CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
PENJELASAN SERUNI


__ADS_3

Pagi itu waktu menunjukan pukul 04.00 alexa dan viandi pulang menuju apartemen nya di perjalanan alexa sudah tak terlihat murung keduanya merasa malu dan canggung karena kejadian romantis di basement tadi


"mau cari sarapan???" ucap viandi


"jam 4 pagi memangnya sudah ada yang buka?" ucap Alexa


"sudah, kalo kamu mau kita ke pasar subuh, ada banyak kue dan sarapan pagi"


"ga usah deh mas di rumah saja yaa" ucap alexa sembari tersenyum,


"yasudah" ucap viandi alexa menikmati suasana lengang ibu kota pagi itu saat sang fajar belum menampakkan sinarnya namun sudah banyak orang yang mengais rezeki yang berlalu lalang


Sesampainya di kediaman mereka alexa dan viandi segera berganti pakaian dan alexapun menyiapkan sarapan setelah selesai menunaikan kewajiban dua rakaat nya mereka pun sarapan pagi bersma


"kamu ga ngantuk??" ucap viandi


"heheh, dulu waktu masih sekolah aku rutin buat gravity sama temen temen setiap malam minggu dan itu juga kadang di bayar sih buat bikin mural, gravity tentang tema kemanusiaan dan safety lumayan buat jajan heheh dan pulang jam segini mas, dan ga langsung tidur nanti jam 7 baru deh tidur heheh" ucap alexa


"oohh, sejak kapan kamu suka bikin gravity?


",dari smp awalnya di ajak jono, ehh suka taunya kita berempat suka yaudah gabung sama temen temen satu hobi yaudah seruu loh mas"


"heumm, ada cewek yang lain??"


"ga ada cuma aku"


"oohh, pasti mantan kamu ikut juga"


"aku ga pernah pacaran mas,ga punya pacar, sekalinya dapet ehh langsung nikah"


"aku...??"


",iyaa, udah ahh kayaknya mulai ngantuk padahal baru setengah enam" ucap alexa ia berjalan meninggalkan viandi dan viandi pun ikut meninggalkan meja makan viandi membuka pintu kamarnya namun alexa masih diam terpaku di depan pintu kamarnya


"maaas.."


"yaa kenapa??" ucap viandi ia telah membuka pintu kamarnya


"heum, mau.. tidur...sama aku..?" ucap alexa dengan terbata bata wajahnya memerah tanpa berani melihat wajah viandi ia sangat malu menawarkan lebih dahulu padahal sebelumnya ia menolak


viandi menutup pintu lalu menghampiri alexa perlahan ia memeluk alexa dan mencium kening alexa


"mau aku temani??? heumm??" ucap viandi sembari membelai rambut alexa


"yaa" ucap Alexa sembari mengangguk mengiyakan


viandi tersenyum melihat alexa yang malu malu


"okeeeee..."


"massss..!!" alexa terkejut viandi menggendong dirinya


"mas apa apaan sihh" lexa merasa malu namun viandi hanya tersenyum melihat alexa yang malu malu


viandi merebahkan tubuh alexa dengan hati hati di tatap nya wajah istrinya itu dan ia membelai lembut dan mencium kening alexa.


viandi mencium setiap inci wajah alexa namun tiba tiba Alexa seperti teringat akan pertama kali viandi melakukan nya dengan kasar alexa seperti menolak, viandi paham akan hal itu

__ADS_1


"aku ga kasar, aku janji" bisik viandi ke telinga alexa


pagi itu mereka melakukan hubungan yang sangat manis ini kali keduanya mereka melakukan itu, namun pagi ini alexa merasa sangat berbeda viandi sangat lembut dan hangat pada alexa.Wajah viandi berpeluh keringat alexa membelai lembut wajah viandi


"gue ga peduli masa lalu nya yang gue ingin hanya lelaki ini ada di hadapan gue selamanya, entah sejak kapan gue ada rasa ini sama dia" ucap Alexa dalam hatinya sembari tersenyum manis membelai wajah viandi yang berkeringat diantas tubuh alexa,


viandi menciumi telapak tangan alexa dan mencium lembut kening pipi dan leher alexa


