
pagi itu vindi sudah berada di ruang kantor marketing bersama dengan egy, dan kepala marketing mreka yang bernama jody.
semua tampak tegang mereka terkejut masih pukul 07.00 viandi sudah duduk di ruangan merketing mereka pun bertanya tanya ada apa hingga sepagi ini viandi sudah harus berada di kantor
"semua staff marketing satu persatu masuk semua terkejut adanya viandi mereka saling berbisik perihal kedatangan viandi
"jod, udah kumpul semua?" tanya egy
"sudah pa egy" jawab Jody
"belummm.... belum kumpul kurang satu orang" ucap viandi semua mata mencari.salah satu staff
"ohh si amel belom datang pak" ucap salah satu staff
tak lama kemudian amel pun datang ia masuk dengan tergesa-gesa
"selamat pagi...semuanya"ucap viandi membuka meeting pagi
"pagi pak" semua serentak menjawab salam pagi viandi
"saya tidak mau banyak, basa basi karana saya tidak suka basa basi, dari awal saya mendirikan perusahaan ini saya tidak main main dengan waktu, dengan uang dengan salary kalian dengan peraturan dan sangsinya, kemarin sempat ada berita yang kurang enak karena salah satu design kita ternyata di curi atau di bocorkan pada pihak lain ada yang sudah dengar atau bahkan belum dengar??" tanya viandi semua riuh mereka terkejut akan berita itu,
"saya pun tahu, hampir semua karyawan mungkin menghakimi saya dengan masalah pelik rumah tangga saya, tapi saya profesional saya ga akan bawa itu di meeting kali ini, kalian bingung yaa kenapa saya bicara seperti ini ,karena saya tidak suka ada penghianat dalam perusahaan saya sendiri"
"sst .ehh siapa sih. siapa.. " semua staff saling berbisik
"amel,!" ucap viandi memanggil amel ia terhenyak ia terlihat panik
"kamu kerja di perusahaan saya cukup lama, apa harus kamu mengorbankan semua kinerja kamu yang baik itu untuk membantu orang yang punya niat buruk pada perusahaan ini yang menjadi ladang uang kamu!!" ucap viandi tertuju pada amel, amel hanya menunduk semua mata melihat pada amel
"ssa...saayaa..ccumaa...dddiii suruh pak" ucapa mel dengan terbata bata
viandi berjalan menghampiri amel semua staff menyingkir amel berada di hadapan viandi
"saya tau kamu anak baik amel, tapi sayang saya gak..."
"boooughhhrttt...." viandi tiba tiba menarik dan menonjok seseorang yang berdiri menyingkir tak jauh dari amel ia jatuh tersungkur semuanya menjadi panik dan berteriak
"pak...." Egy mencoba menenangkan viandi yang terlihat emosi, pria itu jatuh tersungkur
"mel, dia yang suruh kamu kan, yang menyelinap ke ruang design dan oohh saya lupa kalian bertemu istri saya yaa" ucap viandi dengan senyum ketirnya amel semakin ketakutan
"maafkan saya pak..saya salahh maaf" amel menangis memohon maaf jody selaku kepala marketing hanya bisa tertunduk ia tak menyangka anak buahnya akan terlibat masalah yang sangat besar
egy memerintahkan semua staff untuk meninggalkan ruang meeting dengan rasa takut mereka keluar dari ruangan dengan banyak pertanyaan mereka terkejut akan sikap viandi yang penuh emosi
"bangun lo" ucap viandi
pria itu bangun tertunduk, ia tak berani menatap viandi, vindi kesal ia berjongkok di hadapan pria itu lalu ia menarik maskernya secara paksa.
