
Senin pagi alexa sudah bersiap menyiapkan sarapan pagi, dan pagi itu alexa sudah rapih dengan pakaian formalnya
"heum kamu kemana?"
"mau ketemu kliennya papi" ucap alexa sembari mengunyah makanannya
" kok papi ga cerita"
"males kali cerita sama anaknya hehee"
"iisshh, klien yang mana dari perusahaan apa" tanya viandi ia sangat penasaran
"pak sasmita dari perusahan inti cemerlang"
"apaaa... lexa dia rada susah buat di rayu aku ga mau yaa kami rayu dia pake cara apapun biar dia jdi kolega kita"
"perusahaan papi mas, bukan perusahaan kamu"
"ya sama ajah aku sama papi aku anak perusahaan nya gimana sih kamu"
"heum, iya iya. bismillah ajah"
viandi terdiam ia kenal betul watak Sasmita bagaimana ia sangat sulit di ajak bekerja sama dan gosipnya yang banyak berhasil karena mereka menyediakan wanita cantik untuk menemaninya tidur ia takut Sasmita akan menginginkan alexa karena sasmita tidak tahu bahwa alexa adalah istri viandi
di lift vianinterus memandangi alexa yang saat itu mengenakan kemeja hitam, rok 7/8 berwarna abu dan heels dengan rambut ia biarkan terurai bergelombang wangi tubuhnya sangat tercium menggoda.
"lexa,"
"heum?"
"telepon aku cepat cepat kalo ada apa-apa" ucap viandi
"haha iya mas" ucap alexa sembari tertawa
"bisa ga sih ga wangi kayaknbegini" ucap viandi dengan kesal
"enggak"
__ADS_1
"heummm" viandi makin kesal di buatnya namun dalam hati alexa ia sangat puas melihat viandi kesal pada dirinya
di ruangannya viandi sangat gelisah ia memikirkan alexa yang hari ini bertemu dengan Sasmita,viandi menelepon ayahnya siang itu ia sedikit merasa kesal pula pada ayah nya itu mengapa alexa yang harus menemui sasmita
viandi mencoba menelepon Abraham namun nihil ia tak menjawab telepon dari viandi.
sementara itu di salah satu restoran mewah alexa di temani sekretaris pribadai Abraham tengah bernegosiasi berkali kali sasmita menatap alexa sembari memainkan bibirnya ia terlihat tertarik pada alexa
"saya bisa saja menanamkan saham lebih besar di perusahaan abraham tapi sayangnya sayan sudah lebih dulu ke perusahaan Pratama" ucap sasmita dengan tatapan licik
"wow.. saya kalah cepat yaa pak, tidak apa-apa,.."
"tapi bila nona alexa menginginkannya saya bisa saja memberikan itu semua pada perusahaan abraham"
"benarkah" ucap alexa sembari tersenyum manis
"tentu saja tapi demgan satu syarat"
"bregsek.. dia kira gue ga faham... cuihh.. mending gue tidur sama suami gue dari pada sama lo" ucap alexa dalam hatinya
"wah sepertinya syarat yang menyenangkan untuk anda yaa"
alexa hanya tersenyum, sedangkan sekretaris pribadi abraham terlihat cemas
"seperti nya anda belum tahu saya siapa?" ucap alexa
"bu alexa sebaiknya di tolak saja bu" ucap titha sekretaris pribadi abraham
Sasmita mengernyitkan dahinya ya memang belum mengetahui Alexa itu siapa karena bagi dirinya Alexa adalah orang asing yang sangat menawan
"beliau ini ibu Alexa pak Sasmita beliau ini adalah istri dari bapak viandi putra pertama bapak Abraham"ucap kita menerangkan siapa Alexa
"duh, sialan...bisa bahaya kalo viandi tau kalo aku menggoda istrinya dan bakal runyem urusannya" pikir Sasmita dalam hatinya raut wajahnya seketika menjadi lebih serius dan diam ia tak lagi cengengesan dan melihat Alexa dengan cara menggoda
"yah maafkan saya bu Alexa tapi bagaimanapun saya sudah menanamkan saham terlebih dahulu di perusahaan Pratama"
