CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
IKUTI KEINGINANNYA


__ADS_3

Akhir pekan pun tiba, sabtu pagi alexa sudah sibuk membersihkan seluruh ruangan semenjak hari itu viandi memisahkan diri ia tidur di kamar kedua sedangkan alexa tidur di kamar utama.


Ia melihat isi dalam lemari es lalu ia pun mulai memasak pagi itu sementara itu di kamar lainnya Viandi tengah tertidur lelap ia mencium aroma nikmat yang menusuk hidungnya ia membuka matanya perlahan


"masak apa sih dia wangi banget" ucap viandi lalu ia pun keluar dari kamarnya dengan rambut yang ia biarkan sembraut memakai kaos oblong dan celana pendek. Ia berjalan menuju dapur di dapatinya alexa tengah sibuk memasak


"walaupun dia terlihat cuek tapi dia tetap bisa menjalani kewajibannya sebagai seorang istri" ucap viandi dalam hatinya


"ehemmm" viandi berdehem namun alexa tak menoleh ia tetap sibuk memasak


"ehheemm eheeemmm" viandi berdehem kembali


"ck... kalo seret tenggorokan nya ya minum" ucap alexa dengan ketus sembari menyuguhkan satu gelas air hangat.


viandi terlihat kesal padahal ia ingin alexa menoleh padanya namun sayangnya alexa acuh pada viandi,viandi pun meminum air putih hangat nya


"sarapan nya" ucap alexa menyuguhkan satu gelas teh manis hangat dengan nasi hangat lalu semur daging sapi beserta sup macaroni yang masih panas


"woow..okeeh," ucap viandi ia segera menyantap sarapan paginya bersam alexa, di tatapnya alexa yang hanya diam sembari mengunyah makanannya


"makan, aku ga suka di lihatin kayak gitu" ucap alexa ia menyadari viandi tengah memperhatikannya


"haha, kamu peka yaa"


"iyaalah, masa iya ga peka"


"heumm kita honeymoon yuk" ajak viandi


"ga, ga mau"


"loh kita kan belom honeymoon" ucap viandi


"honeymoon berlaku hanya untuk dua insan yang menikah karena cinta" ucap alexa dengan nada datar


"ooh begitu jadi kalo kita??"


"mas fikir ajah sendiri" ketus alexa


"okeeelah" ucap viandi ia meraih ponselnya dan memainkannya entah dengan siapa ia saling berbalas lewat pesan singkat



"nanti sore supir jemput kamu yaa, aku sekarang mau siap siap main golf dulu sama klien" ucap viandi


"jam segini??? maingolf?? apa ga panas banget udah mau jam 8" ucap alexa viandi pun melirik ke arah jam di dinding


"oohh..my god..looh ini pesan jam brapa" ucap viandi ia melihat pesan di kirim 3 jam yang lalu


"heumph .." alexa menahan tawa


"hadeehh, lagian kebiasaan ngajak main golf ngedadak banget kan"ucap Viandi ia lalu berjalan meninggalkan alexa menuju balkon lalu menelepon klien yang ingin di temani bermain golf


Alexa hanya geleng-geleng kepala ia ingin tertawa namun ia tahan


"tu orang aslinya gimana sih, anehh.." ucap Alexa kembali,


"tapi kok cowok ganteng kayak dia ga punya pacar yaa Mustahil banget kan pasti diluar sana banyak wanita yang ngejar ngejar dia" ucap alexa kembali


"iihh amit amit kenapa gue jadi mikirin dia" ucap alexa ia tersadar dari ucapan lalu ia pun segera membereskan semua peralatan makan setelah mereka sarapan pagi.


Pukul 11.00 Viandi dan alexa tengah duduk bersantai sembari menikmati tayangan televisi, alexa yang sibuk melipat pakaian hanya melirik sesekali pada televisi yang ada di hadapannya


"lexa"


"heum ,apa "


"kamu lagi sibuk yaa" tanya viandi


alex terdiam lalu ia beranjak dari duduknya menyingkirkan pakaian yang sedang ia pegang


"heii aku belom selesai ngomong kan?"


"mas mau kopi kan???" tanya alexa dengan dingin


"hahah enggak kok, aku mau kamu siap siap habis Dzuhur kita cari gaun malam buat acara pernikahan anak kolega nya papi" ucap viandi


"memangnya aku harus ikut?"tanya Alexa pada viandi


"haeehh, lexa, walaupun kita menikah karena hutang piutang tetap Dimata mereka kamu adalah istri aku istri sah aku, 'SABRINA ALEXA YUDHISTIRA' ya jadinya kemana mana kamu harus ikut suka ataupun enggak" ucap viandi sembari tersenyum nakal pada alexa

__ADS_1


"heumm yaudah "ucap alexa dengan malas ia kembali duduk dan memegang baju yang hendak ia lipat


"looh katanya mau bikinin aku kopi" ucap viandi tiba tiba


"iishh, tadi katanya ga mau" kesal alexa


"yang bilang ga mau siapa kan aku mau ngomong dulu" ucap viandi dengan jahilya


"iih sumpah yaa rese banget jadi orang" ucap alexa ia terlihat kesal ia pun beranjak dari duduknya


"hahaha aku rese yaa, tapi cinta kan??" ledek viandi pada alexa


"gak...!"


