
Sesampainya di kantin segeralah mereka memesan makanan dan duduk berhadapan.
"Kakak kenapa sih gak masuk ke dalam?" Tanya Lexa seraya melahap snack yang dipesannya.
"Kamu manggil aku kakak?" Tanya balik Axel dengan nada menggoda.
"Isss….kan emang kamu senior aku, emang gak boleh ya?" Tanya balik Lexa dengan jengkel.
"Boleh sih, tapi kamu loh orang pertama yang manggil aku kakak setelah beberapa jam ini." Jelas Axel dengan santainya namun wajahnya terlihat memikirkan sesuatu.
"Beneran?wah keren tuh, biasanya orang pertama selalu dikenang." Goda Lexa seketika membuat tawa antar mereka.
"Serius nih, jadi Loe kok gak mau masuk nih?" Tanya Lexa dengan tatapan serius.
"Lah tadi manggil kakak, sekarang dah loe aja ya." Ledek Axel.
"Isss...capek deh ngomong sama loe, lagian suka-suka aku dong." Cetus Lexa seraya memalingkan wajahnya dari Axel.
__ADS_1
"Ya deh nanti ku kasih tahu, btw aku senang bisa punya teman kayak kamu. Soal tadi maaf ya, ternyata kamu asyik juga." Ujar Axel seraya menatap wajah Lexa.
"Ya dong aku asyik, tapi siapa ya yang mau jadi teman kamu." Cetusnya diiringi tawa kecil, axel yang mendengar memasang wajah cemberut yang membuat Lexa tertawa terbahak-bahak. Ditengah keseruan tiba-tiba saja pak Mahmud (satpam di sekolah) datang memergoki mereka yang membuat kedua bocah itu terdiam merunduk.
"Kalian ngapain disini?cepat balik sana" Pinta pak Mahmud, untung saja ia merupakan salah satu satpam yang baik dan jarang menghukum anak-anak di SMP itu, seketika kedua bocah itu langsung pergi menuju aula meninggalkan pak Mahmud. Setelah acara di aula selesai, segeralah para siswa memasuki kelas masing-masing dan memulai pelajaran mereka di sana hingga jam menunjukkan pukul 12.00 WIB.
*******
"Teng...teng…" terdengar suara bel berbunyi pertanda jam pelajaran telah berakhir sehingga semua murid mengemas peralatan sekolahnya dan bersiap-siap akan pulang kerumah, namun saat Lexa bersiap-siap pulang seketika sosok Axel telah berdiri di depan kelasnya seraya mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum tipis ke arah Lexa yang membuat Lexa tertawa terbahak-bahak.
"Habisnya kamu lucu deh, sok-sokan gaya ke gitu. Gak keren tahu, kelihatan mau stand up comedy." Ledek Lexa diiringi tawanya.
"Terserah kamu deh, ngomong-ngomong rumah kamu dimana?siapa tahu kita searah." Tanya Axel.
"Dekat kok dari sini, di jalan Flamboyan." Ujar Lexa diikuti gerakan tangannya.
"Oh, sama dong. Aku juga tapi duluan dapat rumah kamu soalnya rumah aku di jalan melati, lewati Flamboyan." Jelas Axel diikuti senyum malu-malunya.
__ADS_1
"Kalau gitu bareng aja kita." Ajak Lexa dengan santai.
"Ayok, kebetulan aku bawa sepeda. Biar aku anterin." Sambung Axel dengan nada semangat.
"Wah bagus tuh, ayo. Tapi gimana dengan teman-teman kamu tuh?"Tanya balik Lexa.
"Mereka dah pulang kok, lagian mereka gak bawa sepeda."
"Ya udah, yok." Ajak Axel sekali lagi, segeralah kedua bocah itu melangkahkan kakinya menuju tempat parkir.
Axel pun membuka rantai sepedanya dan mulai menaiki sepeda diikuti oleh Lexa.
"Nanti pegang erat ya, kamu gak apa kan berdiri? Soalnya sepeda aku gak ada tempat duduknya. Cuma satu nih." Ucap Axel tanpa melihat ke belakang.
"Ya gak apa-apa. Ayo cepat kita jalan." Ujar Lexa kegirangan, baru kali ini ia memiliki sahabat selain Radit. Hal itu lah membuat ia sangat bahagia karena akhirnya ia mendapatkan teman baru di sekolahnya, apalagi orangnya baik.
"Let's Go!" Teriak Axel seraya mengayunkan kakinya seketika membuat sepeda bergerak maju dan tampak kedua bocah itu menikmati perjalanan mereka diiringi dengan angin yang sepoi-sepoi
__ADS_1