CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
-


__ADS_3

alexa dan viandi masih larut dalam suasana rindu dengan keluarga ayah kandung alexa semua saling bertukar cerita


"kalian menginap saja disini ya" ucap nenek alexa


"gimana mas" tanya alexa pada viandi


"iyaa boleh nanti drivernya juga aku suruh menginap" ucap viandi sembari tersenyum alexa pun tersenyum terlihat binar kebahagiaan di matanya yang tak pernah viandi lihat selama ia mengenal alexa


malam harinya nurfah sudah menyiapkan kamar untuk viandi dan alexa


"mas.. makasih yaa, sudah menemani aku, dan makasih mas bantu aku bertemu nenek, jujur aku bahagia sekali, baru kali ini aku merasa di terima di keluarga apa lagi aku bisa merasakan pelukan hagat dari nenek dari tante nurfah,. aku merasa mereka menerimaku mas" ucap alexa sembari terisak


viandi memeluk alexa dengan lembut ia tahu alexa sangat terharu dalam tangis bahagia


"ini sudah kewajiban ku untuk membahagiakan kamu lexa,aku cuma ingin kamu bahagia aku akan selalu memberikan kebahagiaan untuk kamu" ucap viandi sembari memeluk dan mencium rambut alexa


"makasih mas...makasih,. aku sayang sama mas,jujur aku merasa beruntung bertemu mas, walaupun awalnya aku kecewa"


"yaa.. perjalanan hidup manusia tidak ada yang tahu yang jelas aku lebih dulu menyukai mu ketika kamu jualan es hahaah" ucap viandi sembari tertawa


"ihh aku lupa ah..memangnya mas pernah beli yaa"


"iyalah aku rela berdesakan tapi kamu malah cuek "


"aku ga tau kalo ada mas"


"heumm, gimana kita sekalian honeymoon di padang?"


"hahaha boleeh, tapi jujur aku ingin ke luar negeri mas"


",kemana?"


"heum, capadocia, turkey, jepang,korea, taiwan. hongkong, swiss dan..."


"stop stopp... banyakk bagetttt bisa bangkrut aku hahahah"


"iiihh.. mas maksud nya kan ga semuanya di kunjungu bertahap mas" Alexa manja dan merajuk


"hahaa iyaa iyaa aku faham nanti kita pasti keliling dunia ... aku pinjem karpet aladdin dulu biar hemat biaya hahah". goda viandi


tok .tok..tok...


suara seseorang mengetuk pintu, alexa membuka pintu dengan segera


"ehh tante"


"maaf yaa tante ganggu kalian, cuma mau minta izin sama viandi, kalo boleh alexa tidur sama amak yaa, soalnya tadi amak bilang kangen sama alexa" ucap nurfah sembari tersenyum


alexa menoleh pada viandi seraya tersenyum

__ADS_1


"boleh ga??" tanya alexa


"bolehh, vi, faham kok tante gak apa-apa sana tidur Sama nenek"


"yaudah aku ke kamar nenek dulu yaa" pamit alexa viandi pun hanya tersenyum sembari mengangguk mengiyakan


alexa malam itu tidur bersama sang nenek ia tak henti hentinya di peluk dan cium sembari banyak bercerita dan berdoa untuknya,ia melantunkan banyak untaian doa sembari membelai lembut kening alexa.


setelah pertemuan itu alexa dan viandi kembali ke Jakarta, sesampainya di bandara alexa hanya tertidur di kendaraan


"sayang, kamu sakit??" tanya viandi


"heumm, pusing ajah, jetlag mungkin"


"heum,. yaudah sabar yaa bentar lagi kita sampai"


alexa hanya mengangguk mengiyakan sesampainya di apartemen alexa segera nenuju kamar ia merasa kepalanya sangat pusing dan semuanya berputar


viandi segera menghampiri alexa yang tengah tertidur


"pusing baget??"


",iyaa semunya berputar" ucap alexa


"mas, aku mau ke toilet" ucap alexa viandi membantu alex untuk ke toilet


viandi meraih ponselnya untuk menelepon dokter pribadi keluarga Abraham. tak lama alexa sudah keluar dari toilet


"alexa..lex...heii sayang, bangun" viandi sedikit panik ia membopong tubuh alexa ke atas kasur .


alex membuka matanya perlahan


"lexa, kamu gak apa-apa?" tanya seruni yang hari itu datang setelah di kabari oleh viandi


"ma, pusing banget, Perutnya ga enak" ucap alex


"heum iyaa sabar yaa sebentar lagi dokternya datang" ucap seruni seraya menggengam tangan alexa.


"lexa bulan ini kamu sudah datang bulan??" tanya seruni alexa mengernyitkan dahinya ia mencoba mengingat


"belum mah,"


"perutnya sakit apa mual?"


"mual juga dari semenjak di rumah nenek padang"


seruni tersenyum tulus memandangi wajah anaknya itu


"nak vi" panggil seruni

__ADS_1


"ya mah,"


"ke apotek ya beli tespack"


"alex hamil mah??" tanya viandi dengan antusias


"mama ga tau, makanya kamu beli tespack dulu yaa buat mastiin"


"iyaa mah vi beli dulu" viandi segera pergi alex memandang aneh pada suaminya itu


"mah, kalo lexa hamil gimana?" tanya alexa


"hahaah ya gak apa-apa dong berarti Allah sudah percaya sama kamu sama vi buat di titipin,. rawat baik baik,"


"apa lexa bisa rawatnya?"


"semua ibu yang pertama mengandung pasti banyak kekhawatiran,takut tidak bisa merawat, takut jadi ibu yang gagal ahh banyak deh, tapi percaya lah Allah akan memberikan segala kemudahan bila Allah sudah menghendaki allah akan memberikan rizki untuk anak kamu Alexa, ada mama ada mami viandinyang akan bantu kamu jangan takut yaa" ucap seruni


alexa hanya diam tak menjawab, tak berselang lama dokter mega datang ia segera memeriksakan kondisi tubuh alexa


"kelelahan juga lex, dan iyaa kita coba tespack yaa tunggu viandi dulu" ucap mega alexa hanya mengangguk


viandi datang membawa berbagai macam tespack dari yang termahal hingga yang termurah


"mas..ihh mau jualan kali banyak banget sih"


"haahaha viandi viandi, duuh. banyak amat satu ajah woy" ucap mega ia tertawa mega adalah dokter keluarga sekaligus sepupu viandi anak dari adik abraham ayah viandi.


"abis aku bingung ahh beli ajah satu satu dari masing masing merk"


"yaudah pake yang paling mahal ajah biar lebih akurat,ayoo lexa cek dulu" ucap mega ia di bantu oleh mega dan seruni menuju toilet


"ga.. gue deg degan banget"


"hahaha udah sabar,"


alexa keluar dari toilet dengan wajah berubah kebingungan ia menatap wajah viandi


"kenapa?, negatif?? gak apa-apa kan cuma tespack jangan di bikin baper" ucap viandi ia memeluk alexA


"mas, aku positif....." ucap alex sembari memeluk dan tersenyum bulir air matanya jatuh menetes menandakan ia merasa bahagia


"apaa.. Alhamdulillah ya allah" viandi mengucap syukur begitu pula dengan seruni dan mega


seruni memeluk alexa


"selamat yaa nak, jaga baik baik yaa" ucap seruni


alexa hanya mengangguk mengiyakan sembari menangis

__ADS_1


Alexa tak menyangka Allah mempercayai Alexa untuk di berikan titipan, ia bahagia mengandung benih cinta dari hasil pernikahan mereka anak dari viandi


__ADS_2