
Mentari pagi seolah enggan untuk menyapa, Pagi itu hari sangat mendung dan rintik gerimis pun mulai menyapa, Alexa membuka matanya dengan malas
"Non, ayoo bangun ini hari senin loh non ada upacara kan?" Ucap mia, ia membangunkan alexa sembari menyiapkan seragam sekolah milik alexa
Saat ini alexa tengah duduk sekolah SMU ia memilih smu negeri padahal kedua orang tuanya menginginkan alexa masuk ke sekolah internasional namun ia selalu menolak, dan ia pun kembali satu sekolah dengan teman nya semasa SMP
Alexa menuruni anak tangga terlihat Sherina tengah sarapan pagi dengan tama tanpa seruni, Tama terdiam melihat rambut alexa yang bergelombang ia biarkan tegerai dan bercat coklat
"Haaaahp" Tama menarik nafasnya dalam dalam.
"kamu mau sekolah apa mau ke club" tanya tama dengan suara perlahan tanpa senyum alexa hanya diam memakan roti bakar nya
"Sherina, gimana kuliah kamu, ada kendala ga"
"Ah, enggak ada pa,"
"Jangan bikin papa kecewa ya, dari SMU kamu papa sekolahin di SMU internasional kuliah pun sama cuma kamu yang nantinya bisa nerusin perusahaan papa" ucap tama sembari melirik ke arah alexa
"Bodo amat emang gue peduli apa," ucap Alexa ia muak mendengar ucapan ayah nya dan kakanya itu.
Sherina hanya diam mengangguk mengiyakan
"Lexa berangkat pa"
"Ini punya kamu" ucap tama seraya memberikan kunci pada alexa
Alexa terdiam ia tak mengerti alexa mengernyitkan dahinya
"Itu apa?"
"Kamu suka bawa motor kan, papa ga mau pusing ngurusin kamu selama mama gak ada di rumah, papa belikan motor buat kamu berangkat sekolah,ambil" ucap tama dengan dinginnya
"Pa, Apa ga sebaiknya alexa berangkat sama aku ajah?" Ucap sherina
"Ga usah, lebih nyaman sendiri" ucap alexa sembari meraih kunci motor barunya
"Thanks yaa pa, oia ini bukan sogokan kan??" Ucap alexa sembari tersenyum ketir
"Maksud kamu apa???!!" Ucap tama dengan kesal dan suara mulai meninggi
"De...!" Ucap Sherina ia menyuruh alexa untuk diam
"Papa kalo mau pergi dengan perempuan itu pergi ajah, ga usah takut sama alexa..." Ucap alexa dengan tatapan memburu dan meninggalkan kediaman nya, sherina hanya diam tak menjawab, Tama pun langsung terdiam.
__ADS_1
"Pa. Sherina berangkat dulu yaa"pamit sherina menyudahi sarapannya
"Yaa sayang hati hati yaa,soal tadi, adik kamu hanya salah faham" ucap Tama seraya tersenyum pada sherina
"Heumm iyaa pa, sherina faham kok" ucap sherina dengan senyumnya lalu ia pun pergi meninggalkan kediamannya untuk berangkat menuju kampus.
