CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
BACK TO HOME?? NO...NOO..NOOOO


__ADS_3

tanpa terasa hampir satu minggu alexa dan mia berjualan takjil di bulan ramadhan siang itu mia sedang mempersiapkan menu takjil untuk dijual sore harinya


"mi, gimana jualan nya laris??" tanya seruni pada mia


"Alhamdulillah bu habis terus es pelangi nya non lexa juga ludes terus bu"


"Alhamdulillah, biarin ajah mi, ibu mau membiasakan alexa untuk berwirausaha agar nantinya ia bisa punya toko sendiri" ucap seruni pada mia


sore itu menunjukan pukul 17.00 sore


seorang pria brtubuh tinggi dengan kulit putih dan berambut tipis,dengan garis bibir dan hidung yang menonjol. sedang memperhatikan satu hunian mewah beraksen klasik dan bercat putih


"pak, kira kira rumah ini kalo di jual 1 milyar apa ada yang mau??" ucap pria itu pada supir pribadi nya


"heum saya ga yakin den secara ini rumah lama,"


"apa harganya saya turunkan saja yaa pak jadi 800 juta"


"heum apa ga sebaiknya di pugar ajah den dan di sewakan"


pria itu terdiam mendengar ucapan sang supir


"kita pulang ajah pak sudah jam setengah 5" ucap pria itu dan merekapun meninggalkan hunian mewah itu


"den maaf izin beli takjilan kayaknya kalo pulang ga sempat"


"ohh iyaa pak gak apa-apa kita beli aja buka puasa di jalan ajah" ucap pria itu.


pak supir pun kluar dari kendaraan nya dan membeli beberapa kudapan, teh hangat. dan es


"ini den, buat buka puasa*


"ah iyaa makasih yaa pak,"


tatapannya tertuju pada kemasan gelas yang berlabelkan


"ES PELANGI ALEXA"


"heum,es pelangi alexa?" ucapnya


"ahh iya den itu katanya es paling enak tuh yang beli ajah antri untungnya kita masih kebagian"


pria itu menoleh mencari keberadaan si penjual, ia terdiam melihat alexa yang saat itu mengenakan apron berwarna merah dengan rambutnya yang berwarna burgundy dan berkulit putih,dengan senyum nya yang mengembang ke setiap pembeli

__ADS_1


"wajahnya ga asing kayak pernah lihat tapi dimana yaa" ucapnya seraya mengingat ingat.


keesokan harinya seruni tampak gelisah alexa yang sedang bersiap menuju kampus merasa sangat janggal melihat sikap seruni


"ma kenapa sih???" tanya alexa


"ahh gak apa-apa,heum kamu mau berangkat?"


"iyaa, hari ni lexa ga jualan dulu mau ada acara sama temen kampus" ucap alexa seraya menatap aneh pada seruni


"ma..."


"heum apa?"


"mama, kepikiran papa yaa"


"haaaaehh,. iyaa papa kamu masuk ICU kena serangan jantung semalam"


"terus mama peduli?, ngapain sih ma, toh dia udah ninggalin mama, ni yakitin mama nagapajn di fikirin kan ada selir nya yang rawat dan anak kesayangan nya" ketus Lexa


"sst..lexa ga boleh gitu mau gimana pun dia papa kamu"


"itu menurut mama menurut lexa enggak,lexa berangkat yaa ma, jangan jenguk awas kalo mana jenguk" ancam alexa pada seruni dengan wajah kesalnya


"iya iya" sahut seruni dengan senyum manisnya


"mbak...mbak mia, mama kemana??"tanya alexa menghampiri kamar mia


"ohh tadi ada non sherina kesini"


"apaaa!! terus mam dia ajak sama dia buat jenguk papa kesayangan nya" ucap alexa dengan penuh emosi,mia hanya tertawa geli melihat kekesalan alex


"hahah enggak kok non ibu anter non sherina sampe dapet taxi di depan gang"


"apaaaa? taxi tumben biasanya juga bawa mobil kemana" ucap alexa ia geram meihat tingkah sherina yang hidup bergelimang harta dan terkesan sombong


mia hanya tersenyum mendengar alexa mengomel sembari masuk ke dalam kamarnya


sore harinya alex sibuk menyiapkan jualannya ia menggelung rambuty yg berwarna burgundi dan bergelombang, alexa dengan sigap mencampur bahan untuk es pelangi andalan nya namun pembeli sudah mengantri untuk membeli dagangan alex untuk minum. buka puasa


ketika alexa sedang melayani para pembeli ia melihat seseorang yang ia kenal, ia mendekati alexa degan senyum ketir nya


"mau beli apa?? " tanya alexa

__ADS_1


"kaka mau bicara" ucap sherina yang ikut mengantri


"lo ga lihat lagi rame Bentar lagi buka puasa kalo mau ngbrol minggir deh gue ga sempet" ketus alexa pada sherina dan Sherina pun menggeser dan duduk di samping alexa


"non mending ke rumah ajah di sini lagi rame non" ucap mia


"gak usah di sini ajah"


sherina duduk di mendekati alexa


"minggir gue mau ambil es batu" ucap alexa dan sherina pun bangun dari duduknya dan sedikit menjauh


ia melihat alexa melayani para pembeli yang ingin membeli dagangan alexa


"de, kaka bantu yaa" ucap Sherina ia menawarkan bantuan pada alexa


"ga usah tar cat kuku lo luntur dan ga cantik lagi lagian pegel emng lo kuat berdiri pake heels" ketus alexa membuat para pembeli menahan tawa dan melirik ke sherina


sherina saat ini berkerja di perusahaan tama ayahnya sendiri dan ia di gadang gadang akan menggantikan posisi tama yang saat ini sedang sakit keras.


pukul 7 malam alexa sudah membereskan meja tempat ia berjualan dan Sherina masih menunggu alexa


"haaaeh... mau ngapain sih tuh orang males banget padahal nemuinnya" ucap alexa ia lalu menghampiri sherina dan membawa minuma untuk Sherina


"nih minum dulu, sory tadi gue sibuk"


"gak apa-apa, rame yaa de jualannya" ucap Sherina dengan tersenyum namun alexa hanya diam


"ada perlu apa kesini??"


"de, kakak minta maaf kalau kakak banyak salah"ucap Sherina dengan wajah tertunduk


"udah deh jangan bertele-tele langsung aja to the point ada apaan lu ke sini"


"papa sakit sekarang masih di ruangan ICU"


"oh ya terus urusan sama gue apa"


"tolong de jenguk papa sebentar dia nanyain kamu terus"


"wow tumben dia ingat sama gue nggak salah tuh"ucap alexa dengan senyum ketir nya


"papa mau rujuk lagi sama Mama dan papa ingin kita bersama lagi di rumah itu maksud tujuan aku ke sini aku mau ajak kamu pulang dek" ucap sherina dengan mudahnya

__ADS_1


"apaaaa... gilaaa .." ucap alexa


malam itu malam yang sangat mengerikan bagi alex bahwa tama ingin alexa dan seruni kembali setelah ia tega ingin mencoba membunuh dirinya dan seruni demi wanita muda yang menjadi simpanan nya.


__ADS_2