CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
UNGKAPAN PERASAAN


__ADS_3

Sabtu sore viandi sedang bersantai di ruang tivi tiba tiba alexa sudah bersiap membawa helm, memakai jaket dan membawa ranselnya


"mau kemana?" tanya viandi ia terkejut melihat alexa sudah bersiap


"mau ke rumah mama, kenapa? ga boleh?" ucap alexa dengan dingin sembari membersihkan kaca helmya dengan tissue


"boleh sih, aku antar yaa"


"ihh, mas ga lihat ini" ucap alexa seraya menunjuk ke helm miliknya


"mau naik motor??"


"iyaa lah"


"lexaa bahaya tau ga,udah aku antar ajah" ucap viandi


"mas kenapa sih dari kemaren kayak gitu, papa datang juga mas kayak gimana gituuuu, udah lah aku gak apa-apa kok aku berangkat yaa" ucap alexa


viandi hanya diam tak menjawab ucapan alexa


"apa gue se khawatir ini, sama keselamatan alexa" ucap viandi


ia sangat khawatir ketika ia tahu bahwa alexa pernah hampir mati di tangan Tama ayahnya sendiri, untuk itu kemarin ketika tama datang ia segera melindungi alexa, viandi yang menaruh cctv di seluruh ruangan kecuali kamar tidur , ia memantau dari layar ponselnya ia takut dan terkejut akan kedatangan tama ke apartemen, ia segera beranjak pergi meninggalkan semua pekerjaan demi menjaga alexa karena saat itu ia khawatir akan keselamatan alexa


viandi menarik nafasnya dalam-dalam ia merebahkan tubuhnya di sofa di liriknya jam di dinding


"dia udah sampe mana yaa!" ucap viandi ia meraih ponselny


📲


"halo apa mass!!"


"lexa kamu udah sampai mana!"


"astaghfirullah mas vi..!aku baru turun dari lift mas belom ada lima menit loh aku ninggalin rumah"


"iyaa iyaaa maaf, aku cuma khawatir"


"hadeuhh udah yaa"


Alexa menutup teleponnya, viandi tertawa geli, ia baru menyadari Alexa pergi baru beberapa menit yang lalu namun ia sudah sangat khawatir


Viandi memejamkan matanya tanpa terasa ia mulai terlelap. Sayup sayup terdengar suara dering telepon viandi membuka matanya diliriknya jam di dinding ternyata ia sudah tertidur selama hampir dua jam


ia raih ponsel itu di lihatnya nama mama mertua yaitu ibu dari alexa


📲


"halo ma"


"vi, katanya lexa mau ke rumah mama kok udah jam segini belom sampai"


"haaah.. dia udah brngkat dua jam yang lalu ma"


"aduhh si lexa kemana yaa, ini oom ihsan juga lagi cari keluar dari tadi ponselnya aktif tapi gak di angkat"


"yaudah mah, vi kesitu ajah vi coba cari juga"


"yaudah kamu hati hati yaa"


"yaa ma"


viandi menutup teleponnya,. ada rasa khawatir sangat besar dalam diri viandi dan seruni


"apa jangan-jangan dia ke rumah bayu atau jono" ucap viandi ia bergegas pergi meninggalkan rumah dan segera menuju ke tempat biasa jono parkir. sesampainya di sana nihil Alexa tak ada di tempat.


di perjalanan tiba-tiba ponsel viandi kembali berdering dengan cepat viandi mengangkat telepon itu ternyata seruni menelepon viandi kembali


📲


"Nak vi bisa cepat ke sini nggak ke klinik kasih bunda dekat rumah mama ya"

__ADS_1


"loh ada apa mah, ya ya ya viandi lagi di jalan ini"


"ya sudah Mama tunggu ya"


seruni menutup teleponnya dengan cepat viandi melajukan kendaraannya menuju kediaman Alexa sesampainya di sana terlihat motor Alexa sudah terparkir di depan klinik dengan keadaan tak baik banyak luka lecet di body motor Alexa ia terkejut di luar sana ada Om Ihsan sedang berbicara dengan aparat setempat.


