CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
PERCERAIAN


__ADS_3

Malam harinya alexa sudah bersiap memakai jaket dan membawa helm nya ia menuruni anak tangga


"Lexa kamu mau kemana?" Tanya sherina namun alexa hanya diam


"Lexa, di tanya kok diem sih"


"Haaaaaah.... "Alexa menarik nafasnya dalam dalam lalu membalikan badannya menatap sinis pada sherina


"Urusan lo apa,pengen tau gue kemana?"


"Ya kaka mau tau lah masa adek sendiri mau pergi ga tau"


"Woow...tumben . Biasa nya cuek ajah, tumben lo peduli pahlawan kesiangan"


Sherina terdiam menggigit bibirnya menahan emosi ,alexa berlalu pergi


"Lexa, mau kemana kamu malam malam begini" tanya seruni yang tengah di pijat kakinya oleh mia


"Lexa mau ke rumah bayu mah"


"Muka kamu lebam begitu, apa ga bisa di rumah dulu"


"Bete mah, lagian ada perlu, ma bayu"


"Yaudah jangan malem malem pulangny inget ujian kamu sebentar lagi"


"Iyaa,ma lexa faham lexa berangkat yaa ma, mama istirahat yaa" ucap lexa seraya tersenyum


Seruni hanya tersenyum melihat anak bontotnya itu


"Non lexa sebenarnya anak baik bu" ucap mia


"Iya mia,cuma lexa ya ngertiin saya saat ini ga tau kalo ga ada lexa" ucap seruni


"Mia nanti kalo jadi saya bercerai kamu saya kasih gaji full dan ongkos pulang yaa ke kampung"


"Jujur bu,. Saya mau ikut kemana ibu sama non lexa pergi, saya ikhlas bu ga di gaji juga,saya sayang sama non lexa" ucap mia dengan suara bergetar


" Ya Allah mia, segitunya kamu sayang sama alexa"


"Saya mengasuh alexa dari alexa balita bu, sampe saya ga terpikirkan menikah saya takut non lexa tak da yang menemani dan membimbing bu saya anggap non lexa seperti adik saya sendiri dan ibu seperti ibu saya sendir" ucap mia


"Makasih mia tapi mungkin ibu akan tetap gaji mia tidak besar seperti sekarang, nina, rina, mang ujang dan mang jana biarin di rumah ini saja"


"Non sherina bu??"


"Ibu akan ajak sherina"


"Tapi bu.."

__ADS_1


"Ibu tau mia, dia pasti akan menolak kamu tahu kan karakter sherian jauh sekali tidak seperti alexa"


Ucap seruni mia hanya mengangguk mengiyakan.


Sementara itu alexa sudah berada di kamar bayu ia sendirian di balkon sesekali ia menghisap rokok yang beraroma mint yang ia beli yang sesekali ia hisap di saat dirinya merasa depresi


Bayu hanya menarik nafasnya dalam dalam meliht alexa merokok malam itu, bayu membawa teh hangat dan beberapa potong buah dan camilan


"Nih minum teh nya biar anget"


"Ga nyambung bay, harusnya kopi iteum" ucap alexa ia bicara tanpa menoleh pada bayu rambut yang ia biarkan tergerai menutupi Pipinya ia biarkan begitu ajah


"Mikoooomm" ucap marwan dan jono


"Wew lexa, dari jam brap lu di mari?" Tanya jono


"Sst..." Bayu memberikan isyarat untuk diam


Marwan duduk di samping kiri alexa dan bayu di kanan alexa sedangkan jono duduk santai di belakang Alexa


"Lexa" tanya marwan


"Heum apa" ucap alexa ia tanpa menoleh ia hanya memeluk kedua lututnya


"Ada apa, sampe lo ngerokok begini, pasti ad sesuatu yang ga beres yaa" tanya marwan


"Cerita ajah lexa, jangan di pendem" ucap jono


Marwan membelai rambut alexa yang kemerahan dan bergelombang seketika ia terkejut


"Lexa...,, tunggu dulu lihat gue lexaa" ucap marwan bayu dan jono pun ikut panik


"Aah apaan sih wan"


"Sini dulu...!" Marwan memaksa ia memegangi kepala alexa dan membuka rambut alexa


"Astaghfirullah alexa lo kenapa??" Marwan terkejut melihat pipi alexa yang lebam dan membiru


