
Beberpa hari setelah pertengkaran itu keduanya tak saling bicara alexa datang viandi pergi begitu pula sebaliknya
alexa merebahkan tubuhnya ia merasa hari itu tubuhnya sangak lemas, Alexa meraih ponselnya ia ingin menelepon seruni siang itu namun ia tak kuasa tubuh nya yang lemas dan kepalanya yang terasa sangat berat membuat ia tak berdaya
malam itu viandi pulang cukup larut biasnya walaupun mereka tak saling tegur sapa namun ia masih menyisakan makan malam untuk viandi
"tumben ga ada masakan, apa alexa belum pulang" ucap viandi
ia perlahan membuka pintu kamar alexa ia melihat alexa tengah tertidur memakai selimut tebal dan sweater viandi memberanikan diri menghampiri alexa ia terkejut wajah alexa memucat dan tubuhnya berkeringat dingin.
"lexa..lex..lexa.." ucap viandi sembari membelai pipi alexa terlihat pipi nya yang masih membiru walaupun sudah sedikit pudar
"heumm" alexa membuka matanya perlahan, ia tak kuasa berkata-kata
"apa yang kamu rasaian" ucap viandi namun alexa hanya menghela nafas panjang
"lemeess, pusing" ucap alexa
"ayoo kita ke rumah sakit ajah.yah" ajak viandi ia bergegas melas jas nya dan melepas dasinya lalu segera ia membopong tubuh alexa yang sudah lemah itu dengan sigap viandi membawa alexa ke rumah sakit malam itu.
sesampainya di rumah sakit alexa segera mendapatkan perawatan intensif dari para tim medis selang beberpa jam akhirnya alexa sudah tertidur pulas
kini alexa tengah berada di ruang perawatan viandi menatap wajah alexa dalam dalam ia membelai lembut pipi alexa dengan hati hati ia mencium lembut pipi alexa
"ehemmm maaf mengganggu" ucap dokter yang memeriksa alexa seraya tersenyum tatkal ia memergoki viandi tengah mencium alexa
"ahh tidak apa-apa dok"
"bisa kita bicara sebentar pak viandi" ucap dokter samuel pada viandi, viandipun mengangguk mengiyakan mereka duduk di sofa yanb terdapat di kamar vvip itu.
"istri saya sakit apa dok"
"heum bu alexa hanya kelelahan, kurang cairan dan tensi darahnya cukup tinggi, mungkin karena bu alexa terlalu lelah atau bisa saja ada fikiran yang mengganggu nya," Ucap dokter samual
"maksud dokter ia mengalami stres yang berlebihan?"
"yaa semacam itu,"
"baiklah dok lalu apa saya harus di rawat inap"
"kembali kepada Pak viandi apakah ingin di rawat secara medis bu alexa hanya harus beristirahat total dan jangan terlalu banyak beban fikiran"
"baiklah dok, mungkin bila alexa sudah membaik akan saya bawa pulanh saja"
"yaa itu lebih baik karena rumah adalah tempat paling nyaman" ucap dokter samuel
pukul 4 pagi alexa membuka matanya ia melihat lengannya sudah tertancp jarum infus ia sudah merasa tak pusing lagi di liriknya vindi yag tengan duduk di kursi samping tempat tidur alexa ia melihat viandi yang tertidur sembali melipat kedua tangannya
"padahal ada kursi ada sofa di sana bahkan ada tempat tidur single untuk orang-orang yang menemani pasien tapi kenapa dia tidur di situ"ucap alexa ia terus memandangi viandi
"hhhoooammmmz, ah lexa kamu udah bangun"
"heum, kenapa mas tidur di situ"
"aku takut kamu kenapa-kenapa" ucap viandi seraya membelai pipi alexa
"aku mau pulang"
__ADS_1
"yaa nanti siang kita pulang" ucap viandi dengan lembut
"mau minum,atau mau makn kamu belom makan yaa?"
