
Dua bulan kehamilan alexa ia merasa mual dan tak nyaman.
"sayang mau makan apa?" tanya viandi
"ga usah masak mas"
"loh kenapa apa mau makan di luar?"
"terserah mas ajah" ucsp Alexa ia berlalu pergi di dalam rumah pun alexa memakai masker karena penciuman nya menjadi sangat sensitif
malam harinya viandi naik ke atas tempat tidur memeluk alexa, namun alexa terperanjat
"mas.. jauh jauh deh ah..." kesal alexa
"kamu kenapa sih??"
"badan mas bau.. bau banget ah.." kesal alexa ia beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan kamar
"hei alexa..bau apaan sih" viandi menciumi tubuhnya
"ih gak bau asem kok wangi" ucap viandi
"alexa...alexaa" viandi mengetuk pintu kamar kedua
"mas, tidur di sana ajah aku disini oke.."
"heumm yaudah"
viandi pun mengalah ia akhirnya tidur sendiri di kamar tidur utama
keesoka paginya semua sudah tersaji namun alexa masih berada di kamar
"mas, maaf mas sarapan sendiri yaa, aku mual" ucap Alexa dan segera mengunci pintu
viandi terlihat kesal iapun tak jadi menyantap makanannya begitu terus setiap harinya bila viandi datang alexa segera masuk ke dalam kamar bila viandi mendekat alexa akan mual dan muntah
sore itu viandi tak pulang ke apartemen ia menuju ke kediamannya orang tuanya
sesampainya di sana viandi makan malam bersama orang tuanya dan bercerita akan tingkah alexa
"hahah itu alamiah sayang, ibu hamil semua begitu tiap ibi hamil beda beda, ada yang cium parfum muntah, ada yang cium bau masakan muntah ada yang cium bau badan suami juga muntah banyak lah"
"jadi ini bawaan bayi mi?" tanya viandi
"hahah iya sayang sabar trismester pertama memang begitu yang sabar yaa nanti menginjak 4 bulan juga gak kok"
viandi terdiam ia sebenarnya rindu pada alexa namun karena bawaan bayi ia tak bisa mendekati alexa, Alexa sangat benci bila ia mendekatinya dan memarahi viandi dengan alasan bau tubuh viandi tercium sejak masuk ke dalam rumah
ponsel viandi berdering
📞....
"halo lexa"
"mas lagi di mana kapan pulang?"
"aku di rumah mami,"
"terus kapan pulang??"
"yaa ntar aku pulang, tapi aku pulang kamu usir gak?"
"mas...ini kan bawan debay mas"
"yaudah iyaa nanti aku pulang yaa"
Viandi menutup teleponnya mami, papi dan velove tertawa melihat viandi yang galau malam itu
sesampainya di mansion alexa sudah tertidur di dalam kamarnya ia tak berani mendekati alexa karena ini sudah masuk bulan ketiga
viandi duduk bersandar di balkon menikmati kopi panas nya. tiba tiba
"mas...." alexa keluar kamar dan duduk memeluk viandi
"loohh tumben ga hueks huekss nyium bau aku"
"ga tau ,pokonya aku dari siang pengen peluk mas terus"
"heumm okee bumil manja,sini peluk" ucap viandi ia mencium lembut kening alexa
" mas, aku pengen makan sesuatu"
"mau apa?" tanya viandi
"mau makan apa yaa, mas cariin yang asem asem dong "
"apaan? mangga muda maksudnya?"
"iyaa"
"lexa ini udah jam brapa,tukang yang jual nya udah tutup kali"
"coba telepon mama" ucap alexa
viandi ingin marah namun ia tahan karena alexa tengah hamil
"heuuuhh, okee okee aku telepon yaa" viandi meraih ponsel ia melirik jam di tangannya sudah pukul 12 malam
__ADS_1
"ga di angkat lexa" ucap viandi
"mbak mia deh" ucap alexa menyuruh viandi menelepon mia
viandi pun mencoba menelepon mia
📞..
"halo den ada apa?"
"Alhamdulillah mbak, di rumah ada pohon mangga ga?"
"ada den kenapa??"
"alexa mau mangga muda mbak"
"malam ini juga?"
"iya mbak"
"aduh yowes tar mbak mia cek dulu yaa"
"oke mbak maksih maaf ngerepotin yaa kabari kalo ada"
"iya den"
Viandi menutup telepon nya ia melihat alexa yang tersenyum kegirangan
"ada kan mas..."
"lagi di cariin sama mbak mia"
"okee"
sementara itu di kediaman seruni mia keluar dari kamar nya ternyata terdengar oleh seruni
"mia.."
"ya bu"
"ngapain kamu malem malem di bawah pohon?"
"ini bu, tadi den vi telepon minta mangga muda buat non lexa"
"astaghfirullah alexa ada ada ajah" ucap seruni ia pun ikut mencari untuk alexa
"ada apa dek" tanya ihsan
"ini mas alexa mau mangga muda"
"heum ibu hamil kadang ngidamnya ada ada ajah, awas saya ajah yang ambil"
akhirnya ihsan dapat memetik 5 buah mangga muda untuk alexa dan dengan rasa sayangnya ia pun rela mengantarkan mangga itu ke kediaman alexa .
bel kediaman alexa berbunyi seseorang menekan bel
viandi dengan keheranan melirik pada alexa yang belum juga tidur padahal sudah dini hari
"bapak?" ucap viandi ketike melihat kedatangan ihsan malam itu dengan memakai jaket dan baju kaos berkerah
"nak vi, ini mangganya buat alexa"
"astaghfirullah masya Allah bapak kok kenapa dianterin biar vi ajah yang ambil, ayo masuk pak" ucap viandi
"siapa mas?"
