
Senin pagi sherina datang lebih pagi ia sengaja mengunjungi sekolah karena hanya di sekolah sherina bisa fokus dalam belajar, padahal hari itu tak ada kegiatan belajar mengajar mereka yang mengunjungi sekolah karena mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
"Sherina...sher..." viandi memanggil sherina sherna menoleh namun ia membuang wjahanya dsn segera pergi
"sher..kamu kenapa sih" viandi berlari mengejar sherina ia menarik lengan sherina
"apaan siih vi.." sherina melepas lengan viandi
"kamu kenapa? lagi bete hah...cerita sama aku" ucap viandi sembari memegang kedua pipi sherina
sherina membuang pandangannya, ia tak ingin menatap viandi
"bete, kesel? sama siapa sama orang tua kamu yang selalu ribut" tanya viandi kembali, sherina menarik nafasnya dalam-dalam
"udah lah vi,. hari ini ajah please go away..! dont disturb me..okeee!" ucap sherina ia meminta viandi jangan mengganggunya
Viandi melepaskan kedua tangannya yang berada di pipi sherina
"okee fine, aku ga ganggu" ucap viandi iapun pergi meninggalkan sherina sendiri
Sherina berada di ruang perpustakaan seorang diri tiba tiba seorang murid wanita memberika sesuatu pada sherina
"sherina, sory ini ada titipan dari vi, buat kamu" ucap siswi tersebut
"apaa ini?" ucap sherina sembari mengernyitkan dahinya
"buka ajah deh udah ya takut di omelin sama penjaga perpustakaan " ucap siswi itu ia pun bergegas oergi
Sherina membuka kantong berisi sandwich isi tuna, susu kotak air mineral dan snack kentang
"walaupun lagi bete jangan lupa makan yaa sher" viandi menuliskan memo di makanan itu untuk sherina ia menarik nafasnya dalam-dalam,lalu iapun beranjak dan menghampiri penjaga perpustakaan
"bu, maaf ganggu"
"ada apa sher" ucap ibu penjaga perpustakaan
"ini buat ibu ajah kebetulan saya ga terlalu suka. dan sayang kalo ga di makan"
"waah makasih yaa sher" ucap si ibu itu ,lalu sherina pun pergi meninggalkan perpustakaan menuju taman belakang sekolah
ia membaca bukunya seorang diri,
"hai sher" ucap jasmine yang tiba tiba duduk di samping sherina, sherina hanya melirik malas
"gue boleh yaa duduk di sini"
" heumm iyaa" ucap datar sherina ia terus membaca bukunya
"sher, heum lo lagi deket yaa sama vi, heumm..dia"
"braaak" sherina menutup bukunya dnegan kasar
"jasmine kalo kamu duduk disini mau bicarain itu mending kamu pergi yaa,maaf aku lagi ga mau bahas siapapun okee maaf yaa" ucap sherina dengan lirikan dan suara yang dingin
"duhh . gilaa ini orang sombong amat, kok Vi bisa bisanya jalan ma cewek kek bgini" ucap jasmine dalam hatinya sembari melirik ke sherina dengan kesal lali ia pun beranjak pergi meninggalkan sherina sendiri
__ADS_1
Sementara itu di ruang osis viandi sedang asyik memainkan gitarnya
"vi lo jadi nembak sherina di pertandingan nanti?" tanya mario
" ga tau" ucap viandi dengan malas
"ehh mending pas from night perpisahan kelas tiga ajah gimana," ujar kevin
"nanti gue minta tolong sama panitia buat persiapan senuanya" ucap mario menimpali
"okee bolehh" ucap viandi menerima usul teman teman ya itu
sepulang sekolah viandi masih menunggu sherina di di depan pintu perpustakaan
cukup lama viandi menunggu sherina namun ternyata sherina lebih dulu keluarlewat pintu lainnya ia tahu viandi menunggu sherina sore itu
malam itu sherina tidur cukup larut ia melihat undnagan berisikan acara perpisahan untuk kakankelas mereka malam minggu mendatang, lalu tak lama kemudian ponsel sherina pun berdering ternyata yang menelepon adalah viandi namun sherina tak menjawab telepon itu,viandipun mengirim pesan pada sherin
📱
VIANDI
"sher, udah tidur yaa, malam Minggu ini datang ya ke acara perpisahan kaka kelas kita, acara nya pasti seru banget kalo kamu datang aku jemput ya"
Sherina hanya membaca pesan viandi ia tak membalasnya, sherina hanya diam ia merebahkan tubuhnya ia bingung sebenernya ia tak ingin memikirkan cinta dan pacaran karena tahun depan ia sudah memasuki kelas 3 dan ia harus lebih fokus belajar ia tak ingin kejadian kemarin karena terlalu dekat dengan viandi nilainya menjadi merosot.
Malam Minggu pun tiba sherina datang seornag diri acara di adakan di lapangan basket di sekolah sherina dengan sangat mewah ketika itu acara sedang berlangsung
"sher. kamu datang" ucap viandi ia memakai tag panitia di lehernya
"yaudah, kamu tunggu di sini yaa acara puncaknya sebentar lagi akan mulai" ucap viandi dengan bersemangat lalu ia punn meninggalkan sherina sendiri
Sherina pun ikut asyik bersama teman temannya. tiba-tiba
"hai sher"
"ka emil" ucap sherina
"waah tahun depan kita ga ketemu yaa"
"hehe iya ka"
" heum sher..aku.."