"Xa,lo diapain" tanya bayu


Alexa terdiam ia menahan sesak, lalu tangisnya pecah seketika marwan memeluk alexa dan menenangkan nya


"Lo kenap ga cerita sih lexa" ucap marwan


"Lo diapain sih, lo dipukul bokap lo gara gara kemarin?" Tanya marwan


"Gue,..gue .. ampir mati di cekik bokap gue sendiri, karena cewek itu dia tega nyakitin gue dan nyokap gue bahkan nyokap gue juga ampir di bunuh ma bokap gue sendiri, nyokap gue di injak di pukul itu dan itu terjadi di depan mata gue, sakiiit hati gue sakiiitttt" ucap alex sembari menangis tersedu-sedu


"Sstt...udah udah...gue faham apa yang lo rasain udah,"ucap marwan ia membuang rokok yang dipegang alexa

__ADS_1


Bayu dan jono hanya menepuk bahu alexa seraya menguatkan


"Hiks ..bokap ..mau...cerai sama nyokap guuee..disisi lain gue plong sisi lain gue kasian sama nyokap ggguuee..gak tegaaaa" ucap alexa dengan suara terbata dan menangis terisak


Malam itu alexa meluapkan segala masalah yang ia hadapai hingga larut malam


Pukul 1 malam alexa pulang dilihatnya mobil tama terparkir di garasi,alexa berjalan perlahan lalu ia mendengar percakapan tama dan seruni di ruang kerja tama


"Baiklah kalo itu mau mas, aku akan pergi dari rumh ini dengn alexa dan sherina"


"Baiknya anak anak ikut aku"ucap tama


"Gak akan"


"Mereka akan lebih terjamin dalam segala hal"


"Mas, kamu mau mereka tinggal disini bersama ibu tiri yang usianya sama dengan sherina kamu gila yaa, aku ga bisa aku akan tanya sherina dan alexa biarkan mereka memilih"


"Oke" ucap Tama dengan santai


"Semua berkas sudah aku layangkan ke kantor pengadilan agama tinggal di proses"


"Untuk harta gono gini kita serahkan pada lawyer masing masing untuk mengurusnya" ucap tama dengan tenang


"Kamu bahagia dengan ini semua dengan perempuan itu" ucap seruni,Tama hanya diam tak menjawab


"Baiklah kamu diam berarti semua ini sudah jelas aku hanya bisa berkata terima kasih sudah menyakiti aku dan alexa, aku masih mampu membiayai anak anaku sendiri,dan semoga kamu bahagia" ucap seruni


" terima kasih dan Baguslah, tolong urus semuanya"


"Ga usah disuruh aku akan angkat kaki dari sini esok hari biar kamu puas dan leluasa bawa pelacur itu ke sini iya kan" ucap seruni dengan ketus dan dinginnya


Tama hanya tersenyum ketir mendengar ucapan seruni


Alexa yang mendengar hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia bergegas baik menuju kamar tidurnya ia menjatuhkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal bulir air matanya terjatuh perlahan hatinya sakit mendengar orang tuanya akan bercerai.


"Gue bingung harus bagaimana bahagiakah atau sedihkan denger mama akan cerai sama papa,ini menyesakkan sekaligus membahagiakan" ucap alexa dalam hatinya


"Tok..tok..tok.." suara seseorang mengetuk pintu kamar alexa


"Lexa papa mau bicara" suara tama di luar kamar alexa namun alexa tak menjawab


"Lexa, papa tau kamu baru pulang, papa dan mama sudah memutuskan bercerai, jadi kamu dan kaka kamu sebaiknya tinggal sama papa itu lebih baik kamu akan lebih terjamin" ucap alexa


"Dugggg.....braaaakk praaaang" alexa melempar gelas ke arah pintu


Membuat tama terkejut, ia faham itu adalah suatu penolakan, ia tak berbicara kembali ia pergi meninggalkan kamar alexa


"Orang gila ngasih pilihan kayak gitu, walaupun sama lo semuanya terjamin gue akan tetap ikut mama enggak bakal ikut sama bokap brengsek kaya elo" gumam alexa penuh emosi

__ADS_1


Sherina mendengar suara pacahan dari kamar alexa ia hanya diam ia juga mendengar apa yang di katakan Tama pada alexa


"Gue harus bagaiman,ahh udahlah tidur ajah dlu besok gue UTS jangan sampe semuanya ganggu konsentrasi belajar gue" ucap Sherina ia kembali tidur malam itu.


__ADS_2