"lihat nih bapak yang anter buat kamu" ucap viandi
"ya allah pak maafin lexa " ucap alex sembari bersalaman mencium tangan pada ihsan
" Ndak apa-apa ndok, kasian takut ngiler anakmu" ucap ihsan sembari membelai rambut Alexa
"maksih ya pak,. bapak tidur disini ajah dulu pak nanti pagi baru pulang?" ucap alexa
"apa boleh??" tanya ihsan
"boleh pak boleh, ayoo pak ke kamar kedua"
akhirnya ihsan pun beristirahat di kediaman alexa
"hei, jam setengah 3, loh" ucap viandi melihat alexa yang asyik makan mangga muda dengan cabai dan garam di dalam kamarnya
"terus kenapa"
"emang ga bisa besok makannya?"
"enggak"
"heum,. yasudah jangan kebanyakan yaa"
"iya, mas mau nih cobain" ucap alexa seraya menyodorkan mangga ke mulut viandi
"gak ah"
"ayolah mas bawaan debay nih pengen ayah nya makan juga" rengek alexa
"okee oke aku makan " ucap viandi ia pun memakan nya rasa kecut dan asam vindi tahan di hadapan alexa
__ADS_1
"hahahahaha mas...mas...kamu ihh percaya ajah aku becanda udah buang ah.. nanti kamu sakit perut"
alexa menggoda viandi ia tertawa viandi gemas mencubit pipi alexa dan menciumnya
semakin hari kandungan alexa semakin membesar tak terasa sudah masuk ke 9 bulan malam itu seruni dan aliya datang ke kediaman alexa mereka membantu persiapan persalinan alexa
"nak vi ini tas sudah lengkap bila.mana Alexa mulas bawa langsng ke rumah sakit dan tas ini bawa yaa di dalam sudah ada perlengkapan bayi "
"iyaa ma"
"vi. kamu jangan terlalu lelap tidur takutnya alexa mulas tengah malam"
"iyaa mi"
seteleh selesai keluarga viandi meninggalkan kediaman viandi
"gimana udah mulas??"
"enggak biasa ajah" ucap alexa sembari memainkan ponselnya
"cepet ngomong yaa kalo udah berasa ga enak"
"okeee"
keesokan harinya viandi meminta izin ke kantor pada alexa
"iya pergi ajah mas aku baik baik ajah mungkin belum waktunya"
"iya sih cuma ini sudah bulannya aku yang takut"
"nanti kalo udah ga nyaman aku telepon mas yaa " ucapa lexa sembari tersenyum
"yasudah, aku ke kantor sebentar"
viandipun pergi ke kantor pagi itu untuk mengecek pekerjaan nya
tak lama kemudian ponsel vindi berdering
📞...
"halo"
"dengan bapak viandi?"
"ya betul"
"ini dengan rumah sakit ibu dan anak permata bunda, istri bapak tengah kontraksi di harapkan kedatangan nya pak"
"apaa!! yang benar sus?!"
viandi menutup teleponnya ia panik dan melajukan kendaraannya
"alexa kok bisa bisanya ga ngabariin sih" ucap viandi
sesampainya di sana alexa sudah terbaring menahan mulas
" ya Allah alexa kok kamu ga telepon sku sih"
"gimana mau ingat sih mas, aku juga reflek kok aku mulas trus cepet cepet kesini!"
"sendiri??"
"iyalaah"
"astaghfirullah lexaaaaa"
"biasa ajah mas..duhh mulesss sumpah astaghfirullah ya allah ..." alexa terus beristighfar
akhirnya pukul 15.00 alexa melahirkan bayi laki-laki secara normal semua keluarga berkumpul
viandi memeluk dan mencium alexa dengan lembut
"luar biasa memang beda yaa, ibunya preman, bayinya juga ga lebay lama lama di dalem hahah" ledek abraham
"bawa mobil sendiri loh vi, alexanya ck kalo mami mah udah gak kuat lex"
"hahah tetap tenang itu kuncinya" ucap alexa viandi tertawa sembari menatap alexa
"dia istriku, tidak manja, mandiri wonder women hahaha aku mencintaimu alexa hingga nanti hingga tua nanti" ucap viandi dalam hatinya
alexa menatap manis pada viandi
"mas, kita jadi orang tua" ucap alexa
"yaa, kita rawat anak kita sama sama,"
"penuh cinta kasih sayang dan agama yang baik okee" ucap alexa
"iyaa,"
"sebentar lagi tubuhku berubah jadi gendut,gemoy pipiku jadi chubby apa mas masih cinta"
"ngawur..iyaalah aku mencintaimu alexa apa adanya kamu, walaupun tubuhmu berubah wajahmu berubah aku tetap mencintaimu karena kamu istriku ibu dari anak anakku aku janji akan selamanya bahagiakan kamu dan anak anak kita itu janjiku"
"terima kasih mas... terimakasih" ucap alexa
akhirnya alexa bisa menerima dan mendapatkan banyak cinta dari semua orang bahkan kini ia sudah memiliki buah cintanya bersama viandi, alexa berjanji akan menjadi ibu yang baik untuk anak anaknya kelak ia memasuki akan memberikan cinta dan sayang ia tak ingin masalalu yang kelam dan kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua tak akan terulang untuk anaknya kelak.
__ADS_1
THE END...💜💜
Terima kasih untuk semua yang sudah setia membaca karyaku ini maaf bila banyak kesalahan dalam pengetikan nama tokoh, karakter dan tempat kejadian hanyalah fiktif belaka terima kasih banyak yaa dan sampai jumpa di karyaku yang lainnya terima kasih.