CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
PILIHAN VIANDI


__ADS_3

beberapa hari yang lalu..


malam viandi beserta kedua orang tuanya dan adiknya sedang bersantap malam bersama


"Vi gimana masalah aku sisi perusahaannya Tama sudah kamu pikirkan dan suratnya apa apakah sudah ada balasan dari pihak perusahaan tambang dan kamu sudah ketemu Sherina"tanya Abraham


"surat udah banyak pah yang dilayangkan ke perusahaannya Tama tapi mereka tidak menggubris dan Sherina juga nggak ada itikad baik buat ketemuan sama kita"ucap viandi sembari mengunyah makanannya


"padahal perusahaannya dulu cukup bagus ya Pi cuman mungkin dari tama nya nggak bener dan anehnya kok langsung merosot gitu ya kasihan juga sih perusahaannya dirintis dari awal kok tiba-tiba jadi jatuh gitu"ucap Alia istri Abraham


"mi,pi viandi mau nikah"ucap nya tiba-tiba


"uhuukk uhukkk.."Velove adik perempuan viandi tersedak tiba-tiba mendengar viandi mengucapkan ingin menikah begitu juga dengan Abraham dan Aliya,


"mas kamu serius mau nikah emang kamu udah punya calon"tanya Alia


"Mas menikah itu bukan untuk main-main loh papi nggak suka kenapa kamu tiba-tiba ingin menikah sedangkan papi juga nggak tahu kamu udah punya pacar atau belum"


"Mas Vi jangan bercanda deh lagi makan nih ujug-ujug pengen nikah kayak punya pacar aja"ucap Velove seraya menepuk bahu kakak lelakinya


"hahaha kenapa sih nggak ada yang percaya aku mau nikah beneran ini aku mau nikah, aku mau nikahin cewek, cewek beneran nih mi,pi,ve" ucap viandi saya tertawa mencoba meyakinkan keluarganya itu


"ya udah ya udah gini aja mami pengen tahu siapa ceweknya mami kenal?"


"mami nggak kenal papi juga nggak kenal, Velove juga nggak kenaaaallll" ucap viandii seraya menoyor kepala Velove

__ADS_1


"lah terus papi nggak kenal mami nggak kenal adikmu juga nggak kenal terus gimana mau menikah Vi jangan aneh-aneh deh"ucap Alia seraya menggelengkan kepalanya ia heran akan tingkah anak lelakinya itu


"namanya Alexa anak bungsu dari Pratama Yudistira yang punya hutang banyak sama kita yang perusahaannya mau kita akuisisi"


"kamu yakin kamu udah kenal dia"ucap Abraham meyakinkan viandi


"sekali ketemu kok pi, waktu dia jualan takjilan di perumahan dekat rumah dia"ucap viandi seraya memakan makanannya


"hah jualan maksudnya dia dagang ? jualan ? apa sih maksudnya aku nggak ngerti" ucap Velove iya tak percaya kakaknya akan menikahi wanita yang berjualan di pinggir jalan


"jadi gini nih aku udah menyelidiki si Alexa ini awalnya aku ngerasa familiar sih sama dia awalnya sih aku cek rumah tua kita itu pi yang mau kita jual dan aku kesorean di jalan sama sopir jadi aku beli takjilan dulu buat buka puasa dan si Alexa ini jualan es yang enak banget aku lihat mukanya familiar jadi aku cari tahu tiap hari ke situ dan ternyata aku lihat Sherina ngedatengin Alexa dan aku cari tahu lebih dalam lagi ternyata dia anak dari istri pertamanya Tama dan masing-masing dari mereka bahwa satu anak Tama bawa Sherina dan seruni bawa Alexa dan aku mau menikahi Alexa"ucap viandi


"cinta kamu sama dia suka kamu sama dia"tanya Abraham kembali


"iya suka kenapa Pi papi nggak setuju"


"nggak pih tetep Alexa"


viandi tetap akan pendiriannya akan menikahi Alexa dengan cara apapun bahkan dengan mengurangi hutang-hutang Tama yang sangat besar hanya dengan pilihan itu mungkin Alexa akan menerima dirinya menjadi suaminya entah apa yang ada di pikiran viandi saat ini yang jelas ia hanya ingin menikahi Alexa


sore itu setelah kepulangan Abraham Alexa tak mengucapkan apapun ia belum memberikan jawaban apapun padahal viandi dan Abraham sudah jelas-jelas meminta Alexa untuk menjadi menantunya dan menjadi calon istri untuk viandi seruni terus memeluk Alexa ia tak kuasa menahan tangis mengapa Alexa yang dipilih untuk viandi sebagai alat untuk pelunasan hutang-hutang tama pada perusahaannya