" aku sayang kamu lexa, aku cinta kamu" bisik viandi dan ia pun mencium lembut bibir alexa


pagi itu mereka lewati dengan sangat indah. pukul 11 siang alexa membuka matanya perlahan ternyata di luar cuaca sangat mendung dan hujan pun turun dengan lebatnya tubuh alexa dan viandi hanya berselimutkan dengan bedcover berwarna abu viandi masih memeluk alexa dengan hangat


alexa membelai lembut wajah viandi ia tersenyum manis melihat wajah viandi yang masih tertidur.


alexa mencoba melepaskan pelukan viandi dan ia bergegas untuk mandi


setelah itu ia memasak untuk makan siang berkali kali ponsel alexa berdering namun ia mengabaikan panggilan itu.


setelah selesai memasak ia meraih ponselnya ternyata seruni menelepon alexa berkali kali


📱


my mom


"alexa tolong angkat telepon nya mama mau bicara"


"alexa bila kamu ada waktu tolong ke rumah yaa mama mau bicara"


isi pesan dari seruni pada Alexa ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu tak lama kemudian viandi keluar dari kamarnya ia sudah berpakaian dengan celana santai dan kaos oblong


"lapaaarrr..." ucap viandi sembari memeluk alexa dari belakang


" masak apa?"


"heum, beef teriyaki, sama capcay, kerupuk udang"


"heum pasti enak.." ucap viandi ia duduk di meja makan


"heii mandi dulu, bersih bersih dulu setelah itu baru kita makan yaa" ucap alexa


"yaudah deh, mandi bareng yuu" ajak viandi


"iih aku udah mandi tau udah mas mandi sana" ucap alexa ia terus menarik lengan viandi untuk mandi


alexa dan viandi menikmati makan siangnya


"mas,aku mau kerumah mama ya"


"heum, Boleh, tapi aku ga mau kamu pake emosi kayak kemarin" ucap viandi dengan tenang


"iyaa"


"aku antar yaa "


"okee"


di perjalanan alexa hanya diam ia tak mengatakan apapun banyak pertanyaan di benak alexa untuk seruni tiba tiba viandi meraih jemari alexa dan menggenggam nya erat

__ADS_1


" everything is ok, trust me" ucap viandi pada alexa


"i hope soo" jawab alexa sembari tersenyum ketir


"heum mas,aku boleh tanya"


"boleh dong masa ga boleh"


"mas, masih ada rasa sama Sherina??" ucap alexa dengan hati hati


"hanya rasa benci, untuk yang lain tidak ada,kenapa?"


"mas ga lagi bohong kan??" tanya alexa dengan perlahan


"enggak, aku memang dulu cinta banget sama sherina tapi, ada hal yang membuat aku benci dan ternyata itu pilihan tepat untuk ga ngejar dia lagi, kalo kamu tanya masih ada rasa atau tidak pada Sherina ya aku menjawab tidak ada aku tidak ada perasaan apapun sama dia dan saat ini yang aku rasakan, aku mencintai kamu aku menyayangi kamu aku ingin selamanya sama kamu aku nggak ingin kehilangan kamu itu saja" ucap viandi sembari mencium jemari alexa yang ia genggam


"how about you alexa???" tanya viandi


"yaa, aku takut mas cuma permainkan aku, dan bohongin aku, itu ajah, karena saat ini aku..." alexa tak melanjutkan ucapannya


"ayo kamu mikir macam-macam " tanya viandi pada Alex


"intinya saat ini aku cuma mau Mas vi"


"iya aku paham pokoknya kamu percaya sama aku tolong lupakan semua masa lalu aku untuk saat ini sampai nanti aku pastikan akan selalu jaga kamu mencintai kamu sayang sama kamu nggak ada perempuan lain itu aja"


"beneran?? semoga aja ucapan Mas ini nggak bohong ya atau cuman gombal doang"


"terserah yang jelas aku udah jujur tentang perasaan aku sama kamu"


