
Sudah hampir satu minggu Alexa tinggal bersama keluarga Abraham Alia Velove dan Abraham sangat menerima baik Alexa berada di tengah-tengah keluarga mereka
malam itu seusai makan malam Alexa langsung menuju kamarnya sendiri sedangkan viandi yang malam itu belum pulang dari kantor iya masih sibuk dengan pekerjaannya
"ah aduh sakit banget"ucap Alexa sembari merebahkan tubuhnya ia memegangi perutnya yang dirasa sangat sakit
tiba-tiba seseorang menghampiri kamar Alexa ia membawa teh hangat untuk Alexa betapa terkejutnya Aliya melihat Alexa yang meringis kesakitan sembari memegangi perutnya
"ya Allah ya Robbi kenapa lexa kamu kenapa? sakit?"tanya Alia seraya duduk di samping Alexa dia terus membelai rambut Alexa yang mulai mengeluarkan keringat dingin
"sakit banget mi perutnya"ucap Alexa menahan sakit
"tunggu sebentar ya mami keluar dulu mami cariin obat kalau nggak mami panggil dokter dulu ya"ucap Alia iya bergegas keluar kamar memanggil suaminya dan Velove dan segera menelepon dokter pribadi keluarga Abraham
"sakit banget? periksa apa harus ke rumah sakit"ucap Abraham pada Alexa Alexa hanya memakai isyarat tangan bahwa ia tak ingin ke rumah sakit
"Pi pucat banget mukanya kak lexa"ucap velove semakin membuat panik Abraham saat itu
lalu Tak lama kemudian terdengar suara mobil terparkir di halaman rumah Mereka ternyata malam itu viandi sudah datang dan ia pun segera masuk ke dalam rumahnya untuk melihat keadaan Alexa
"kamu kenapa sakit perutnya?"ucap viandi ia terlihat khawatir lalu duduk di samping Alexa ia memegangnya perut Alexa
"sakit banget Mas aduh sakit banget"ucap Alexa iya terus menahan sakit pada perut bagian bawah
"sabar ya lexa sebentar lagi dokter Mega datang nanti kita cek aja ya"ucap Alia pada Alexa semua berkumpul di dalam kamar Alexa
"apa kamu lagi hamil Alexa"tanya Abraham
"si papi nih orang baru nikah seminggu kok"ucap Alia sembari menepuk bahu suaminya itu
"mi,pi,ve keluar aja ya nanti kalau dokter meganya datang suruh langsung masuk aja kasihan alexanya banyak orang malah makin panik"ucap viandi lalu semuanya pun meninggalkan kamar viandi hanya tinggal viandi dan Alexa berdua di dalam kamar
"bagian mana yang sakit" ucap viandi dengan hati-hati
Alexa hanya diam ia hanya terus mengelus perutnya bagian bawah
"aku kompres air hangat ya biar lebih baik"ucapin dengan hati-hati
"boleh itu biasanya aku lakuin Mas kalau aku awal-awal PMS"ucap Alexa sembari meringis kesakitan
"maksud kamu? kamu lagi PMS baru datang bulan?"
"iya tapi belakangan ini tuh kalau setiap PMS sakit banget perutnya sampai nggak tahan"ucap Alexa iya terus memegangnya perutnya
"viandi terlihat khawatir dan takut iya minta asisten rumah tangga untuk membawakan handuk hangat dan pengompres hangat untuk perut Alexa setelah dapat ia pun membantu Alexa untuk mengompres perutnya agar terasa lebih baik
__ADS_1
dengar hati-hati viandi memegangi perut Alexa dan Alexa pun sudah lebih nyaman dan lebih baik
"Mas Vi nggak usah manggil dokter deh ini tuh sakit biasa kok sebentar lagi juga bisa lebih baik"ucap Alexa sembari memejamkan matanya
viandi yang khawatir dia duduk di samping Alexa tanpa sadar ia membelai lembut rambut Alexa yang berkeringat dingin
"tapi kamu keringat dingin pucat begini aku nggak mau ngambil resiko deh mending periksa ya kalau nggak aku bawa kamu ke rumah sakit sekarang"
"apaan sih dikit-dikit dokter dikit-dikit rumah sakit aku nggak apa-apa kok kalau nggak Mas telepon Mama aja deh dia tahu kok setiap aku sakit kayak gini pasti ngasih apa"pinta Alexa ia menatap kesal pada viandi
"oke fine aku telepon Mama ya Mama kamu biar tahu obat apa yang biasa dia kasih buat kamu" kesal viandi ia meraih ponsel yang terdapat di kantong celananya lalu menelepon seruni malam itu
📲
"halo mah"
"oh ada apa Vi tumben malam-malam telepon apa Alexa bikin gaduh di situ apa buat yang nggak-nggak"
"ngga , Alexa baik-baik aja di sini ini mah Alexa perutnya lagi sakit awal-awal PMS viandi bingung kasih obat apa ya mah"tanya viandi seraya menggaruk kepalanya sembari menelepon seruni
"oh itu biasa Alexa kalau PMS pasti kayak gitu sakit perutnya tapi Mama udah bawa cek ke dokter kok nggak kenapa-kenapa itu cuman bawaan lagi PMS aja nggak usah khawatir"
"tapi Alexa pucat mah Vi sedikit takut"
