
keesokan harinya Alexa bersiap ia sudah mendapatkan tempat untuk bertemu dengan viandi saat itu Alexa memakai jeans hitam dan mengenakan kemeja berwarna biru rambutnya ya biarkan tergerai dan ia memakai sepatu kets berwarna putih dengan tas selempang kecil ya pun melangkahkan kakinya untuk menemui viandi di salah satu cafe Dan resto yang terkenal sangat mewah
"duh kenapa di resto itu sih, di situ kan mahal-mahal ngajakinnya di situ lagi tuh orang gila kali"ucap Alexa menggerutu saat itu Alexa mengendarai motornya sendirian ke cafe Dan resto yang sudah ditunjuk oleh viandi
dari jauh ia melihat viandi tengah duduk sendirian menikmati kopi panasnya
"sorry lama"ketus Alexa
"nggak papa silakan duduk"ucap viandi yang saat itu berpakaian casual hanya menggunakan jeans hitam dan kaos over size warna putih
Mereka pun larut dalam obrolan yang serius.
sepulang dari resto Alexa melangkahkan kakinya dengan gontai meninggalkan resto di kejauhan viandi menatap lembut alex
"ck,alexa..." ucap viandi dengan senyum ketirnya
sesampainya di rumah ia terkejut akan kedatang tama dan sherina
seolah kedatangan mereka ingin menanyakan keputusan alexa
"gue terima viandi" ucap alexa dengan ketus
"makasih lexa maksih" ucap tama dengan senang
"tapi ada syaratnya.!!"
"apa itu papa bisa kabulkan apapun yang lexa mau" ucap tama seruni hanya diam menarik nafasnya dalam dalam
"jangan pernah rujuk sama mama itu ajah,cukup gue yang menderita atas kebusukan lo ini" ucap alexa menunjuk wajah tama dan meninggalkan keluarganya di ruamg tamu
sherina diam ia terkejut mengapa alexa bisa menerima tawaran ini, tama pun terkejut maksud hati ia ingin kembali pada seruni namun ternyata tak bisa
"mas maaf akupun berfikir yang sama mas jangan sekali kali berfikir ingin rujuk dengan saya karena hal anak saya sudah cukup bahagia dengan keadaan saya Sekarang"
"saya sudah melepas mayang,runi!" ucap tama
"saya tau, saya yakin mas akan dapatkan yang lebih baik dari mayang tapi bukan saya"
"tapi..."
"pa,udahlah yang penting kita berhutang budi sama alexa dia sudah menyelamatkan perusahaan papa dan banyak karyawan" ucap sherina
"baiklah, makasih runi"
"mas baik baik yaa, mungkin hanya sampai sini alexa bisa bantu mas setelah nya tolong jangan bebani alexa lagi saya mohon mas" ucap seruni dengan suara tergetar.
__ADS_1
tama dan sherina hanya diam mereka merasa malu.
segala persiapan pernikahan sudah mantap dan dilakukan secara terencana oleh viandi dan keluarga nya pesta mewah di gelar dengan nuansa alam alexa tak ikut andil dalam persiapan itu semua sudah di atur oleh viandi
malam harinya viandi tengah tertidur lelap tiba tiba seseorang masuk ke dalam kamar viandi
"viii ..." ucap wanita itu
"heeii jasmine kapan datang" ucap viandi ia bagun dRo tidurnya
"kangeeenn" jasmine memeluk viandi mereka berteman sejak masih duduk di sekolah dasar
"ehh kok hari ini di rumah lo rame sih ada apaan"
"looh emang lo ga tau?"
