
Malam minggu pukul 19.00 alexa sudah bersiap dengan gaun malam nya yang berwarna hitam pekat dengan rambut yang ia Coloring dengan warna merah maroon terlihat sangat mencolok viandi pun sudah bersiap dengan stelan jas berwarna hitam pula malam itu mereka akan menghadiri acara pesta resepsi pernikahan bianca kaka kandung bayu
alexa keluar dari kamarnya tercium wangi tubuhnya yang sexy viandi hanya diam terpaku melihat kecantikan alexa malam itu
"ayoo mas" ucap Alexa sembari meraih tas kecil miliknya
Diperjalanan tak henti hentinya viandi mencuri pandang pada alexa.
Sesampainya di pesta pernikahan bianca, alexa dengan segera menghampiri kekuarga bayu dan berkumpul bersama jono dan marwan ternyata di pesta itu banyak pula tamu dari keluarga bayu yang menjadi kolega dari viandi
Alexa menghampiri meja minuman dingin ia meraih satu gelas minuman berkarbonasi
"lexaa...." panggil seorang pria , Alexa menoleh betapa terkejutnya alexa
"oom Anggoro" ucap alexa ia bersalaman dan Anggoro pun memeluk alexa
"masya Allah oom kangen maafin oom yaa lexa kamu nikah oom ga bisa datang lagi di pekan baru"
"haha ga apa-apa oom, oia tante desy mana ?"
"tante kamu lagi di Samarinda, nemenin si dewa besok ada tournamen taekwondo,oia suami mu mana?"
di kejauhan viandi melihat alexa sangat akrab dengan pria paruh baya ia pun menghampiri alexa
"lexa" ucap viandi ia memeluk pinggang alexa
"ah, mas ini kenalin oom anggoro, oom Anggoro ini sahabat mama yang udah bantu mama dalam segala hal"
"ohh,oom, saya viandi" ucap viandi seraya menyodorkan tangannya mengajak bersalaman
"waahh alhamdulillah, walaupun oom tau cerita kalian tapi oom yakin viandi ini bisa jaga kamu lexa" ucap Anggoro sembari menepuk bahu viandi
"itu pasti oom" ucap viandi
"oom lexa ke toilet dulu yaa" pamit alexa ia tak bisa menahan hasrat ingin buang air kecil
"viandi,ahh oom harus panggil apa"
"vi saja oom"
"vi,oom titip alexa jaga dia karena om yakin kamu bisa menjaga alexa dengan baik, oom sangat sedih bila ingat masa-masa suram yang alexa harus alami ketika bersama tama"
" maksud oom"
" mungkin lexa menutupi dari kamu, dia hampir saja di mati di tangan tama, dan alexa sangat kurang kasih sayang dari seorang ayah,dan sangat membedakan antara dirinya dan sherina" ucap anggoro sembari menarik nafasnya dalam-dalam.
" kenapa tama membedakan alexa oom" tanya viandi
"heum alexa mungkin tak akan pernah cerita, bahwa sebenarnya tama memang tidak menyayangi alexa seperti Sherina,karena tama adalah ayah sambung dari alexa"
"apaaaaa!!! oom, oom ngomong apa!!" tiba tiba Alexa datang ia sangat terkejut mendengar ucapan Anggoro
"lexa" Viandi menghampiri alexa ia tahu alexa sedang terguncang
"oom apa bener yg oom ucapkan tadi"tanya alexa dengan mata berkaca-kaca
"lexa, oom kira kamu sudah.."
"lexa ga tau oom ini pertama kali lexa dengernya "
"lexa dengarkan oom yaa" anggoro mencoba menenangkan Alexa ia tak tahu bahwa seruni menutupi nya,namum dada alexa terlalu sesak
ia tak habis fikir kenapa rahasia yang sangat besar ini harus di tutupi,alexa tak ingin mendengarkan ucapan siapapun ia meninggalkan pesta dengan langkah cepat, dan air mata berderai
"lexaa tunggu lexaa" viandi mengejar alexa dan menarik lengan nya
"kenapa semuanya bohongin aku mas, salahku apa" ucap alexa tangisnya pecah viandi terdiam dan memeluk alexa
"pantas sajah aku di perlakukan berbeda dari sherina, dan dia tega mencekik dan memukuli aku mas, ternyata dia bukan ayahku mas, sesak rasanya" ucap alexa dengan suara terbata-bata sembari menangis terisak.
