
dua minggu berlalu setelah lebaran saat itu Alexa sedang bersih-bersih bersama Mia karena hari itu adalah hari Minggu pagi sedangkan seruni sibuk memasak di dapur untuk makan siang mereka
tiba-tiba satu unit mobil mewah terparkir di halaman di depan rumah Alexa, Alexa dan Mia saling berpandangan mereka tak tahu siapa yang datang pagi itu
"assalamualaikum permisi mbak Apa benar ini kediaman ibu seruni" ucap pria paruh baya itu seraya tersenyum kepada Mia
"oh iya betul pak ini kediaman seruni ada apa ya pak"ucap mia sembari membukakan pintu pagar untuk dirinya
"ibu seruni nya ada"
"ada pak silakan masuk pak"ucap mia
ia mempersilahkan tamu itu untuk masuk alexa hanya diam menyapu halaman rumah yang dipenuhi dengan dedaunan kering ia mengernyitkan dahinya ia sama sekali tak mengenali pria paruh baya itu dan pria paruh baya itu hanya tersenyum pada Alexa sedikit mengangguk
seruni menghampiri pria itu dan duduk bersama di ruang tamu ia tak mengenali pria itu siapa bahkan pria itu sangat asing menurut seruni
"maaf bapak siapa ya dan ada perlu apa mencari saya"
"perkenalkan Bu saya bapak Hermawan saya lawyer pribadi dari keluarga Abraham"tuturnya sangat lembut saat itu sembari tersenyum
"Abraham siapa ya maaf mungkin bapak salah alamat kami tidak mengenali pak Abraham"
"tidak apa-apa ibu memang tidak mengenali pak Abraham tapi kami mengenali ibu nanti ya Bu kita tunggu klien saya datang nanti baru kita bicarakan semuanya"ucapnya dengan lembut
seruni ketakutan ia mulai berpikir yang tidak-tidak apakah Anggoro membeli rumah ini dan pembayarannya terjadi masalah sehingga seseorang datang ke sini untuk membicarakan perihal kediamannya saat ini
"maaf, saya tinggal dulu pak sebentar"ia segera menelepon Anggoro ia pun bergegas keluar menghampiri Alexa
"Alexa tolong temani tamu itu di dalam sebentar ya Mama mau telepon Anggoro dulu kayaknya ada yang nggak beres"ucap seruni dengan penuh khawatir dan Alexa pun segera menghampiri tamu paruh baya itu dan duduk di hadapannya
pria itu terus tersenyum memandangi Alexa tanpa henti-hentinya Alexa hanya diam tak tersenyum ia hanya menatap serius pada pria itu
"nama nona siapa"tanya pria itu
"Alexa"
"oh jadi ini yang namanya Alexa pas sekali"
__ADS_1
"maksud bapak apa ya"
"tidak ada apa-apa tapi saya boleh menanyakan sesuatu pada nona Alexa?"ucap pria itu pada Alexa seraya menyeruput teh hangatnya
"boleh"
"apa yang non Alex saya inginkan cita-cita, kendaraan, rumah mungkin apapun itu"
"maksud bapak apa sih nanya-nanya kayak gini jangan bikin saya bingung pak"
"wah sayang ya saya membuat nona Alexa bingung tapi nggak papa saya mau nanya sedikit saja sama nona Alexa nona Alexa ingin mempunyai usaha apa mungkin ingin mempunyai cita-cita jadi apa"
"kalau soal cita-cita saya nggak muluk-muluk pak saya ingin punya usaha sendiri cafe and resto kenapa bapak nanya itu"
"insya Allah semuanya akan terwujud ya mbak"ucap si pria itu Alexa semakin bingung tiba-tiba ada beberapa orang masuk bertubuh tinggi besar seperti sedang menjaga seseorang lalu tiba-tiba masuklah dua orang yang terlihat sangat berbeda
seruni Alexa dan mia merasa sedikit ketakutan Alexa pun berdiri menjauh dan memeluk seruni
"mah dia siapa" tanya Alexa
"udah nggak usah takut nggak usah panik kita duduk aja di situ dulu biar tahu maksud mereka itu apa"seruni pada Alexa beberapa ajudan itu pun keluar hanya tinggal pria paruh baya itu pria yang sedikit tua dan pria muda duduk santai di ruang tamu
"sebelumnya perkenalkan nama saya Abraham Wijaya ini lawyer saya bapak Hermawan Kusuma, dan ini anak saya alviandi putra Wijaya"ucap Abraham dan seruni pun dengan pelan-pelan ia duduk di hadapan mereka bersama Alexa namun tatapan alfiandi masih terus menatap Alexa dengan memburu ia tak lepas pandangannya dari Alexa membuat Alexa merasa sangat risih
tiba-tiba terdengar kegaduhan ternyata Tama datang bersama Sherina dengan tergesa-gesa
"tunggu Abraham maksud kamu apa datang ke sini"ucap Tama tiba-tiba dengan suara keras membuat Alexa terkejut ia berdiri dan bangun dari duduknya
"oh jadi ini teman-teman papa"ucap Alexa dengan ketusnya Sherina hanya diam tak menjawab ia terkejut melihat kedatangan Abraham beserta putranya Sherina hanya diam tak banyak berbicara ia hanya tunduk ia tak berani menatap Abraham dan alfiandi