"emang kenapa?" tanya jasmine
"jangan becanda deh, lo tau kan tapi pura pura ga tau" ucap viandi seraya mencubit pipi jasmine
"aahh sakiit tau, gue beneran ga tau"
"gue meried besok datang yaa"
"aahh bohong ini pasti prank"
"ga, serius, gue ga kirim undangan buat lo sama tante karena kalian masih di luar negeri gue juga ga tau kalo lo.mau balik sekarang" ucap viandi
"ooh, begitu,heumm yaudahh selamat yaa gue balik yaa" ucap jasmine wajahnya berubah menjadi murung
"ehh kok tumben biasanya lama di kamar gue"
"ehh kayaknya ga bisa gitu lagi deh kan lo mau meried ga enak, udah yaa gue balik beesok pagi gue datang lagi" pamit jasmine ia segera pergi dengan tergesa-gesa
di dalam mobilnya ia mencoba menenangkan dirinya sendiri
"selam ini perasaan gue sama vi sia sia ternyata hanya gue yang punya rasa suka smaa dia" ucap jasmine.
dia bernama ALVIANDI ESA PUTRA WIJAYA anak pertama Abraham wijaya dan Alia Maharani ia memiliki tinggi 179 cm dengan kulit putih
ia memiliki karakter cuek, dan sedikit dingin namun terkadang jahil.
hari pernikahan pun tiba alexa hanya bisa diam tatkala dirinya di make up oleh orang pilihan yang sudah profesional di bidangnya
__ADS_1
"mbak, beruntung banget loh nikah sama mas vi, udah ganteng, putih, kaya raya duuh idaman deh" ucap MUA itu pada alexa,alexa hanya diam tersenyum ketir
"alexAa" tiba tiba jono masuk ke dalam ruang make up
"jonooo.." alex antusias dengan kedatangan jono
"lexaaa kok ngedadak gini" ucap jono
"iyaa jon, maaf yaa nanti gue cerita ya, makasih yaa udah datang"
"lo baik baik ajah kan" ucap jono saat ia melihat bulir air mata alexa mulai terjatuh
alex mengangguk perlahan hatinya terasa pedih, akan pernikahan yang tak ia inginkan
"maaf bayu sama marwan ga bisa datang soalnya acaranya nge dadak banget"
"ya gak ada apa-apa jon, lu datang ajah hari ini gue udah seneng banget" ucap alex menggenggam tangan sahabatnya itu.
tiba tiba seseorang masuk ke dalam ruang make up ternyata tama menghampiri alexa ia menyeka air matanya, melihat alexa mengenakan baju pengantin namun alex hanya diam tak ada rasa terharu sedikitpun.
"lexa" ucap tama ia bersimpuh di hadapan alexa menggenggam erat kedua tangan alexa
"papa tahu papa salah, papa minta maaf lexa, bagaimanapun,papa merasa sudah melukai kamu" ucap tama namun alexa hanya menatap dingin pada tama
"lexa harap ini terakhir kalinya papa libatkan lexa dalam masalah papa, tolong jangan pernah datang lagi ke rumah, setelah acara ini selesai silahkan papa pergi dan cari kebahagiaan sendiri,tugas lexa sampai di sini saja,"ucap Alexa
tama hanya mengangguk perlahan menangis menciumi tangan alexa,dada alexa terasa sesak ia ingin menangisi takdirnya namun air matanya tak bisa keluar dari kedua matanya.
acara akad nikahpun dan pesta resepsi berjalan khidmat dan lancar banyak kolega Abraham dan tama tak menyangka mereka akan berbesan, semua tamu mengucapkan selamat pada alexa dan viandi, sherina hanya diam memandangi alexa dan viandi sembari tersenyum ketir melihat mereka berdua bersanding
alex hanya diam tak ada senyum di bibir indahnya,viandi sedari tadi memandangi wajah alexa hanya tersenyum simpul
"senyum dong, masa hari bahagia ga senyum, ayolah" ucap viandi dengan berbisik
"apa dalam keadaan kayak gini gue bisa senyum" ucap alexa
"jutek amat, lupaa yaa sama obrolan kita kemarin lusa"
"hhhhaaaaaeehh, okee viandi suami ter..ciiin..ta..." ucap alexa dengan senyum di paksakan
"gitu dong kan cantik," ucap viandi menimpali
"gilaa kali bisa bisanya dia tenang kek begitu".
di kejauhan ada sepasang mata sembab menatap viandi dan alexa, ia menahan hancurnya hati ia pun tak berani untuk mendekati viandi dan alexa
__ADS_1