CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
DIA BUKAN AYAHKU 2


__ADS_3

Malam harinya alexa menghampiri kamar seruni karena sejak kejadian sore itu ia tak keluar dari kamar nya


"Ma..?" Tanya alexa ia menghampiri seruni yang tengah berbaring


"Ehh, ada apa lexa, kamu udah makan?" Tanya seruni seraya bangun dari tidurnya


"Apa yang di rasa ma, perut mama masih sakit??"


"Gak kok, gak sakit"


"Heum lagi lagi mama bohong"


"Heii anak mama yang sok jagoan kok malah ga percaya gitu sih, oia sherina kemana kok mama hari ini ga lihat dia"


"Heum ga tau"


"Alexa mama tau kamu benci kaka kamu tapi bagaimanapun ia tetap kakak kandung kamu lexa"


"Heum, iyaa lexa tahu tapi kenapa sih dia seolah menutup mata sama keadaan mama sama papa"


"Udah udah gak apa-apa,kamu mau nemenin mama tidur?" ucap seruni


"Beneran nih lexa boleh tidur sama mama biasanya kan...??"


"Mama minta maaf,mama salah ga pernah merhatiin kamu sama kaka kamu mulai sekarang mama mau lebih dekat dengan anak anak mama, walaupun mama sama pap bercerai mama mau bawa kalian" ucap seruni dengan mata berkaca-kaca


",Apa cerai..??" Tiba-tiba Sherina masuk ke dalam kamar seruni,. Alexa hanya menatap malas pada sherina


"Maa ini bohong kan" tanya sherina


"Cih, bohong?, kemana ajah lo" ketus Alexa


"Alexa", ucap seruni seraya menyuruhnya diam


"Maa, bilang semua ini bohong"


"Iys sher papa jatuhin talak sama mama dan papa akan urus perceraian kita,maafin mama ya sher,"


"Apa ga bisa di selesaikan dengan baik baik ma?" Tanya Sherina


"Udah toxic ngapain di selesain baik baik ada ada ajah Lo makanya kalo ortu lagi ribut jangan pura pura ga tau" ketus alexa pada sherina


Ia bangun dari duduknya


"Kamu mu kemana??" Tanya seruni


"Mau ke dapur dulu ma, males di sini muak ada anak kesayangan nya tuan tama" ucap alexa


"Lexa... Gu ini kaka lo, sopan dikit bisa gak sih!!" Ucap sherina dengan nada tinggi.


"Jangan teriak berisik, kuping gue sakit" ucap alexa dengan santai nya ia pun meninggalkan kamar seruni dan bergegas menuju dapur.


Malam itu alexa menemani seruni, di lihat wajah ibu yang sudah melahirkannya


"Ma, lexa bakal jagain mama, lexa lebih takut kehilangan mama dari pada dia yang di sebut papa " ucap alexa dalam hatinya,


Keesokan harinya alexa bersama ketiga sahabat nya sedang berada di salah satu mall tiba tiba, alexa berjalan cepat.


"Ehh lexa mau kemane loo" ucap jono


"Gaesss lexaa..lexaaa" jono berteriak memanggil bayu dan marwan yang berjalan lebih dulu

__ADS_1


Bayu dan marwan menoleh ia melihat lexa berlari menjauhi mereka dan dengan cepat mereka ikut mengejar alexa


"Buuuaaagghht..."alexa meninju wajah seorang wanita cantik hingga tersungkur


Semua menjadi ramai semua mata tertuju pada alexa pria paruh baya di sampingnya segera memeluk alexa


"Mampus lo pelakor, brengsekkk!!!! Gara gara lo nyokap gue ampir mati!!!!" Ucap alexa berteriak ia mencoba lepas dari pelukan tama,tama kesulitan menangani Alexa


Alexa berhasil lepas ia menjambak dan menampar berkali kali wajah wanita muda yang menjadi perusak rumah tangga orang tuanya itu


"Aaaw..mass... Tolong aaaaah" wanita itu terus meminta tolong


"Lexaa..lexaaa udah lex" bayu dan jono mencoba mehentikan alexa


"LEXA...!! BERHENTI " tama menarik tubuh alexa sembari berteriak pada Alexa


"Dia kan.. pelacur nya???" Ucap alexa menunjuk wanita itu


Tama menarik nafasnya dalam dalam


"Waah wanita itu pelakor gilaa yaa seumuran sama anaknya tuh"


"Haah, zaman makin edan, yang tua nyari yang masih bocah, ga kasian apa ama anak istri"


"Itu yang ngamuk anaknya??, Itu yg di tonjok pelakor ya dan itu bapaknya??"


