
Alexa masih menangis dadanya terasa sesak baru kali ini ia merasakan seperti di dalam penjara ia ingin pergi namun keadaan yang memaksa alexa untuk tetap tinggal di dalam apartemennya
"tok..tok.." viandi mengetuk pintu kamar dengan hati hati
"lexa, keluar yaa kita makan dulu dari pagi bahkan dari kemarin kamu belum makan loh, keadaan boleh panas tapi kita harus tetap dingin lexa" ucap viandi
"cih, gilaa bisa yaa dia ngomong begitu seolah gak terjadi apa-apa" ucap alexa dengan tatapan sinis melihat ke arah pintu kamar
"lexa..plis.. keluar yaa" ucap viandi dengan lembut
alexa membuka pintu kamar wajahnya penuh air mata dan mata nya yang sembab
"mas,bisa bisa nya mas bicara begitu yaa,apa sebelum sama aku mas udah terbiasa begitu dengan perempuan lain, iyaa??" tanya alexa dengan tatapan memburu dan berlinang air mata
"mas ga mikirin perasaan aku yaa, mas cuma bilang tenang, tenang dinginkan, mas, aku tuh capek, aku muak di sini penat, kalo kayak gini mending aku lompat ajah deh mas yaa.. " ucap alexa lirih sembari menunjuk ke arah balkon
viandi terdiam tertunduk ia tak bisa berkata apapun pada alexa ia hanya ingin alexa tenang terlebih dahulu.
"tunggu sampai dua hari, pliss aku mohon di saat semua sudah tenang kamu boleh pergi dari sini, bila itu kemauan kamu lex" ucap viandi dengan mata berkaca-kaca
"gimana bisa tenang, setiap menit dia selalu update tweeter seolah dia tersakiti dan aku menyakiti dia mas,. dan aku bingung harus membela diri seperti apa" ucap Alexa dengan suara bergetar
"di tambah omongan miring diluar sana tentang aku,kamu fikir aku ga stres aku ga depresi aku bisa gila mas..capekk tau ga...aku capeeeekkk " alex menangis menahan sesak di dada.
viandi memeluk alexa dengan lembut ia membelai dan mencium lembut rambut alexa
"aku tau..aku faham tapi aku mohon tolong bertahan sebentar lagi aku memang salah,tapi aku janji akan perbaiki ini semua dan kita mulai lagi dari awal" ucap viandi dengan suara lirih
"sakit mas, sakit banget sesak, aku tahu aku bukan wanita baik aku tahu aku anak liar, aku tahu aku ga pintar seperti dia aku tahu dia yang lebih dulu hadir di kehidupan kamu mas, tapi aku buang pemikiran itu jauh jauh, karena kau mencintai kamu mas, aku buka hati aku buat kamu, aku beri kamu cinta yang ga pernah aku kasih ke siapapun tapi ternyata kamu bohongin aku kamu tutupin rahasia itu sama aku mas...sakiit...sakittt mas!!" ucap alexa dengan suara bergetar terbata bata
"maafin aku alexa maaf...." ucap viandi ia terus menciumi tangan alexa
"aku hanya meminta kesempatan sekali lagi aku janji akan berubah aku janji ga akan pernah simpan rahasia apapun itu,karena aku takut , aku takut kamu pergi dari sisi aku aku ga mau kehilangan kamu Alexa," ucap viandi dengan bulir air mata yang jatuh di pipinya
"sekarang mas jujur, mas pernah menjalin hubungan sama dia??" tanya alexa,viandi hanya diam
"jawab.. jangan diam"
",yaa.. setelah itu aku sempat jalan dengan sherina ketika di Melbourne setiap satu bulan sekali dia datangi aku ke Melbourne dan kita jalan just jalan ga lebih" ucap viandi dengan perlahan alexa menangis menutup bibirnya entah apa yang harus ia katakan
"tega yaa mas, bohongin aku begini. kamu bilang benci tapi" alex tak bisa berkata apapun ia hanya menangis
"itu ga lama hanya satu bulan selebihnya aku mengabaikan dia karena aku tak ingin kehilangan kamu aku terus memikirkan kamu untuk itu aku kembali karena aku mulai ga nyaman dengan kedatangan sherina ke Melbourne"
"cukup...aku ga mau dengar apapun lagi" ucap alex ia mendorong tubuh viandi
"lexa dengerin aku dulu aku nyesel aku akan perbaiki semua aku janji akan berubah lex aku mohon" ucap viandi menahan langkah alexa namun alex yang merasa sangat marah dan kesal ia menepis lengan viandi dan kembali masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya kembali
ia tak peduli akan panggilan dan ketukan viandi ia tak habis fikir mengapa viandi bisa setega itu menjalin hubungan di belakang setelah mereka menikah bahkn viandi sangat meyakinkan alex bahwa ia membenci sherina namun kenyataannya viandi pernah menjalin hubungan dengan sherina, bahkan Alexa pun tahu apakah kini hubungan viandi dan sherina tengah berakhir atau masih berlanjut.