"sudah sudah kamu tenangin dulu okee aku juga sama kaget, terkejut akan ucapannya oom"
"aku mau ke mama" ucap alexa ia melepaskan pelukannya lalu menghapus air matanya dan masuk ke dalam mobil viandi pun menuruti keinginan alexa
Sesampainya di kediaman seruni Alexa segera berlari
"MA....!! " alexa berteriak sembari menangis,seruni, ihsan dan mia terkejut akan kehadiran alexa
"lexa..kamu kenapa??" tanya seruni sembari memeluk alexa viandi hanya diam di ambang pintu
__ADS_1
"mama kenapa bohong, kenapa mama ga jujur kalo tama itu bukan papa lexa, kenapa mama setega ini sama lexa," ucap alexa sembari menangis terisak.
"astaghfirullah nak" seruni lemas ia tak menyangka akhirnya Alexa akan tahu kebenarannya
"maafkan mama nak.. maafkan mama" serunipun menangis
"mama tahu dia bukan papa lexa tapi mama diam ajah lihat lexa diperlakukan beda ma.. lexa salah apa sama mama, pantas saja semua keluarga mama mengabaikan lexa begitu juga keluarga papa,lexa salah apa ma, siapa ayah kandung lexa maaa" alexa menangis sejadi jadinya
"maafin mama lexa mama belum bisa cerita sekarang nak"
"sembunyikan saja terus ma...sampe.lexa mati..." ucap alexa dengan penuh emosi ia meninggalkan kediaman seruni
"lexa...lexaaa....." seruni menangis memanggil alexa
"dek...dek..sudah lexa butuh sendiri" ucap ihsan seraya menenangkan istrinya itu
"ma.. biar vi ajah yang tenangin lexa yaa" ucap viandi
"tolong mama vi..tolong"seruni menangis mia pun terkejut ia tak menyangka akan semua kabar ini
Di perjalanan alexa masih menangis ia merasa tak percaya akan kenyataan bahwa tama bukan ayah kandungnya
"jadi siapa bokap kandung gue, beliau di mana apakah masih hidup ya Allah ya Robbi pantas saja semuanya seperti ini" alexa masih menangis viandi hanya diam ia mengehentikan laju kendaraannya ia turun dari kendaraan menuju ke minimarket terdekat
"nih minum dulu, biar kamu agak tenang" ucap viandi sembari menyodorkan satu botol air mineral pada alexa
"haaaaaah.. gilaa ya, kenapa semuanya nyakitin gini" ucap alexa
"lexa, aku yakin mama pasti punya niat baik di balik semua ini kenapa mama bisa sembunyikan semuanya dari kamu,"
"yes i know, mas aku tau itu, tapi aku ga habis fikir kadang mama. juga perlakuan aku berbeda"
"husst.. itu dulu kan? sekarang??"
"yaa sekarang mama lebih fokus ke aku"
"sekarang tanangin diri kamu, dan nanti coba bicarakan baik baik sama mama, Nih buat mood booster" ucap viandi sembari menyodorkan sekotak es krim pada alexa
"es krim, mas aku bukan bocil..." alexa kesal pada viandi
"haha biasanya cewek kalo lagi kesel galau bisa mood lagi makan es krim atau coklat"
"aku ga punya mantan lexa..."
"BULSHIT banget "
"yaudah kalo ga percaya, yaudah terus yang bikin mood kamu balik apa?"
"heum tembok..!!" ucap alexa
"tembok??, kamu mau jedotin kepala kamu sampe mati??" ucap viandi sembari merasa keheranan
"mas jadi duda dong, mas siap jadi duda??" ucap alexa dengan spontan sembari melirik pada viandi
"astaghfirullah lexaa. yaa gak lah.."
"aku mau corat coret tembok, aku mau buat gravity, itu doang yang bikin mood aku balik"
"wokeee..lets gooo"
"kemana???"
"kita cari tembook lah" ucap viandi ia melajukan kendaraannya sembari mengetik sesutu entah pada siapa ia berkirim pesan
Alexa terkejut ternyata viandi membawa alexa ke basement di perusahan milik abraham sekaligus kantor viandi
"ayoo turun" ajak viandi
"mas...disini???"