"iya tidak apa-apa tujuan saya ke sini hanya untuk makan siang bersama bernegosiasi melobi anda bila Anda tidak berminat menanamkan saham juga di perusahaan Abraham tidak masalah pasti anda juga tahu untuk ruginya menanamkan di kedua perusahaan tersebut kan"
__ADS_1
"sayangnya dia nggak akan rugi tuh, selamat siang pak Sasmita wah maaf ya saya ganggu makan siangnya"tiba-tiba Sherina datang dengan senyumnya yang menggoda
Alexa terdiam ia sangat muak melihat tingkah Sherina yang sudah berubah akhir-akhir ini tapi apa mungkin ini adalah sifat asli Sherina ketika ia terjun langsung di perusahaan Pratama
"Alexa mau melobi pak Sasmita juga wah sayang ya sudah keduluan sama perusahaan Pratama"ucap Sherina ia tersenyum bangga
"oh enggak aku hanya makan siang bersama sebagai utusan dari pak Abraham makan siang bersama dengan sahabatnya itu aja karena aku nggak ngerti soal perusahaan kan"ucap Alexa sembari tersenyum
"oh oke"ucap Sherina sembari senyum-senyum menggoda kepada pak Sasmita
"Bu Alexa ada telepon dari pak viandi Bu apa ibu mau menjawab"ucap kita ia menyodorkan handphonenya
"nggak usah sebentar lagi kita pulang"ucapan Alexa sembari melirik ke arah jam tangannya
"baik pak Sasmita ibu Sherina saya pamit semoga saja perusahaannya mengalami keuntungan yang sangat besar dan atau malah sebaliknya"ucap Alexa menatap sinis pada
"cih, justru perusahaan suami lo yang lagi merosot"ucap Sherina dalam hatinya
"saya pamit ya semuanya"alexapon pamit pada Sherina dan Sasmita lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan mereka berdua Alexa berjalan cepat bersama kita namun tiba-tiba Sherina memanggil Alexa dengan terburu-buru
Alexa menghentikan langkahnya ia melihat ke arah belakang didapatinya Sherina berjalan ceat menghampiri Alexa
"Jangan pernah ikut campur soal saham Pratama ya dan pikir-pikir lagi tentang penawaran papa kemarin oke karena bagaimanapun elo ngebantu perusahaan pak Abraham lu nggak akan ngasih keuntungan apapun diviandi oke"ucap Sherina sembari berbisik
"hhaah, sherina dengerin yaa gue ga tolol nerima tawaran papa gila ajah gue mau lepasin suami w yang ganteng, kaya raya kenapa lo nyesel pernah nolak mentah mentah dan sekarang ngejar minta dia jadiin milik lo dengan cara apapun itu wah..wah... sherina,. lo ga laku apa emang ga bisa cari laki" ucap Alexa sembari tertawa titha terkejut mendengar ucapan alexa ia tak menyangka bahwa sherina menginginkan viandi
"lo lihat ajah viandi bakal lebih milih gue, karena dengan dia sama gue dia bakal dapet keuntungan yang saaaaangat besar"
"haha, lo mau jadi pelakor?? siap dengan konsekuensinya ingat yaa semua orang tau gue istri sah dari viandi dan tiba tiba lo mau rebut dia dari gue apa lo siap dengan omongan orang, mental lo kan ga sekuat itu hahah bodoh" ucap alexa sembari menoyor kepala sherina
"iishh.. sialan" ucap sherina ia menepin lengan alexa, alexa hanya tertawa dan meninggalkan sherina sendiri
di perjalanan ponsel alexa terus saja berdering namun ia tak menjawab telepon itu.
"bu, pak viandi telepon" ucap titha
"biarkan ajah mbak, oia antarkan saya pulang yaa hasil negosiasi tadi sampai kan sama papi lebih baik jangan di kejar" ucap alexa sembari menutup matanya
__ADS_1
"soal nona sherina apakah pak viandi harus tahu?"
"ga usah mbak, biarkan saja" ucap alexa ,siang itu alexa langsung kembali ke kediaman ia tak kembalai ke kantor abraham