"ayolah, ngaku udah mulai cinta kan??" viandi semakin menggoda alexa


"ihh enggak..pedee banget.." ucap alexa sembari berlalu pergi


"hahahahah... awas nanti jatuh cinta .. "


"ga akaaaaannnnn " teriak alexa dari dapur, viandi semakin tertawa terbahak-bahak melihat Alexa yang kesal akan kejahilan dirinya.


Pukul 15.00 viandi dan alexa telah berada di pusat perbelanjaan terbaik dan termahal di Jakarta semua barang dengan merk terkenal dengan harga puluhan bahkan ratusan juta ada di sana


"heumm ke sini ajah ayooo" viandi masuk terlebih dahulu alexa melihat ke sekeliling


"gue emang dulu orang berada tapi papa sma mama ga pernah ngajakin gue buat nikmatin uang" Ucap alexa dalam hatinya


Viandi melihat semua gaun malam yang sesui dengan selera dirinya


"kamu coba yang ini yaa" ucap viandi


"mas, itu terlalu terbuka deh bagain punggung dan dadanya" ucap Alexa


" heum mau tertutup? ada sihh" ucap viandi dengan raut wajah yang serius


"aku mau yang agak tertutup"


"kain kafan... hahahahahah iyaa kan? semua ketutup cuma muka doang"viandi tertawa semua pelayan pun menahan tawa


"ck, nyebelin amat sih ni orang" alexa kesal ia merebut gaun berwarna biru itu lalu ia mencobanya


"ooh baik tuan"


Cukup lama alexa mencoba baju itu viandi pun merasa bosan ia lalu beranjak dan menghampiri kamar ganti


"lex...lexaa kamu tidur yaa di dalem?"


"ga.. cuma aku udah lihat aku mau lepas lagi" ucap lexa


"lexa gaun itu aku yg pilih, dari bahan yang nyaman yang lembut pula, trus aku ga boleh lihat gitu"


"nanti malam kan aku pakai mas vi,"


"haaeh, ribed ini mah urusannya, aku cari kopi dulu ya tar aku balik lagi kamu harus udah keluar pake gaun yang aku pilihin" ucap viandi namun alexa tak menjawab


"mbak istri saya jangan suruh ganti dulu sebelum saya lihat yaa" ucap viandi


"baik tuan"


"oh ya kalo dia gak cocok biarkan dia pilih sendiri" ucap viandi kembali lalu iapun pergi meninggalkan Alexa


Alexa keluar menggunakan gaun pilihan viandi


"waah cantik banget, udah putih rambut nya Merah" ucap para pelayan dan para customer semua mata terpana pada Alexa, Alexa masih merasa tak nyaman ia terus berkaca


"apa ada yang tidak nyaman nyonya" ucap pelayan


"di bagian dada dan punggung sangat terbuka aku ga terbiasa"


"ohh kami akan pilihalkan kardigan yang berbahan lembut yang sesuai untuk menutupi bila anda ingikan" ucap pelayan itu


"Boleh" ucap alexa seraya tersenyum


viandi membawa kopi dinginya ia terdiam seketika ia terpana akan kecantikan alexa


"she is so pretty, beautiful" bisik viandi ia tertegun melihat kemolekan tubuh alexa


"ehehmm... ga usah pake itu" ucap viandi dengan dingin

__ADS_1


"tapi mas," ucap Alexa kesal lalu viandi mendekati alexa seraya berbisik


" jangan menolak apa yang sudah aku pilihkan" Bisik viandi di telinga Alexa ia hanya diam tak bisa menjawab atas perkataan viandi.


Sekilas orang awam melihat viandi begitu mesra pada alexa tapi ternyata viandi dengan halusnya menekan alexa untuk mengikuti keinginannya dan Alexa tak bisa menolak.