"nggak apa-apa semua wanita pasti ada yang seperti itu kok sekarang kamu keluar ya cari kelapa hijau dan minta dibakar aja lalu airnya diminumin sama Alexa insya Allah dia akan lebih baik kok akan lebih ringan lagi sakit perutnya nggak perlu ke dokter panggil dokter nggak usah Alexa cukup pakai itu aja"
"iya sama-sama Vi Mama titip lexa dia sedari kecil bahasanya memang sering kasar karena.....ahh nanti lexa juga cerita mungkin sama kamu udah ya Vi salamin buat lexa"
"iya mah makasih ya ma ya"
viandi menutup teleponnya lalu bergegas ia mencari kelapa hijau yang disarankan oleh orang tua Alexa
seruni menutup teleponnya lalu ia pun terduduk memikirkan Alexa
"semoga aja viandi benar-benar baik sama Alexa walaupun mereka menikah karena paksaan dan akibat ulah Mas Tama"ucap seruni dalam hatinya
"siapa yang telepon mah?"tanya Sherina ia sedang bermalam di tempat seruni hari itu
"oh ini viandi nanyain resep obat sakit perut saat PMS biasa Alexa kan suka sakit kalau lagi PMS"ucap seruni
Sherina hanya diam mendengarkan ucapan orang tuanya
"kayaknya Vi emang suka beneran ya mah sama Alexa buktinya dia khawatir banget" ucap Sherina dengan senyum tertahan
"yah Mama rasa juga seperti itu dan mama harap sih seperti itu juga oh iya adik kamu udah menikah walaupun caranya seperti itu kamu sendiri kapan jangan lama-lama share usia kamu semakin tua"ucap seruni pada Sherina namun Sherina hanya diam tersenyum simpul saja mendengar ucapan seruni
__ADS_1
malam harinya viandi datang membawa kelapa hijau sesuai resep dari seruni dipandanginya Alexa dalam-dalam yang tengah tertidur
iya membelai lembut rambut Alexa Alexa pun perlahan membuka matanya
"ayo minum dulu ini ada air kelapa hijau yang udah dibakar agak hangat ini resep dari Mama kamu kan"ucap viandi menyodorkan air kelapa hijau yang masih hangat untuk Alexa
Alexa terbangun dari iya duduk perlahan sembari memegangi perutnya yang masih sedikit agak sakit lalu meminum air kelapa hangat itu pelan-pelan viandi yang duduk di hadapan Alexa menatap wajah Alexa dalam-dalam lalu tanpa sadar ia membelai pipi Alexa
"better???"tanya viandi pada Alexa
"iya lebih enakan sih nggak terlalu sakit perutnya"
"ya udah sekarang kamu tidur istirahat udah makan belum"tanya viandi seraya tersenyum pada Alexa
"udah aku udah makan"
"ya udah sekarang istirahat ya tidur aku mandi dulu lengket nggak enak rasanya"ucap viandi ia membantu Alexa untuk memperbaiki posisi tidurnya dan menyelimutinya
mendapat perlakuan itu Alexa hanya diam dia bingung apa yang ia rasakan saat ini apakah ia harus merasa senang mendapatkan perlakuan yang terbaik dari laki-laki yang saat ini notabene sudah menjadi suaminya namun Alexa mengakuinya bahwa vi sebenarnya adalah laki-laki baik hanya saja ia sedikit jahil dan suka menggoda Alexa
tengah malam di saat Alexa tertidur pulas ia merasakan sesuatu yang dingin di atas perutnya dengan rasa terkejut dan ketakutan Alexa membuka matanya lalu dengan sigap ia menampar seseorang yang berada di hadapannya
"plaaaaakkk"
"aaaaawww...assshhh....duh lexaa sakit tau"
Alexa reflek menampar dan ternyata yang ditampar oleh Alexa adalah suaminya sendiri yaitu viandi
"lagian Mas ngapain sih menyentuh saya macem-macemin badan saya" Alexa ngomel pada viandi
"Alexa aku juga tahu aturan aku juga tahu kamu belum mau disentuh sama aku nih lihat nih aku ngapain aku balurin minyak kayu putih ke perut kamu biar hangat tau nggak" omel viandi pada Alexa sembari ia memegangi pipinya yang terasa sakit akibat tamparan Alexa
"maaf Mas aku nggak tahu habis masnya nggak izin sih tiba-tiba pegang-pegang gitu kan kaget"
"sakit banget lagi namparnya udah nih pakai sendiri bukannya apa, kamu dari tadi mengerang kesakitan terus sambil tidur akunya pusing ngedengernya enggak tega juga"ucap viandi iya terus mengomel ada Alexa
"ya udah deh Mas maaf"
"bodo ah aku mau tidur sakit pipi aku lagian juga aku ngantuk"
"Mas maaf ya, besok-besok kalau mau bantuin kayak gitu ngomong ya izin dulu biar akunya nggak main tampar"
"gak tau ah males"
"ya Mas maaf dong kan aku udah minta maaf maaf ya nggak sengaja"
__ADS_1
Alexa kembali merebahkan tubuhnya ia memandangi punggung viandi malam itu ia merasa bersalah karena dia sangat reflek menampar viandi