
Sore itu alexa pulang lebih cepat karena,banyak tugas sekolah yang sudah menanti ia melihat kedua kendaraan pribadi milik orang tuanya,alexa mengernyitkan keningnya ia merasa heran
"Tumben udah di rumah semua" ucap alexa, ia merasa heran, orang tuanya telah di rumah sore itu
"Praaang......," Lagi lagi terdengar suara pecahan dari kamar orang tua Alexa cacian makian keluar dari mulut orangtua alexa yang tengah bertengkar
"Haaaaahhhh" Alexa menarik nafasnya dalam dalam, ia menaiki anak tangga dengan perlahan ia mendengar pertengkaran orang tua alexa, langkah alexa terhenti
"IYAA, GARA GARA PEREMPUAN ITU KAN KAMU JADI BEGINI, SUDAH BANYAK UANG KAMU LUPA MAS...BRENGSEK.."
alexa mendengar suara seruni menyebutkan perempuan lain
"Mama seperti nya sudah tahu" alexa terdiam suara mereka semakin keras, Alexa hanya diam ia tak melanjutkan langkahnya ia terdim di anak tangga ke 6
"Non lexa" panggil mia pada alexa dan menghampiri alexa yang tengah terdiam
Alexa membalikkan tubuhnya lalu menuruni anak tangga
"Mbak aku pergi dulu" pamit alexa
"Tapi non, non lexa kan baru pulang, apa ga istirahat dulu non" ucap mia mengikuti langkah alexa
"Mbak, di sini berisik ga nyaman gimana mau istirahat" ucap Alexa dengan suara bergetar dan mata memerah
"Non..." Mia memeluk alexa ia faham mentalnya telah rusak akibat orang tuanya sendiri.
"Sabar yaa non, mbak ga bisa berbuat apa-apa"
"Gak apa-apa mbak, aku pergi dulu yaa mbak kabari kalo semuanya sudah reda" ucap alexa
"Dan jangan kasih tau mama kalo aku udah pulang yaa" ucap alexa. Mia hanya mengangguk mengiyakan
Alexa melangkahkan kakinya dan menyalakan motor matic miliknya dan pergi meninggalkan kediamannya
Di perjalanan alexa merasa bingung ia hendak ke mana ia mencoba mengirim pesan pada semua kawannya namun tak ada yang membalas
Alexa menghentikan kendaraannya di pinggiran taman kota ia duduk sendiri smebari menikmati satu piring somay ia tak memakannya ia hanya diam melamun
"Mau sampe kapan sih, Kayak gini sumpah jenuh banget pengen pergi kabur kemana gituh yang bikin tenang" ucap alexa dalam hatinya
Malam itu bayu turun dari kendaraan di sambut oleh security untuk membuka gerbang kediaman bayu
Bayu berperawakan tinggi bertubuh besar dan berwajah hitam manis
"Den bayu" ucap bik sri art di kediaman bayu.
"Ya bik"
"Anu den,. Di kamar ada non lexa"
"Haaah... Tumben dia kesini" ucap Bayu, ia bergegas naik menuju kamarnya ia membuka pintu kamar dengan perlahan
"Ehh bayu, sory yaa yu, gue nyelonong" ucap Alexa seraya tersenyum
"Gak apa-apa kok tumben lo ke sini??, Ga ngabarin gue"
"Gue chat Lo kok, cuma ga lo baca" ucap alexa
Bayu duduk di hadapan alexa ia menatap wajah alexa dalam dalam
",Ada apa, ada masalah"
__ADS_1
"Hahaha enggak kok,lo mah kenapa sih emang kalo gue ke sini berarti gue ada masalah yaa" ucap alexa seraya tertawa
"Haeem, gue tau elo lexa,ortu lo ribut lagi???" Tanya bayu, alexa terdiam ia tertunduk ia memeluk kedua lututnya dan tertunduk
"Xa, udah ah .." ucap bayu ia memeluk alexa tangis alexapun pecah
"Gue mau pergi rasanya makin hari makin ga betah yu, bener bener ga betah, setiap hari cuma ribut ribut akur bentar abis itu ribut lagi gue kayak ga punya siapa-siapa yu, sherina kaka gue cuma bisa diem di kamar belajar belajar terus belajar" ucap alexa sembari menangis..
