
Pukul 08.00 Alexa memasak sarapan untuk dirinya ia biarkan rambutnya tergerai tanpa ia ikat viandi datang setelah berpakaian rapih mengenakan kemeja biru dan rambut yang tertata rapi
"sarapan apa hari ini" ucap viandi sembari melihat menu sarapan yang telah siap di meja makan pagi itu viandi berpenampilan berbeda,ia terlihat lebih dewasa dan tampan
"sup, dan iga bakar" ucap alexa sembari menyuguhkan satu mangkuk sup panas"
Alexa duduk di hadapan viandi ia terus tertunduk dengan rambutnya yang bergelombang berwarna coklat kemerahan menutupi sebagian wajahnya
"masakan kamu makin enak" ucap viandi
"hemm" Alexa hanya menjawab sekedarnya
"aku dengar ketika aku pergi kamu bantu papi ya buat cancel segala urusan kantor dan meeting dengan beberapa klien,makasih yaa" ucap viandi sembari tersenyum manis pada Alexa tatapan yang menakutkan semalam itu kini sudah tak nampak.
"iyaa sama sama aku hanya mengikuti keingina papi dan bantu papi sekedarnya saja, karena saat itu ada klien yang sangat sulit diajak bernegosiasi" ucap Alexa sembari menikmati sarapan paginya
"heumm Alexa, soal tadi malam, aku minta maaf,aku gak ada maksud untuk kasar dan aku cuma tanya, heummm,apa kamu sedang datang bulan???" tanya viandi dengan hati hati, alexa hanya diam mengunyah makanannya
"apa jangan-jangan yang semalam itu pertama kali??" ucap viandi dengan hati-hati
"iyaa" ucap alexa dengan singkat
"uhuukkk uhukk..." viandi tersedak mendengar ucapan alexa ia tak menyangka ia fikir gadis liar seperti alexa sudah terbiasa atau peenah melakuka itu dengan kekasihnya sebelum menikahi viandi
"maaf,aku tau aku menyalahi kontrak tapi aku emosi melihat kamu diantar sama lelaki lain"
"jono...namanya jono, sahabat aku" ucap Alexa dengan dingin.
Alexa beranjak dari duduknya dan menyudahi sarapan paginya alexa lalu berjalan menuju kamar tidurnya
"tunggu .." ucap viandi mencekal lengan alexa
Alexa hanya menatap viandi dengana mata yang mulai sembab,
"mas tau, kenapa aku selalu menolak, bukan aku ga mau mas aku tau kita sidah menikah, aku tau kewajiban aku urus keperluan kamu, aku harus beri kamu kebutuhan biologis karena bila menolak aku dapat dosa aku tau itu,. tapi apa aku ga boleh tunggu sampai hati dan perasaan aku siap sampai ada perasaan itu sama mas sedikit saja," ucap alexa dengan mata berkaca-kaca
"iya aku minta maaf"
"aku memang liar mas, tapi aku bisa jaga diri aku sendiri" ucap Alexa sembari berlinang air mata lalu berlalu pergi viandi hanya diam melihat alexa yang menetes kan air mata pagi itu
diperjalanan viandi dan alexa hanya diam ia memakai sweater yang tertutup, berkali kali viandi melirik pada alex
"apa dia sakit??" ucap viandi, sesampainya di kampus alexa segera turun dari kendaraan
"mas ga usah jemput aku bisa naek ojol"
"gak, nanti biar supir yang jemput" ucap viandi sembari menatap wajah Alexa namun Alexa hanya membuang pandangannya ia yakin Viandi akan mengaturnya kembali seperti beberapa bulan yang lalu.
Alexa berjalan dengan gontai tiba-tiba
"lexaaaa" suara pria datang memeluk Alexa
"bayuuu..." ucap Alexa dengan antusias nya ia bahagia melihat kedatangan Bayu
"lexaa gue kangen banget" ucap Bayu memeluk Alexa
"ihh kok lu ga kabarin gue kalo balik"
"hahah cuma dua bulan kok, kan kak Bianca mau nikah" ucap Bayu
"ohh ya, kok gue ga di undang"
"belom sebar undangan kok"
"iihh yaudah jangan lupa yaa undang gue"
"iyaaa iyaa sama suami lu ya Lexa" ucap Bayu namun Alexa langsng terdiam ia tak lagi tersenyum
"wooy kenapa, ada maslaah"
"eehh enggak kok,"
"yaudah lo masuk deh, tar sore kita hangout bareng yaa oia ada Marwan juga dia datang dari surabaya 3 hari yang lalu" ucap Bayu ia yakin alexa akan sennag bila kita berkumpul
"wwaaaahhh yang bener, yaudah tar sore jemput gue yak" pinta alexa
__ADS_1
"okee,yaudah gue balik ya" ucap bayu berpamitan pada alexa
pukul 3 sore ponsel alexa berdering berkali-kali Alexa melihat nama viandi di ponsel nya namun alexa tetap mengabaikan panggilan dari viandi.
