CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
BINGUNG EUY...


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu alexa masih terdiam di apartemen nya ia masih enggan menuju kampus tiba tiba ponsel nga berdering di lihatnya nama seruni terpampang di layar ponselnya


📞...


"halo ma"


"lexa kamu di rumah gak, mama mau jengukin sherina oh yaa kamu sudah lohat berita hari ini belum,"


"belum ma kenapa, lexa ga mau lihat media sosial dulu mah"


"sherina kirim video klarifikasi dan hampir semua orang menguhajat dirinya mama jadi sedih bagaimanapun dia anak mama lexa"


"nanti besok kita ke lapas yaa ma"


"tapi lexa kamu tau keadan sherna akhir akhir ini?"


"gak tau ma, memangnya kenapa ma?"


" dia selalu melamun kadang menangis kini dia sedang di tangani oleh ahli kejiwaan mama cuma takut dia akam terganggu kejiwaan nnya"


"mama tenang dulu ya nanti kita ke sana "


seruni menutup teleponnya terdengar suara isak tangis dari seruni alexa hanya diam mencari kontak hermawan lawyer kepercayaan viandi namun beberpa kali alexa mencoba menghubungi tetap saja ia tak menjawab panggilan itu.


Alexa membuka sosial media miliknya di lihatnya video klarifikasi dari sherina yang ia sampaikan dengan berlinang air mata dan permintaan maaf pada alexa dan viandi banyak komentar pedas yang di lontarkan untuk sherina alexa tak ingin membacanya satu persatu ponsel alexa bergetar berkali banyak notifikasi pesan yang masuk di ponselnya dari sahabat dan keluarga alexa keluarga seruni yang semula sangat membeci alexa entah mengapa setelah menikah dengan viandi mereka seperi menerima keberadaan lexa.


📱


jono joonoo

__ADS_1


"lexa si Sherina minta maaf buset da jahat banget kakak lu ya tapi gue seneng akhirnya semuanya berakhir yaa lu bae bae yak sama laki lu"


marwan


"lexa udah lebih baik kan semuanya bakal terselesaikan dengan kepala dingin pelukk dari jauh yaa, tar kota kongkow lagi kalo gue balik ke Jakarta"


Alexa hanya tersenyum melihat pesan dari sahabtnya itu semua perhatian pada alexa terlebih bayu ia selalu telepon menanya keadaan dan perkembangan kasusnya.


tiba tiba terdengar pintu terbuka dilihatnya viandi sudah pulang dari kantornya sore itu


"tumben mas udah pulang" tanya alexa


"udah lah, pengen pulang cepat" ucap viandi menyandarkan tubuhnya di sofa ia terlihat lelah hari ini


"ada masalah??" ucap alexa seraya menyuguhkan air hangat untuk minum viandi


"heum di kantor banyak wartawan dan kamu tahu hari ini klien dan vendor dari Pratama smeua mengajak kerja sama,"


"haha enggak sayang, aku meminta mereka sebagian tetap di perusahaan Pratama karena aku bilang aku ikut menanam saham di perusahaan tama aku terpaksa sedikit berbohong agar Pratama tak kehilangan klien" ucap viandi seraya membelai dan tersenyum pada alexa


"mas kok lakuin ini semua, padahal di saingan mas kan"


"aku ikuti keinginan kamu karena aku mau kamu bahagia tenang nyaman,hutang Pratama aku bantu melunasi dengan syarat kamu ga terlibat dalam hl apapun dan aku meminta 2 persen saham yang dia miliki di berikan atas nama kamu"


"tapi mas itu bukan hak aku dia bukan papa aku aku ga mau mas"


"sst... aku belom selesai cerita,. papa mu bukan hanya berikan 2 persen bahkan ia memberikan lebih tinggi lagi, dan dibagi tiga milikmu, milik sherina dan milik bayi yang di kandung shanum"


alexa terdiam ia tak tahu harus berekspresi seperti apa

__ADS_1


"tama bilang dia banyak berhutang budi sama kamu dia ingin meminta maaf tapi dia malu dia malu karena sudah memandang rendah kamu, dulu" ucap viandi membelai pipi alexa


alexa memeluk viandi dan viandipun memeluk alexa dengan erat


"aku sebenernya ga butuh itu,cukup semua orang mencintai aku menyayangi aku dan menerima keberadaan aku aku sudah bahagia mas, karena sedari kecil aku ga pernah dapatkan itu semua" ucap Alexa lirih sembari memeluk viandi


"aku yang akan bahagian kamu beri kamu banyak cinta beri kamu banyak sayang, aku wujudkan apapun yang kamu mau" ucap viandi ia mencium lembut rambut alexa


"oia aku besok mau ke lapas nengokin sherina"


"oia urusan sherina aku dan papi sudah terlanjur memebuat laporan dan ga bisa di cabut jadi maaf sherina dan petrus harus di penjara,dan kabar buruk lainnya mental sherina terganggu saat ini ada di rumah sakit jiwa"


"apa..!!mas kenapa baru kasih tau sejak kapan?" ucap alex ia sangat terkejut


"tadi siang pak Hermawan kasih kabar, besok kalau mau jenguk sherina kamu ke rumh sakit jiwa ajah nanti aku kasih tau alamatnya, maaf aku buat keluarga mau seperti ini" ucap viandi menciumi tangan alexa


"enggak mas gak salah, ini memang seharusnya di tindak tapi aku ga nyangka ajah kenapa sherina bisa kena mental begitu"


"depresi, merasa sendirian ga ada temen curhat mungkin dan tekanan dari tama juga dulunya" ucap viandi terdiam


"mas,. masih ada rasa sayang smaa sherina??"


"ngawur deh ." ucap viandi menjitak kepala alexa


"jujur mas.."


"gak,. sayang itu udah ga ad lebih ke kasihan ajah kok jadi kayak gini,. saat ini yang ada di hadapan aku lah orang yang aku sayang, orang yang aku cinta orang yang harus aku bahagiain orang yang judes galak tapi cengeng" ucap viandi sembari mendekati wajah alexa ia membelai kedua pipi alexa dan menciumi wajah alexa


"beneran??"

__ADS_1


"iyalah, sayang banget, cintanya pake banget..." ucap viandi seraya tersenyum,


Alexa memandangi wajah suami itu dalam dalam lalu dengan lembut alexa mencium bibir Viandi dan merekapun larut dalam ciuman yang hangat dan lembut sore itu.


__ADS_2