CINTA ALEXA

CINTA ALEXA
DIA BERUBAH


__ADS_3

Pagi itu alexa membuka matanya perlahan rasa sakit di perutnya sudah mulai mereda


ia melangkahkan kakinya untuk membersihkan diri ia melihat viandi sudha tak ada di kamar alexa melirik jam di dinding kamar


"jam 7" ucap alexa


iapun beegegas mandi pagi setelah mandi pagi alexa beejalan menuruni anak tangga ia melihat satu keluarga tengah sarapan pagi alexa teeingat akan Suasana itu dahulu ketika keluarga nya masih utuh dan iapun masih sangat kecil.


"gimaan keandaan lexa vi" tanya Abraham pada viandi


"udah lebih enakan pi semalam tidurnya nyenyak"


"apa perlu cek ke dokter" ucap alia


"ga usah mi, dia memang seperti itu kalo awal PMS"


"oaalahh, karena PMS yaa mami faham"


"tadinya papi mau kabari tama kalo alexa sakit" ucap Abraham


"janga pi... jangan alexa ga mau ketemu tama lagi" ucap viandi


"loh kenapa???" tanya Alia


"papi faham alexa pasti sangat sakit hati, akan sikap ayah kandungnya itu, ayah macam apa menerima begitu saja tawaran kamu" ucap Abraham


"mami jad ngerasa kasihan pi sama lexa" ucap Alia


"ka lexa... sini ka sarapan dulu" ucap velove ketika melihat alexa terdiam di anak tangga


"lohh kok diem ajah sini nak.." ucap alia alexa pun berjalan perlahan


viandi sedari tadi memandangi alexa kemana pun ia melangkah hingga akhirnya Alexa duduk di samping viandi ia terus memandangi alexa

__ADS_1


"better??? "


"heumm yaa." ucap alexa


viandi memegang perut alexa dengan cepat alexa mencubit tangan viandi


"aaah...sakiitt." ucap viandi seraya berbisik ia tak ingin orang tuanya tahu bahwa alexa mencubit dirinya


"Vi kamu kapan mau pindah ke apartemen?"tanya Abraham pada viandi


"tunggu renovasinya selesai Pi sama furniture yang udah aku pesen belum pada datang semua nanti kalo semuanya udah beres baru aku pindah aku nggak mau Alexa pindah ke sana dalam keadaan masih berantakan"ucapkan tersenyum sembari melirik pada Alexa


"kamu nggak beli furniture bareng sama Alexa sekalian perlengkapan dapur misalnya kan lebih enak kalau Alexa milih sendiri apa yang dia mau untuk apartemen kalian"ucap Alia seraya menegaskan agar Alexa juga ikut campur akan urusan apartemen yang akan dihuni oleh mereka berdua


"ah nggak usah mi cukup Mas vi aja yang ngurus semuanya kebetulan lexa nggak terlalu paham masalah seperti itu"ucap Alexa dengan senyum ragu di bibirnya


"padahal kalau jadi kak Alexa aku bakal milih semua apa yang aku mau" ucap Velove


Setelah menunggu 1 minggu akhirnya apartemen untuk mereka huni pun telah siap untuk ditempati semua barang yang dibutuhkan Alexa sudah tersedia di apartemen yang sudah dibeli oleh viandi


"wah akhirnya kalian punya rumah sendiri ya"ucap Alia menimpali


"yang rukun ya kalian kalau ada apa-apa telepon papi Alexa kalau viandi macam-macam jahil sama kamunya keterlaluan kamu telepon papi ya nanti papi yang akan kasih pelajaran sama dia"ucap Abraham sembari memeluk Alexa


"iya pih tenang aja tapi aku yakin Mas fi nggak kayak gitu kok"


"iya papi percaya sama kalian walaupun kalian menikah karena sesuatu hal tapi yakin kalian pasti akan bahagia kok, yang rukun-rukun mami sama papi pulang dulu ya"Abraham Mereka pun pamit pada Alexa dan viandi


setelah kepulangan kedua orang tua viandi Alexa masih terdiam ia hanya menatap ke sekeliling apartemen apartemen mewah yang sama sekali tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa ia akan tinggal di apartemen mewah ini bersama seorang pria yang notabene sudah menjadi suaminya