Sesampainya di kediaman seruni Alexa segera duduk berdua dengan seruni, seruni meraih jemari Alexa dan menggenggamnya


"Alexa Mama minta maaf ya sudah menyembunyikan ini bertahun-tahun dari kamu mama hanya takut kamu akan berpandangan negatif sama mama padahal mama lakukan ini karena mama sayang sama kamu"


"kalau memang mama sayang sama lexa kenapa mamanya punya rahasia besar gini dari lexa yang jadi pertanyaan lexa saat ini siapa ayah kandung lexa apa dia masih hidup kenapa Mama bisa bercerai kenapa Mama nutupin semuanya,"


"maafin mama Lexa awalnya Mama ingin membuat kamu bahagia dengan menikah dengan papa, karena saat itu.." seruni tak melanjutkan ucapannya ia meneteskan air matanya


"lexa harus tau ma.. semua nya kenapa selama ini mama bohong sama lexa menutupi ayah kandung lexa"


"maafin mama lexa, pernikahan mama sama ayah kandung kamu pernikahan yang tak pernah di restui, mama menikah dengan ayahmu dengan cara nekad pergi dari rumah, ayahmu pekerja keras ia hanya penjual sembako sedangakan mama adalah mahasiswi dari keluarga yang berada yangti( eyang putri) sangat menentang karena bibit bebet dan bobotnya di tambah ayah mu bukan keturunan jawa melainkan minang, entah apa yang menjadi pertimbangan yangti saat itu padahal mama sangat mencintai ayahmu dia sholeh, baik penyayang dan sabar" ucap seruni sembari sesekali menyeka air matanya.


namun alexa hanya diam tak berkata apapun, ia terus menyimak dadanya terasa sesak namun ia tak ingin meneteskan air matanya ia sudah cukup siap mendengarkan semua penjelasan dari seruni


"ketika mama hamil kamu saat berusia 8 bulan ayahmu meninggal kecelakaan ketika hendak menemui mama di rumah yangti, karena hari itu mama memutuskan untuk melahirkan di rumah yangti tapi ayahmu tidak mau, ia tak ingin merepotkan siapapun kami bertengkar hebat, hingga yangti menjemput mama di kontrakan yang kita huni tanpa pamit mama meninggalkan kontrakan, dan itu jadi penyesalan terbesar dalam hidup mama nak, ayahmu meninggal dalam kecelakaan bus ayahmu meninggal di tempat meninggalkan mama yang tengah mengandung"


"jadi.. lexa ga tau wajah ayah lexaa sendiriii maaa" ucap lexa dengan suara bergetar,seruni hanya menggelengkan kepalanya perlahan


"jadi sherina bukan kakak kandung lexa yaa.." ucap alexa


"iya, mama bertemu papa ketika kamu berumur 4 bulan kamu sakit dan harus di rawat dan saat itu yangti sedang pulang dan mama sendirian di rumah sakit, saat itulah mama bertemu papa iapun membawa sherina yang sedang sakit kami saling berkenalan dan kisah kami hampir sama dari situ kami saling memberi kabar dan kamipun cocok, di tambah yangti sangat setuju saat itu papa sangat menyayangi kamu seperti anaknya sendiri tapi papa memamg gila kerja sedari dulu."


"kalo memang papa menganggap lexa anak kandungnya kenapa dia tega nyakitin lexa mah" ucap alexa seruni hanya diam ia tak menjawab


"lexa ga mau nanya kemana mana lagi lexa cuma mau ketemu ayah,. walaupun hanya batu nisannya saja"


"kamu bisa ke Payakumbuh ayahmu asal dari sana" ucap seruni ia bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar tak lama ia keluar membawa secarik kertas kecil yang sudah di laminating

__ADS_1


"ini alamat ayahmu disana, dan ini tulisan ayahmu sendiri di saat mama dahulu harus perpacaran jarak jauh" ucap seruni


alexa membaca alamat itu dengan seksama air mataya tak terbendung lagi entah apa yang saat ini dia rasakan ia tak percaya semua ini bisa terjadi ia tak menyangka bahwa ia bukanlah anak kandung dari Pratama.


__ADS_2