CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
JUJUR


__ADS_3

Pukul 19.00 viandi telah sampai di hotel ia berencana akan menginap malam ini. ia melihat ponselnya hendak memberikan kabar pada alexa


"ada apa alexa telepon berkali kali begini" ucap viandi tiba tiba egy mengetuk pintu


"masuk"


"maaf pak bu alexa menelepon berkali kali sedang-kan klien kita tak ingin ada dering ponsel ketika meeting"


"iyaa sudah biar aku ajah yang telepon dia , kamu istirahat saja gy"


"baik pak"


viandi membaca pesan cukup banyak dari alexa ia terkejut alexa mengirim pesan seperti sedang kesal dan depresi


📱


alexa


"kalo kamu mengabaikan aku aku pastiin aku ga akan ada disini ketika kamu kembali, "


viandi membaca pesan alexa jantung berdegup kencang tiba tiba ponselnya berdering


📲


"halo pi"


"kamu lagi dimana ??"


"di Bandung pi,""


"pulang, kamu bikin maslah ajah, kamu tahu berita saat ini papi mau kamu pulang, jalasin semuanya sama papi terutama sama alexa"


abraham menutup teleponnya ia terdengar marah viandi kembali meraih jasnya dan pergi meninggalkan hotel


"gy, ada berita apa jujur kamu tau kan aku ga pernah buka sosmed" viandi terdengar panik


"maaf pak, seperti nya ada yang membuat berita miring tentang rumah tangga anda"

__ADS_1


"ck siall pasti sherina atau Pratama, ayoo pulang gy aku khawatir sama alexa ponselnya ga aktif" viandi bergegas pulang ke Jakarta malam itu juga


sesampainya di kediaman viandi ia segera masuk ke dalam rumahnya dilihatnya keadaan sangat kacau balau beberapa vas bunga terlihat hancur berantakan dan ponsel Alexa pun sudah tak terbentuk lagi ia membanting apapun yang ada di hadapannya


"pak viandi" ucap egy ia pun ikut terkejut


"nggak apa-apa gy, kamu pulang aja ya ini urusan saya dan tolong ini semua jangan sampai tercium ke media sosial tolong tangani dulu segala kekacauan ini kamu cari tahu siapa orang pertama yang menyebarkan berita ini dan jelaskan kepada seluruh klien dan pemegang saham yang lain untuk tetap tenang"ucap viandi pada Egy lalu Egy pun mengangguk mengiyakan ia pun meninggalkan kediaman viandi malam itu


waktu menunjukkan pukul 01.00 malam viandi berjalan perlahan banyak pecahan kaca di mana-mana dia membuka pintu kamar Alexa didapatinya Alexa duduk di lantai bersandar pada tempat tidur ia memeluk kedua lututnya saat itu keadaannya sangat kacau


"Alexa" viandi berlutut di samping Alexa, Alexa menoleh pada viandi yang baru tiba, air matanya sudah tak terbendung lagi wajahnya memucat matanya membengkak karena sedari tadi Alexa hanya menangis tersedu-sedu


"aa..kuu...capeekk..akuu...lelah... muak, sesak.. kenapa aku di giniin mas.. kenapa..! KENAPA....!!!" alexa berteriak memukul dada viandi


"tenang dulu lexa aku bisa jelasin.." ucapnya, ia memegang kedua bahu Alexa seraya ingin menenangkan Alexa


"jelasin apa berarti kamu udah tahu kan tentang video itu?" ucap Alexa dengan lirih.


viandi hanya diam ia tak menjawab apapun itu dia terus diam tertunduk sembari memegang kedua bahu


"jawab Mas jaawaab..!"suara Alexa semakin lirih menahan tangis


"aku menjaga semuanya karena aku sudah mulai memiliki perasaan sayang sama kamu Mas aku sudah mulai cinta sama kamu Mas aku nunggu semua klarifikasi dari kamu sepulang kamu dari Melbourne tapi kamu nggak cerita apapun, kamu nggak cerita kamu di sana ngapain aja dengan siapa Apa yang kamu lakukan di sana enggak kan Mas kamu nggak cerita apapun sama aku!"


"maafin aku Alexa maaf" ucap viandi dengan nada lirihnya ia tertunduk air matanya pun mulai jatuh


"aku nggak butuh maaf aku butuh penjelasan"


"iya itu video aku di Melbourne aku dan Sherina"ucap viandi perlahan sembari tertunduk


"PLAAAAK!!" Alexa menampar viandi tak percaya bahwa saat itu viandi pergi ke Melbourne dan bertemu Sherina di sana mereka melakukan hal yang di luar batas


"ngapain kamu kembali Mas ngapain kamu balik lagi ke sini kalau memang kamu di sana sudah bahagia sama Sherina"


"itu di luar nalar aku di luar kesadaran aku lexa, aku juga ga tau kenapa tiba-tiba dia bisa ada di kamar hotel aku juga nggak tahu kenapa tiba-tiba dia ada di samping aku lagi tidur aku nggak tahu!!"


"BOHONG, BOHONG BANGET KAMU!!"

