
Sepulang dari kediaman seruni alexa masih duduk termenung di balkon ia sangat ingin berziarah ke makam ayah kandungnya itu viandi yang melihat alexa sedang gusar dan bersedih segera menghampiri dan memeluknya
"semuanya akan baik baik ajah, heum, kita cari waktu yaa buat ke sana aku temani" ucap viandi
"makasih yaa mas" ucap alexa ia memeluk viandi dengan erat
"ternyata aku merasa lebih nyaman dekat dengan vi..bahu ternyaman dan pelukan terhangat yang vi kasih ke gue bikin gue ngerasa lebih tenang dan lebih baik dan gue semakin yakin, gue ga akan pernah biarin sherina merebut vi dari sisi gue,walaupun kita menikah karena hutang piutang tapi kini kami saling mencintai, lagi dia bukan kaka gue dan Pratama juga orang lain buat gue soo..gue ga peduli gue cuma mau pertahankan rumah tangga gue" ucap alexa dalam hatinya vindi masih terus memeluk dan membelai rambut alexa.
Selasa siang di sela sela kegiatan kampusnya alexa bersantai di cafe yang dekat dengan kampusnya
"lexa.. " suara seorang wanita menyapa,alexa menoleh ia mendengus kesal.
"mau ngapain lo,ga capek ngurusin hidup gue, ga ada kerjaan amat" ucap alexa sembari membaca bukunya
"mbak vanilla late yaa satu" ucap sherina memesan minuman pada pelayan cafe
alexa membereskannya meja nya ia malas berhadapan dengan sherina apalagi berlama lama dengannya
"tunggu, aku mau bicara" ucap sherina
"apa...?mau bilang lo bakal dapetin viandi, mau bilang lo yang pantas di cintai viandi, woyy.. gue udah nikah kalo masih pacaran terserah yaa mau lo kejar dengan berbagai cara , gue udaahh N...I..K..A..H" ucap alexa sembari melotot pada sherina
"walaupun kamu udah nikah ga menutup kemungkinan kan dia juga bisa jalan sama aku di belakang kamu, apa kamu ga cari tahu, oia perasaan itu masih ada loh di hati kita masing masing" ucap sherina dengan santainya
"sher, gini deh, kita ketemu bertiga ajah yaa.. biar lo tau viandi Mandang lo itu sekarang kek gimana?, dan perasaan dia saat ini ke lo kayak gimana"
"okee ayoo" sherina menerima tawaran viandi
"gilaa....ga habis fikir, lo cantik tapi kenapa mau punya orang sih, hati manusia itu bisa berubah loh,dan emang lo ga laku, dan yakin banget kalo lo nikah sama suami gue lo bakal kaya raya dan perusahaan bokap lo itu bakal maju pesat, heii ingat yaa rezeki istri itu beda beda... dan jangan pernah mimpi buat geser posisi gue, karena saat ini viandi dan gue udah saling jatuh cinta .. " ucap alexa sembari mendekati wajah sherina
sherina terdiam ia menahan marah pada alexa ia tak yakin viandi akan jatuh hati pada alexa
"berani banget yaa lo sama kaka sendiri" ucap sherina
__ADS_1
"kaka??, ohh iya lo kaka tiri gue" ucap alexa Sherin terdiam tak menjawab
"kenapa kok diem, lo tau kan tapi lo diem ga cerita , lo bukan siapa-siapa buat gue kalo gue pukulin lo sekarang juga gue gak bakal Mandang kok..." ucap alexa dengan senyum menyeringai pada sherina
"lihatin ajah aku bakal bikin rumah tangga kamu berantakan karena kamu ga tau kan viandi itu lelaki seperti apa" ucap sherina dengan kesal
"i dont care about it" ucap alexa sembari berjalan menggibas kan tangannya tanda ia tak peduli pada masalalu viandi
sepulang dari kampus ia masih merasa kesal, akan kedatangan sherina ia tak menyangkal bahwa ia pun merasa gusar akan adanya sherina di tengah-tengah rumah tangga mereka alexa membelokkan mobilnya ke kantor viandi, saat itu alexa hanya mengenakan celana jeans hitam sepatu kets putih dan kemeja coklat dengan rambut ia ikat tanpa make up hanya lipstik yang ia pakai tipis di bibirnya dengan warna yang tak telalu mencolok.