Sesampainya di sekolah alexa segera masuk kelas mengikuti pelajaran seperti biasa alexa yang mempunyai paras cantik berkulit putih oriental banyak pria yang menaruh hati padanya namun tak satupun yang membuat alexa terpesona
Jam istirahat pun tiba alexa segera bergegas menuju kantin sekolah di lihatya bayu,marwan dan jono sedang asyik menyantap makanan mereka
"Buuu.... Batagor kuah yaa " teriak alexa pada ibu penjual batagor,
"Lexa, lo tadi w lihat bawa motor baruu tuh" ledek jono
"Hahaa iyaa dong"
"Dari bokap apa nyokap??"tanya bayu
"Heum, bokap"
"Wiihh tumbeeennn" ucap jono dan marwan
"Hahah sogokan tuh, tapi yaa gue ambil ajah"
"Rahasia gue sama jono iyaa ga jon" ucap alexa sembari tersenyum seraya memasukkan makanan ke mulutnya
Sepulang sekolah alexa menunggu jono di parkiran sekolah,alexa dan jono selalu pulang bersmaa karena jono tak memiliki kendaraan
Siang itu alexa mampir ke kediaman jono rumah yang terletak di pinggiran sungai dengan keadaan yang padat penduduk namun alexa suka walaupun padat penduduk masyarakatnya ramah dan baik
"Lexa, makan yoo enyak gue udah masak noh" ajak jono
"Aseekkk ayoo dah" lexa berjalan mengikuti jono ke dapur siang itu ibu jono memasak sayur asem betawi, sambal, tempe tahu dan tak lupa ikan asin alexa tampak lahap memakan masakan ibu jono
"Duhh lex lu orang kaya, makan beginian duhh duhh" ledek jono
"Bodo amat ah"
"Lexa, emang nya di rumah kagak pernah masak beginian?" Tanya ibu jono
"Hehe kagak nyak, udah lah kalo lexa mau makan beginian mah ke rumah nyak ajah yak" ucap lexa
"Iya dah terserah elu ajeh tapi nyak mah cuma masak sederhana ajeh"
__ADS_1
"Kagak napa napa nyak, begini juga udah mantep bener enak" puji lexa
Jono dan lexapun menghabiskan makanannya, dan alexa mulai bersantai di ruang tv bersmaa jono
"Lex, lo mau smpe kapan rahasiain kelakuan bapak elu dari ibu lo" tanya jono
"Gue simpen rapet rapet jon, cukup gue ajah yang tau, jangan sampe mama tau"
"Iyaa sih, tapi sepandai-pandai nya nyimpen ****** pasti bakal ke cium juga"
"Iya jon gue paham, tapi gue lihat mama masih baik baik ajah"
"Heumm terserah elu ajah lexa, kalo ada apa apa,ke sini ajah yaa " ucap jono ia sangat peduli pada alexa, Alexa hanya tersenyum. Dalam diam ia masih memikirkan ibunya apa yang akan terjadi bila ia tahu bila suami yang amat ia cintai ternyata mempunyai wanita idaman lain.
Hampir satu minggu seruni meninggalkan rumah untuk bertugas luar dan alexapun seperti biasa tak merasa apapun karena ia terbiasa di tinggal tugas oleh kedua orang tuanya
Sepulang sekolah Alexa bersama ketiga temannya berkunjung ke toko buku, yang berada di salag satu mall terbaik di Jakarta
"Lexa, heum, lo pura pura ga lihat yaa jangan langsung nengok" ucap jono
Marwan menyikut lengan jono untuk diam, ia tahu apa yang dimaksud oleh jono
"Ada apaan sih..."alexa menoleh melihat arah mata Jono tiba tiba bayu menutup mata alexa dengan tangannya
"Usshhh..ussh... Gaa ada apa apa kok ayoo ayoo jalan" ucap bayu ia menggiring langkah alexa
"Iih bayuu, aapaan sih" alexa menepis tangan bayu
"Wow ..." Ucap alexa ia tersenyum ketir melihat dua insan sedang bersenda gurau dengan mesra di pusat perbelanjaan dengan membawa banyak pakaian yang sudah mereka beli
"Laen lagi tuh ceweknya" ucap alexa
"Heum, lo Ga coba samperin bokap lo??" Tanya bayu
"Ga usah, yang penting dia ga nyakitin mama gue yu" ucap alexa
"Tapi lex,"
"Udah gak apa-apa, gue jiji sebenarnya lihat kelakuan bokap kek begitu, apa lagi ceweknya dia seumuran kaka gue tuh kayaknya" ucap Alexa
"Udah udah ah,ayoo jalan.... " Ajak jono dan marwan akhirnya mereka pun berlalu meningy pemandangan yang buruk itu
"Sabar lexa, belom waktunya gue kasih pelajaran selama mama ga kena pukul gue akan tetap diam" ucap alexa
__ADS_1
akhir akhir ini orang tuanya kerap bertengkar didalam kamar membuat alexa semakin tak betah berlama lama di dalam rumah. sesekali ia keluar sore lalu kembali pada malam hari hanya untuk menghindari pertengkaran kedua orang tuanya yang memekakkan telinga.