
Siang itu Alexa merasa sangat kesepian ia merasa bosan di apartemen sendirian sedangkan ia telah beres membersihkan seluruh kediaman mereka ia pun meraih kunci motor yang tergantung di dinding dekat pintu kamar tidur lalu ia pun bergegas menuju ke kediaman seruni ibu kandungnya
Sampainya di kediaman seruni Mia menyambut kedatangan Alexa ia memeluk erat Alexa karena ia sangat merindukan Alexa
"non Alexa menginap kan di sini?"tanya Mia seraya terus memeluk Alexa
"pengennya sih Mbak aku pengen nginep tapi aku belum bilang sama Mas Vi "
"ya udah deh kita tunggu ibu ya ibu bentar lagi pulang kok non lexa mau makan apa Mbak Mia Masakin ya"
"aku pengen makan udang asam manis Mbak buatan Mbak Mia"
"oke Mbak Mia buatkan ya buat non Alexa spesial paling enak"ucap Mia dengan senyum semeringahnya ia pun menuju dapur dan mulai memasak masakan untuk Alexa
Sementara itu viandi pulang ke rumah lebih cepat ia membuka pintu apartemennya dengan kode yang telah disepakati oleh viandi dan Alexa
"Alexa...lexa...lexaaa!!"teriak viandi ia memanggil Alexa dengan keras namun tak jua ada sahutan dari alexa
"dia ke mana sih disuruh di rumah malah pergi-pergi pamit enggak ngomong enggak" ucap viandi dengan kesal ia pun meraih ponselnya dan mencoba menelepon Alexa namun sayang ponsel alexa tak aktif
"ck.. nggak jauh pasti ke rumah ibunya nggak mungkin banget dia ke rumah Pratama" viandi kesal ia pun membuka jasnya menggulung lengan kemejanya lalu pergi bergegas menuju kediaman ibunda Alexa
sesampainya di sana viandi melihat motor yang biasa dipakai oleh Alexa terparkirkan di garasi rumah seruni ia menarik nafasnya dalam-dalam ia sedikit merasa kesal pada Alexa ia pun masuk tanpa mengucapkan salam dilihatnya Alexa sedang asyik makan sore bersama ibu dan pengasuhnya itu
"assalamualaikum"viandi mengucapkan salam dengan nada dingin dan tanpa senyum
"waalaikumsalam eh ada anak viandi ayo masuk kita makan sekalian yuk"ucap sheruni seraya tersenyum dan menghampiri viandi
"nggak usah mah saya mau jemput Alexa pulang"ucap viandi dengan nada dingin seraya menatap Alexa tajam
"non kok mas Vi ngeliatinnya begitu amat ya non serem"ucap Mia pada Alexa namun Alexa tak menggubris ucapan viandi dia tetap makan makanan yang sudah di masakan oleh Mia
viandi pun berjalan perlahan menghampiri Alexa yang tengah makan
"enak makannya? ayo kita pulang"ucap viandi seraya menaruh sendok yang sedang dipegang oleh Alexa dan menjauhkan piring itu dari Alexa ia pun menarik lengan Alexa secara kasar
seruni terkejut akan sikap viandi pada Alexa namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena pada saat ini viandi adalah suami Alexa dan mungkin saja vandi merasa kesal karena Alexa tidak minta izin pada suaminya itu
"ih aku tahu tapi nggak usah kayak gini juga kali"ucap Alexa ia menepis lengan viandi namun viandi hanya menarik nafasnya dalam-dalam sembari menatap tajam wajah Alexa
"aku bilang pulang ya pulang lupa ya dengan surat perjanjian kita yang harus nurut sama suami"
__ADS_1
"perjanjian kekanakan itu lagi"
"mau pulang atau aku tarik kamu secara paksa dari sini"ucap viandi seraya melototi Alexa dengan ucapannya yang dingin dan sedikit kasar
"mah lexa pulang ya mah insya Allah nanti Alexa kunjungi mamah lagi"ucap Alexa seraya meraih tasnya dan sweaternya
"oh iya lain kali pamit dulu ya nak sama suamimu biar dia nggak kesel" ucap seruni pada alexa seraya tersenyum
"saya pamit mah"ucap viandi tanpa mengucapkan salam dan tanpa bersalaman pada seruni ia pun menarik dengan Alexa untuk segera meninggalkan kediaman
"aku bawa motor kamu di mobil aku di motor" ucap Alexa dengan kesal sedangkan viandi masih tetap memegangi tangan Alexa dengan kuat
Braaaakkkkkk!!!!!
