
Sesampainya di depan pagar rumah Lexa, segeralah Kena turun dari sepeda Axel.
"Makasih ya, btw aku gak berat kan kak?" Tanya Lexa diikuti tawa kecil.
"Gak kok, ringan banget malah. Nanti sore ada waktu gak soalnya aku bakal ngajak kamu ke suatu tempat yang indah banget deh." Ucap Axel diiringi tawa kecil, tampak sebuah lesung pipi indah di wajahnya.
"Wah mau dong, nanti ya jam 3 sore jemput aku ya kak." Ujar Lexa kegirangan.
"Oke deh. Aku balik ya." Ucap Axel seraya mengayunkan sepedanya dan perlahan pergi menjauhi Lexa.
"Duh, kalau dipikir-pikir si Axel baik juga dan manis. Hehehe…" Ucap Lexa dalam hatinya.
"Isss...apaan sih, masih kecil nih. Tapi aku senang banget bisa punya kawan kayak dia." Batinnya lagi seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam rumahnya dengan penuh kegirangan.
Sesampainya di dalam rumah, tampak adiknya sienna sedang asyik bermain bersama boneka-bonekanya sangat banyak.
"Kak, itu siapa tadi yang ngantar kak? Pacar ya?" Goda Sienna.
"Gak kok, cuma teman. Lagian kamu masih kecil dah tahu pacaran." Jawab Lexa dengan wajah jengkel.
__ADS_1
"Bohong." Ujar Sienna singkat.
"Bunda…, kak Lexa diantar pacarnya!" Teriaknya sangat keras hingga membuat sang bunda yang sedari tadi masak di dapur pun datang menghampiri kedua anak perempuan itu.
"Ada apa sayang?" Tanya Bunda dengan lembut.
"Bunda, kak Lexa tadi kan di antar sama pacarnya naik sepeda." Sienna mengadu pada bundanya dengan ekspresi yang tampak serius.
"Bohong bun, itu tadi teman Lexa. Bukan pacar ya"Bantah Lexa.
"Sudah….sudah….jangan berantem. Jadi itu teman kakak ya? Wah bagus lah kak, kapan-kapan ajak main ya ke sini." Jelas bunda dengan lemah lembut sembari mengelus rambut kedua putrinya.
"Kamu usil banget deh." Ujar bunda kepada anak bungsunya yang suka banget ngelihat kakaknya jengkel, tampak tawa di wajah Sienna karena berhasil buat kakaknya marah.
"Ya deh, lain kali jangan usil gitu ya" Ujar Lexa dengan senyuman di wajahnya.
"Oke deh kak." Jawab Sienna.
"Ya udah bunda ke dapur dulu ya, jangan lupa ganti baju dan makan ya kak." Segeralah si bunda pergi ke dapur meninggalkan kedua anak itu, diikuti oleh Lexa yang pergi meninggalkan Sienna menuju kamarnya.
__ADS_1
******
"Lexa, main yok." Teriak seorang anak lelaki yang berdiri di depan kamar Lexa sontak membuat ia terbangun dari tidur siangnya.
"Aduh, siapa ya?" Tanya Lexa yang masih setengah sadar.
"Masa kamu lupa, ini aku Radit loh Xa."Ujar bocah lelaki itu.
"Oh ya maaf ya, aku baru bangun. Maaf dit, aku gak bisa."
"Lah, kenapa Xa? Bukannya kamu gak kemana-mana?" Tanya lagi Radit yang bingung. Mendengar pertanyaan dari Radit membuat Lexa kebingungan juga karena ia takut kalau Radit marah jika melihat dia bermain bersama anak lain dan gak mau main dengannya lagi.
"Xa, kenapa?" Tanya Radit sekali lagi. Untung saja Lexa memiliki akal.
"Ya, aku nanti mau kerja kelompok sama teman jadi gak bisa." Jawab Lexa berusaha meyakinkan Radit.
"Lah, baru masuk udah ada tugas kelompok ya?" Tanya Radit heran.
"Ya soalnya kan setiap sekolah beda-beda dit, maaf ya. Gimana kalau besok?" Tanya balik Lexa berusaha agar tidak mengecewakan sahabat nya itu.
__ADS_1
"Oke deh Xa. Aku pulang dulu ya. Assalamualaikum." Ucap Radit segera meninggalkan kamar Lexa.
"Waalaikumsalam." Balas Lexa dengan perasaan lega, segeralah ia bersiap-siap mengganti pakaian dan menunggu kedatangan Axel