
beberapa hari kemudian Alexa semakin sering menghampiri viandi ke kantor untuk sekedar menemani viandi di ruangannya.
ia merasa jenuh lalu Alexa berkeliling kantor ia melihat ke semua divisi termasuk ke divisi perancangan design untuk furniture terbaru.
"duuuk" alexa di tabrak oleh seseorang
"maaf..bu..maaf" ucap si pria itu
"gak apa-apa" ucap alexa sembari tersenyum
"ehh ibu alexa istri pak viandi" ucap karyawan wanita di sampingnya
"maafkan saya bu saya tidak sengaja"
"gak apa-apa kok mas, lanjutin ajah kerjanya" ucap alexa ia kembali berjalan, alexa berkali kali menoleh pada kedua orang tersebut
"kok bagain marketing ada di sini" alex faham betul setiap divisi selalu memakali tali tanda pengenal yang berbeda untuk menunjukan divisi masing masing.
"lexaa.."
"mas vi..heheh" ucap alexa sembari tertawa
"aku cari keman mana ayoo makan siang" ajak viandi
ia menggenggam erat jemari alexa pemandangan yang langka itu membuat semua karyawan menjadi heboh banyak yang merasa iri karena kecocokan mereka mereka terlihat senang melihat keharmonisan viandi dan alexa, viandi tak pernah melapaskan genggaman tangannya walaupun sedetik ia terus memandangi wajah alexa
"kenapa gue bisa sejatuh cinta ini sama alexa" ucap viandi ketika memandangi wajah alexa dalam.dalam
sesampainya di restoran yang telah viandi pesan untuk makan siang, fiandi memesan beberapa menu spesial yang ada di restoran itu ketika mereka sedang menikmati makan siang tiba-tiba
"boleh gabung nggak"
Alexa berhenti makan dan menoleh ke suara tersebut setelah mereka tahu bahwa itu adalah Sherina Riandi dan Alexa hanya menarik nafasnya dalam tanpa ragu dan canggung Sherina pun duduk di samping viandi membuat Alexa sangat muak
viandi beranjak dari tempat duduknya dan memilih duduk di samping Alexa Sherina melihat dengan rasa kesal namun ia menyembunyikan rasa kesalnya itu dalam senyum ketir nya
"heran ya nggak bisa banget lihat orang lagi seneng, lagi makan romantis ada aja lalat yang datang"ucap Alexa sembari mengunyah makanannya viandi hanya diam ia terus memotong kecil-kecil daging steak yang telah ia pesan
"makan ini udah aku potongin"ucap viandi menyodorkan piring berisikan daging steak yang sudah ia potong kecil-kecil untuk dimakan oleh Alexa
"makasih ya"ucap alexa seraya tersenyum pada viandi Sherina menatap dengan kesal ia terlihat sekali sangat cemburu dengan perlakuan viandi pada masa
"eh lupa ada yang dicuekin ada perlu apa ya tumben makan di sini padahal banyak meja kosong"ucap Alexa pada Sherina seraya tersenyum menyindir
"gk ada apa apa sih cuma kurang nikmat aja kalau makan sendirian"
"oh ya lain kali makannya bawa pasangan ya alias bawa calon suami"ucap Alexa seraya menatap dingin pada Sherina
"lain kali nggak usah datang tiba-tiba di hadapan aku ya aku lagi menikmati makan siang sama istri aku"ucap viandi sembari menatap Sherina dengan dingin
__ADS_1
"oke sorry ya aku ganggu makan siang kalian" ucap Sherina ia menatap sinis pada Alexa lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Alexa dan viandi
"aneh kenapa dia langsung pergi begitu aja pasti ada sesuatu yang bakal direncanain aneh banget biasanya dia selalu ngeladenin apapun yang gua omongin" ucap Alexa dalam hatinya
tiba-tiba viandi meraih jemari alexa dan menggenggamnya
"don't worry about it she's just a crazy woman" ucap viandi
ia menyebut bahwa Sherina ialah wanita yang tidak waras mendengar ucapan viandi Alexa ingin sekali tertawa terbahak-bahak namun ia menahannya karena ia tahu restoran yang ia kunjungi itu restoran mahal yang banyak kegiatannya oleh orang-orang dari kalangan elit.
"dia mau bikin ulah apa lagi, gila sepertinya keputusan yang tepat dulu gua ninggalin dia dan nggak ngechat dia lagi benar-benar gila dan nekat"ucap viandi dalam hatinya ia masih terlihat kesal dengan kedatangan Sherina yang sudah menghancurkan selera makan siangnya
beberapa hari kemudian.....