"pak, Alexa kenapa?"


"eh viandi, alexa ada di dalam udah nggak apa-apa kok cuman kecelakaan kecil ya alhamdulillah alexa nya nggak kenapa-kenapa"


"oh ya udah viandi masuk ke dalam dulu ya pak"


viandi bergegas masuk ia melihat keadaan Alexa


"Lexa kamu gak apa-apa?" ucap viandi dengan rasa khawatir nya namun ia terkejut Alexa yang terduduk sembari meniup luka tergores di lutut dan lengannya hanya bisa diam


"lexa," ucap viandi kembali mamastikan ia menjawab pertanyaan viandi


"aku gak apa-apa mas, cuma begini lecet doang"


"doang?? kamu bilang lecet doang? gimana kalo kamu geger otak gimana kalo kamu kebentur patah kaki kamu" ucap viandi sedikit kesal


"duileee lebay amat maas..." ucap alexa sembari menatap aneh pada viandi


"hahah vi, gak apa-apa udah jangan khawatir yaa" ucap seruni sembari tertawa


"mas, aku pernah lebih parah dari ini, udah iih jangan lebay deh, lagian kalo bukan gara gara ayam pak rw lewat tiba tiba aku ga gini"


"apaa...ka..kamu nabrak ayam" ucap viandi ia ingin sekali tertawa terbahak-bahak namun ia mencoba menahannya


"iyaa.. ayam pak rw kejar kejaran aku lagi ngebut, ga sempet ngerem yaudah aku cium aspal" ucap alexa sembari memanyunkan bibirnya


tiba tiba wajah viandi memerah ia gemas melihat raut wajah alexa.


" motor kamu biar oom ihsan yang bawa yaa, kamu sama suami kamu ajah"


"heumm iya" ucap alexa sembari mengangguk mengiyakan


"lexa apa kamu ga merasa kalo viandi itu sebenernya suka sama kamu, apa kamu ga coba tanya dia tentang ini semua ,mama yakin semua ini hanya permainan sherina dan tama ajah" ucap seruni


"ma, lexa belom berani ngomong takut mas vi marah"


"mama cuma kesel kenapa papa kamu masih ganggu kamu, itu ajah" ucap seruni dengan tatapan penuh penyesalan


"ma..ga apa-apa toh lexa belum kasih jawaban ke papa, lexa juga ga mau gegabah mah"


"mama cuma minta pertahankan rumah tangga kamu yaa, mama yakin lambat laun rasa sayang dan cinta itu akan tumbuh kok"


alexa hanya diam tak menjawab ucapan seruni, malam harinya alexa sedang beristirahat di kamar viandi yang sibuk memainkan PC nya terlihat sangat serius


"mas kamu ga pulang?"


"aku mau tidur disini"


"pulang ajah deh yaa..mas, mas pulang ajah yaa" ucap alexa dengan manja viandi menoleh dengan tatapan heran


"kamu kenapa sih nyuruh aku pulang memangnya ga boleh aku nemenin istri aku yang lagi luka luka begini" ucap viandi seraya memelototi Alexa


"yaudah,iyaa iyaa, aku ngantuk" alexa merebahkan tubuhnya dan menyelimutinya tubuhnya ia membelakangi vindi yang masih melihatnya dengan kesal


"tidur bareng yaa" ucap viandi memeluk alexa seraya berbisik


"iihh apaan sih minggir..."


"kenapa siih haha" ledek viandi


"aku janji ga kasar" ucap vindi menggoda alexa


"gak..."


"ayolah..."