"Waahh si neng kepergok sama jalan sama oom oom yaa "


Semua pengunjung mencibirnya wanita itu yang masih terduduk menahan sakit


"Ikut papa pulang bikin malu ajah kamu!!" Tama mencengkeram lengan alexa dan membawanya pergi meninggal wanita itu sendiri.


"Masuk!!" Tama mendorong tubuh alexa untuk masuk ke dalam mobil


"Hahahah, gue kampungan, terus elo apa sama si pelacur itu?"


Alex dan tama saling adu mulut di dalam kendaraan


Sesampainya di rumah alexa di tarik dan di dorong di hadapam seruni


"Pa....!!"


"Anak ga tau diri bikin malu" tama menampar habis habisan wajah alexa semua art mencoba membantu menghentikan namun tama terlihat sangat emosi


Ia tak perduli alexa anak kandungnya ia tetap menampar alexa


"Hheeiikkk" nafas alexa tercekat


"Paaaa stoppp" seruni mencoba melepaskan cengkraman tanganya di leher alexa


"Mending gue matiin ajah anak liar kayak gini"


"Paaa" seruni berteriak ia memukul dan menampar tama,membuat tama tersadar ia melapaskan cekikan di leher Alexa


"Uhuukk uhuukkkk" alexa terbatuk batuk


"Ya Allah non" mia mencoba membangun kan alexa


"Lihat mbak dia udah gila,di rela mau bunuh anak istri nya demi perempuan jalan yang aku tonjok di mall tadi,lucu yaa,ma, biarin ajah dia matiin lexa,biar dia puas" ucap alexa dengan tatapan memburu dan nafas yang tersengal-sengal


"Masih nantangin kamu yaa!!" Ucap tama,ia kembali ingin menampar alexa

__ADS_1


"Mas..plis.... Udah kamu gila yaa, tega kamu mas, kamu mau bunuh anak kamu sendiri"


"Mulai hari ini kamu bawa anak liar kamu itu pergi dari sini," ucap tama pada seruni


"Maas..! Kamu usir aku sama anak kamu??" Ucap seruni dengan suara bergetar


"Ma . Udah biarin, dia mau bawa gadun nya di sini kita pergi ajah" ucap alexa


Tama menatap sinis pada alexa lalu pergi meninggalkan kediaman nya dengan cepat.


Ponsel tama berdering dengan cepat tama menjawab telepon itu


📲


"Halo mas"


"Iyaa sayang"


"Sakiit banget mas, mata aku bengkak pipi aku juga bagaimana ini, aku baru perawatan kemarin, aku gak mau tau yaa si anak sial itu harus di kasih pelajaran pokoknya ini sakit banget mas...huuhu....huu...huuu"


"Iyaa sayang sabar yaa mas Sekarang ke apartemen kamu yaa obatin lukanya juga yaa"


"Jangan lama lama yaa ini sakit banget"


"Iyaa iyaa"


Tama menutup teleponnya bergegas ke menuju apartemen wanita muda itu


Sementara itu alexa masih terduduk seruni menghampiri dan memeluk alexa mereka menangis bersama


"Maafin mama lexa,tapi seharusnya kamu ga usah begitu nak"


"Darah lex mendidih mah lihat cewek itu,"


"Kamu apain dia samp papa marah besar"


"Lexa tonjok,tampar jambak"


" Astaghfirullah lexa,mama ga pernah ajari kamu brutal sama orang nak, biarin jangan seperti itu"


"Tapi lexa ga terima ma,mama di injak di pukul papa sedangkan dia enak enakan belanja ini itu"


Seruni menangis mendengar ucapan alexa begitu pula dengan beberpaa art yang mendengar mereka saling berpandangan dan ikut menangis


Sherina hanya diam melihat kejadian di lantai bawah ia tak menghampiri seruni dan alexa ia hanya diam dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Ma, papa usir kita kan"


"Iyaa tapi kita tetap bertahan disini yaa"


"Maaa!" Ucap alexa ia tak percaya akan ucaoan seruni


"Ma plis ma.. kita keluar ajah dari sini"


Seruni hanya diam, ia hanya menangis mendengar ucapan alexa


"Kita ngontrak juga gak apa-apa mah" ucap alexa


"Beri mama waktu yaa alexa maam juga harus bicara pada sherina"


Alex hanya diam tak menjawab,ia bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan seruni sendiri

__ADS_1


"Akan lebih baik kalo kita pergi dari sini ma, lexa ga perduli mau gimana di luar sana"


Ucap alexa seraya berlalu pergi ia sudah muak dengan keadaan di rumah nya sendiri.


__ADS_2