
hari keberangkatan alexa menuju Payakumbuh pun tiba di dalam pesawat alexa terus termenung menata hatinya yang nerasa sangat gelisah viandi menyadari kegelisahan yang di rasa oleh alexa
"kenapa?" tanya viandi sembari menggenggam erat tangan alexa
"gak apa-apa, cuma ga percaya ajah aku harus ke Sumatra barat ketemu ayah kandung aku yang ga tau gimana wajahnya dan cuma batu nissan" ucap Alexa dengan suara lirih
"hei.. don't be sad oke, ada aku,dan aku yakin almarhum pasti orang yang sangat baik" ucap viandi dan alexa hanya tersenyum
sesampainya di bandara Minangkabau viandi dan alexa pun bergegas mencari penginapan untuk mereka beristirahat sejenak
sesampainya di kamar hotel alexa masih terlihat gelisah
"sabar yaa besok kita ke Payakumbuh aku lagi cari driver dan rental mobil untuk ke Payakumbuh okee" ucap viandi
",iyaa, kira kira berapa lama ya mas"
",heumm 3 jam atau mungkin lebih" ucap viandi ia memeluk dan menenangkan alexa
keesokan harinya alexa sudah bersiap bersama viandi di perjalanan mereka di temani oleh salah satu driver yang sudah berpengalaman ia banyak bercerita tentang destinasi wisata dan cerita dongeng yang melegenda yaitu malin Kundang viandi dan alexa pun larut dalam obrolan yang sangat seru
setelah hampir 3 jam perjalanan akhirnya sampai dan sesuai dengan selamat yang di berikan oleh seruni
"itu bang, pemakamannya" ucap driver itu pada viandi
"ohh oke,ayo sayang kita turun" ajak viandi pada alex alex pun turun dari kendaraan dengan hati hati ia mencari nama ayah kandungnya di batu nisan
alexa dan viandi kesulitan karena banyak makam yang sudah tak terawat
"maaf, bapak ibu cari makam siapa??" tanya salah satu kakek tua terlihat sekali dari caranya berpakaian ia adalah pengurus makam
"ah, maaf pak kami dari Jakarta ingin mencari makan atas nama bapak Abdurrahman" ucap viandi
"binti siapa??" tanya kekek itu kembali
"ahh, Huzaifah kek binti huzaifah" ucap alexa
"Abdurahman binti huzaifah, oohh ya..yaa anak nya huzaifah,marii ikut saya" ia menunjukkan jalan di bawah pohon rindang ada dua makam terlihat bersih dan rapih
mata alexa berkaca kaca dadanya sesak tatkala ia melihat nama sang ayah di berada di batu nisan
viandi memeluk alexa dan membelai bahunya seraya menguatkan
"ini makam Abdurrahman,. beliau meninggal masih sangat muda" ucap si kakek itu
alex bersimpuh di samping pusara sang ayah
"yah,ini lexa..maafin lexa ayah... lexa baru datang" ucap Alexa sembari menangis menahan sesak tangisnya pun pecah
__ADS_1
viandi terus memeluk dan menenangkan alex yang saat ini sedang bersedih
"maaf kalian ini siapa?"
"saya viandi dan ini istri saya Alexa, kami dari Jakarta ingin menziarahi makam ayah alexa yang telah lama kami cari"
"siapa anaknya almarhum?" tanya si kakek melihat ke wajah alexa dan viandi
"saya kek" alexa menjawab sembari terisak-isak
"astaghfirullah, kamu anak seruni yaa?"
"iyaa kek"
"Alhamdulillah ya Allah, iyaa ini makam ayahmu, dan tepat di samping adalah makam kakek mu, beliau meninggal satu tahun setelah ayahmu meninggal, almarhum kakekmu sangat menyayangi ayahmu nak, dia seperti kehilangan semangatnya karena ayahmu adalah kebanggaan, anak baik. sholeh. pekerja keras, dan rendah hati itulah ayahmu" ucap si kakek mendengar cerita si kakek alexa menangi di pelukan viandi dadanya sesak
"maaf kek apa keluarga almarhum masih ad?" tanya viandi
"tentu saja masih ada, nenekmu masih sehat, yaa walaupun sudah keriput seperti kakek" ucap si kakek sembari tertawa mencairkan suasana haru
"saya mau ketemu kek"
"yaa tentu saja mari kakek tunjukkan, dari pemakaman ini kamu lurus saja belok kanan melewati sungai kecil lalu ada rumah gadang yang terlihat asri dengan halaman luas, itu rumah nenekmu"
"makasih ke.. makasih banyak" ucap alexa ,ia bersalaman mencium tangan si kakek,matanya berkaca-kaca melihat wajah alexa
seteleh mendapatkan alamat dari si kakek alex segera mencari kediaman neneknya tersebut
",ini bu rumahnya" ucap si driver itu
"ayo sayang" ajak viandi
"tunggu mas, aku...aku .." ucap alexa ia terlihat gugup
"heii ada aku.. ayoo" ucap Viandi sembari tersenyum
alexa melihat rumah adat Minangkabau yang masih asli dan terawat dengan rumput yang menghijau di halaman yang luas.
