
Pagi hari di apartemen viandi, alexa membuka matanya perlahan lalu bergegas ia bangun hari itu dalah akhir pekan viandi libur untuk pergi kekantor
"apa dia pulang semalam?" tanya alexa dalam hatinya
Alexa keluar dari kamarnya dan menyiapkan sarapan pagi dinlihat oiring kotor bekas makan malam viandi
"viandi keluar dari kamarnya ternyata ia telah bangun lebih dulu ia menatap alexa mata mereka beradu namun dengan cepat alexa membuang pandangannya
"mau kopi apa teh" tanya alexa pada viandi
"teh saja" ucap viandi ia terus memandangi alexa yang sibuk mencuci piring pagi itu Alexa mengenakan celana hotpants berwarna biru dengan kaos putih terlihat lekuk tubuh Alexa dengan pinggang nya yang ramping.
Alexa menghentikan kegiatan mencucinya ia membuatkan teh hangat terlebih dahulu tiba tiba viandi mengambil alih pekerjaan alexa
"ga usah, aku ajah itu teh nya " ucap alexa dengan dingin tanpa ekspresi ia merebut spons pencuci piring ditangan viandi
"aku mau bantu loh karena aku lihat pekerjaan rumah kamu banyak" ucap viandi
"ga usah makasih aku bisa sendiri"
" yasudah" ucap viandi ia mencuci tangannya dan mengeringkannya lalu ia meninggalkan alexa ia membelai lembut rambut alexa
"deg. deg. " tiba tiba jantung alex berdegup kencanga tas perlakuan viandi
"kemarin dia kasar, kenapa pagi ini dia melembut" ucap alexa
"ting....tong....ting .tong" suara seseorang menekan bel kediaman viandi
alexa dan viandi saling bertatapan,alexapun membuka pintu dengan cepat
"Sherina...!" ucap alexa ia terkejut pagi itu sherina sudah bertamu je kediaman nya
"haii de.. maaf yaa kaka baru kunjungi kamu" sherina memeluk Alexa, namun alexa tak melakukan hal yang sama
"ngapain lu ke sini" ketus alexa
"nih kue eggtart kesukaan kamu" ucap Sherina seraya menyodorkan kontak berisi kue untuk Alexa
alis tetap diam ia tak lantas mengambil kotak kue itu ia menatap Sherina penuh rasa heran
viandi pun beranjak dari duduknya lalu menghampiri Alexa yang berdiri cukup lama di pintu masuk
"siapa yg datang?"tanya viandi pada Alexa seketika itu ia terkejut akan kedatangan Sherina ke apartemennya viandi terkejut Sherina benar-benar datang ke apartemennya padahal ia tak mengatakan apapun bahkan ia tak memberikan alamat kepada siapapun tempat ia tinggal sekarang dengan Alexa
__ADS_1
viandi menatap tajam wajah Sherina namun Sherina tanpa ekspresi rasa terkejut seolah tak terjadi apapun antara dirinya dan viandi ia terus tersenyum seolah ia sangat merindukan Alexa
"hai vi apa kabar?"ucap Sherina ia menyalurkan tangannya untuk bersalaman dengan viandi
"baik"ucapin di dengan ketus pada Sherina
"masuk deh gak baik berdiri di sini"ucap Alexa seraya berjalan meninggalkan viandi dan Sherina di pintu masuk
viandi hanya menatap sinis pada Sherina Sherina pun hanya tersenyum lalu berlalu meninggalkan viandi yang masih berdiri mematung
"wah tempat tinggalnya luas ya dek Alhamdulillah kamu senang tinggal di sini dari rumah tanggamu juga bahagia kan"ucap Sherina seraya menghampiri Alexa yang sibuk di dapur membuat minum untuk Sherina
"gak usah drama deh lu ada apa sih ke sini Dan ini juga masih pagi masih jam 07.00 pagi"ucap Alexa seraya menatap sinis pada Sherina
"memangnya aku nggak boleh ya nengokin adik aku sendiri adik aku satu-satunya bagaimanapun aku khawatir deh sama kamu"
"oh gitu ya udah belum sarapan ka nanti kita sarapan bareng"
"wah seneng banget akhirnya kakak bisa ngerasain makan bareng lagi ya sama kamu"ucap Sherina seraya memandang lembut pada Alexa namun Alexa hanya diam ia tak memberikan ekspresi apapun pada Sherina
"jujur gua males banget ada sherina di sini gua udah mau berhubungan apa-apa lagi sama dia"ucap Alexa dalam hatinya
"sayang hari ini sarapan apa"ucap viandi tiba-tiba berkata lembut pada Alexa ia pun memeluk Alexa dari belakang seraya melihat sarapan apa yang tengah ia buat untuk pagi ini
"cih.. sandiwara banget aku tahu dan aku yakin pasti dia masih mempunyai rasa itu sama aku kelihatan banget biar tidak Alexa lagi berpura-pura"ucap Sherina lalu ia pun tersenyum ia menyembunyikan topeng liciknya dibalik senyum tulusnya pada Alexa.
"aku bikin nasi goreng omelet ya"ucap Alexa yang merasa tak nyaman dipeluk erat oleh viandi pagi itu
"oh iya kak lu duduk aja di sana ya di sini biar gua"ucap Alexa pada Sherina lalu Sherina pun mengiyakan ia pun menunggu di meja makan
"lepas nggak sesak banget tau"bisik Alexa pada viandi namun Alexa Malah semakin dibuat tak bisa bernafas akibat dekapan erat viandi.