"Ssshhhh....udah udah..."
"Kadang gue mikir, ngapain gue di lahirin kalo gue ga di perhatiin gini,kenapa gue lahir di keluarga yang gila harta gila jabatan gila uang" ucap alexa ia menangis sejadi jadinya
Bayu mencoba menenangkan alexa, memeluknya erat.
"Udah, lo jangan balik lo.nginep di rumah gue ajah yaa, lo tidur di sini gue di kamar tamu okeee" ucap bayu
Alexa mengangguk mengiyakan sesekali ia menyeka air matanya dadanya terasa sesak, ia jarang meluapkan masalah yang ia alami hanya kepada bayu ia bisa meluapkan kesedihannya karena bayu mempunyai sifat lembut dan bijaksana
Malam harinya alexa masih berdiam di kamar bayu
Tiba tiba seseorang masuk membuka pintu kamar bayu
"Lexa," tegur bianca kaka pertama bayu
"Eh ka bian"
"Nih makan dulu , dari tdi sore belom makan yaa, padahal turun ajah ke bawah makan bareng"
"Hehe malu ka"
"Ihh malu kenapa sih,cuek ajah ayoo makan dulu" ucap bianca
"Makasih ya ka"
"Makasih ka, disni jauh berbeda entah kenapa di sini sangat hangat" ucap alexa, bianca hanya tersenyum
"Yaudah makan yaa, kalo bete ke bawah ajah. Kamu ini kayak baru kenal ajah" ucap bianca kembali
Malam itu alexa bermalam di kediaman bayu beberapa kali ponselnya selalu bergetar dan banyak chat masuk tak lain adalah mia ia sangat khawatir akan alexa.
Keesokan paginya alexa ikut sarapan pagi bersama orang tua bayu
"Lexa, tinggal sama bapak ajah di sini yaa ada kamar kosong banyak" ucap ayah bayu
"Ga usah pak makasih" alexa menjawab dengan senyum tertahan
"Padahal mau tinggal disini gak apa-apa, kamu bisa berangkat bareng bayu, kalo kamu mau ibu yang ngomong sama ibu kamu nanti, jujur ajah ibu kepikiran, kalo bayu cerita soal keluarga kamu" ucap ibu bayu
"Gak apa-apa, bu,ini juga udah terima kasih banget semuanya welcome sama lexa di saat lexa jenuh ada masalah di rumah di sini tempat paling nyaman bu buat lexa,cuma di sini lexa bisa ngerasain hangatnya keluarga" ucap lexa sembari menahan sesak
"Udah udah, pokoknya kalo ada apa-apa di rumah ke sini ajah yaaa" ucap bianca seraya menepuk bahu alexa
"Kan gue udah bilang kesini jangan di pendem sendiri kerumah gue ajah terserah lu mau jungkir balik kek di rumah gue yang penting pikiran lu tenang aja," ucap bayu
"Hehehe.... Iyaa okee"
"Heum kalian itu, bener bener yaa temen sejati, yang kabur ke sini kalo.ga si lexa ya si jono, marwan mah jarang yaa ke sini" ucap ayah bayu
"Dia kesini kalo lagi patah hati doang yah, tar ujungnya pasti maen game sehari semalem hahahah"
"Looh yang bulan kemaren dia nginep 3 hari itu dia abis di putusin cewek emangnya", ucap ayah bayu
__ADS_1
"Hahaha iya"
Obrolan ringan keluarga bayu membuat alexa sangat iri, ia ingin merasakan kehangatan dalam keluarga namun itu tak kan mungkin terjadi.