"tenang tah ma kita bisa membicarakan ini baik-baik karena ini semua bukan keinginan saya ini semua keinginan alfiandi jadi bisa tolong bicara dengan duduk kita bicarakan ini semua baik-baik"ucapan Abraham akhirnya semua pun tenang Alexa terus memegangnya lengan seruni dan Sherina hanya diam tak mengucapkan sepatah kata pun
"Vi Mas Vi kamu sendiri yang menyampaikan apa papi"ucapan Abraham dengan lembut memanggil anaknya itu
"biar pak Hermawan saja Pi yang menyampaikan"ucap viandi sembari memandang wajah Alexa dalam-dalam
"tuh orang kenapa sih ngeliatin gue begitu amat ngeri ih psikopat jangan-jangan"ucap Alexa dalam hatinya ia pun membalas pandangan viandi yang memburunya
__ADS_1
"pak Tama sebelumnya kami sudah sering melayangkan surat kepada anda kan perihal utang perusahaan anda yang menumpuk kepada perusahaan pak Abraham yang nominalnya sangat besar yaitu sebesar 1,-1,5 miliar rupiah dan sudah hampir jatuh tempo perusahaan anda tidak kunjung juga bisa membereskan semua hutang-hutang itu"cap pak Hermawan dengan dengan
"ya saya tahu tapi apa harus seperti ini mendatangi rumah mantan istri saya dan anak saya tidak bisakah kita bicara di rumah saya pribadi"captama dengan nada
"itu keinginan saya pak Tama saya ingin di sini"ucap viandi tiba-tiba
Tama hanya diam ia tak melanjutkan ucapannya sebenarnya ia tak ingin seruni dan Alexa tahu apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan yang saat ini mendengar ucapan Hermawan seruni dan Alexa hanya bisa beristighfar ternyata saat ini Tama sedang dililit hutang yang cukup banyak
"saya nggak suka bertele-tele pertama karena itu bukan tipe saya saya mau to the point kedatangan saya ke rumah Bu seruni satu saya ingin meringankan sedikit beban hutang anda bukan untuk mencari ribut di sini"ucap viandi dengan tegas
"kemarin saya menyampaikan sama anda bila Anda tidak bisa melunasi hutang-hutang itu dalam waktu dekat ini saya akan mengakuisisi perusahaan anda menjadi milik saya ya kan tapi hari ini keinginan itu saya buang jauh-jauh karena ada hal yang jauh lebih penting"ucap j jiih.8viandi iya terdiam Abraham hanya tersenyum melihat keberanian anaknya berbicara seperti itu
"maksud Mas Vi apa saya kurang paham untuk akuisisi memang saya menolaknya dan saya akan membayar sedikit demi sedikit bukannya sudah sedikit berkurang dari 1,5 miliar"
"sisanya memang hanya tinggal satu miliar lagi pak kami tidak ingin mempermainkan uang karena kami bukan rentenir kami pun bukan lintah darat"
"begini Tama kami memberikan sedikit kelonggaran sama kamu kami bisa memotong sedikit hutang-hutang kamu asalkan"Abraham berhenti berbicara
"salah satu putrimu ada yang harus menikah dengan alfiandi"
"apaaaaa...!!!"ucap Tama semua terkejut mendengar ucapan Abraham Sherina Alexa seruni semuanya saling pandang berpandangan
"hahaha gila jual anak buat ngelunasin hutang ceritanya gila gila gila"ucap Alexa iya tak percaya saat ini di hadapannya ayahnya yang banyak hutang mendapatkan pilihan untuk menikahkan salah satu dari dirinya dan Sherina untuk menikah dengan alfiandi
Tama terkejut ia menoleh pada Sherina, Sherina pun hanya diam Alexa dan seruni yakin bahwa Sherina lah yang lebih pantas menikah dengan alfiandi karena bagaimanapun Sherina yang nantinya akan melanjutkan perusahaan milik Tama
"maksud kamu alviandi harus menikah dengan Sherina"
"apa Sherina??"ucap alviandi seraya mengernyitkan keningnya
"Alexa, saya akan menikah dengan kamu" ucap viandi seraya menatap tajam pada Alexa membuat Alexa terkejut ia tak percaya dirinya yang harus dijual untuk membayar hutang-hutang Tama pada perusahaan Abraham
Sherina seruni dan Tama pun terkejut mereka menoleh pada Alexa namun Alexa hanya diam tak menjawab apapun ia menatap sinis pada alviandi seorang pria yang duduk di hadapannya dengan tenang
"gila psikopat"bisik Alexa saat itu sembari menatap tajam pada alfiandi namun alviandi hanya menatap Alexa sembari tersenyum manis
__ADS_1
hari itu bagaikan petir di siang bolong ia tak menyangka viandi cowok berpostur tinggi bertubuh putih dengan garis hidung yang tajam menatap dirinya tajam dan memilih dirinya untuk menikah dengannya karena hutang-hutang utama sudah menumpuk dan hampir tidak bisa terbayarkan hanya dengan menikahi Alexa hutang-hutang Tama akan dianggap lunas.