CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
GLOW UP


__ADS_3

Alexa melajukan roda duanya sangat kencang, ia teringat dahulu ia melihat tumpukan surat itu dan mengolok-olok sherina, ia tak menyangka suaminya kini adalah orang yang dulunya mencintai sherina,


"apa jangan jangan, kedatangan sherina ke rumah tempo hari itu karena ada sesuatu dengan mereka!" ucap alexa dalam hatinya.


sesampainya di kediaman Pratama Alexa segera bergegas masuk semua penghuni di kediaman Pratama pun terkejut akan kedatangan Alexa namun mereka sangat senang melihat keadaan Alexa yang terlihat lebih fresh lebih makin cantik


"non lexa apa kabar non"ucap Rina seraya memeluk Alexa


"baik mbak maaf Mbak Sherina nya ada?"


"ada non di kamar sedang istirahat"ucap rina kembali lalu Tak lama kemudian Alexa pun pergi bergegas naik ke kamar Sherina


"braaak!!"Alexa membuka pintu kamar Sherina dengan keras membuat Sherina terkejut


"dek kamu kok di sini ada apa?" ucap Sherina dengan nada lemah lembutnya sembari tersenyum


Alexa melempar diary milik viandi ke tubuh Sherina, Sherina terkejut ia meraih buku itu ia pun bingung apa yang dimaksud oleh Alexa


"maksudnya apa sih dek kakak nggak ngerti deh"


"gak usah belaga bego ya"ucap Alexa sembari melipat kedua tangannya


"lu itu dulu ada hubungan kan dengan viandi kenapa nolak dia seharusnya elu kan yang menikah sama mas vi bukan gue"


melihat Alexa yang emosi sherina tersenyum dengan bangga lalu ia pun bangun menghampiri Alexa


"iya seharusnya posisi itu gue baju yang lu pake uang yang lo punya apartemen mewah yang lo tempati seharusnya itu milik gue karena viandi itu mencintai gue dia nggak pernah mencintai lu"


"kenapa baru sekarang lu ngomong kemarin pas dia milih gue kenapa lu juga diam"ucap Alexa seraya menatap tajam wajah Sherina


"hahaha lu bego bodoh apa emang nggak tahu?" ucap Sherina ia menjadi seseorang yang sangat menyebalkan wajahnya yang tadinya anggun dan pendiam berubah menjadi wanita yang terlihat agresif


"ya emang nggak tahu gua nggak tahu apa-apa"


"gue emang nolak dia kok gua nolak dia mentah-mentah" ucap sherina berbicara tepat di hadapan alexa


"terus lo yesel??"


"hahah iyaa gue nyesel dan gue berniat rebut kembali apa yang seharusnya gue miliki, karena viandi sendiri masih mencintai gue kan dan elo ga tau, kasiiaaann alexa nya kaka" ucap sherina sembari membelai rambut alexa


Alexa menepis lengan sherina yg membelai rambutnya


"gue yakin niat lo bukan karena perasaan kan, tapi karena uang"


"hahahah sok tahu" ucap sherina menoyor kepala alexa


"jangan pegang kepala gue!!" ucap alexa dengan mata memburu


"uuhh ya ampunn aku takuutt hahahah" ucap sherina meledek alexa

__ADS_1


"heh,lexa asal kamu tahu yaa aku dan viandi menikmati malam itu minggu kemarin" ucap sherina sembari berbisik


"gilaaa"


"lo ga tau kan dia Sekarang di mana? heum engga kan aduhh kasian padahal lu istrinya tapi ga tau dia pergi kemana labih tahu an gue yaa hahah" ucap sherina tertawa terbahak-bahak


emosi alexa memuncak ia seperti di permainan oleh semua orang termasuk viandi ia kesal ia mendorong tubuh alexa hingga terjatuh tersungkur


"aaaaaaaaahhh....!!" sherina berteriak kesakitan


"ASAL LO TAU GUE GAK AKAN NGOMONG APAPUN SEBELOM VI JELASIN KE GUE" ucap alexa sembari berteriak menjambak rambut sherina


"ALEXA....!! APA APAAN KAMU.." tama datang menarik lengan dan menapar wajah alexa


Alexa terdiam tak membalas ia hanya tersenyum ketir


"kamu sekali ke sini malah buat onar ada masalah apa ini" ucap tama


"pa ..dia nuduh aku selingkuh dengan viandi pah, padahal enggak pah" ucap sherina sembari menangis dan memeluk tama


"apa ..kamu gila nuduh kaka kamu sendiri"


"wow,... hebat, drama banget lo sher," ucap alexa sembari bertepuk tangan


",udah cukup, mending kamu pulang sekarang dimana mana ada kamu malah bikin pusing"


"oohh lexa bikin pusing yaa, tapi orang yg bikin pusing ini malah udah nyelametin perusahaan kalian kan, lupaa yaa lu semua"


"lexa maaf bukan begitu maksud papa" tama menghampiri alexa


"gilaa.. lu jual gue buat pelunasan hutang, dan sekarang anak lo itu berusaha ngejar suami gue kenapa ga dari awal ajah lu suruh dia nikah sama viandi bukan gue, anak lu itu gak laku yaa ga bisa cari calon suami yang kaya raya , apa ga ada yag mau!!" ucap alexa sembari tersenyum ketir


