
Pagi harinya alexa membuka matanya dengan malas ia menggeliat merenggangkan otot nya tibatiba ia terkejut tangannya memegang sesutu yang berada di belakang tubuhnya
"apaan ini,kok rambut.. kepala" alexa terus menyusuri apa yang ia pegang lalu alexapun berbalik badan
"haaaah...!!! mmaaasss mas vi..." alexa sedikit berteriak melihat viandi sedang tertidur lelap di samping Alexa
"hhhheeeuuummmmhhh" Viandi menggeliat perlahan ia membuka matanya
"jam berapa ini"
"ohh heum jam, jam 6" ucap Alexa
"masih ngantuk . aku mau tidur lagi" ucao viandi
"mas.. tapi...kita harus pulang lagian mas ngapain disini" ucap alexa dengan panik
"aku nunggu kamu telepon, ternyata kamu ga telepon aku telepon balik mama bilang kamu udah tidur yaudah aku ikut nginep biar paginya bisa jemput kamu pulang" ucap viandi dengan nada malas dan masih mengantuk
alexa terdiam lalu ia pun beranjak bangun dari tempat tidurnya namun lagi lagi viandi menarik lengan Alexa hingga alexa terjatuh di pelukan viandi
"mas .ihh apaan sih lepass ah" rengek alexa ia berontak menolak pelukan viandi
"ssst. diem, dari awal nikah kita ga seperti ini kan, dan semalam kamu nyenyak juga tidur di pelukan aku" ucap viandi
"hah,,. ngarang ngacoo aku ga gitu kok" alexa mulai mengelak
"memangnya kamu tau ketika kamu tidur ngapain ajah"
Alexa terdiam mendengar ucapan viandi
"lepaaaass aah...aku mau mandi" alexa mulai berontak kembali
"mandi bareng yuk" bisik viandi dengan nakalnya
"gak..."
"ayolaah..ayooo"
"gak .lepasiiiin" Alexa mencoba lepas dari pelukan viandi
"PLAAAAKKK"
__ADS_1
"aaaw ..ssshhh aduhh sakit banget sih mukulnya enteng banget tu tangan main gaplok ajah" ucap viandi seraya memegangi pahanya yang di pukul keras oleh alexa
"makanya jangan bikin aku kesel,aku mau mandi" ucap alexa dengan ketus ia meninggalkan viandi yang masih mengelus pahanya yang terasa panas akibat pukulan Alexa.
alexa tengah menyiapkan sarapan untuk viandi ia lalu ia pun keluar dari kamarnya untuk sarapan oagi bersama alexa dan seruni
namun...
"selamt pagi, ooh kamu nginep di sini vi" ternyata pagi itu sherina datang dengan wajah pura pura ia menyapa viandi
"sarapan dulu mas" ajak Alexa
"heum," viandi menatap sarapan pagi di mejanya
"menu pagi itu sandwich isi tuna mayo enak kok, sherina yang buat" ucap Alexa ketus sembari meminum susu hangatnya
sherina tersenyum melihat viandi terdiam
"ayoo pulang aku ga lapar" ucap viandi, dengan nada ketus ia menarik lengan alexa
"nak vi, sarapan dulu" ucap seruni ia terkejut mengapa tiba tiba viandi menjadi seperti itu.
"mas, kamu kenapa sih"
sherina hanya diam, sembari menikmati makan pagi nya ia tersenyum licik di balik wajah kalem nya
"mas tas sama buku aku masih di kamar"
"biar supir yang ambil masukk...!"
"masss...!!" alexa berteriak viandi tak membentak ia hanya menatap tajam pad alexa.
"masuk lexa" ucap lirih viandi, alexa pun mengikuti perintah viandi
lalu viandi pun bergegas pulang bersama alexa
"kayak sengaja, dia tau kan gue nginep lihat mukanya ajah gue udah jiji apa lagi dia maskain sandwich itu, di fikir gue Masih suka" gerutu viandi dalam hatinya
"dia kenapa sih, apa dia bipolar kenapa suasana hatinya bisa berubah, bikin pusing" ucap Alexa dalam hatinya
"kruyuyyukkkkkk"suara perut alexa
"padahal laper heumm yaudah lah" gerutu alexa
__ADS_1
Viandi hanya melirik pada Alexa lalu ia pun membelokan kendaraan nya memsuki restoran cepat saji lewat drive thru viandi memesan makanan
"nih, kamu sarapan yaa" ucap dingin viandi menyodorkan satu bungkus berisi burger pada alexa
"buat aku"
"iyaa tadi kamu belom sempet makan" ucap viandi dengan nada dinginnya
alexa memakan burger yang di pesankan oleh viandi untuk alexa
"sebenernya ada apa sih sama dia, anehnya dia selalu emosi ketika melihat sherina apakah dia juga....ah jangan mikir yg aneh aneh deh, mungkin sebenarnya vi adalah cowok baik tapi kenapa sikapnya jadi lebaih kasar pdahal tak ada yng membuat dia kesal"
sesampainya di rumah alexa segera berganti pakaian, untuk bersiap menuju kampus setelah ia telah siap ternyata viandi masih duduk santai di ruang tamu
"loh, mas, kok belom berangkat" tanya alexa
"tunggu kamu" ucap viandi sembari sibuk memainkan ponselnya
"mas, mau anter lagi"
"iyaa," ucap viandi seadanya ia beranjak dari duduknya dan meninggalkan alexa
"cepet, aku tunggu di mobil" ucap viandi kembali
wajahnya kembali menjadi dingin, tanpa berkata apapun alexa pun bingung mengapa viandi menajdi berubah
Di perjalanan viandi tak mengucapkan sepatah katapun ia hanya diam
"mas.."
"lexa.." mereka bersamaan memulai percakapan
"mas aja duluan"
"malam minggu kita ada undangan ke acara pernikahan kolega nya papi , nanti aku suruh supir jemput kamu dan bawa ke salon and boutique yaa "
"heum aku harus ikut?"
"masih nanya" ketus viandi
"ohh, okee" ucap alexa
"ya memang seharusnya gue mengikuti apa yg dia mau toh gue ini udah di beli dan sebenarnya gue ini cuma boneka buat dia kadang di saat dia lagi seneng gue di timang disayang di saat dia lagi kesel gue di abaikan di banting di injak, dan gue cuma bisa diam, karena gue tahu boneka yang seharaga satu miliar, harus tahan banting" ucap alexa dalam hatinya. ia hanya bisa memandang ke luar melihat lalu lalang mobil yang saling adu kecepatan.
__ADS_1