"demi Allah ini bukan keinginan papa" ucap Tama seraya menggenggam erat lengan Alexa dia mencium lembut jari jemari Alexa namun dengan cepat Alexa menepis genggaman erat tama ia tak ingin disentuh oleh tama


"kenapa nggak anak lo aja sih si Sherina yang mau nikahin lu ngomong apa kek jangan diem aja dong kan yang seharusnya dipilih itu Sherina anak lo anak kesayangan lo!!!"suara Alexa meninggi ia menunjuk wajah ayahnya itu Sherina pun terkejut akan sikap Alexa

__ADS_1


"maafin papa lexa papa mohon lexa bantu papa kali ini aja kamu bantu papa untuk menyelamatkan perusahaan papa karena di dalamnya banyak karyawan yang harus papa selamatkan karena papa mohon"


"gila...!! gue udah bilang kan sama kalian berdua Jangan pernah bawa-bawa gue sama mama dalam kesulitan kalian nantinya tapi kalian masih aja bawa-bawa gue tega banget kalian ya brengsek!!!"


Alexa terus berteriak ia kesal akan keduanya lalu ia pun berlari menuju kamarnya ia muak melihat wajah Tama dan Sherina sore itu


"Alexa ..Alexa" teriak Tama seruni hanya diam tak menjawab apapun ia pun merasa kesal mengapa tadi Tama hanya diam ketika viandi menunjuk Alexa untuk menikah dengannya dengan segala persyaratan yang dibuat itu sama saja menjual Alexa hanya untuk pelunasan hutang-hutangnya


"Mas sebaiknya Mas pulang ya kamu juga share kamu pulang ya hati sama otak Mama saat ini lagi nggak karuan jangan sampai Mama ikutan marah kayak Alexa silakan kalian pulang"ucap seruni iya bangun dari duduknya dan meninggalkan Tama dan Sherina akhirnya Tama pun meninggalkan kediaman seruni dengan langkah gontai ia dipegangi oleh sherina


"sher bagaimana bila Alexa menolak, uang dari mana kita harus melunasi sisanya"ucap Tama dengan suara bergetar


"saat ini hanya Alexa harapan papa sher," Tama terus berkata-kata namun Sherina hanya diam sesampainya di mobil Sherina pun hanya diam Tama terus terdiam memikirkan bagaimana bila Alexa menolak dan bagaimana bila perusahaannya tiba-tiba benar-benar diakuisisi oleh perusahaan Abraham


di dalam kamar Alexa hanya menangis menutupi wajahnya dengan bantal kenapa lagi-lagi ia yang harus menjadi korban atas kebusukan ayahnya itu kenapa tidak Sherina kenapa selalu Alexa yang tidak beruntung


"lexa"ucap seruni membelai lembut rambut Alexa


"mah kenapa Alexa gak seberuntung Sherina dari sekolah Sherina selalu mendapat nilai baik dan selalu menjadi juara kelas selalu disayang oleh Mama dan papa bahkan hingga saat ini pun selalu Alex saya mendapatkan perlakuan yang kurang baik lexa dijual mah sama aja lexa ini dijual"tangis Alexa pecah dipelukan seruni


"sabar lexa ini semua pasti bisa dibicarakan baik-baik Mama yakin itu Mama juga nggak mau kamu menikah dengan cara seperti ini nak"


"Alexa harus ketemu yang namanya viandi itu harus ngomong ini sama dia kenapa dia bisa mutusin menikah sama Alexa kenapa nggak dia milih Sherina aja yang notabene dia bakal jadi penggantinya papa kan di perusahaan"


"ya sudah coba kamu bicarakan baik-baik dengan viandi maksud dan tujuan dia apa ya semoga saja viandi mau mengurungkan niatnya"ucap seruni

__ADS_1


Alexa pun menyeka air matanya ia yakin semuanya akan baik-baik saja bila dibicarakan dengan baik-baik pula dengan viandi


__ADS_2