CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
HAYOLOH VI.. DIA NGAMBEK


__ADS_3

Keesokan harinya alexa berangkat menuju kediaman seruni ia menemui seruni dan mia untuk membawa keduanya melihat keadaan sherina


sesampainya di rumah sakit jiwa Alexa di antarkan oleh petugas rumah sakit menuju kamar tempat sherina di rawat


"sebaiknya jangan terlalu dekat ya bu, pasien semalam mengamuk dan menangis histeris" ucap petugas rumah sakit jiwa


Alexa, seruni dan mia tak kuasa menahan air mata mereka menangis seruni memeluk alexa


"ka.. maafin aku ka...ini bukan ingin ku.." ucap alexa


"sher, kenapa jadi begini nak.." ucap seruni tatkala melihat Sherina duduk melamun di pojokan kadang menangis kadang tersenyum


"aku, anak pintar, aku cantik, aku hebat aku anak kebanggaan tapi ...hiks .hiks... kenapa papa ga peduli, kamu ga perduli semuanya ga perduli!!" Sherina terus mengoceh


alexa,mia dan seruni hanya bisa menangis setelah itu alex meninggalkan rumah sakit jiwa dan tanpa di segaja ia bertemu Pratama dan hanum


"papa .." ucap alexa, ia melihat Pratama terlihat sangat pucat dan wajahnya terlihat menua dan lelah ia seperti malu berhadapan dengan alexa


"lexa." ucap tama lirih, alexa menangis dan memeluk pratama pelukan hangat yang ia berikan untuk tama yang ia yakini bahwa ia adalah ayah kandungnya walaupun kenyataannya bahwa tama adalah ayah sambung nya


"maafin papa lexa maafin papa" tama menangis tersedu sedu memeluk alexa


"lexa juga minta maaf pa, maaf kaka jadi begini"


"ini semua salah papa, tapi papa terimakasih kamu dan viandi lagi lagi bantu papa, jujur papa malu lexa" ucap pratama alexa memandangi wajah Pratama wajah yang mulai menua dan banyak keripit di sudut matanya alexa membelai wajah Pratama


"lexa ga pernah benci papa, walaupun papa bukan papa kandung lexa tapi papa lah orang yang membesarkan alexa makasih pa...untuk kak sherina lexa janji akan cari psikiater yang terbaik untuk obati kaka" ucap alexa lagi lagi Pratama memeluk anak bungsunya itu ia merasa malu dan menyesal dahulu memperlakukan alexa berbeda dengan sherina.


dua bulan berlalu petrus sudah mendekam di penjara dan sherina masih menjalani rehabilitasi karena mentalnya terganggu dan perusahaan tama pun akhirnya alexa yang harus turun tangan menjalani tugas sherina , di bawah pimpinan viandi kini perusahaan pratama mau tidak mau di akuisisi oleh viandi namun viandi tak setamak itu ia tetap memberikan hak untuk sherina, alexa dan pratama, tama pun sesekali hanya mengunjungi perusahaan bila ada rapat penting kini alexa pun bisa di andalkan dalam menjalankan perusahaan milik papanya


alexa dan viandi sama sama sibuk menjalani perusahaan masing masing terkadang keduanya hanya bertemu bila sudah larut malam.


alexa pulang larut malam di dapatinya vindi tengah tertidur pulas tak ada lagi pembicaraan hangat, Alexa merebahkan tubuhnya di samping viandi, pagi harinya alexa menyiapkan sarapan namun dengan terburu-buru viandi hanya memakan satu potong sandwich.


"mas.. kamu buru buru amat sih" ucap alexa


"maaf sayang meeting pagi hari ini sama klien aku berangkat yaa" ucap viandi ia mencium lembut pipi alex dan berlalu pergi


selalu begitu setiap harinya semakin hari alexa semakin merasa tak nyaman ia rindu saat seperti dahulu ia merasa jenuh menjalankan perusahaan pratama,ingin rasanya ia melepas ini semua dan fokus mengurus viandi tetapi apa bisa sedangkan viandi sendiri sangat sibuk.


alexa meraih ponselnya ia mencoba menelepon viandi.


namun nihil ia tak menjawab panggilan alexa alexa melihat kalender diatas mejanya


"astaghfirullah" ucap alexa ia terkejut ia baru menyadari besok adalah hari pernikahan mereka yang ke satu,


"kok bisa lupa apa mas vi juga lupa, apa gue ajak dia makan malam ajah yaa buat rayain anniversary nya kita" ucap alexa dengan senyum yang mengembang


alexa mengetik pesan untuk viandi

__ADS_1


📱


my husband


"mas, hari ini aniversary kita aku mau makan malam sama kamu, pulang cepet yaa😘"


alexa mengirimkan pesan singkat untuk viandi namun viandi belim juga membaca dan melihat membalas nya


detik berganti menit,menit pun berlalu berganti jam sudhya hampir 4 jam alexa menunggu kabar. ia melirik jam di tangannya sudah pukul 17.30 akhirnya Alexa memutus untuk menghampiri kantor viandi


sesampainya di sana kantor sudah lengang semua pegawai sudah pulang ke rumah masing masing.