Alexa meraih ponselnya ia melihat banyak pesan masuk dari beberapa teman dan keluarga
__ADS_1
📱
MY MOM❤️
"lexa, nak mama yakin kamu kuat kamu bisa mengahadapi ke dzalimna sherina tetap tenang,. banyak bersholawat dan jangan lupa tetap menjalankan lima waktu yaa, dan tetap di rumahmu yaa nak hubungi mama bila kamu sempat"
JOno oh joNO
"lexa, lu baik baik ajah kan ya, yang sabar ya, gue yakin elu pasti kuat gue tau si mak lampir itu cuma mau rumah tangga lu berantakan"
"lexa kabar lu gimana ga bales chat gue sih"
"tenangin diri lo dulu lexa"
OM IHSAN
"nak, yang sabar yaa oom akan terus berdoa semoga semuanya berlalu perbanyak sholawat karena ujian rumah tangga itu berbeda beda tetap jaga kesehatan mu yaa nak"
MAMI MAS VI
"Lexa plis stay at home ajah yaa Jagan keluar dulu"
",lexA mami yakin vi ga akan melakukan itu"
"lexa yang sabar yaa mami tau perasaan kamu sedang kacau tapi tetap tenang yaa"
PAPI ABRAHAM
BAYU YUK..YU..
"LEX are you ake, aku tau kamu kuat, pertahankan apa yang harus kamu pertahankan lepaskan bila memang harus kamu lepaskan"
VELOVE ADIK VI
"KA...."
"kaa lexa.. "
"kaka...😭"
alexa terusm membaca pesan air matanya terus jatuh tanpa henti
"non..non lexa "
alex terkejut ia menghapus air matanya ia seperti mendengar suara seseorang yang familiar
"mbak mia" ucap alexa ia beranjak dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamarnya
"non lexa.." ucap mia wajahnya pun sembab ia terlihat sedih tatkala ia melihat keadaan alexa
"mbaaaakk..." alex memeluk erat mia pengasuhnya itu yang sudah ia anggap seperti kaka kandung nya sendiri, alexa menangis pilu di pelukan mia
__ADS_1
"yang sabar non, ayoo cerita sama. mbak, ibu sama bapak lagi di madiun,. ke kampung halaman bapak" ucap mia ia terus memeluk dan menghapus air mata alexa ia pun terus memeluk alex dengan erat
"sesak mbak..lexa mau pulang" ucap alex smebari menangis
"jangan non di sini saja" ucap mia ia pun ikut menangis
"mbak ngerti tapi semua ini pasti akam berlalu yang penting non harus sabar dan tenang" ucap mia
viandi datang membawa satu kotak makan malam untuk mia dan alexa
"mbak di jemput den vi, den vi minta mbak temani non alexa di sini hingga non alexa merasa lebih tenang" ucap mia
"makasih mbak.. makasih" alexa memeluk mia sembari menangis
"makan dulu yaa.. kamu belum.makan dari kemarin" ucap viandi dengan lembut
"ayoo non mbak temani, apa mau di masakin sama mbak??"
"aku mau cream soup.buatan mbak" pinta alexa sembari menghapus air matanya
"okee mbak bikinin yaa sebentar" ucap mia ia pun mulai memasak cream soup untuk alexa viandi duduk di hadapan alexa ia menatap alexa dalam-dalam ada rasa penyesalan dalam hati viandi telah menyakiti Alexa ia meraih jemari alexa menggenggam nya erat
"I'm sorry I'm really sorry I promise I won't do it again"
ucap viandi. ia terus meminta maaf dan berjanji pada alexa.
"mas, tolong jangan ucapkan apa apa dulu aku pusing" ucap alexa, viandi terus memandangi wajah alexa ingin rasanya ia memeluk alexa dan tak ingin melepaskannya namun saat ini perasaan alexa belum stabil
"gue harus selesaikan ini dengan cepat gue ga mau sampe alexa pergi dari sisi gue" ucap viandi dalam hatinya sembari memandangi wajah alex yang terlihat pucat dan matanya yang membengkak akibat seringnya menangis.
"soup nya siap" ucap mia ia menyiapkan tiga mangkuk cream soup panas untuk alexa dan viandi juga
alex masih memegangi ponselnya ia sesekali menyeka air matanya
"hap.. pertama, non lexa stop buka ponsel dan buka sosial media karena itu akan semakin buat non lex skait hati,iyaa kan??" ucap mia alexa hanya diam
"tapi mbak.."
"tapi apa non, non akan baca semua para haters malah makin bikin non stres,. jadi hapenya mbak sita" ucap mia sembari tersenyum
"tv juga mbak cabut yaa den vi, jadi kota stop lihat berita dan infotainment" ucap mia sembari berjalan dan mencabut aliran listrik untuk televisi
viandi hanya tersenyum, ia setuju akan ide mia karena alexa sellau memikirkan komentar orang lain di sosial media
"mbak.mau, non makan yang banyak. dan ikuti apa kata hati non jangan dengerin omongan orang, dulu non bisa kan cuek dengan komentar orang lain"ucap mia sembari memeluk alexa dari belakang alexa hanya mengangguk perlahan
"mbak tau mbak belum menikah mbak ga tau permasalahan dalam rumah tangga tapi mbak yakin non sedikit bisa acuh dengan mereka non pasti akan lebih tenang, mbak tau karakter non alexa dan non sherina,dan mbak yakin non lexa bisa berfikir jernih nantinya, yukk sekarang makan soupnya terus istirahat,"
"mbak nginep kan"
"iyaa mbak nginep di sini" ucap mia,
__ADS_1
entah mengapa adanya mia di kediaman Alexa ia sedikit merasa lega dan tenang viandin perlahan tersenyum melihat alexa mulai memakan makanannya keputusan yang tepat dengan membawa mia untuk tinggal sementara di apartemen hingga alex merasa lebih baik.