semua staf resepsionis dan Security yang berjaga menyapa alexa dengan hangat
"ehh tumben yaa bu lexa datang pas ada pak viandi biasamya mereka ga pernah kelihatan bareng" ucap salah satu staf
"iyaa yaa, denger denger pernikahan nya emang gak harmonis padahal kurang apa yaa pak viandi ganteng bu alexa cantik" mereka terus bergosip
alexa berjalan perlahan menuju ruangan viandi namun langkahnya terhenti ketika melihat beberapa staff direksi keluar dari ruang meeting dengan wajah tegang dan terlihat kebingungan
semuanya mengangguk hormat pada alexa yang datang siang itu
"egy, kenapa semuanya tampak tegang?" tanya alexa
"heum, pak viandi hari ini marah besar bu, desain furniture yang sudah di rancang milik perusahan ini ternyata di curi oleh pratama dan mereka sudah launching lebih dulu, kami masih cari tahu siapa yang membocorkan desain itu pada pratama" ucap egy
"dampak nya apa gy"
"semua klien yang ikut menanam modal di projek ini mundur bu dan berpaling ke pratama karena dinnilai lamban dalam peluncuran produk baru dan penjualan nya sangat bagus" ucap egy dengan lesu
"heum, licik banget sih papa astaghfirullah, jadi ini yang di maksud papa" ucap alexa dalam hatinya
"saya masuk dulu yaa"
"ohh iya bu"
__ADS_1
alexa berjalan perlahan alexa membuka pintu perlahan di lihatnya viandi tengah duduk bersandar sembari memejamkan matanya dan memijat dahinya diantara alisnya ia terlihat sangat stres, wajah itu hanya nampak di kantor anehnya bila kembali ke rumah viandi tak pernah menceritakan apapun pada dirinya, dan selalu tersenyum pada alexa.
"tok..tok.." alexa mengetuk dengan hati hati
"saya bilang jangan ada yang minta apapun dulu!!!" ucap viandi dengan kesal sembari memejamkan matanya, ia tak tahu bahwa itu alexa
"yaudah aku pulang lagi deh" ucap alexa , viandi terkejut ia membuka matanya
"lexa.." ucap viandi sembari tersenyum
"maaf..maaf..sini" ucap viandi ia terlihat sangat senang melihat kedatangan alexa
"heum aku ganggu ya" ucap alexa berjalan perlahan menghampiri viandi
"gak kok..ga ganggu" jawab viandi sembari meraih jemari alexa dan memeluk alexa yang duduk di pangkuan viandi
viandi medekap alexa sembari menarik nafasnya perlahan ia merasa sedikit tenang adanya alexa
"ga mau cerita ada apa kali ajah aku bisa bantu" ucap alexa
"ga ada masalah apapun kok, cuma kesal ajah sama kinerja karyawan di sini" ucap viandi memeluk alexa dan dengan nyaman menyandarkan kepalnya di dada alexa.alexa hanya diam membelai rambut viandi
"oia kamu tumben kesini,hayooo kangen yaa" goda viandi pda alexa
"yeee, gak lah, tadi sekalian lewat ajah mampir kenapa? ga boleh, yaudah kalo ga boleh besok besok aku ga mampir lagi deh langsung pulang" ucap alexa dengan tatapan melirik kesal
"hahaha gemeesssshh ngambeknya" ucap viandi ia memcium gemas pipi alexa
"awalnya pengen curhat soal sherina tadi tapi sepertinya harus gue simpan sendiri, urusan perusahaan mas vi lebih rumit,. tapi, kalo di biarkan papa dan sherina akan terus buat perusahaan ini merosot tajam, dari mulai pencurian design nanti apa lagi, siapa ya orang yang jadi mata mata di perusahaan ini yang di bayar lebih untuk mencuru setiap design yang di buat lebih dulu oleh perusahaan viandi" ucap alexa dalam hatinya ia hanya diam dan mencium lembut rambut viandi, viandi hanya tersenyum melihat perlakuan alexa pada dirinya.
alexa membelai lembut pipi viandi dan mencium lembut bibir viandi, viandi terkejut ia menaikan alis nya tanda rasa terkejut nya ia tak menyangka biasanya ia terlebih dahulu mencium alexa hari ini entah kenapa alexa yang berinisiatif mencium bibir viandi terlebih dahulu
"jangan pernah sembunyikan expresi apapun itu di hadapan aku, aku istri mas vi kan, semuanya bisa mas ceritain ke aku" ucap alexa sembari menatap suaminya itu dalam dalam
__ADS_1
"heumm aku cuma ga mau kamu ikutan pusing lexa aku mau kamu tetap tenang, tetap nyaman" ucap viandi ia memeluk erat alexa.
Alexa memahami anggap saja mereka baru memulai semuanya seperti kedua insan yang baru mulai perpacaran, namun alexa ingin viandi menceritakan segalanya pada dirinya.