Malam itu viandi sudah bersiap mengenakan jas hitam, dengan rambut yang sudah tertata rapih ia menunggu alexa di basement sesekali ia menghisap rokoknya lalu di kejauhan ia meliht Alexa berjalan dengan anggunnya memakai gaun yang ia pilih dengan heels yang berwana senada ia terlihat cantik dengan riasan yang terlihat natural dengan rambutnya yang berwaran burgundi yang ia biarkan tergerai bergelombang menambah aura sexy pada diri Alexa


"wow...ck..soo sexy" ucap viandi ketika melihat alexa berjalan mendekati mobilnya


"ayoo berangkat"ajak alexa, namun viandi hanya melirik sembari memegangi bibirnya dan tersenyum nakal pada alexa


Alexa menatap aneh pada viandi, namun viandi hanya tersenyum


"mau berangkat apa eggak??? kalo ga aku turun sekarang" ketus alexa


"galak amat, Cinderella ku" goda viandi, tak lama viandi melajukan kendaraannya menuju hotel bintang lima tempat di adakanya acara wedding party.


Sesampainya nya di sana banyak pengusaha muda dan para elit politik bahkan tak sedikit pula para konglomerat


"ayo" Viandi mengajak Alexa untuk bergandengan dan menggenggam tangannya. alexapun menurut ia tak ingin publik tau akan kesuraman rumah tangganya


"waahh lihat siapa ini... pengantin baru rupanya". ucap para pengusaha muda lainnya mereka tak henti hentinya menatap alexa


"vi, gilaa cantik banget istri lo, bisaan banget lo hahah" ucap wisnu teman viandi


"yoii. viandi gitu loh" ucap viandi seraya tertawa,


Alexa hanya diam tak banyak orang yang ia kenal bahkan hampir semua orang ia tak kenal


"sayang..." ucap viandi pada Alexa namun Alexa hanya diam


"heii sayaang kok bengong sih"


"ooh, aaku. heumm hehehe" ucap alexa serya menunjuk wajahnya sendiri dan tertawa terpaksa


"iyaa dong kamu, masa aku panggil sayang ke orang lain" ucap viandi sembari tersenyum dan sedikit melotot kesal pada alexa semua kolega Viandi hanya tersenyum


Acara malam itu berlangsung sangat mewah dan meriah, hiburan live musik dari beberapa artis pun ikut mewarnai malam yang bahagia itu


"mas, aku ke sana sebentar yaa" ucap Alexa seraya menunjuk ke arah table cake


"heum iya" ucap Viandi seraya tersenyum Alexa berjalan lalu ia meraiah satu gelas es koktail dan ia mengambil beberapa potong kue


tiba tiba saja seseorang berada tepat di belakang alexa


"Alexa.." suara pria itu, seketika Alexa bergetar ia mengenal suara itu Alexa pun berbalik


"papa..."


"apa kabar kamu lexa, sudah bahagia yaa sampai gak ke rumah papa" ucap Tama dengan senyum nya yang ramah namun menyimpan kelicikan


"ooh, iyaa lexa bahagia kok,"


"sayang ya, viandi salah langkah, seharusnya ia memilih sherina bukan anak liar kayak kamu yang ga dapet untung apapun, yaa papa berterima kasih kamu sudah melunasi hutang perusahaan,. tapi tetap saja kamu tak seunggul sherina, dan seharusnya semua ini milik sherina" bisik tama pada telinga Alexa, Alexa terdiam ia ingin memukul Tama ayah kandungnya itu


tiba tiba...


"waw ada pak Tama Rupanya, ada perlu apa dengan istri saya" ucap viandi yang datang tiba tiba dan berdiri di belakang alexa ia menarik lembut lengan alexa untuk menyuruhnya berdiri di belakang dirinya terasa tangan alexa bergetar menahan rasa marah dan takut


"ahh gak ada apa-apa saya hanya rindu pada Alexa" ucap tama sembari tertawa


"tapi sepertinya Alexa tidak demikian" ketus viandi


"oh ya, semoga alexa bisa merubah dirinya lebih baik lagi"


"maksd anda apa?" ucap viandi dengan suara menekan


"haha santai nak viandi, seperti nya kamu salah langkah yaa haahaa" ucap tama sembari tertawa dan berlalu pergi.


"ya memang seharusnya yang ada di posisi ini adalah sherina bukan gue yang ga tau apa-apa soal perusahan dan saham" ucap alexa tertunduk


"lexa,.kamu gak apa-apa" ucap viandi seraya membelai lembut pipi alexa


ia menepis tangan viandi


"aku mau pulang" ucap Alexa ia berjalan meninggalkan acara malam itu ia berjalan cepat, dadanya tiba tiba teyrass sesak


"kalo memang gue anak liar dan anak kesayangan dia yang terbaik kenapa kemarin dia diam saja gak menolak" Alex terus memaki Tama ia tak menyangka akan bertemu Tama walaupun ia adalah ayah kandungnya namun Alexa sangat membenci Tama.

__ADS_1


__ADS_2