
Tak beberapa lama setelah mengganti pakaian, seketika ia mendengar suara seorang cowok di luar pintu rumahnya memanggil namanya dan ia sangat mengenali suara itu.
"Lexa, assalamualaikum." Ujarnya sembari mengetuk pintu, segeralah Lexa turun dari kamarnya menuju ke bawah. Sesampainya di bawah ia melihat anak laki-laki itu sedang berbincang dengan mamanya. Segeralah Lexa menghampiri mereka berdua yang asyik berbincang di depan pintu.
"Eh… sayang. Ini ada Axel, katanya mau ajak kamu main ya?." Tanya mamanya yang melihat Lexa mendatangi mereka.
"Ya ma, dia teman aku di sekolah." Jawab Lexa Dengan senyuman kecil di wajahnya.
"Loh anak mama kok pakaiannya cantik banget ya, mau main kemana emang?" Tanya mamanya sekali lagi.
"Mau main ke taman tante." Jawab Axel Secara tiba-tiba.
"Yaudah, tapi jangan sore-sore kali ya pulang nya, soalnya papa Lexa gak suka kalau anak gadisnya pulang terlalu sore." Ucap mamanya.
"Yaudah ma, assalamualaikum." Ujar Lexa
"Waalaikumsalam." Jawab mamanya, segeralah mereka berdua memakai sepatu dan pergi meninggalkan rumah Lexa dengan menaiki sepeda menuju ke taman.
__ADS_1
Saat di tengah jalan tiba-tiba saja Axel Menghentikan sepedanya dan membuat Lexa kebingungan.
"Kenapa?" Tanya Lexa bingung.
"Jadi, bentar ya." Jawab Axel sembari turun dari sepedanya dan pergi ke seberang jalan sedangkan Lexa masih menunggu di kursi sepeda.
" Aneh deh, membingungkan." Ucap Lexa dalam batinnya.
Tak beberapa lama saat Lexa menunggu tiba-tiba saja Axel kembali ke arah Lexa dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Kakak kok bawa itu?" Tanya Lexa heran karena melihat Axel membawa dua ekor ikan hias kecil di dalam plastik yang di isi air.
"Ya lah itu, btw makasih ya kak. Jadi kapan kita ke taman?" Tanya Lexa berusaha mengalihkan pembicaraan karena tersipu malu dengan kata-kata Axel.
"Yaudah, ayo kita ke taman." Teriak Axel seraya menaiki sepedanya.
*******
__ADS_1
"Wah indah banget Xel." Ucap Lexa seperti merasa kagum.
"Iya, indah maka kamu." Goda Axel.
"Apaan sih, lebih indah aku kali daripada taman ini." Cetus Lexa seraya mencubit perut Axel karena kesal.
"Masa gitu aja marah, kakak cantik jangan marah dong." Goda Axel sekali lagi.
"Ihhh….kamu tuh." Lexa langsung mengejar Axel yang lari sembari meledek Lexa.
Di tengah keasyikan tiba-tiba saja hujan turun karena cuaca nya mendung dan langit tampak gelap sesaat sebelum mereka pergi tadi.
"Hujan nih, ayo kita berlindung di balik bangunan itu." Ujar Axel, segeralah mereka berlari ke arah bangunan tua dekat taman yang sudah tidak di pakai lagi dan berlindung di sana sampai hujan berhenti, hampir 1 jam mereka berlindung namun hujan tak kunjung berhenti.
"Kamu kedinginan ya Xa?" Tanya Axel menatap ke arah Lexa.
"Ya, tapi gak apa-apa kok. Ntar lagi berhenti." Jawab nya dengan bibir gemetaran. Segeralah Axel meraih tangannya Lexa dan menggosok telapak tangannya ke punggung tangan Lexa agar tidak kedinginan.
__ADS_1
"Gimana? Semoga aja mengurangi ya." Ujar Axel, hal itu membuat Lexa tersenyum lebar dan akan menjadi momen tak terlupakan baginya.
"Udah kok, makasih ya. Kamu baik banget ternyata meski kesannya pertama kali jumpa kayak kasar gitu." Ucap Lexa mulai terkesan dengan Axel.