__ADS_1


"aku bilang enggak yaa enggak" alexa mulai kesal


"dosaa loh kalo nolak"


"udah ah aku mau tidur sama mama" alexa beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar seruni


"lexaa..ihh masa mau tidur bertiga sama bapak" ucap viandi seraya mengingatkan bahwa kini seruni telah menikah kembali dan tidak akan mungkin alexa akan tidur bersama ibu dan ayah sambungnya


"ehh iyaa yaa, aku mau di kamar mbak mia" ucap alexa sembari berlalu pergi


viandi hanya terkekeh melihat tingkah alexa


sementara itu di kamar seruni,ia dan suami nya sedang berbincang cukup serius


"mas apa aku harus jujur ajah sama lexa yaa"


"janagn dulu belum waktunya,"


"mas yakin ga kalo viandi itu sebetulnya mencintai alexa" tanya seruni


"yakin sudah terlihat jelas namun alexa yang masih belum ada rasa sama viandi biarka saja, mereka kan menikah tanpa pacaran dan belum mengenal watak dan kepribadian masing-masing"


alexa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur milik mia, saat ini mia sedang pulang ke kampung halamannya,lalu tak lama Alexa merasa mengantuk dan ia pun terlelap


alexa membuka matanya perlahan ia merasa sangat sesak,


"mas...vi" ucap alexa ia terkejut mengapa di hadapannya ada viandi tengah tertidur dan Alexa berada dalam dekapan hangat viandi


"seganteng ini mustahil kalo sherina ga jatuh cinta" ucap alexa memandangi wajah viandi dalam dalam ia mencoba melepaskan tangan viandi yang mendekapnya namun nihil viandi malah makin mendekap erat tubuh alexa jantung alexa berdegup sangat cepat.


ia tak bisa lagi memejam kan matanya ia terus memandangi wajah viandi yang tertidur pulas.


"apa bener, dia ada rasa suka sama gue, bukan sama sherina tapi... " alexa mulai gusar,


"masih malam tidur lagi, aku ga bisa tidur sendirian di rumah ini kalo di apartemen aku bisa ajah tidur sendirian" ucap viandi dengan suara sangat berat menahan kantuknya


"kenapa mas pindah ke sini di sini kasurnya kecil"


"mau tau apa mau tau bangeett" ledek viandi dengan mata terpejam dan bibir tersenyum manis


"heumm, ga usah, tapi bisa lepas ga,"


"ga,. malah pengen tambah erat" viandi semakin mendekap erat


"lepas lepasss..lepasss" ucap alexa sembari mencubit pinggag viandi berkali kali dengan gemas


"aah aaw... sakit tau, kamu itu ga bisa romantis amat sih cewek lain pada baper loh aku giniin " ucap viandi membuka matanya


"oohh ceweknya yang mana? sherina yaaa!!" ketus alexa


"ck, maless aku ga mau jawab" viandi melepaskan pelukannya dan membelakangi alexa


"mas.. seandainya yang kamu pilih itu sherina bukan aku apa mas akan jauh lebih baik dari sekarang"


"maksud kamu apa lexa"


"ahh gak apa-apa"


"pratama itu ngomong apa tentang aku"


"enggak papa ga ngomong apa-apa kok" ucap alexa ia pun membelakangi viandi mereka saling memunggungi


"asal kamu tahu, aku sayang kamu lexa" ucap viandi alexa terkejut akan ucapan viandi ia sedikit tak percaya


"aku iyahin ajah biar mas seneng"


"haaehh... terserah kamu mau percaya atau enggak banyak hal yang gak kamu tahu kenapa aku bisa milih kamu, bukan sherina dan yaa aku minta maaf aku sembunyikan semua masalalu aku dari kamu, tapi aku pilih kamu karena di hati kecilku aku menyayangimu dan ingin melindungi kamu" ucap viandi, alexa hanya diam


"lexa.. kok diem ." viandi membalikkan tubuhnya karena tak ada suara dari alexa


"lexa...jiiahh dia malah tidur.. dari tadi gue ngoceh ngungkapin semuanya berarti dia ga denger yaa apesss amat" ucap viandi melihat alexa sudah tertidur pulas.

__ADS_1


Dengan lembut viandi membelai rambut alexa dan mencium lembut pipi alexa, ia tersenyum ia berfikir tak apa alexa tak tahu akan perasaan nya tapi ia akan terus menunjukkan pada alexa bahwa dia menyayangi Alexa.


__ADS_2