di lihat ada beberapa mobil terparkir di halaman rumah itu
"mas, seperti nya bukan waktu yang tepat, mereka sedang kumpul keluarga" ucap alexa
"lalu kamu bukan keluarga nya, bukannya kamu penasaran dengan cerita masalalu orang tua mu" ucap viandi
"ayoo.." ajak viandi ia menggenggam erat jemari alexa
mereka nenaiki tangga kayu dengan hati hati
__ADS_1
"assalamualaikum..." viandi mengucapkan salam benar saja di dalam rumah itu sedang berkumpul keluarga besar dari ayah alexa semua mata tertuju pada sosok asing di hadapan mereka semua terdiam
"waalaikumsalam salam, cari siapa ya uda?" tanya salah satu wanita dewasa dengan wajah hati hati
"apa benar ini kediaman ibu huzaifah?"
"iyaa betul, itu ibu saya"
"apa beliau ada??"
"ada tapi maaf uda ini siapa dari mana?" tanya wanita itu
"kami dari Jakarta perkenalkan saya viandi dan ini istri saya Alexa" viandi memperkenalkan diri pada wanita itu mereka bersalaman begitu pula dengan alexa wajahnya mulai sembab menahan tangis
wanita itu mengernyitkan dahinya melihat Alexa dalam dalam
"astaghfirullah... ya Allah" ia menyeruak memeluk alexa dengan erat tatkala ia ingat bahwa alexa nama yang di mereka tahu dari seruni, tangis keduanya pun pecah mereka saling memeluk wanita itu yang tak tak lain adalah tante dari alexa adik kandung dari almarhum ayah alexa menciumi alexa sembari menangis.
semua terkejut mereka tak mengerti mengapa smeuanya bisa menangis'
"nurfah..ada apa ..kenapa??" tanya seorang nenek yang kebingungan
"amak..ini anak uda rahman, anak kak seruni" ucapnya sembari menangis' memeluk dan menciumi alexa, terlihat ia sangat merindukan alexa
vindi hanya bisa tertunduk iapun terharu melihat pertemuan merka
nenek itu berjalan perlahan menghampiri alexa di lihatnya lekat lekat wajah alexa
"ini andung,. ahh bukan kamu bingung yaa ini nenek kamu alexa" ucap nurfah sembari menangis
"kamu, alexa,?" tanya nenek itu perlahan alexa mengangguk mengiyakan
lalu ia memeluk alexa dan menangis terlihat bahwa ia sangat menunggu kedatangan dan merindukan alexa
"andung kira kamu tak pernah tahu ayah mu keluarga ayahmu" ucap nenek dengan tangisnya
"maaf...nek...maaf" alexa menangis memeluk neneknya itu
"cantik, hidungmu mirip ayahmu,.matamu semua mirip ayah mu" ucap nenek sembari membelai wajah alexa
alexa hanya tersenyum sembari menangis.
"amak . ayoo bawa Alexa ke dalam,oh iya ini suami Alexa" Ucap nurfah mengenalkan viandi
"nek .saya viandi suami alexa"
"ya Allah ya Tuhanku, Alhamdulillah sudah bersuami, terima kasih sudah membawa Alexa jauh jauh ke Payakumbuh" ia memeluk viandi selayaknya seorang nenek pada cucunya
__ADS_1
semua menjadi riuh larut dalah keharuan terlihat binar bahagia di wajah alexa semua. menceritakan masalalu ayah alexa dan memperlihatkan foto semasa ayah alexa masih hidup
",bener bener mirip alexa," ucap vaindi tatkala ia melihat foto ayah kandung alexa ia memandang wajah alexa yang saat itu terlihat sangat bahagia walaupun matanya masih terlihat sembab.