
Pagi itu viandi berangkat lebih dulu tanpa membangunkan alexa lebih dulu.
di perjalanan ia terus bertanya apa maksud dari perkataan bayu kemarin
Sesampainya di kantor viandi di temani oleh sekretaris pribadinya yang bernama egy.
"gy,semuanya baik-baik ajah kan??" tanya viandi pad egy
"iyaa pak, heum memangnya ada apa, ada sesuatu yang janggal di hati bapak??" tanya egy
"ga apa-apa, tapi tadi saya lihat semua pegawai berbisik dan memandang saya aneh "
"ahh..haha itu hanya perasaan pak viandi saja" ucap egy seraya tersenyum manis
viandi membuka pintu ruangannya dengan hati hati namun betapa terkejutnya di dapatinya sherina tengah membaca koleksi buku milik viandi
"ngapain kamu di sini," ucap viandi dengan dingin dan tatapan yag sinis
"haii good morning, aku bawa sarapan buat kamu" ucap Sherina dengan tingkah konyolnya ia membawa sarapan untuk viandi yang notabene ia adalah adik iparnya sendiri
viandi tak merespon ucapan sherina ia hanya diam
"sorry yaa aku ganggu,tadinya mau ke rumah tapi ga enak ada alexa, padahal lebih menantang kalo aku ke rumah kamu yaa" ucap sherina serya menggoda viandi
"keluar..!"
"ohh wow, aku takut" ucap sherina meledek viandi, ucapan sherina semakin membut viandi kesal
"EGY...EGY .." viandi berteriak memanggil Egy
"ssst .... jangan teriak teriak, aku pasti kekuar kok" ucap sherina seraya menutup bibir viandi dengan jarinya dan berbisik manja pada viandi, ia menepis lengan sherina dan menjauh
"keluar ...."ucap viandi seraya menunjuk ke arah pintu, namun sherina hanya tersenyum
"KELUAR!!!!"
"okee, aku pulang yaa, jangan lupa sarapannya di makan. oia makasih yaa, kenangan indah di Melbourne ga akan pernah aku lupain" ucap sherina lalu ia pun pergi meninggalkan viandi ,
Nafas Viandi memburu ia sangat kesal pada sherina, Egi masuk dan menghampiri viandi dalam ruangannya
__ADS_1
"Egi mulai sekarang tolong lebih ketat lagi pengamanannya jangan sampai ada orang asing masuk ke dalam ruangan saya apalagi yang namanya Sherina kalau dia datang lagi dengan cara apapun dengan maksud apapun tolong jangan dulu masuk ke ruangan saya"ucap viandi pada Egi
"baik pak"
setelah itu Egi keluar dari kantor viandi dan menginstruksikan kepada seluruh pegawai dan tim security untuk terus berjaga mulai memperketat pengamanan agar Sherina tak masuk kembali ke dalam perusahaan
Siang itu Alexa atau pergi ke kampus ia masih duduk santai di depan televisi karena badannya masih terasa belum membaik tiba-tiba terdengar seseorang menekan bel pintu lalu dengan cepat Sherina membuka pintu dan melihat siapakah tamu siang itu
"papa" ucap alexa ia terkejut akan kehadiran Tama di apartemennya
"assalamualaikum lexa papa ganggu ya" ucap Tama dengan senyum yang sama sekali tak ingin Alexa lihat senyum mengambang yang memperlihatkan bahwa dirinya pernah kejam pada diri Alexa
"waalaikumsalam nggak papa, ada apa" ucap Alexa dengan nada datar
"kok papa nggak disuruh masuk sih apa seperti ini perlakuan seorang anak pada orang tuanya"! ucap Tama pada Alexa
akhirnya alexapun membiarkan Tama masuk ke dalam apartemennya ia terlihat mengamati sekeliling ruangan dan tersenyum mengangguk-anggukkan kepala
"mewah ya mewah sekali apartemennya sepertinya kamu menikmati semua ini"ucap Tama pada Alexa namun Alexa hanya diam
"duduk, papa mau bicara"minta Tama namun Alexa masih terus menatap tajam pada Tama
"ada maksud apa papa datang ke sini secara tiba-tiba pasti ada sesuatu lagi kan Alexa udah bilang Alexa nggak mau ikut campur dalam urusan papa lagi"ucap Alexa dengan tatapan tajam pada tama
