CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
KEPERGIAN VIANDI


__ADS_3

sepulang dari acara pernikahan itu alexa hanya diam dan Viandi pun tak berani bertanya tentang apa yang terjadi.


"heumm mas, sepertinya mas salah langkah atau salah pilih"


"maksd kamu??"


"heum, mas pilih aku untuk jaminan pelunasan hutang hutang papa,sedangkan aku tak menguntungkan untuk perusahaan kamu, bahkan kamu juga sering ngomkng begitu"


"maksud kamu apa lexa"


"kita bercerai saja mas" ucap alexa viandi terkejut i mengehentikan laju kendaraannya


"cerai?, kamu aku aniaya?, aku bikin kamu stress, aku kurung kamu di kandang ,aku pasung?" tanya viandi namun hanya di jawab gelengan kepala oleh alexa


"terus, Pratama tadi ngomong apa" tanya viandi dengan kesal


"gak papa ga ngomong apa apa kok"


"Alexa dari awal aku yang milih kamu sebagai jaminan itu aku yang memberikan syarat itu sama dia dan itu bisa dirubah"


"aku sering kan ngomong gini sama mas, kenapa Mas suka milih Sherina aja setelah aku pikir-pikir omongan papa itu benar Sherina dan kamu pasti akan lebih menguntungkan kedua perusahaan ya kan"


"udah udah udah udah kalau bicarain dia lagi aku nggak mau udah nggak usah dilanjut obrolan kayak gini"


"kenapa sih Mas aku ngomong kayak gini karena menurut aku tuh emang bener"


"IYAA MENURUT KAMU BENAR TAPI APA BENAR MENURUT AKU!!!"suara viandi meninggi ia mulai kesal dan emosi menjawab ucapan alexa, Alexa langsung terdiam ia tak lagi banyak bicara.


sesampainya di rumah alexa segera membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian untuk tidur, ia merebahkan tubuhnya ia mendengar suara gemericik air dari kamar kedua ternyata malam itu viandi pun sedang mandi sebelum tidur


"heum, semuanya bikin gue bingung, ucapan papa, ucapan mas vi, gue juga ga tau atas dasar apa dia lebih meilih gue ,dari pda sherina, tapi kok gue ngerasa ada yang aneh kenapa setiap dengar nama sherina atau ketemu sherina dia bisa langsung emosi dan lampiasin semuanya me gue" ucap alexa dalam hatinya


Keesokan hariny alexa bangun untuk mempersiapkan sarapan pagi namun iamelihat secarik kertas yang ada di meja mkan


..."aku pergi dulu untuk beberapa hari, ada urusan yang penting di luar kota"...


alexa membaca pesan itu lalu membuangnya


"heuuh, dia pergi tapi ga pamit, dan gue juga ga urus keperluannya,but... yeeaaay... im happy... bebass.bebassss bebaaaaasssss" teriak alexa ia menari kegirangan karena ia merasa bebas tanpa beban denagn kepergian viandi bertugas keluar kota


hari pun berganti alexa masih menikmati kebebasan nya tanpa viandi bahkan viandi pun tak menelepon atau menanyakan kabar alexa


sepulang dari kampus alexa melihqt kalenderbyag terdapat di meja kamar alexa ia menghitung sejak kepergian viandi


"udah mau sebulan loh, dia pergi gitu ajah, gaka da kabar, ga da tlp atau sms,. heumm, apa dia setuju maslah cerai dan dia udah nyadar kalo pilihannya itu salah makanya dia pergi, ehh tapi dia bukan kayak bgtu deh jalan fikiran nya,,,aargggh hga tau ah, besok mnding ke rumah mama darnpda di sini lama lama jenih juga sendirian." ucap alexa ia merasa sedikit kesepian biasnaya selalu ada viandi tapi hampir satu bulan viandi tak juga pulang


tepat satu bulan Viandi tak kunjung kembali setiap pulang dari kampus alexa tak lantas pulang ia selalu mampir ke tempat mana pun yang alexa suka ia cukup menikmati saat saat tak ada viandi

__ADS_1


"joonooo" ucap alexa sembari berlari kecil menghampiri jono yang tengah sibuk menghitung uang receh hasilnya memarkir di salah satu ruko di dekat kediaman jono


"weeeh lexa, lo kagak bosen napa kemari mulu"


"hahah kagak, kapan lagi jon, nanti di saat suami gue udah balik gue belom tentu bisa ketemu temen temen, mama gue heeeuuhhhhmm" ucap alexa seraya menarik nafasnya dalam-dalam


"yaudah dah,. serah lu ajah, emangnya laki lu belom balik lex"


"belom"


"bujug dah.. mau mpe kapan itu diluar kota"


"kagak tau, udah sebulan ehh mau ke dua bulan sih"


"kagak ada telepon" tanya jono, alexa hanya menggelengkan kepalanya


"di cinta kagak sih sama lu"