"bu alexa" tanya salah satu security


"oh iya pak, pak viandi masih di dalam?"


"loh pak viandi sudah pergi dengan klien dari jam 4 bu, seperti mau dinner bu"


"apaa?? dinnner dimana??" tanya alexa


"maaf bu untuk lokasi saya tidak tahu"


"ohh baiklah makasih ya pak" ucap alexa dengan senyum ketir


di perjalanan alexa merasa kecewa atas sikap viandi yang terlelu sibuk bekerja ia terus menghubungi viandi namun ia tak menjawab panggilan alexa


"heum lexa, pede banget lo rayain aniv sama viandi,dia ajah gak peduli kok" ucap Alexa penuh rasa kecewa


alex berjalan sendiri membawa sekotak kue


"haha, lucu.. bawa kue sendiri, beli sendiri rayain sendiri,ngeness banget sih lo lex, di saat lo cinta sama dia eh dianya malah sibuk dan lupa sama lo" ucap alexa ia berjalan perlahan mencoba menghibur diri sendiri


namun langkahnya terhenti, ia melihat seseorang yang ia kenal sedang menikmati makan malam berdua bersama seorang wanita dengan rambut sebahu dengan tinggi semampai dan berkulit putih oriental


"mas vi," ucap alexa dadanya seketika merasa sesak apakah klien harus dinner berdua dan tampak romantis saling bercerita dan tertawa berfoto bersama sedangkan malam ini adalah malam aniversary mereka.


alexa berjalan perlahan menghampiri viandi yamg tengah asik menikmati makan malam, wajah wanita itu pun berubah menjadi sedikit panik.


"kenapa sihh, kok diem" ucap vindi dengan lembutnya pada wanita itu, wanita itu menenangkan diri sembari meneguk minumannya


viandi terdiam ia menoleh ke belakang


"lexa,kamu disini," ucap viandi dengan senyum ketirnya


"maaf mas aku ganggu dinner romantis nya" ucap alexa menatap sinis wanita itu


"no..ini bukan dinner romantis kok ini cuma..."


"dineer romantis ga lengkap kalo ga da kue tart kan . nih aku udah siapin buat kalian selamat menikmati yaa aku pulang" ucap alexa dengan tatapan sinis

__ADS_1


"alexa tunggu, heiii lexa....tunggu". viandi mengajar langkah alexa, Alexa berjalan cepat ia tak peduli akan panggilan viandi


viandi berhasil meraih lengan alexa


"lexa ini salah faham"


"salah faham apa, aku lihat mas enjoy kok, seru, ketawa lepas Mandang dia juga lembut banget, itu yang akhir-akhir ini ga aku lihat di depan aku" ucap alexa dengan suara bergetar


"oke aku minta maaf tapi dia bukan siapa-siapa dia cuma sekretaris klien aku lexa"


"oh ya sekretaris nya apa emang klien? klien yang natap mas dengan rasa suka"


"heii alexa... kamu cemburu? aku ga ada hubungan apa-apa pure ini cuma kerja kok"


"kerjaan yaa? sampe aku ajah di abaikan,sampa kamu lupa malam ini itu malam apa??!" ucap alyex ia menepis lengan viandi dan pergi meninggalkan nya


"lexa...lexaa..aaah... duhh gue kejar lexa tapi naura gimana" ucap viandi


viandi kembali ke meja tempat mereke makan malam


"ahh gy lo kemana ajaj sih" ucap viandi dengan kesal melihat kedatangan Egy


"loh kenapa pak?"


"gue balik yaa lexa salah faham nih" ucap viandi


"pak, saya minta maaf ga seharusnya saya ajak dinner di malam ini" ucap naura seraya menyodorkan kotak berisi kue tart yang di bawa Alexa tadi viandi mengernyitkan dahinya ia bingung apa yang di maksud oleh naura


viandi membuka kotak kue itu ia terkejut


"ohhh shitt..gue lupa.." ucap viandi ia segera berlari membwa kotak kue itu dan pergi meninggalkan restoran


di perjalanan viandi melihat ponselnya berkali kali ia melihat pesan yang di kirim alexa untuk dirinya


"kenapa gue bisa lupa gini, ini hari aniversary pernikahan kita yang ke satu duhh begooo banget sih vi" ucap vindi ia melajukan kendaraannya dengan sangat cepat


sesampainya di apartemen ia mencari keberadaan alexa namun nihil alex tak ada di manapun ia mencoba menelepon alexa malam itu namun ponsel alexa tak aktif.


📱


"halo ma, ada Alexa di situ ga"


"gak ad tuh, di rumah papa nya barangkali"


"oh yaudah makasih mah"


viandi menutup teleponnya ia menelepon seluruh keluarga untuk mencari alex namjnu tak ada satupun yang tahu keberadaan alexa,. viandi terduduk sendiri di tatap nya kue yang bertuliskan


"happy wedding Anniversary vi & lex"

__ADS_1


viandi terdiam ia merasa bersalah pada alexa ia terus berfikir kemana kiranya alexa pergi.


__ADS_2