan pertemuan nya denga viandi sebelum mereka menikah


Alexa melangkah kan kakinya menuju resto yang dipilih viandi untuk mereka bertemu di kejauhan ia melihat viandi tengah duduk sendiri mengenakan kemeja biru dengan rambut di tata dengan rapih, wajah tampannya menambah nilai plus pada diri viandi ia terlihat sempurna sebagai seorang pria.


"maaf lama" ketus alexa ia menarik kursinya dan duduk di hadapan viandi,


"gak apa-apa, macet yaa". ucap viandi dengan senyum manisnya


"gue ga mau basa basi, gue datang ke sini cuma mau tau,kenapa lu milih gue jadi jaminan hutang bokap gue yang jelas jelas gue ga mau apalagi itu menyangkut pratama Yudhistira dan sherina seharusnya lo pilih sherina kenapa milih gue"


"woow...selow...seloow... ngebut amat ngomongnya pelan pelan dong" goda viandi,. alexa terdiam menarik nafasnya dalam dalam


"waitress" viandi memanggil pelayan resto ia memesa minuman dan makanan untuk dirinya dan alexa


makan siangpun tersaji dua porsi steak wagyu dengan harga yang fantastis viandi pesankan untuk nya dan alexa


"gue lebih seneng makan pecel lele dari pada makan beginian buang buang duit" ucap alexa dengan ketus


"yaa sih, seharusnya aku ajak ketemuan sambil makan di kaki lima yaa mungkin lebih leluasa" ucap viandi sembari memotong daging steaknya menjadi lebih kecil


"nih buat kamu" viandi memberikan daging steak yang telah ia potong untuk alexa,alexa hanya diam


"yaa memang seharusnya lelaki seperti ini lebih mengutamakan perempuan dari pada dirinya sendiri" ucap alexa dalam hatinya


"makan dong koo bengong" ucap viandi membuyarkan lamunan alexa


"kamu nanya kenapa aku milih kamu dan kamu jdi jaminan hutang ayahmu yaa??" ucap viandi


"sebenarnya sih,. aku rugi jadiin kamu jaminan"


"rugi??? maksudnya??" ucap alexa sembari mengernyitkan dahinya


"ya rugi lah uang 1 milyar aku relain buat cewek kayak kamu yang ga punya aset perusahaan, yang ga mau tau tentang perusahaan Tama, dan J..U..TEEEKKK" ucap viandi


"kalo lo mau pilih yang punya aset, pinter ngerti akan perusahaan, kenapa ga sherina yang lo pilih!" ucap alexa dengan nada ketusnya


"karena kamu menarik, menantang,lucu hahhaha"


"haaaaehh" alexa menarik nafasnya dalam-dalam


"ada keuntungan yang bakal kamu dapetin di saat menikah sama aku"


"apa itu?"


viandi menyodorkan secarik kertas pada alexa didalamya terdapat beberapa point yang harus alexa setujui

__ADS_1


"aku kasih pilihan kamu pilih apa yang kamu setujui" ucap viandi


alexa meraih kertas itu dan membacanya perlahan




pernikahan akan di laksanakan secara mewah dan mengundang banyak tamu dan kolega dari kedua keluarga perusahaan




semua hutang PT.PRATAMA akan di hapuskan atau di anggap.lunas




tidak akan menyentuh bila mempelai wanita tidak mengizinkan( aku tahu diri kok)




4.akan mendapatkan uang bulanan atau nafkah sebesar 70.juta rupiah setiap bulan


5.bebas pergi kemanapun kecuali, ke club malam, karaoke dan party yang bisa membuat mabuk




7.patuh dan mendengarkan apapun perkataan suami




boleh berjualan seperti biasa, tapi tempat akan di sesuaikan




semua fasilitas rumah, mobil, motor sudah tersedia




10.belajar untuk.mencintai atau menyukai aku.


"hadeeehhh,. lu tau ga sih ini childis banget"


"hahahaha iyaa aku tau"

__ADS_1


"point nomer 10, itu hal yag ga bisa di atur atau di paksakan, dan point nomer 3 aku pertegas bilamana lo diam diam nyentuh gue, cium peluk bahkan maksa gue, gua akan lakukan hal yang ga pernah lo duga"


"woow apaan tuh" goda viandi


"lihat ajah nanti"


"wokee, soo deal. kita menikah??" vianu menyodorkan tangannya mengajak Alexa bersalaman


"heum deal...." alexa bersalaman dengan viandi


"tapi...."


"tapi apa ada tambahan???" tanya viandi


" tolong jangan pernah sangkut pautkan gue dan mama lagi dalam bisnis kalian bilamana papa punya hutang kembali tolong jangan libatkan gue sama mama" ucap alexa dengan mata berkaca-kaca


seketika itu viandi terdiam, ia hanya mengangguk perlahan iya sedikit terkejut melihat ekspresi wajah Alexa yang tiba-tiba berubah menjadi murung


"okee gue pastiin lo ga akan terlibat masalah apapun Dengan Pratama " ucap viandi


"makasih, gue balik yaa udah sore"


"mau di anter??"


"ga usah gue bawa motor" ucap alexa ia pun berlaku pergi.


Alexa larut dalam lamunannya tanpa sadar ia cukup lama berada di dalam kamar mandi


" tok..tok" viandi mengetuk kaca kamar mandi dan berdiri sembari melipat kedua tangannya


Alexa terkejut dengan kedatangan viandi secara tiba-tiba


"dari kapan lu di situ udah lama"tanya Alexa dengan ketus


"sekitar 30 menit yang lalu ngeliatin istri aku yang lagi enak ngelamun sambil duduk di bawah mainin air dalam bathtub aneh masih pagi udah banyak ngelamun"ucap viandi iya terus memandangi Alexa Alexa hanya melihat ke arah mata piandi lalu tak lama Alexa pun tertawa


"kenapa ketawa ada yang lucu sama muka aku"


"enggak enggak lucu aja dari tadi lu cuma ngeliatin gue bengong ngapain rajin banget"lirik Alexa


"aku cuma mau bilang jam 11.00 nanti kita harus udah ninggalin hotel dan balik ke rumah"ucap viandi


"maksud lo ke rumah gue"


"rumah aku lah ke rumah orang tua aku masa ke rumah orang tua kamu"ucap viandi seraya meninggalkan Alexa yang masih terduduk di dalam kamar mandi


"gua mau pulang ke rumah mama!!"teriak Alexa pada viandi


"akuuuu....aaaaakuuuuu"ucap viandi kembali berteriak ia ingin Alexa merubah bahasanya yang terdengar kasar di telinga viandi


"iya iya aku mau pulang ke rumah mama"Rengek Alexa


viandi kembali menghampiri Alexa yang masih terduduk di kamar mandi


"aku nggak akan maksa kamu nggak akan ngelarang kamu menemui orang tua kamu tapi untuk saat ini kita harus pulang ke rumah orang tua aku dan kamu tinggal bersama orang tua aku itu aja masa nggak bisa nurut sih"ucap viandi seraya menyandarkan tubuhnya sembari melirik kesal pada Alexa


Alexa hanya diam tak menjawab apapun ia sedikit takut karena baginya keluarga Abraham adalah keluarga asing bagi dirinya ia takut bila keluarga Abraham ternyata tak benar-benar menyukainya apalagi sebelumnya ia tak ada hubungan apapun dengan viandi dan pernikahan mereka pun dilandasi oleh hutang piutang

__ADS_1


__ADS_2