",brengsekk...!! gue lebih dulu kenal vi, gue lebih dulu dicintai viandi tau ga..!!!" sherina mulai mengamuk ingin memukul alex namun Tama menahan sherina


"cuihh, bawa ke ke RSJ tuh anak kesayangan lu,oia jangan mimpi' dapetin viandivlagi sebelom dia sendiri yang bicara milih lu dan lepasin gue" ucap alexa seraya berjalan berlalu pergi


"dulu nolak lo skrng ngemis gila kali, gue cuma butuh viandi jujur dia masih suka apa enggak ma sherina kalo masih yaa gue lepas kok lagian rumah tangga gue saat ga nyaman kok" gerutu alexa, sembari memegang pipinya yang memerah


"Alexa..." suara seorang wanita yang menunggu alexa untuk turun


"wow istri baru Pratama" ucap alexa


"kenalin aku hanum"


"iyaa aku tau kita pernah ketemu di acara pernikahan"


"maaf aku tadi dengar semuanya, kalo boleh aku bicara tolong jangan lepaskan rumah tangga kamu lexa, sherina dan tama sangat tamak dan gila akan harta"


"kenapa Tante bisa bicara begitu"

__ADS_1


"sudah ikuti saja, tante yakin suami banyak pertimbangan karena memilih kamu bukan kakak kamu" ucap hanum


Hanum adalah istri baru Tama ia sangat berbeda dari Mayang ia berhijab, dan santun


"aku tau aku bukan siapa siapa tapi aku tahu tentang kamu dari para asisten rumah tangga,"


"aku anak liar tante selalu buat onar" ucap Alexa


"enggak, tante ga lihat kamu dari sisi itu, sudah kamu pulang, dan tanya baik-baik sama. suami kamu yaa, dan ingat pesan tante yaa" ucap Hanum


"makasih tante ,lexa pamit, oia . titip papa, dia kalau sudah gila kerja suka lupa makan suka sakit" ucap alexa bagaimanapun Alexa sedikit memperhatikan tama dan menitipkan nya pada hanum


"iyaa pasti itu, tante akan rawat papa ya" ucap hanum dengan senyum tulusnya


di perjalanan alexa masih menggerutu ia memaki sherina tama dan juga viandi


"ohh keluar negeri bareng sherina toh, gilaaa maksdnya apa sih, liatin ajah lo bisa seneng seneng di luar sana ga pulang pulang juga gue masa bodoh gua bakal seneng seneng juga di sini ga peduli dengan keadaan lu disana" alexa terus menggerutu nmenahan emosiinya


ia memutuskan tak akan pedulikan viandi terserah dirinya mau pulang atau tidak alexa sudah tak mau tahu.alexa mulai menikmati kehidupannya, uang yang diberi viandi setiap bulan ia gunakan untuk mencari hiburan dan bersenang-senang bersama teman kampus dan keluarganya sendiri.


bulan ke enam kepergian viandi ia tak kunjung pulang dari luar negeri alexa telah merawat dirinya menjadi lebih cantik kulit dan tubuhnya yang kini sintal dan putih mulus dengan rambut bergelombang berwarna coklat kemerahan banyak kaum adam yang menyukai alexa karena perubahan diri alexa bahkan Abraham pun kerap meminta tolong alexa ikut serta dalam meeting dengan para klien, karena dengan keadaan alexa yang saat ini banyak klien yang menyukai alexa dan mereka tak segan segan ikut menaruh saham di perusahaan abraham


"suami kamu belom ada kabar juga lexa" tanya abraham


"hahah belom pi"


"duhh tu anak kemarin di telepon mami ga di angkat"


"mungkin mas vi sudha punya istr lagu kali Pi"


"heeeh ngawur kamu!!" ucap abraham seraya menyentil dahi alexa


"lexa perusahaan kita lebih banyak yang taruh saham di banding Pratama, dan kamu tau dia terlibat hutang kembali dengan perusahaan joster"


"apaa perusahaan joster kan, perusahaan yang membungakan uang pinjaman" ucap Alexa


"yaa papi harap kamu ga usah bantu dia lagi cukup diam dan trus berada di keluarga papi di samping viandi"


" tapi pi, sebenernya kami belum saling suka, dan lexa tahu bahwa mas vi sebenernya masih mencintai sherina"


"hahahah lexa lexa itukan masa SMU, masa lalu, saat ini kan ada kamu"


"tapi pi, sherina sendiri yang bicara bahwa dia berniat merebut semuanya"


"kamu percaya dia bisa??"


"entahlah pi"


"lexa lexa... lawan dong papi yakin suatu saat kamu akan berfikir beruntung ya kamu bisa depetin anak papi" ucap abraham sembari tertawa

__ADS_1


kepergian viandi membuat alexa lebih dekat dengan keluarga viandi alexa merasa mempunyai orang tua baru bahkan di akhir pekan alexa kerap menginap di kediaman orang tua viandi.


__ADS_2