"to the point aja pah ada apa Jangan buat Alexa bingung"
"kamu tahu perusahaan viandi sedang mengalami inflasi yang sangat tajam apakah viandi bercerita sama kamu atau kamu paham akan semua ini tentang perusahaannya"tanya Tama pada Alexa namun Alexa hanya diam
"ya kamu nggak akan mengerti masalah seperti ini memang papa tahu, kamu kemarin sempat membantu Abraham kan untuk menyelesaikan negosiasi bersama klien-klien yang lain untuk mendapatkan tender tapi apa kamu tahu tentang inflasi perusahaannya yang lagi merosot"
"Alexa nggak pernah mau nanya dan nggak mau tahu pah itu urusan suami Alexa"
"suami??wah kamu sudah mengakui dia suamimu ya padahal mungkin viandi belum menganggap kamu istrinya karena papa tahu kalian tidak saling mencintai tidak saling menyayangi dan sebenarnya kamu tidak mau menikah dengan dia kan? asal kamu tahu seharusnya yang menikah dengan viandi itu adalah Sherina bukan kamu kan" ucap tama
"pa.. tolong jangan ganggu lexa lagi apa ga cukup kemarin papa nyakitin lexa,"
"yang mau ganggu kamu siapa, papa cuma.mau nengokin kamu kok, sekalian cerita sedikit tentang suami mu itu,. dan papa sedikit ada penawaran yang bisa bikin kamu lega" ucap tama sembari meminum teh hangat nya
"penawaran apa??" tanya alex dengan rasa penasaran
__ADS_1
"papa akan kembalikan uang viandi, tetapi ada yang harus kamu lakukan yaa anggap ajah ini permintaan papa yang terakhir, dan setealh ini kamu bebas kemanapun kamu mau,tanpa terikat dengan viandi"
"maksud papa,"
"yaa, papa kembalikan uang itu dan kamu harus cerai dengan viandi, karena papa ingin dia menjadi menantu papa dengan beristri kan sherina"
"apaaa,gilaaa, pah, jangan ngawur, apaa papa ga mikirin dampak nya nanti, dan ini ide gila"
"terserah kamu padahal uangnya lumayan besar kan untuk modal di perusahaan viandi,apa kamu ga merasa setelah menikah dengan kamu ekonomi viandi sedikit berantakan" ucap tama dengan senyum ketir.
"ini bokap kandung gue kan, kenapa dia bisa berfikir sekonyol ini"ucap alex dalam hatinya.
"maaf pa, lexa ga bisa bantu bagaimanapun pernikahan kita di saksikan oleh banyak pasang mata, dan sudsh sah di mata hukum dan agama"
"yasudah papa hanya menawarkan, papa pamit yaa, kalau berubah fikiram hubungi papa" ucap tama seraya beranjak dari duduknya namun tiba tiba
"lexa...!" ucap viandi dengan nafas tersengal
"mas.." ucap alexa ia terkejut melihat viandi yang berjalan tergesa gesa
"ada perlu apa anda kemari" ucap viandi seraya berdiri melindungi alexa ia biarkan alexa berdiri di belakang viandi
"saya hanya ingin menjenguk putri saya apa tidak boleh?"
"yakin hanya ingin jenguk?" ucap viandi dengan mata memburu
"mas.. udah lagian papa mau pulang" ucap Alexa sembari menarik lengan baju viandi.
"saya pamit yaa" ucap tama dengan senyum licik ya dan meninggalkan kediaman alex
"haaaaaah" viandi menarik nafasnya dalam-dalam
"kamu ga apa-apa?" tanya viandi seraya membelai pipi alexa
"gak.. emang aku kenapa???"
"gak apa-apa aku cuma takut"
"iih aneh takut apa sih" ucap alexa sembari berlalu pergi meninggalkannya viandi
__ADS_1
"Aneh, kenapa tiba tiba dia khawatir begitu" ucap alexa dalam.hatinya
Alexa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ia memikirkan penawaran Tama yang tadi ia katakan dalam hati kecilnya ia tak peduli dengan urusan perusahaan di sisi lain ia sangat berat melepaskan viandi karena bagaimanapun pernikahan yang saat ini adalah pernikahan biasa agama dan hukum.