"jadi bener elo, bangsatt" viandi memukul kembali wajah pria itu
"ampuun vi...guee salah...gue salah" ucap pria itu
viandi banyak menghadiahi nya bogem mentah segera egy dan jody melerai keduanya
__ADS_1
"enak banget lo bilang ampun, lo udah rusak rumah tangga dan perusahaan gue di bayar berapa lo sama sherina!!!" ucap viandi ia masih mencoba ingin memukul petrus namun egy sekuat tenaga mencoba menahan tubuh viandi
petrus masih diam tanpa menjawab
"jadi sebenarnya kamu ini siapa?" tanya jody
"nama kamu petrus sedangkan kamu melamar ke perusahaan ini bernama Haikal duhh kasus banget kamu" ucap jody
"dia petrus....dia mata mata dari sherina dia juga yang bocorin file rahasia design properti kita yg baru" ucap egy pada jody
"gy bawa dia gy, dan mulai hari ini dia sama amel di pecat!!!" ucap viandi dengan penuh emosi Amel hanya bisa menangis
"yo ikut gue, pak jody urus amel ajah, hari ini dia bukan lagi pegawai di sini" ucap egy seraya menarik paksa tubuh petrus
petrus dan amel saling bertatapan amel hanya menangis dan petrus memegangi bibirnya yang penuh darah
saat itu pula viandi dan egi membawa petrus kediaman Sherina
viandi memberi kabar pada Alexa untuk datang kediaman Pratama dan Alexa pun bergegas menuju kediaman Pratama. sebelum viandi datang bersama egy dan petrus alexa sudah lebih dulu datang ia sudah bersama sherina dan pratama begitu juga shanum istri ke tiga pratama, keempat nya hanya terdiam, sherina yang duduk di hadapan alexa sesekali menyeka air matanya memperlihatkan kesedihan di hadapan tama
"ck..air mata buaya" ucap alexa dengan ketus, sherina melihat ke arah alexa dengan kesal Pratama hanya mendengus kesal suasana sedang panas ia merasa seolah Alexa sedang mencoba memanasi keadaan.
"oia lu udah tespack, gue mau tau dong lo bener hamil apa enggak" ucap alexa shanum melirik ke arah sherina
"aku udah tespack kok nanti aku ambil lexa,biar kamu percaya" sherina beranjak dari duduknya dan kembali ke kamarnya
"lexa, papa mohon ini jangan terendus keluar lagi"
"pa.. yang pertama speak up tentang ini semua siapa? anak papa kan?? bukan lexa! seharusnya lexa yang speak up ke media pah karena dia udah rusak rumah tangga lexa, tapi malah kebalikan seolah dia yang di sakiti sama lexA, lexa sekuat tenaga hati dan pikiran buat nutupin semuanya karena lexa ga mau perusahaan viandi dan papa juga hancur tapi apa yang lexa dapetin dari awal perusahaan papa curi desain properti milik perusahaan viandi saja itu sudah buat lexa gerah pah, apa sih salah lexa sampe papa juga mau hancurin"
"ck lagi lagi, memanjakan sherina walaupun caranya bodoh" ucap Alexa dalam hatinya sherina kembali menuruni anak tangga dengan wajah penuh kemenangan ia membawa alat test pack
"nih lihat!!" ucap Sherina seeraya menyodorkan alat tespack pada alexa tepat di hadapan alexa
"positif kan?? jadi kamu harus lepasin dia buat kebaikan anakku" ucap sherina tiba tiba...
"ga usah, bermain hal yang konyol sher!!" ucap vaidni seraya merebut paksa alat tespack dari tanga sherina dan membanting nya
"mas .!" ucap alexa ia terkejut akan kedatangan viandi pratama dan shanum pun sama halnya terkejut dengan kedatangan viandi
alexa beranjak dari duduknya dan berdiri di samping viandi di lihatnya amarah viandi sedang memuncak alexa menggenggam erat jemari viandi sembari menatap wajah viandi dalam dalam
"ga usah cari msalah lagi sher, ini semua ide gila lo kan, ga habis fikir gue lo sampe lakuin hal segila ini" ucap viandi Alexa masih tak mengerti akan ucapan viandi
tiba tiba egy masuk beserta Hermawan lawyer kepercayaan keluarga abraham dan egy tetap menarik paksa petrus untuk ikut masuk
"apa apan ini viandi, kalo kamu tidak mau tanggung jawab apa seperti caranya,. anak perempuan ku hamil gara gara kebiadaban kamu" ucap Pratama penuh emosi
"ohh, dia hamil,sudah cek ke dokter kandungan kah? apa benar itu anak aku atau hanya hamil kosong oh sorry i mean heum.. hamil pura pura " ucap viandi menatap sinis pada sherina yang mulai gelisah setelah kedatangan petrus.