__ADS_1


"demi Allah alexa demi Allah"


"jangan bawa bawa nama Tuhan Mas aku nggak suka!!"


"aku harus jelaskan apalagi sama kamu, iya oke aku minta maaf aku khilaf aku udah ngelakuin itu, tapi dalam hati kecil aku aku nggak bisa nerima Sherina aku emang udah nggak ada rasa sama dia aku lebih mencintai kamu aku lebih menyayangi kamu aku gak mau kehilangan kamu Alexa" ucap viandi dengan suara sedikit meninggi ia mencoba menegaskan perasaannya pada Alexa dan menjelaskan semuanya


"oh ya! khilaf ya? aku nggak percaya, aku yakin kamu sadar dan aku yakin itu atas mau sama mau, gini deh mas, dari awal pernikahan kita memang udah nggak bener emang bener kita menikah atas hutang piutang dan mungkin bener aku tuh ngerebut kamu dari Sherina yang seharusnya aku pun nolak dan seharusnya aku pun nggak mau nerima mungkin semua omongan netizen itu benar tentang aku"


"nggak lexa ini nggak bener kasih aku waktu untuk menyelesaikan ini semua dulu aku butuh waktu aku harus cari tahu siapa yang udah nyebarin ini semua sampai menjadi bola api yang sangat panas ini karena di balik masalah ini harus ada perusahaan yang aku harus pertahankan alexa"


"waktu untuk apa? untuk klarifikasi? untuk konferensi pers? untuk apa Mas? mas mau bilang kalau iya kamu pernah tidur bareng sama Sherina Mas mau bilang kalau iya kita nikah karena hutang piutang mas juga akan menjelaskan kalau Mas itu sebenarnya mencintai dua wanita mencintai istri mas dan sherina gitu"ucap Alexa dengan nada kesalnya


"aku sayang kamu lexa aku cinta kamu aku nggak mau kehilangan kamu aku nggak mau rumah tangga kita berantakan aku nggak mau"ucap viandi ia mencoba memeluk Alexa namun Alexa berontak ia tak ingin dipeluk oleh viandi


"seharusnya aku juga nggak boleh Mas mempunyai rasa ini sama kamu, sepertinya keputusan aku beberapa bulan yang lalu untuk meminta cerai sama kamu itu seharusnya sudah aku wujudkan ya, seandainya aku nggak mundur dan seandainya kamu nggak pergi ke Melbourne mungkin semua ini nggak akan kayak gini Mas, seandainya aku ga ikutin perasaan aku semua ini gak akan terjadi mas,seandainya dulu aku bener benar cerai dari kamu semua ga akan kayak gini kan"


"kamu ngomong apa sih lexa cerai cerai cerai"


"iya cerai, dia lebih baik kita bisa aja Mas biar semuanya lebih tenang"


"kamu pikir dengan berpisah itu akan menyelesaikan masalah gitu dan kamu pikir kalau kamu lepas dari aku, aku akan kembali kepada Sherina? nggak akan pernah lexa" Ucap viandi ia bangun dari duduknya dengan marah ia mengatakan itu


"jangan bilang nggak akan pernah Mas, buktinya aja mas bisa kok tidur bareng sama dia Mas udah zina sama dia"


"astaghfirullah alexa aku ga tau saat itu keadaannya aku lagi mabuk!!!" suara viandi terdengar kesal dan membentak alexa


alexa terdiam ia tak ingin mengatakan apapun pada viandi


viandi mengatur nafasnya dalam-dalam ia mencoba menenangkan dirinya ia melihat Alexa yang duduk terdiam tanpa berbicara apapun hanya menangis ia kembali duduk di hadapan Alexa ia memeluk Alexa erat-erat


"jijik,, aku jijik sama mas" ucap alexa lirih mendengar ucapan Alexa viandi melepaskan peluknya dia sedikit menjauh dari Alexa


"aku cuma bisa bilang aku minta maaf aku akan memperbaiki itu semua aku akan mengembalikan semuanya seperti semula aku janji" ucap viandi pada Alexa


"tapi tolong jangan pernah pergi dari sisi aku lexa aku mohon"lirih viandi pada Alexa


"ini sama aja Mas selingkuh kan dari aku ya, selama ini aku nungguin mas di rumah tanpa ada penjelasan apapun Mas pergi ke Melbourne di sana Mas sama dia aku di rumah tanpa tahu kabar Mas, kita akhiri aja mas sampai sini aku yakin Mas mungkin akan lebih baik kalau nggak sama aku karena aku tahu perusahaan mas pun sudah mengalami penurunan kan saat ini mungkin semuanya akan lebih baik kalau mas gak sama aku itu aja" ucapa alexa sembari menangis

__ADS_1


malam itu Alexa hanya bisa menangis hatinya sangat sakit ia tak menyangka bahwa viandi akan sejujur itu mengatakan yang sesungguhnya dan ia pun tak menyangka bahwa suaminya yang saat ini ia percayai telah membenci Sherina nyatanya sudah tidur bersama Sherina ketika viandi berada di luar negeri beberapa bulan yang lalu.


__ADS_2