
setelah kejadian itu alexa mengurung diri di kamar viandi pun masih terduduk sendiri di ruang tamu. ia lalu beranjak menghampiri kamar tidur utama ia membuka ointu perlahan di lihatnya alexa sedang duduk membelakangi nya sembari menatap keluar jendela viandi menghampiri alexa dan duduk perlahan di belakang alexa ia memeluk lembut alexa namun alexa terkejut ia dengan reflek menepis lengan viandi dan bangun menjauh dari viandi
"mmmaaaass...."ucap alexa dengan suara bergetar viandu hanya menatap sendu ada rasa penyesalan dalam dirinya melihat alexa yang sedikit ketakutan
Alexa membuka jendela nya lebar lebar
"mas, mau bunuh aku,kan?? ayoo lempar ajah," ucap alexa
viandi hanya menarik nafasnya dalam dalam lalu berjalan menghampiri alexa ia memandangi wajah alexa namun alexa tak berani menatap wajah viandi, tiba tiba viandi menarik lembut tanga alexa dan memeluknya,alexa hanya diam bulir air matanya jatuh dadanya terasa sesak
"maaf .. kamu takut yaa, maaf yaa aku kesel tadi, aku tau kita menikah dengan cara yang ga baik, aku tau aku bukan seseorang yang ada di hati kamu lexa tapi jujur aku nyesel tadi udah nyakitin kamu, aku sama sekali ga ada niat untuk bunuh kamu untuk nyakitin kamu lexa" ucap viandi ia memeluk alexa sembari membelai rambut alexa
alexa tak menjawab ia hanya diam menahan tangisnya
"gue ga boleh goyah, bisa ajah ini cuma akal bulus vi buat nyakitin gue lebih dalam lagi" ucap alexa ia tak menyambut pelukan viandi sama sekali.
senin pagi seperti biasa alexa menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan viandi
viandi kelauar dari ruang ganti ia sudah berdandan rapih dengan stelan jas warna hitam serta rambut yag ia tata rapi alexa hanya melirik pada suaminya itu lalu ia kembali menyiapkan sarapan pagi
"sarapan apa nih" ucap viandi namun alexa hanya diam ia tak menyahuti ucapan viandi, viandi pun terdiam
"hari ini kegiatan kamu apa?" ranya viandi
"cuma kuliah"
"setelah itu"
"pulang, ke sini tunggu kamu plng kerja" ucap alexa dengan dingin
"kamu boleh kok ke rumah mama" ucap viandi
"apaa... boleh...?? beneran?" ucap alexa ia terlihat sangat bahagia
"seketika wajahnya berubah begitu ajah jadi ingin tahu lebih jauh sifat alexa" ucap Viandi dalam hatinya
"iyaa, langsung ke. rumah mama ajah kabari aku kalo mau pulang, nanti aku jemput"
"aku bawa motor"
__ADS_1
"pagi ini aku antar kamu ke kampus ajah" ucap viandi seraya tersenyum
"ada apa, kenapa pagi ini dia sangat peduli, jangan jangan ini semua hanya tipuan" bisik hati alexa
"kenapa kok bengong" ucap viandi melihat alexa terdiam melamun
"ahh enggak engak ada apa apa kok"
"yaudah kamu siap siap aku anter yaa" ucap viandi dengan lembut,alexa hanya senyum ketir lalu meninggalkan viandi
diperjalanan mereka tak banyak bicara viandi Fokus mengemudi, sesampainya di kampus semua mata tertuju pada viandi dan alexa
"sst... Alexa tuh ma lakinya gilee tajir bangeut ganteng pula"
"iyaa lah anak konglomerat masa iyaa ga ganteng hahaa"
semua membicarakan alexa, ia tahu di kampus ada yang menyukai hubungan alexa dan viandi ada pula yang mencibir
"aku turun yaa" ucap alexa
"iyaa, hati hati dan kabari aku nanti aku jemput dari rumah mama" ucap viandi seraya tersenyum manis
"okee". ucap alexa ia terus melihat dengan tatapan aneh pda viandi
"tunggu .."
"ada apa?"
viandi tak menjawab ia mencium lembut pipi alexa
"iihh apaan sih," alexa mendorong tubuh viandi ia merasa aneh akan sikap viandi
"heumm, yaudah kalo ga mau di cium, padahal itu morning kiss loh" ucap viandi sembari tertawa
"gilaaa ..stress" ucap alexa ia turun dari kendaraan dan menutup pintu dengan keras
"astaghfirullah, kurang kerass lexaa..ck, baru di cium udah ngamuk apa lagi gue...., hahahaha menarik,seru, dia bisa malu malu juga" ucap viandi seraya memainkan bibirnya sembari menatap alexa yang berjalan meninggalkan viandi
sepulang dari kampus alexa bergegas menuju kediaman seruni betapa bahagianya alexa bisa berkumpul kembali bersama seruni dan mia mereka saling bercengkrama makan bersama alexa tak menyadari waktu menunjukkan pukul 10 malam dan ia pun tanpa sadar telah tertidur lelap di dalam kamarnya sendiri
__ADS_1
ponsel alexa berdering berkali-kali seruni meraih ponsel alexa yang sedang di isi daya
"viandi,duhh pasti dia marah lagi kalo tau alexa di sini" ucap seruni ia pun mengangkat telepon itu
📲
"halo nak vi"
"malam ma, kok mama yang angkat"
"oh heum ponsel alexa lagi di charge dan maafin mama yaa, alexanya ketiduran mama ga tega buat banguninnya"
"ohh b begitu mah, yaudah ma, gak apa-apa jangan di bangunin, vi juga lagi dijalan mau ke situ,. biarin vi menginap di situ malam ini" ucap viandi
"oohh,begitu yasudah mama tunggu yaa"
seruni menutup teleponnya ia terkejut ia mengira viandi akan marah besar seperti waktu itu namun ia terdengar sangat peduli pada Alexa.
pukul 11.00 malam viandi sudah datang di kediaman alexa setelah meminum teh hangat bersama seruni viandi pun bergegas masuk ke dalam kamar alexa
"tok..tok..tok. den vi maaf ini mbak mia, mau kasih baju ganti buat den vi" ucap mia sembari mengetuk pintu
viandi segera membuka pintunya
"ohh makasih yaa mbak". ucap viandi seraya tersenyum ramah pada mia
"ada lagi yg di butuhkan den?"
"ohh ga ada mbak makasih, mbak istirahat yaa"
"ohh iya den" ucap mia ia tersenyum ia sangat senang melihat viandi begitu peduli pada alexa
viandi berjalan perlahan di lihatnya alexa tengah tertidur lelap
"heump..heumph.." viandi menahan tawanya melihat gaya tidur alexa yang sangat berbeda ketika di rumah
viandi membelai lembut pipi alexa lalu mencium kening alexa dengan lembut
"jujur aku menyukai mu lexa, tapi aku sangat benci kaka mu, bila ingat kamu ada hubungan darah dengan sherina aku benci tapi benci itu timbul bila sherina membuat aku kesal dan rasa kesalku tak bisa aku lampiaskan pada dirinya, tapi aku malah melampiaskan sama kamu,maafin aku lexa" ucap viandi ia terus membelai lembut pipi alexa
__ADS_1
malam itu Viandi tidur di samping Alexa kasur alexa yang hanya cukup untuk dua orang dan itupun terasa pas membuat viandi tidur dengan posisi miring menghadap ke alexa ia memeluk alexa
alexa menggeliat lalu iapun tanpa sadar memeluk viandi dan tertidur lelap viandi hanya tersenyum ia kembali mencium lembut kening alexa.