📱
viandi
"lexa kamu di mana sih pak heri sudah nunggu kamu dari jam 2 siang loh di kampus kamu di mana??"
viandi mengirimkan pesan pada alexa namun pesan itu hanya di baca oleh alexa
ia sore itu tengah berkumpul bersama shaabat sahabat nya yaitu,jono, bayu dan marwan mereka saling melepas rindu.
pukul 8 malam kembali Alexa menerima panggilan dari viandi
namun kali ini alexa menerima panggilan dari viandi
📲
"halo"
"kamu di mana!?"
"udah di jalan kok mau arah pulang"
viandi langsung menutup teleponnya ia terdengar sangat kesal
"haaah, terserah dia mau lakuin apapun malam ini mau marah mau nampar atau atau mau bunuh juga ge ga peduli" ucap Alexa dalam hatinya
"siapa lex, suami lu" ucap Bayu ia mengantarkan Alexa pulang malam itu.
"heum iyaa,"
"lo ga pamit ya, jangan gitu lex, mau gimana juga lu harus pamit sama suami lu" ucap Bayu memeberikan nasihat pada Alexa
"hee iya"
"di apartemen ini lu tinggal?" ucap Bayu
"iyaa"
"heum, next time ajah yaa"
"loh kenapa sih" ucap Bayu terheran heran
"gak apa-apa kok" ucap alexa seraya tersenyum tertahan
"yaudah seenggaknya gue anter sampe lo naik lift dan mastiin lo aman sampe depan rumah soalnya lo di lantai paling atas" ucap Bayu seraya tersenyum
"yaudah" ucap Alexa ia terlihat murung sebenarnya ia khawatir akan sikap viandi namun alexa tak bisa menolak keinginan bayu karena ia tahu karakter bayu ia sangat sopan dan baik.
Bayu keluar dari kendaraannya diikut Alexa tiba tiba
"BBOOUUGGHHT..." Viandi memukul wajah Bayu hingga bayu terjatuh bibirnya terluka
"MAS...APA APAN SIH MAIN PUKUL!!" Alexa berteriak ia terkejut bukan main melihat sahabatnya di pukul tiba tiba oleh Viandi
"LU BELAIN DIA, OOH PANTES GA MAU PULANG, GAK MAU DI JEMPUT LO HABIS JALAN SAMA DIA YAA" teriak Viandi pada Alexa namun Alexa hanya diam ia mencoba membangunkan bayu yang terjatuh sembari memegang bibirnya bayu tersenyum
"lu salah faham bro" ucap bayu ia tak emosi menghadapi viandi
"salah faham,ck, mau ngelak yaa!!" ucap viandi dengan dinginnya
" dia bayu sahabat aku, sama seperti jono" ucap Alexa sembari menatap sinis pada Viandi
"ayo yu, gue obatin dulu luka di bibir lo" ajak alexa ia terus memegangi bayu
"ga usah, gue balik ajah lexa, biar gue obatin di rumah ajah lagian ada suami lo kok yang jemput ke bawah, seengaknya lo aman di lift" ucap bayu seraya tersenyum
"tapi yu,"
"udah gak apa, oh iya senang berkenalan sama lu, gue penasaran siapa sih cowok yg berani nikahin Alexa, tapi saran gue jangan terlalu keras sama alexa" ucap bayu seraya tersenyum
ia berjalan menghampiri viandi
"gua tau,memar di pipi alexa itu akibat perbuatan elo kan, gue tau tapi gue ga nanya sama dia, kalo seperti ini ga ada bedanya lo sama si Pratama itu, titip alexa kalo sampe alexa kenapa-kenapa gue yang bakal cari lu, karena lo ga tau keadaan dia sebelum ketemu sama lo" ucap bayu serya menepuk bahu viandi
__ADS_1
Lalu bayu pun pamit pulang ia dan meninggalkan alexa dan viandi berdua
Setelah kepergian bayu ,alexa dan viandi menaiki lift bersamaan keduanya hanya diam.
