
Sepertinya hujan telah berhenti, segeralah kedua anak itu berjalan menuju taman.
"Ya, udah sore nih. Kita pulang yok." Ajak Lexa karena jam di tangannya telah menunjukkan pukul 17.00 wib.
"Yaudah deh, sampai jumpa di sekolah ya. Yuk ku antarin." Ucap Axel seperti ada rasa sedikit kecewa di wajahnya karena tidak bisa bermain dengan Alexa. Sesampainya di taman segeralah ia mengambil sepedanya yang tergeletak di sana untung saja sepedanya tidak hilang, lalu mulai menduduki sepedanya diikuti Lexa yang berdiri di atas pijakan belakang sepeda, karena sepeda Axel tidak memiliki bangku belakang.
"Ayo kita jalan, horee….!" Teriak Lexa yang membuat Axel menjadi semangat, segeralah ia mengayuh sepeda nya dengan kencang sehingga membuat rambut panjang Lexa terkibas oleh angin. Sepanjang jalan ynag mereka lalui di penuhi oleh kebun dan sawah yang memberi keindahan di desa itu, Lexa merasa bahwa ia adalah orang yang beruntung karena ia memiliki seorang teman yang telah membuat ia senang selain Radit.
Sesampainya di depan pagar rumah Lexa, segeralah ia turun dari sepeda Axel.
"Makasih ya kak, walau hujan tapi hari ini mengesankan kok. Besok sore gimana kita keliling naik sepeda, aku juga punya sepeda kok." Ujar Lexa sembari tersenyum bahagia.
"Oke deh, gimana kalau besok pagi kita berangkat bareng." Ajak Axel.
__ADS_1
"Bagus tuh, aku juga ikut ya." Ujar seorang anak laki-laki dari jauh memotong pembicaraan mereka berdua yang tengah berdiri di balik pagar pembatas rumah Lexa, ya dia adalah Radit.
"Eh Radit, kamu udah lama disitu ya?" Tanya Lexa sembari menggaruk kepalanya.
"Baru kok, itu teman satu kelompokmu ya Xa? Kenalin dong." Jawab Radit meledek Lexa.
"Ya, kenalin namanya Axel. Dia satu kelompokku." Ucap Lexa memperkenalkan Axel seraya menginjak kaki kiri Axel agar tidak mengatakan apa-apa.
"Oh, nama kalian rada mirip ya. Aku Radit, sahabat Lexa." Ujar Radit yang masih berdiri di balik pagar
"Besok aku boleh kan ikut kalian?" Tanya Radit seraya menatap ke arah Lexa yang membuat Lexa malu-malu dan menunduk karena telah membohongi Radit.
"Boleh kok, yaudah sampai ketemu besok ya. Assalamualaikum." Ucap Axel seraya mengayuh sepedanya meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." Jawab kedua bocah itu bersamaan. Setelah kepergian Axel, segeralah Lexa masuk ke dalam pagar rumahnya dan menutup pagarnya seraya berjalan memasuki rumahnya.
"Lexa, tunggu. Besok keliling sepeda dengan dia atau main sama aku." Tanya Radit sontak membuat Lexa menghentikan langkah kakinya.
"Sebenarnya….aku bingung. Nanti deh aku pikirin ya" Lexa segera berlari memasuki rumahnya meninggalkan Radit sendiri karena ia tak tahu mana yang akan ia pilih.
Tepat di dalam kamarnya ia melihat adiknya sedang duduk di atas tempat tidurnya seraya memainkan kotak musiknya.
"Kamu ngapain di kamarku?" Tanya Lexa bingung. Mendengar suara Lex, sontak membuat Sienna membalikkan badannya ke arah suara itu.
"Eh kakak, Sienna lagi bosen nih. Jadi aku kesini aja sambil ngelihat ke arah jendela.
"Lah tapi gak ke kamarku juga kali. Sana balik ke kamar kamu." Cetus Lexa yang tidak suka jika adiknya masuk ke kamarnya tanpa izin seraya menarik tangan adiknya agar Sienna segera keluar.
__ADS_1
"Ciee...kak Lexa di rebutin sama dua laki-laki. Siapa tuh namanya yang satu lagi?" Goda Sienna yang membuat Lexa melepaskan tarikannya dan tertawa malu.
"Ih...kamu tuh suka banget godain aku deh, masih kecil dah mikir cowok-cowokan." Lexa segera menggelitik badan Sienna yang suka banget Godain dia, sedangkan Sienna berusaha menahan gelinya dan terus menggoda sang kakak