",iyaaa " viandi menunjkan tembok luas yang biasa tempat parkir untuk vvip yang biasa selalu di tempati oleh abraham dna viandi
"kamu boleh buat apaaa aja di tembok itu, asal kamu bisa lebih baik" ucap viandi sembari memegang kedua bahu alexa
"woow ..aku harus buat apa?" ucap alexa ia berjalan perlahan mendekati dan mengamati tembok besar di hadapannya
viandi hanya duduk sembari tersenyum di atas kap mobil miliknya sembari menghisap sebatang rokok ia terus memperhatikan alexa
alexa terkejut ternyata sudah banyak peralatan untuk membuat gravity yang telah viandi siapkan
__ADS_1
"kapan mas siapin ini" ucao Alexa sembari berjongkok mencari warna dasar untuk memulai membuat gravity
" di jalan tadi aku suruh egy"
"ooh," ucap ia mengikat rambutnya dan mulai mengocok cat semprot di tangannya
"aaah ribet .." alexa melepas kan high heels nya dan menendang ya jauh jauh, viandi hanya tertawa tertahan melihat tingkah alexa
ia mulai menyemprotkan cat ke dinding namun alexa kembali terdiam
"mas..ini jam brapa??"
"heum jam 22.30"
"aku aka selesai menjelang subuh, kalo mas ngantuk mas boleh tidur di dalam mobil" ucap alexa
"aku temani kamu, sampe kamu selesai"
"yakiin??"
"iyalah besok kan free.."
"ohhh okee..." Alexa kembali menyemprotkan catnya
"ribet banget nih ga leluasa"
viandi menyadari Alexa sangat tak nyaman ia menghampiri alexa
"kenapa?"
" gaun nya terlalu panjang jadi aku ga lelusa bergerak ke sana kemari" ucap alexa sembari memanyunkan bibirnya
"breeeet.... breeeet...." viandi menyobek gaun yang alexa pakai
"maass...!! iih gila kali,ini mahal tau, 120 juta" ucap alexa
"boutique nya masih jual kan??"
"iya"
"nanti beli lagi" ucap viandi smebari berjalan menjauh dan kembali duduk di kap mobilnya
gaun Alexa di sobek oleh viandi menjadi di atas lutut membuat Alexa lebih bisa bergerak kesana dan kemari
"banyak yang ga gue tau dari alexa, ternyata ini hobi dia, entah harus gimana lagi gue bisa yakinin Alexa kalo gue udah bener bener jatuh cinta sama dia" ucap viandi dalam hatinya
lambat laun hasil gravity yang alexa buat sudah jadi,vaindi melihat jam di tangan ya pukul 03.30 dini hari
"done....!!! yuhuuuu kereeeen wwwwwoooooow..." teriak alexa ia sangat senang seperti semua sesaknya hilang seketika
"akhirnya...." ucap alexa ia ikut duduk di kap mobil bersama viandi tangan nya yang penuh dengan percikan cat dan keringat yang membasahi wajahnya membuat alexa semakin cantik di mata viandi
"capek yaa" ucap viandi
"yaa, tapi aku puas ploooong banget rasanya" ucap alexa sembari merentangkan kedua tangannya
"oh iyaa makasih yaa mas, udah kasih tempat buat ini semua" ucap alexa sembari tersenyum manis
"sama sama"
"heumm kalo ga ada mas vi, aku ga tau harus gimana awalnya aku kira aku akan terkekang tapi mas vi mulai memberikan nafas buat aku, makasih yaa mas" ucap alexa sembari tersenyum
viandi terdiam ia membelai pipi alexa dan perlahan mencium lembut bibir alexa alexa terkejut namun entah kenapa saat itu ciuman viandi Sangat berbeda, lebih hangat dan lembut, dan tanpa ragu alexa pun membalas ciuman bibir viandi yang terasa hangat dan lembut.
"kamu tau, aku pilih kamu bukan asal pilih" bisik viandi sembari mendekati hidungnya dan hidung alexa
"aku jatuh cinta sama kamu alexa ketika kamu masih berjualan takjil, aku jatuh cinta pada gadis mandiri, galak, judes"
"tapi..mas"
"aku ga butuh yang lain aku ga bisa nahan perasaan aku sendiri lexa, aku sayang kamu lex, aku cinta kamu, aku janji akan selalu jagain kamu" ucap viandi sembari membelai kedua pipi alexa dan mencium kening pipi dan bibir alexa
Alexa memeluk viandi ada rasa nyaman dalam dirinya ketika ia bersama viandi dan dalam dekapan viandi ia merasa sangat nyamn dan aman..
alexa membalas pelukan hangat viandi, dengan itu viandi pun yakin bahwa alexa pun memiliki rasa yang sama.
",gue ga akan pernah lepasin suami gue, buat apa gue fikirin pratama dia bukan bokap gue, gue mulai menyayangi dia seperti nya"
hari itu viandi mengungkapkan isi hatinya dan akhirnya alexapun mulai membuka hatinya untuk viandi mereka merasakan getaran asmara dan cinta yang selama ini mereka tak rasakan. namun hari ini keduanya mulai saling berjanji menyayangi dan mencintai.
__ADS_1