suasana masih cukup pagi namun Alexa ada seseorang yang membelainya lembut Alexa membuka matanya dengan malas
"Mas jam berapa ini kok kamu udah rapi" ucap Alexa pada viandi yang sudah berpakaian rapi dengan setelan jasnya yang berwarna coklat
"maaf ya aku harus berangkat pagi-pagi ada meeting pagi plus sarapan pagi sama klien yang baru jadi lebih baik aku nunggu duluan kan daripada mereka nanti takutnya mereka kecewa"
"apa harus pagi ini ini masih jam 04.30 pagi lho Mas kenapa nggak jam setengah enam"
"iya maaf tapi kalau ini minta makan di luarnya jauh banget bukan di sini dia ada di Bandung"
"ya sudah Mas mau bikin teh hangat??"ucap Alexa Seraya menawarkan ia beranjak dari tidurnya
"hati-hati ya kabarin aku kalau udah sampai"
"ya oke kalau mau tidur, tidur lagi deh aku berangkat ya" ia pun meninggalkan kediamannya
alexa terdiam melihat punggung viandi yang perlahan menghilang dari pandangannya
"apa harus pagi ini setelah pertemuan itu sama Sherina kok perasaanku jadi nggak enak gini ya tapi ah udahlah nggak mungkin banget sih Mas vi jalan lagi sama sherina kelihatan banget kok mas vi udah nggak mau melihat muka Sherina lagi" ucap Alexa ia kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut memainkan ponselnya dan mencoba mengabari seseorang
ia hendak bertanya pada Egy sekretaris pribadi viandi namun niat itu ia urungkan kembali
Alexa menuju kampus pagi itu sesampainya di kampus di dalam kelas semua menatap aneh pada Alexa Tak ada satupun yang menghampiri Alexa di setiap sudut mereka terus berbisik-bisik dengan satu sama lain Alexa hanya diam.
"Alexa" suara seseorang menghampiri Alexa dan duduk di samping Alexa, dia adalah Sarah teman satu kelas dengan Alexa
"iya sar kenapa?"
"are you okay??"
"yes i'm good why??"
"lu baik-baik aja kan di rumah tangga lu sorry ya gue cuman mau nanya soalnya ini tuh udah rame" ucap Sarah Dengan perlahan alexa melihat ke sekeliling semuanya menatap aneh pada alexa
"ada apa sih kok gue gak tau"
__ADS_1
"heum lo buka sosmed yaa sabar yaa lexa gue yakin lo ga kayak gitu" ucap Sarah alexa segera merogoh ponsenya lalu ia melihat sosial media nama viandi tengah menjadi perbincangan hangat di sosial media
"anak pengusaha real estate terlibat skandal dengan wanita lain"
"menikahi istri demi hutang piutang"
"berlibur bersama wanita idaman lain sedangkan istri sedang mengandung??"
"istri sah vs pelakor??"
alexa membaca semua artikel itu ia tak percaya akan menjadi seperti ini
"gilaaa" ucap alexa dengan perlahan ia melihat semua isi artikel tersebut.
"gue istri sah kenapa kesannya gue yang jadi pelakor sih" alexa terus melihat artikel itu
"istri anak pengusaha berinisial v dituding merebut kekasih kaka kandung nya" ucap alexa
"lexa,sory yaa.. udah banyak banget video yang seliweran di group chat kita, kita sih ga mau ikut campur tapi apa bener ini suami lu" ucap sarah dan yang lainnya tatapan mereka sangat iba pada alexa
dengan tangan bergetar alexa melihat isi video itu
"deg...." jantung alexa seperti terhenti ia tak menyangka video itu akan tersebar luas di internet dan sosial media
"thanks yaa.. " ucap Alexa ia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan kelas hari itu
semua menjadi riuh membicarakan tentang alexa
di perjalanan alexa hanya menahan sesak..
"itu video yang berbeda kenapa yang ini lebih jelas bahwa itu wajah mas vi" ucap alexa tak terasa air matanya menetes ia terus menghubungi viandi namun nihil ia tak menjawab telepon dari Alexa
"atau jangan-jangan mas vi sudah tahu makanya dia pergi pagi pagi dan sebenernya dia melarikan diri dari semua ini, apabila benar sangat pengecut sekali, atau dia malah di luar kota dengan sherina" ucap alexa
fikiran nya menjadi kalut ia sangat kacau siang itu ,ia kembali kekediaman nya ponselnya terus berdering dari banyak teman dan keluarga alexa bahkan panggillan dari seruni pun ia abaikan ia hanya ingin viandi menelepon nya dan menjelaskan semuanya.
alex meraih ponselnya dilihatnya pesan masuk dari banyak handai taulan dan sahabat menanyakan kebenaran kabar itu.namun ada salah satu pesan yang membuat alexa sangat marah
📱
sherina
"gimana seru kan?, woooow... aku udah bilang jangan main main aku bisa ambil siapapun apapun yang aku mau, termasuk viandi, duh maaf yaa habis aku kesal adikku yang cantik ini tidak mau menerima penawaran sih, jadi aku paksa deh, sory ya alexa"
Sherina mengirimkan pesan pada alexa
"gila.. lo bilang sorry udah bikin semua kacau.. lo gak mikir apa dampaknya bagi perusahaan"
alexa terus menggerutu ia terus memaki sherina dalam hatinya ia meraih kunci mobilnya dan segera menuju kediaman Tama, untuk meminta penjelasan dan maksud dari semua ini alexa yakin bukan hanya soal perusahaan saja pasti tama ingin sekali membahagiakan sherina.
__ADS_1