Setelah di rasa cukup tenang alexa pun pamit pulang sesampainya di rumah ia menarik nafasnya dalam dalam dada masih terasa sesak.ia melangkah kan kakinya mmebuka pintu kediamannya sunyi senyap
"Non," sapa mia ia terlihat khawatir ia memeluk alexa
"Kok sepi mbak.." ucap alexa
"Ibu udah berangkat ke kantor pagi pagi sekali, bapak dari kemarin belom pulang non" ucap mia
"Ka sherina??"
"Di kamar" ucap mia, alexa melangkahkan kakinya naik ke lantai dua untuk menghampiri sherina yang tengah berdiam diri di dalam kamarnya
Melihat Sherina yang masih tidur santai di atas tempat tidur dengan memakai headphone dan membaca majalah kesukaannya ,alexa membuka pintu, ia berdiri berkecak pinggang
"Ka, gilaa yaa ga habis fikir deh, kaka tau kan ada masalah apa di rumah ini, di keluarga ini???" Ucap alexa dengan suara meninggi namun sherina hanya diam memejamkan matanya
Alexa emosi ia meraih paksa headphone yang masih terpasang di telingan sherina dan membantingnya
"APA APAAN SIH DE....!!!" sherina.membentak alexa
Alexa hanya menggelengkan kepalanya ia tak menyangka sherina seolah tak tahu apa yang membuat alexa emosi
"Gila, ya di rumah lagi ga baik baik ajah lo.masih enak enakan nikmatin hidup" ucap alexa
"Haaaehh..."sherina hanya menarik nafasnya dalam dalam
"Tarus kaka harus giman?"
"Harus gimana??? Ka.. kaka itu kan anak pertama seengak ada empati sedikit ka sama Mama kaka tau kan kemarin mama bertengkar karena apa kaka sebenarnya tau kan??" Ucap alexa seraya menunjuk wajah sherina namun sherina hanya diam
"Iyaa kaka tau tapi kaka gak mau ikut campur" ucap sherina
"Cih, gilaaa, berati kalo suatu saat mama di pukuli. Hingga mati kaka juga ga mau tau yaa"
"Ga gitu juga de.. kaka cuma..." Sherina tak melanjutkan ucapannya
"Cuma apa?, Cuma takut kalo papa ga ngebackup semua kebutuhan dan pendidikan kaka, padahal kaka tau kalo papa punya SIMPANAN YANG USIANYA SAMA KAYAK KAKA!!!" Suara alexa mulai meninggi
"IYYAA ..KAKA TAU....KAKA TAU... TAU SEMUA TAPI KAKA GA BISA NGAPA-NGAPAIN!! KAKA BINGUNG" sherina pun mulai berteriak-teriak,mia dan beberapa ART yang lain berlari mendengar teriakan sherina
"Non....udah non" ucap mia menarik lengan alexa
"Biarin mbak biarin dia teriak kayak orang gila, toh dia emang gila ." Ucap alexa meninggalkan kamar sherina
Sherina hanya diam,mengatur nafasnya yang tersengal-sengal menahan emosi
"Non, sabar non" ucap nina dan mia mereka memegang bahu sherina
"Pergi...pergi....!!! PERGIIIII...!!!" sherina berteriak sembari mendorong tubuh nina dan mia seraya mengusur semua orang
Akhirnya semua art meninggalkan kamar sherina
"Kelakuannya beda jauh banget yaa sama non lexa, non lexa walaupun urakan tapi ngehargain kita, ga pernah ngomong kasar ketus" ucap nina
"Heummm iyaa udah ayoo tinggalin ajah, non lexa sama non sherina butuh ruang Buat sendiri" ucap mia
Sementara itu di kamar alexa ia masih merasa kesal dengan sherina
__ADS_1
"Sumpah yaa punya kakak ga ada guna banget,bodoh,udah tau bokap gue lagi gila sama itu cewek dia malah diem ajah, denger ortu bertengkar dia malah cuek ajah, gilaa udah di butain duit juga kali" alexa terus menggerutu ia merasa kesal dan emosi ia memaki tanpa henti ia merasa kecewa awalnya ia berfikit bila sherina akan memahami apa yang terjadi ternyata ia tak sepemikiran dengan Alexa