"iyaa, mas juga belom makan yaa" ucap alexa dengan lemah nya
"nanti yaa aku beli bubur di food court di bawah tunggu yaa"
"mas...ga usah, makan itu ajah" ucap alexa ia menghentikan langkah viandi, ia menunjuk biskuit yang ada di meja samping tempat tidur alexa
"makan ini ajah?" tanya viandi seraya memegang biskuit itu
"iyaa"
viandi membantu menaikan setengah dari tubuh alexa hingga ia duduk di posisi nyaman
alexa megunyah sedikit demi sedikit mulutnya terasa pahit
"harusnya kamu telepon aku kalo kamu ga enak badan"
"gak apa-apa kok"
Alexa menghabiskan dua keping biskuit lalu ia pun kembali merebahkan tubuhnya
"mas ga tidur lagi"
"mau sih ,tapi.." ucap viandi dengan suara tertahan
"tapi apa"
"aku ingin tidur di samping kamu, tapi ga usah deh aku tidur di sana ajah" ucap viandi menunjuk ke arah single bed yang ada di ruangan itu
"sini..". ajak alexa viandi terkejut melihat sikap alexa seperti nya ia mulai membuks hati pada dirinya
viandi naik ke atas tempat tidur ia melihat alexa mulai memejamkan mataya sedangkan viandi hanya tidur menyamping melihat dalam dalam wajah istrinya itu
ia memeluk alexa, alexa membuka mataya ia hanya tersenyum
"makasih yaa udah bawa aku ke rumah sakit"
"kamu istri ku alexa mau bagaimana pun cara kita menikah kamu tetap istri aku" ucap viandi ia memeluk alexa namun alexa hanya diam tak membalas pelukan viandi
pagi hari pukul 07.00 viandi membuka matanya ia mencari alexa karena ia tak ada di tempat tidur
"lexaa.." panggil viandi
"yaa" sahut alexa ia sednag duduk menikmati pemandangan pagi hari dari ruang vvip rumah sakit elit di Jakarta
"ahh, aku kira kamu kemana"
"mau bangunin mas, tapi lagi nyenyak tidur" ucap alexa, viandi bangun dari tidurnya dan menghampiri alexa ia melihat selang infus sudah tak ada di lengan alexa
"loh sudah di cabut??"
"sudah, ayo kita pulang"
"nanti yaa aku nunggu rekam medis kamu sama ke loket dulu bayar biaya rumah sakit" ucap viandi Alexa hanya tersenyum
__ADS_1
"gue ga tau apa ini pilihan yang benar buat gue, saat ini dia baik, namun pada akhirnya gue harus terima kenyataan kalo sebenernya dia dan sherina masih ada perasaan" ucap Alexa ia menggenggam ponselnya erat erat.
sesampainya di rumah alexa segera beristirahat ia menyelimuti tubuhnya ia ingin terpejam namun ia tak bisa memejamkan matanya di lihatnya kembali ponsel nya ia tutup kembali
"mau makan apa?" tanya viandi seketika itu datang tiba tiba
"heum apa ajah" ucap Alexa
"yaudha aku keluar sebentar yaa cari soto ayam kampung" ucap viandi
"heumm iyaa"
alexa tak menoleh ia hanya menjawab di balik selimut
sementara itu bayu, marwan dan jono telah berada di basement apartemen yang alexa huni
"jon, lo beneran tau, di lantai berapa si lexa tinggal" tanya marwan
"beuuh tau dong, naek lift nya ajah bikin gue mual...saking tingginya, eehh lo tau ga gue pernah anter si lexa pulang dia mabok eehh pas ampe dalem lakinya duduk di pojokan melototin gue sumpaah gue takuut banget"
"terus,lo pelototin lagi jon" tanya bayu
"yaa kagak gue takut gue kabur ajah ninggalin si lexa yang udah ga bisa ngapa-ngapain di sofa"
jono menceritakan kejadiam malam setelah kepulangan viandi
"niihh rumahnya" ucap jono
"lo pencet deh bel nya" ucap marwan
"iihb ogah lu ajah bay," ucap jono kembali
"aahh elu tibang mencet doang" ucap bayu, ia menekan bel kediaman alexa, tiba tiba seseorang membuka pintu, Bayu, Marwan dan jono terdiam
"assalamualaikum,sory lexa nya ada" ucap bayu
"waalaikum salam,ada "ucap viandi namun ia enggan menyuruh mereka untuk masuk
"lexaaa lexaa" ucap jono sembari melambaikan tangan pada Alexa, alexa melihat ia tersenyum dan berlari kecil
"Jono, marwan, bayu" alexa menyeruak memeluk mereka berempat salin berpelukan. viandi hanya diam menahan kesal ia hanya melipat kedua tangannya
"ehh ayoo masuk iih ko ga ngabarin guee sih"
"surprise doong" ucap marwan dan jono, sedangkan bayu masih berdiri berhadapan dengan viandi, bayu mengulurkan tangannya untuk bersalaman
"apa kabar?" tanya bayu seraya tersenyum
"baik, masuk deh" ucap viandi dengan dinginnya
alexa, bayu,marwan dan jono saling bercengkrama bercanda dan berbagi cerita
"oia gue lupa nih buat lu" ucap bayu seraya menyodorkan satu kotak piyama sutera dari jepang
"waahh iih keren makasihh cantiiknbanget" ucap alexa ia memuji pemberian bayu
"lo suka"
__ADS_1
"suka banget makasih yaa" ucap alexa bayu hanya tersenyum melihat alexa yang tertawa lepas
viandi yang duduk di kursi ruang tamu sembari memandangi alexa yang tengah bahagia karena di di jenguk oleh sahabat semasa sekolahnya.