Tak lama kemudian ada dua orang penghuni apartemen naik bersama satu lift dengan alexa dan viandi
"sstt, itu viandi kan sama istrinya?" tanya si penghuni tersebut pada temannya seraya berbisik bisik
"iyaa, kok jauhan gituu lagi marahan kali hihiihi" mereka tertawa cekikikan namun segera diam
"kita ga marahan kok cuma istri aku ini lagi ngambek, aku pulang dari luar negeri ga bawa oleh oleh, iyaa ga sayang maaf yaa" ucap viandi membalas ucapan dua penghuni itu ia segera mendekati alexa dan memeluk Alexa dari belakang namun alexa hanya diam
"kalo gue dorong dia bakal jadi gosip hangat dan pasti image Viandi bakal buruk kalo gue terima ini ga nyaman ini hanya pura pura" ucap Alexa dalam hatinya
"oh hehe, saya juga kalo jadi istrinya pasti marah mas hehehe,ooh mari mas kita turun duluan" pamit si penghuni itu, viandi tak menjawab ia hanya mengangguk sembari tersenyum
"lepas..." alexa menolak di peluk oleh viandi
Viandi melepaskan pelukannya ia menyelipkan rambut Alexa ke telinga nya
"maaf ya, gara gara aku yaa" ucap viandi seraya membelai lembut pipi alexa yang terlihat memar
"isssh... jangan sentuuuh!!!" bentak Alexa dengan mata yang menyimpan rasa kesal.dan marah tangannya mengepal dan bergetar
viandi hanya diam menatap mata alexa dalam dalam ia tak membalas ucapan alexa, pintu lift pun terbuka tepat di hadapan nya pintu masuk kediaman viandi Alexa masuk dengan terburu-buru
"lexa... tunggu" viandi menarik lengan alexa
"lepas..." ucap alexa perlahan namun viandi tak juga melapas tangan alexa
"LEPAASSSSS!!!" "Alexa berteriak pada viandi
"KAMU KENAPA SIH, KAMU MARAH COWOK TADI AKU PUKUL!!" ucap viandi dengan nada membentak talexa
"marah?, heuh, buat apa marah, justru aku yang harus nanya kenapa mas semarah itu sampe pukul orang yang ga tau apa apa!!" ucap alexa dengan penuh amarah menunjuk dada viandi
"Ya jelas aku marah kamu istri aku,pulang dengan lelaki lain apa ga boleh aku marah hah" ucap viandi menatap sinis wajah alexa
"mas marah?,terus AKU GA BOLEH MARAH SUAMI AKU KABUR BEGITU AJAH TERUS AKU DENGAR KABAR DIA DI SANA DENGAN PEREMPUAN LAIN!!"
"AKU GA DENGAN YANG LAIN KOK!!"
"ALAAH... BULSHIT," Alexa kesal ia berjalan meninggalkan viandi
keduanya adu mulut dengan nada tinggi.
"ALEXA,COBA KAMU NGERTIIN POSISI KITA SAAT INI"
"NGERTIIN? NGERTIIN APA MAS!!, AKU APA MAS YANG HARUS NGERTI,"
"JEDEER!!!" Alexa membanting pintu kamar dan menguncinya
"dok...dok..dooookkkkk"
"LEXA BUKA, KITA HARUS BICARA, OKE AKU TAU AKU SALAH PERGI TANPA PAMIT TAPI BUKAN BERARTI AKU GA MERHATIIN KAMU LEXAA AYOLAH" ucap viandi dengan berteriak
alexa membuka pintu dan melemparkan buku diary milik viandi ke dada viandi, foto sherina jatuh berserakan
"iinniii..." ucap viandi ia terkejut melihat diary lawas miliknya
"kenapa mas kaget?, mas, sekarang aku tahu di balik alasan kamu milih aku bukan cuma karena hutang papa kan, tapi juga sherina, kamu mau bikin dia sakit hati kan, tapi kenyataannya kamu masih mencintainya dan malah berlibur kan bareng dia" ucap alexa menatap wajah Viandi dengan tajam
"demi Allah alexa aku ga pergi sama dia,aku pure jalan jalan aku ngilangin penat dan ada sedikit kendala di sana"
"mau ngelak, sherina sendiri loh yang ngaku"
"kamu percaya"
"iyaa aku percaya karena dia kaka aku orang yang lebih dulu aku kenal"
"oohh begitu rupanya" ucap viandi dengan lembut sembari menatap Alexa dengan tatapan kesal
"kalau memang mas punya niat kayak gitu kenapa harus aku yang jadi sasaran apa salah aku sih mas,"ucap alexa dengan suara bergetar menahan tangis
"jujur aku lebih nyaman kamu ga ada" ucap alexa sembari menutup pintu
viandi masih berdiri mematung ia tak menyangka alexa akan berkata seperti itu pada dirinya. viandi menyentuh pintu kamar alexa ia ingin sekali menjelaskan semuanya namun saat ini alexa.masih dalam keadaan emosi.
__ADS_1