viandi semakin mengeratkan genggaman tanganya pada alexa.
viandi melepaskan genggaman itu dan berjalan mencengkram baju petrus dan mendorong nya hingga tersungkur di hadapan sherina
semua panik dan berteriak melihat sikap viandi yang terlihat penuh emosi
__ADS_1
"sher...sorry" ucap petrus sembari tertunduk
namun sherina hanya membuang pandangannya seolah tak mengenal petrus
"sher ada apa ini sher siapa dia??" tanya pratama
"aku ga kenal pa ,sherina ga tau dia siapa?" Sherina berkilat seolah tak kenal pada Petrus
"woooy.. yaelah lo bilang ga kenal dia kenal sama lu, mau boong kayak gimana lagi sih". ucap alexa dengan marah dan kesal, sherina tak menyahuti ucapan alexa ia sedikit mundur
Alexa berjalan dan duduk di hadapan Petrus
"nama kamu siapa??" tanya alexa dengan lembut pada petrus ia masih menahan sakit
"Petrus"
"ayoo aku bantu bangun yaa"
"lex..kamu ngapain...sih..." ucap viandi melihat sikap alexa lembut pada petrus,alexa menoleh pada viandi ia hanya tersenyum pada suaminya itu
petrus dan alexa duduk berhadapan layaknya seorang teman alex tersenyum pada petrus,alexa membuka tasnya ia menyodorkan satu bungkus rokok dan korek gas viandi terkejut sejak kapan alexa merokok.ia tak bisa membaca maksud alexa
"you wanna smoke??" tanya alexa
"no..thanks" ucap Petrus
"Come on, don't panic, don't be nervous." ucap alexa ia mulai menghisap rokoknya
"anggap semua ornag disini hanya benda mati, gue ga bakal kasar sama lo, seperti suami gue" ucap alexa , petrus hanya diam ia melirik ke sherina
"gue ga bisa ngomong di sini?" ucap Petrus
"gue juga ga bisa ngomong di luar tanpa benda mati seperti mereka mereka ini" ucap alexa
"boleh gue ambil satu" ucap Petrus alex hanya tersenyum mengangguk
Petrus mulai membakar rokoknya ia hisap perlahan lahan butuh waktu sekitr 5 menit semuanya hening viandi sudah mulai tenang semua duduk dikursi masing masing namun sherina ia masih terlihat gugup
"hahahahahahahha" tiba tiba petrus tertawa seperti kehilangan kendali alexa hanya tersenyum
"kenapa lo, happy banget" ucap alexa
"gue? happy hahah iyaa lah gue happy" ucap petrus sembari menunjuk dirinya ia tak lagi merasa takut
"cerita dong??" ucap alexa sembari menghisap rokonya ia memberikan isyarat pada egy untuk membawa minuman untuknya dan petrus
viand mengernyitkan dahinya ia semakin bingung di hadapan nya adalah alexa istri nya sendiri namun Harini alexa terlihat berbeda ia seperti menjadi orang lain
"lo mau tau gk, kenapa gue bahagia, karena gue udah lakukan sesuatu dan itu semua bikin gue bahagia . walaupun..hiks .hikss." ucap petrus bersemangat lalu ia menangis
"kenapa cerita ajah gue dengerin"
"GUE CINTA SAMA SHERINA...!!!" teriak petrus semua terkejut akan ucapan petrus namun alexa masih tetap tenang alexa kembali membakar satu batang rokok kembali untuk petrus
semuanya menahan penasaran mereka tak tahu apa yan akan di katakan Petrus Sherina semakin merasa gelisah ia hendak pergi meninggalkan ruang tamu
__ADS_1
"duduk sherina..!!!" ucap tama membentak sherina, ia pun duduk viandi terus menatap tajam pada sherina. semuanya hening tanpa suara mereka seperti melihat pertunjukan karena alexa dan petrus tepat berada di tengah tengah mereka.