"gak tau kenapa pagi ini aku pengen meluk kamu erat banget maaf ya untuk semalam aku udah kasar sama kamu"ucapnya seraya berbisik mesra di telinga Alexa
"please stop it.. aku udah nggak mikirin itu mas mungkin aku juga salah kok aku nggak pamit sama kamu padahal posisinya aku tahu aku udah nikah sama kamu dan aku pun udah berpikir dengan jernih apapun yang aku dapatkan perlakuan apapun itu aku udah pasrah aku terima karena kamu dengan mahalnya udah beli aku kan satu miliar"bisik Alexa pada viandi
lalu perlahan viandi pun meregangkan pelukannya ia tak lagi mendekap erat Alexa perlahan ia mencium lembut pipi Alexa
"syukurlah kalau kamu udah paham, soo.. Jangan bikin aku kesel ikuti semua permainan aku ikutin semua omongan aku oke"bisik viandi kembali
Alexa hanya diam ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu viandi pun duduk di meja makan bersama Sherina Tak lama kemudian Alexa membawa sarapan pagi untuk mereka bertiga.
setelah sarapan usai Alexa meminta izin untuk mandi pagi lalu alexapun pergi meninggalkan viandi dan Sherina
__ADS_1
"Lu gila ya ngapain lu ke sini"kesel viandi pada Sherina
"kangen"ucap Sherina dengan santainya sembari menatap viandi
"sama siapa sama adik lo"
"bukan.! sama kamu lah masa sama Alexa aku cuma mau bilang kalau aku sebenarnya memendam perasaan suka itu sama kamu dari dulu hingga sekarang dan aku nggak bisa ngebohongin perasaan ini kalau aku tuh masih sayang aku tuh kangen sama kamu"ucap Sherina seraya menggenggam erat jari jemari viandi
viandi menepis lengan Sherina ia menatap sinis ia tak habis pikir mengapa Sherina berubah menjadi gadis yang menyebalkan bahkan menjadi gadis yang sangat agresif
"aku tahu kamu tidak pernah mencintai Alexa kan ini semua hanya salah langkah iya kan?"
"berhenti sekarang atau gue bakal lakuin hal yang nggak-nggak terhadap lu sebaiknya lu pulang sekarang tolong gua udah nikah gua nggak mau rumah tangga gue jadi ga nyaman, untuk perasaan, apa yang harus dijelasin lagi udah nggak ada, yang ada malah rasa benci dan sakit hati sama Lu"ucap viandi seraya menatap sinis pada Sherina namun Sherina hanya tersenyum
"oke nggak apa-apa tapi seenggaknya pagi ini rasa kangen aku udah sedikit terobati ketemu kamu ya udah aku pulang ya salam untuk Alexa next time aku main lagi ke sini kalau tiba-tiba aku rindu"ucap Sherina sembari tersenyum simpul pada Viandi namun viandi tal mengatakan apapun ia hanya menahan rasa kesal pada Sherina.
Sherina pun pamit pulang lalu iameninggalkan kediaman viandi, viandi sedang mengatur emosinya setelah kepergian Sherina ia hanya diam ia tak menyangka Sherina akan seberani itu menghampiri dirinya ke apartemen
"Sherina udah pulang mas"tanya Alexa
"udah tadi dia mau pamit tapi kamu masih mandi"
"oh gitu jujur aku nggak suka ada di sini bikin sesak"ucap Alexa dengan nadanya yang bergetar
viandi beranjak dari duduknya dengan cepat ia memeluk Alexa sangat erat
"Mas apaan sih dari tadi kayak gini aneh banget lepas nggak!!!"
"diam!"
"aku nggak mau ah apaan sih lepas nggak!" alexa semakin memberontak ingin lepas pelukan dari viandi
"DIAAAAAAMMMM, AKU BILANG DIAM..! DIAM" viandi membentak Alexa sangat keras ia semakin mengeratkan pelukannya membuat Alexa sulit bernafas, nafasnya menjadi sesak lalu Alexa pun menjadi lemas Alexa pun terkulai viandi terkejut
Viandi melepaskan pelukannya Alexa jatuh terduduk di lantai ia memegangi dadanya yang sangat sesak
"hah...haah...haaak hhuuuufftt"Alexa mengatur nafasnya ia merasakan sangat sakit di dadanya
"maaf maafin aku maaf" ucap Viandi sembari membelai lembut pipi Alexa dia merasa ketakutan
"Mas mau bunuh aku ya gak usah tanggung-tanggung Mas lempar aku aja dari lantai paling atas ke bawah aku pasti langsung mati kok"ucap Alexa sembari mengatur nafasnya bulir air matanya mulai mengalir di kedua kelopak matanya
"bukan bukan begitu aku cuma.."viandi tak meneruskan ucapannya Alexa beranjak dari duduknya dadanya masih terasa sakit ia pun pergi meninggalkan viandi yang masih terduduk sendirian iya tak ingin mendengarkan alasan apapun dari viandi karena Alexa sudah cukup pasrah apapun akan ia terima atas perlakuan viandi pada dirinya.
__ADS_1