viandi menendang motor yang biasa dipakai Alexa hingga terjatuh betapa terkejutnya seruni dan Mia menyaksikan keadaan itu begitu pula dengan Alexa ia terlihat kesal pada viandi
"oh jadi ini sikap asli lo gua tahu sekarang ternyata kemarin di rumah orang tua lu lu cuman pura-pura kan baik sama gue senyum sama gue manis sama gue ternyata semua itu palsu"cap Alexa seraya menatap sinis pada viandi
"masuk" viandi menyuruh Alexa masuk ke dalam mobilnya namun Alexa hanya diam
"MASUK AKU BILANG MASUK YA MASUK.....!!"viandi berteriak pada Alexa Alexa pun hanya diam lalu ia pun menuruti perkataan viandi
di perjalanan keduanya hanya diam begitu pula dengan Alexa ia tak ingin banyak bicara pada viandi
alexa menahan kesal dan amarah nya
"lexa..aku mau bicara" ucap viandi mengejar langkah alexa namun alexa mengabaikan panggilan viandi
dengan kasar viandi menarik dan menyudutkan alexa ke tembok dengan genggaman tangannya erat.
"maas...apa apaan siihh!!" kesal alexa ,viandi hanya diam menatap sinis dan dingin pada alexa
"denger yaa, jangan seenaknya walau pun aku bilang kamu bebas di sini bukan berarti kamu bebas keluar dari rumah" ucap viandi dengan nafas memburu dan mata nya yang memandang alex dengan tajam
"bukannya lo sendiri yang bilang ga larang gue buat ketemu orang tua gue" ucap alexa
"pamit, izin kalo aku bilang boleh yaa boleh silahkan"
"minggu depan gue kuliah"
"untuk pendidikan aku ga Masalah asal pulang tepat waktu"
__ADS_1
"lo kenapa jadi..."
"ssst... jangan banyak omong" ucap viandi ia membekap mulut alexa
"kamu fikir dengan kamu nikah sama aku dan hutang tama lunas kamu akan hidup enak, semua ada imbalan nya" bisik viandi
alexa hanya diam ternyata benar perasaan alexa selama ini
"yaa gue tau ga mungkin viandi begitu ajah mau melepas hutang papa pasti dia bakal bikin sesuatu sama diri gue entah dia bakal bunuh gue, pukul gue atau memaksa gue buat having ***" ucap alexa dalam hatinya viandi mulai menciumi pipi alexa lalu ciumannya perlahan turun hingga leher alexa mulai berontak ia tak ingin di cumbu oleh lelaki yang tak pernah ada dalam hatinya
viandi kesal ia menarik alexa dengan kasar
"aaaah..." viandi mendorong tubuh alexa dengan keras hingga ia terjatuh di tempat tidur
viandi menindih tubuh alexa ia membelai lembut rambut Alexa
"cantik...tapi liar, heuh...gila gue nikahin lo seharga satu milyar, tapi zonk, ternyata cuma cewek liar yang susah di atur" ucap vaindi dengan tatapan sinis
"liar...anak liar..." suara itu terdengar kembali oleh alexa ucapan yang selalu Tama lontarkan pada dirinya
viandi mulai mencumbu alexa dengan kasar alexa mencoba. berontak namun viandi memegang tangan Alexa sangat kuat
"ini sama ajah di rudapaksa"ucap alexa,air matanya mulai memenuhi kelopak mata alexa ia tak lagi berontak ia hanya bisa pasrah... walaupun ia tak mencintai viandi namun ia tahu bahwa ia menikah atas jaminan hutang piutang Tama dan alexa hanya bisa pasrah mendapatkan segala perlakuan apapun itu.
alexa membuang pandangannya sedangkan viandi ia mulai menciumi alexa kancing baju alexa pun mulai di lepas oleh viandi satu persatu air mata alexa tak terbendung ia tak menyangka akan menikah dan mempunyai suami yang hampir sama dengan Tama
viandi mengentikan ciumannya ia menarik nafasnya dalam dalam taktkala ia merasa alexa hanya diam tak berontak dan menolak dirinya
viandi menahan tubuhnya dan memandangi wajah alexa yang memerah dan matanya yang sembab
"ck...ga seru... pake acara nangis segala.. " ucap viandi alexa pun menoleh memandangi wajah viandi
yang tepat di atas tubuhnya
"terserah lo mau ngapain gue, mau bunuh, mau perkosa atau apapun terserah gue udah pasrah, gue tau, gue ini jaminan hutang nya papa, jadi gue ga bisa nolak " ucap alexa dengan suara bergetar
"ck... " viandi hanya berdecak lalu ia pun bangun dari atas tibuh alexa
"aku tidur di kamar sebelah" ucap dingin viandi sembari membuka kancing kemejanya dan. berjalan meninggalkan alexa
alexa hanya diam menangis menutupi wajahnya pakaian yang sudah setengah terbuka dan rambutnya yang terlihat berantakan ia biarkan begitu saja
__ADS_1
hatinya merasa sakit dan pilu ia selalu berangan-angan mempunyai suami yang baik dan saling mencintai tapi kenyataannya ia harus menikah dengan lelaki yang alexa belum kenal sebelumnya hanya karena hutang piutang di perusahaan Pratama.