"test..test..." tiba tiba suara seseorang mengecek mikrofon semuanya pun bersorak emil tak melanjutkan ucapannya ia dan sherina pun terdiam
betapa terkejutnya sherina di layar besar terpampang foto foto sherina dari segala sudut dengan caption romantis
"cih... gue tau siapa orangnya" ucap emil
"siapa" tanya sherina
Emil hanya diam tak menjawab ,tiba tiba seseorang berdiri di atas panggung ia terlihat tampan dengan kemeja dan jeans hitamnya
"sher, mungkin kamu terkejut akan semua ini, tapi aku yakin kamu akan lebih terkejut akan semuanya di malam ini,untuk itu aku mau kamu naik ke sini temani aku" ucap viandi sembari tersenyum banyak mata yang melihat aksi viandi ada yang bersorak gemas ada yang tak suka ada yang tertawa
__ADS_1
"ayoo sher naik sher.."
"ayoo .ayooo ayooo" semua siswa dan siswi menyuruh Sherina akhirnya ia pun naik ke panggung menemui viandi,
Viandi tersenyum manis melihat kedatangan sherina yang saat ini mengenakan jeans putih dengan kardigan hitam dan kaos putihnya rambutnya yang ia biarkan tergerai hitam dan lurus
"ada apa ini" ucap sherina dengan hati hati
"sher, sudah hampir satu tahun kita barenga jalan bareng, dan malam ini aku yakin bahwa satu hal, kamu bisa buat aku nyaman kamu didekat kamu aku merasa lebih baik dalam segala hal, untuk itu.. MAU GA KAMU JADI PACAR AKU" ucap viandi sherina terkejut ia hanya diam ia tak menyangka malam itu viandi mengungkapkan isi hatinya di hadapan semua orang
semua siswa berteriak para siswi sangat iri dengan keberanian viandi malam itu
"terima .trima ..trima .." semua siswa-siswi mengatakan itu
"lo ga bakal di terima percuma woooy....!!" teriak Emil berserta teman temannya
ekspresi sherina berubah seketia wajahnya memucat dan mendingin ia meraih mic yag di pegang oleh viandi
"vi, makasih atas semua ini" ucap sherina viandinhanya tersenyum
"tapi maaf aku ga bisa nerima ini, maaf... "ucap sherina ia memberikan mic lalu pergi tergesa gesa meninggalkan viandi
Sherina di soraki semua siswa-siswi dan viandi pun tak bisa berkata apapun , ia tak menyangka sherina akan menolaknya mentah-mentah di hadapan beribu pasang mata yang menyaksikan pernyataan cinta viandi untuk Sherina , tak lama ia pun berlari mengejar Sherina
"bro...sst.. sst... ngapain di kejar" ucap Emil menahan langkah viandi
"minggir..."
"hahah, dia itu obsesinya hanya nilai dan pujian orang atas prestasi nya lo bakal di tolak mentah-mentah" ucap Emil seraya menepuk bahu viandi
"lo tau apa!!"
"jelas gue tau, lah sebelom elo gue lebih dulu nembak sherina and you see that,?? dia nolak gue juga pasti alasan yang sama,soo kalo lo mau buktiin omongan gue bener apa salah silahkan kejar" ucap emil dengan santai dengan senyum liciknya
Viandi menepis tangan Emil lalu ia mengejar sherina, ia melihat sherina lalu dengan cepat ia menarik lengan sherina
"sher...tunggu .." ucap viandi
"lepas..! aku udah bilang kan aku ga bisa terima kamu, karena aku ga suka sama kamu vi"
"bohong, kamu tau kan ini udah aku siapin kenapa kamu gini sher"
"maaf, aku ga mau ganggu konsentrasi belajar aku dengan hal hal bodoh kayak gini"
"hal bodoh???ooh jadi di otak kamu Sekarang cuma mikirin pelajaran nilai nilai yang tinggi gitu, gengsi kamu reputasi kamu sebagai juara umum dan bintang kelas?"
"iyaa, aku ga mau nilaiku merosot aku ga mau di saingi oleh siapapun dan gara gara kamu aku kurang konsentrasi semuanya jadi kacau"
"oohh begitu rupanya, makasih udah bikin aku malu, silahakan kejar apa yang jadi ambisimu itu, ini terakhir kalinya aku bicara sher semua ini sakit sher...tega kamu" ucap viandi dengan mata yang berkaca-kaca lalu ia meninggal sherina
"vi. tunggu.." sherina memanggil Viandi
"ga usah manggil aku ga usah ngomong apapun lagi aku, cukup bersabar selama ini sher aku terus kejar kamu karena aku begitu menyukaimu tapi ternyata kamu hanya mementingkan reputasi kamu gengsi kamu, makasih sher...makasih" ucap viandi dengan tatapan sinis pada Sherina
Malam itu adalah malam terakhir mereka berbicara selanjutnya mereka saling acuh tak acuh banyak siswa dan siswi yang memandangnya aneh pada sherina mengapa ia bisa menolak lelaki setampan viandi,
__ADS_1
Sherina larut dalam lamunannya mengingat kejadian beberpa tahun yang lalu sejak saat itu viandi tak pernah mendekati sherna lagi padahal di setiap kesempatan viandi dan Sherina sering bertemu di acara perusahan atau meeting bersama antar perusahaan