CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
???


__ADS_3

Malam harinya mia menemani alexa untuk tidur ia membelai lembut rambut Alexa dan terus membelai punggung alexa hingga ia tertidur setelah alexa tertidur ponsel alexa yang di pegang oleh mia ia matikan total lalu miapun beranjak keluar dari kamar Alexa


"den, den vi sebaiknya istirahat yaa"


"belum ngantuk mbak, mbak tidur sama alexa saja saya di kamar kedua"


"loh kenapa?? , non lexa pasti masih emosi bahkan ga mau di sentuh yaa" ucap mia seraya tersenyum


"heheh iyaa mbak"


mia dan viandi duduk bersama di ruang santai smebari meminum teh jahe buatan mia


"mbak jadi pengasuh Lexa dari usia alexa berapa tahun??"


"heum, satu tahun alexa kurang kasih sayang dari kedua orang tua makanya dia dekat sama mbak, non lexa tipikal orang yang sulit untuk di dekati dulu waktu sekolah banyak pria yang suka tapi non lexa cuek dan galak jutek, jadi cowok cowok disekolah nya takut dan ga ada yang berani mendekati non lexa" Kenang mia saat itu.


"berarti mbak tau dengan siapa saja Lexa berpacaran"


"hahaha non lexa selalu jomblo den, cuma sama den vi Alexa menjalani hubungan"


"ooh begitu, tapi saya nyakitin lexa mbak "


"mbak tahu non lexa cerita tadi sama mbak, den vi, semua orang pasti punya masalalu punya masalah tapi setiap masalah bisa di selesaikan dengan baik kan, dan masalalu bukan untuk dipermasalahkan,. mbak yakin di hati kayliam masing masing masih menyimpan rasa welas asih saling cinta dan menyayangi"


"aku cinta mbak sama LexA aku sayang lexa mbak"


"iyaa mbak tahu, mbak cuma bisa titip lexa bahagiakan lexa semasa hidupnya dia sangat dikucilkan dari seluruh keluarga tak ada yang menyukai alexa karena di cap sebagai anak liar, dan soal sherina mbak tau persis wataknya"


"maksud mbak"


"dia akan melakukan apapun agar ia bisa mendapatkan apa yang dia mau, sebaiknya cepet selesaikan dengan sherina yaa den,"


"iyaa mbak, saya akan secepatnya bertemu sherina ingin menanyakan maksud dan tujuan dia apa, ga mungkin kalo cuma karena saya saja" ucap viandi mia hanya tersenyum

__ADS_1


"yasudah mbak istirahat yaa sudah malam juga" pamit mia ia berjalan menuju kamar


"mbak jangan di situ mbak sama LexA ajah" ucap viandi melarang mia tidur di kamar kedua


"pamali den suami istri ga tidur seranjang, udah den vi temani non lexa yaa, oia dia suka banget kalo di elus punggung nya dia pasti bakal merasa nyaman" ucap mia ia pun masuk ke dalam kamar kedua Dan beristirahat.


viandi berjalan perlahan memasuki kamar alexa dengan hati hati ia merebahkan tubuhnya di samping alexa ia belai lembut rambut alex dan mencium kening alexa dengan lembut, alexa menggeliat ia merasa tak nyaman


"usshh..ushh..." ucap viandi sembari memeluk dan mengelus punggung alexa dan Alexa pun tertidur kembali,


"galak, tapi manja ternyata, maafkan aku Lexa aku janji gakan pernh terulang kembali hal seperti ini" ucap viandi ia memeluk alexa dengan lembut dan keduanyapun tertidur lelap malam itu.


hujan rintik-rintik terdengar seperti alunan irama di pagi hari alexa melirik jam di dinding kamar masih pukul 05.45 pagi


"heumm, mbak, lexa mau nasi goreng kampung ikan teri buatan Mbak dong" ucsp alexa sembari menarik selimutnya


"hhhoooammmmz, yaa nanti aku bilang mbak suruh bikinin yaa" ucao viandi dengan suara masih mengantuk


"haaah...mas vi" alexa terkejut ia membalikkan tubuhnya ia terkejut mengapa viandi tidur bersebelahan dengan dirinya


"tolong lupakan semua dan kita mulai dari awal oliss"


"selesaikan dulu urusan mas sama dia itu ajah" ucap alexa ia hendak bangun dari tempat tidurnya dengan cepat viandi menarik lengan alexa hingga ia terjatuh di pelukan vindi


"mass lepas aah..."


"ga akan, pokonya aku ga akan biarkan kamu pergi walau cuma beberapa centimeter sajah" ucao vaindi sembari memeluk alex semakin alex berontak semakin erat viandi mendekap alexa.


alexa hanya bisa pasrah padahal dihatinya masih menyimpan rasa kesal dan marah pada viandi Alexa hanya diam terdengar nafas viandi yang tertidur kembali ia memeluk alexa tubuhnya hangat ketika ia memeluk tubuh alexa.


"gue harus ketemu sherina" ucap alexa dlaam hatinya.


keesokan harinya viandi telah bersiap dengan stelan jas menuju kantor ia teepaksa harus menuju jalan lain untuk keluar dari apartemen karena masih banyak awak media yang ingin mencari kebenaran berita itu

__ADS_1


"heran, masih banyak loh berita ,politik atau kriminal kenapa pada kepo sama rumah tangga gue sih" gerutu viandi dalam hatinya


pagi itu viandi dijemput oleh supir pribadi kantornya setelah kepergian viandi Alexa bersama Mia menghabiskan waktu bersama memasak bercerita dan dengan adanya Mia di kediaman viandi membuat Alexa sedikit merasa nyaman dan mempunyai teman


"Mbak kita ke rumah papa yuk aku mau temuin Sherina"


"non yakin"


"yakin Mbak ini harus segera diselesaikan dan aku juga harus tahu bagaimanapun hasilnya nanti aku harus terima"


"maksud non apa,apa non ngasih keputusan sama Den vi untuk memilih antara non Sherina?"


"iya karena aku yakin Mas Vi bisa melakukan itu dengan Sherina pasti atas dasar mau kok Mbak dan memang seharusnya aku yang nggak ada di antara mereka itu aja"


"non lexa mbak yakin Den vi dahulu memilih non Alexa untuk menikah dengan dia pasti ada sesuatu tidak mungkin den vi serta merta begitu saja memilih, mbak yakin den vi juga ada perasaan sama non lexa, saran Mbak yang lalu biarlah berlalu untuk saat ini dan kedepannya pertahankan den vi itu aja den vi baik non dia sayang sama nona Alexa"


mendengar ucapan Mia Alexa hanya diam tidak mengatakan apapun.


alexa meraih ponselnya lalu ia berkirim pesan pada sherina


📱


Alexa


"ayo kita ketemuan"


Sherina


"okee ayoo, biar kamu tahu siapa yang viandi pilih aku atau kamu"


ALEXA


" ga usah banyak bacot sher.. gue muak!!"

__ADS_1


alexa mengirim pesan pada sherina ia ingin segera menyelesaikan kan semuanya apapun hasil yang akan alexa terima ia harus siap walaupun menyakitkan.


__ADS_2