"hahahahah jonoo...jono " tawa alexa sembaru memukul bahu jono


"pertanyaan lu mah bikin gue ketawa, mana ada sih orang yang tibatiba datang ngelamar, kenal ga, penah ketemuan atau jalan bareng juga enggak masa iyaa ada cinta jono,"


"iyaa sih, nah elu nya"


"gue, mah biasa ajah di rumah itu sesak, dia kadang kayak bunglo,kadang baik, kadang cuek kadang keras kadang lembut, kadang kadang gila hahhaha"


"jonooo gue laper, beliin mie ayam dong"


"waduh waduh nyonya besar, kagak salah nih, lu yg orang kaya minta di beliin ke kaum misqueen kayak gue hahahah"


"hahaha gue pengen makan mie ayam yag itu" alexa menunjuk ke arah gerobak mia ayam yang berjualan di ujung jalan


"lu masih mau makan di emperan gitu"


"mau lah, ayooo makann, gue yang bayarin lo mau beliin buat orang se kampung juga gue bayarin" ucap alexa sembaru tertawa


"beuuhh anjiirr sombboong aamaaatt" ucap jono alexa dan jono tertawa bersama


saat ini hanya jono sahabat alexa yang terdekat hampir semua Masalah alexa jono pun tahu.


sepulang dari tempat jono, alex melangkah kan kakinya menuju tempat tinggalnya ia terkejut ada seorang pria tinggi bertubuh atletis dengan rambut cepak pendek berkulit hitam manis berdiri di pintu kediam alexa


"maaf cari siapa ya" tanya alexa pada pria itu


"ahh ibu alexa maaf saya datang tiba tiba" ucap pria itu Alexa hanya mengernyitkan dahinya


"kamu siapa?"

__ADS_1


"perkenalkan bu, saya Egy sekretaris bapak viandi" ucap dirinya


"haaahh ga salah, kok sekretaris cowok sih,biasanya cewek apa jangan jangan laki gue ga doyan cewek malah.ke...,ahh lexa mikir apaan dah" ucap alexa dalam hatinya ia menepis fikiran negatif nya


"kamu sekretaris nya?? " tanta alexa dengan heran


"iya bu, pak viandi tidak mau sekretaris nya perempuan karena ia ingin sekretaris yang stanby" ucap Egy seraya tersenyum


"oohh begitu, ada perlu apa ya?"


tiba tiba datang beberpa orang kurir membawa box besar


"kami bawa persediaan makanana untuk ibu alexa selama pak viandi pergi kami akan mengisi penuh isi lemari es dan segala kebutuhan rumah yang lain"ucap Egy


"ehhh eehhh . tunggu aku bisa beli kok ga usah" ucap alexa dengan panik


"maaf bu tapi ini perintah pak viandi, silahkan di buka pintu nya bu" pinta egy dengan sopan


"apaan apaan sih tuh orang dia mikir gue takut kelaparan kali yaa kalo kayak gini seolah gue hewan peliharaan dalam kandang yang ditinggal tuannya pergi mudik dan di tinggalin pakan yang banyak" gerutu alexa ia pun menuruti perkataan Egy


lalu dengan cepat semua kurir mengisi bahan makan. ke dalam lemari es semua nya sangat lengkap dan masih segar segala kebutuhan rumah tangga pun tak luput dari perhatian mereka semua sudah terisi kembali


"sudah selesai bu alexa, bila ada sesuatu tolong hubungi saya" ucap Egy seraya menyodorkan kartu namanya


"ooh okee, tapi sampai kapan mas vi ke luar kota?" tanya alexa


Egy terdiam ia mengernyitkan keningnya ia merasa heran


"ke luar kota?"


"iyaa mas vi pamitnya mau ke luar kota!"


"maaf bu alexa, tapi bapak tidak keluar kota beliau berada di luar negeri saat ini lebih tepatnya di Melbourne Australia bu" ucap Egy


"aa..apaaa... Melbourne? berpa lama dia di sana"


"maaf kami belum tahu ibu bisa menanyakan langsng pada pak vi, tapi untuk saat ini di snaa masih malam bu mungkin bapak sedang istirahat"


"heumm pantesa jah mungkin perbedaan waktu yang bikin dia ga bisa kasih kabar dan ga mau waktu gue keganggu" bisik hati alexA


"oohh gak apa-apa makasih mas Egy"


"iyaa sama sama bu, semua keperluan obat obatan juga sudah kami siapkan yaa bu, pak viandi sangat khawatir meninggalkan ibu terlalu lama" ucap egy dengan senyum tulusnya, alex tak menjawab ia hanya tersenyum


Setelan kepergian Egy alexa hany diam sembaru merebahkan tubuhnya


"ke luar negeri?,. Pasti masih lama pulangnya, rasanya campur aduk antara sedih, sepi seneng bahagia aaha ga tau deh apa gue telepon mami yaa ahh gue ga sedekt itu sama orang tua mas vi" ucap alexa

__ADS_1


ia terus bertanya-tanya mengapa viandi berbohong ia bilang keluar kota beberapa hari ternyata pergi keluar negeri dan entah kapan akan kembali.


__ADS_2