"apakah dia benar-benar baik atau ah kenapa gue jadi ragu gini ya kayaknya ada yang aneh deh dia apa cuman ini perasaan gue aja yang sedikit ketakutan"ucap Alexa sembari menatap vi yang tengah membersihkan atau mengatur beberapa bantal yang ada di sofa


"di sini kamu bebas mau ngapain aja mau masak mau tidur mau ngapain ya terserah kamu aku udah nggak ada urusan oke" ucap viandi tiba-tiba

__ADS_1


Alexa terkejut mengapa sifatnya berubah 180 derajat beda sekali dengan sifatnya yang ketika berada di kediaman orang tuanya di sini viandi terlihat lebih dingin senyum itu tidak terlihat jelas di apartemen ini bahkan wajahnya terlihat dingin tanpa ekspresi pada Alexa.


Bahkan malam hari pun biasanya viandi selalu melemparkan senyum pada Alexa namun entah kenapa setelah berpisah dari kediaman orang tua viandi ia malah menjadi acuh Tak acuh pada Alexa bahkan untuk tidur 1 ranjangpun viandi seolah enggan untuk menatap Alexa ia pun tidur terlebih dahulu Alexa menjadi sangat bingung mengapa tiba-tiba sifat viandi berubah total


"apa jangan-jangan kemarin sifat hangatnya itu semuanya cuman pura-pura sama gue aneh kenapa tiba-tiba jadi ketus jutek dingin begini sama kue atau jangan-jangan"Alexa mulai berpikir keras banyak pertanyaan yang menggelayut dalam pikirannya


keesokan harinya walaupun Alexa belum terbiasa menyiapkan sarapan pagi untuk viandi namun ia berusaha untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya itu ya walaupun ia tahu pernikahan ini dilandasi oleh hutang piutang namun Alexa menyadari bahwa viandi adalah suami sah untuk dirinya


"Mas sarapannya aku bikinin roti isi tuna sama kopi hangat ya"ucap Alexa seraya menyodorkan sarapan pagi pada priandi yang tengah sibuk memakai dasi dan jasnya


"aku nggak lapar kamu aja makannya aku mau berangkat nih udah telat"ucap viandi dengan dingin dengan lirikan tajamnya ia menatap Alexa dengan malas selalu pergi meninggalkan Alexa sendiri dalam rumah


"aa...apaaa dia pergi gitu aja nggak makan makanan yang gue bikin aneh banget gila kali tuh orangnya apa jangan-jangan dia beli ular punya dua kepribadian ganda kenapa jadi berubah begini sih aduh kok jadi takut"ucap Alexa iya tak percaya pagi itu viandi menolak sarapan buatannya


Tak lama kemudian ponsel Alexa berdering beberapa kali dilihatnya nama viandi tertera di dalam layar


📲


"halo"


"di dalam kamar ada amplop isinya kartu kredit dan uang tabungan kreditnya black card ya terserah kamu mau pakai untuk apa aja buat beli keperluan kamu kek buat senang-senang silakan asal satu jangan pernah ke klub malam itu aja jangan pernah ke karaoke dan jangan pernah mabuk-mabukan lalu satu lagi ada kartu ATM isinya uang bulanan sesuai perjanjian kita terserah kamu gunain untuk apapun itu"


"tapi mas.."


"tut ..tut..tuuuut"


Tanpa mendengar jawaban Alexa viandi menutup teleponnya


Lalu Alexa pun bergegas masuk ke dalam kamar didapatinya amplop coklat yang Vi yang ditaruh di atas meja rias milik Alexa dibukanya perlahan-lahan memang benar semua kartu itu atas nama Alexa kartu kredit maupun kartu ATM beserta tabungannya atas nama Alexa


"kenapa perasaanku jadi nggak enak gini ya apa jangan-jangan dia sebenarnya cuma mau mempermainkan gue"ucap Alexa iya duduk terdiam sembari memegangi amplop coklat itu


Banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran Alexa tentang mengapa viandi berubah menjadi 180 derajat sangat berbeda dari sebelumnya namun ia tak berani bertanya langsung pada viandi karena ia sendiri belum tahu sifat asli viandi seperti apa maka dari itu Alexa lebih memilih diam dan mencari tahu sedikit demi sedikit sifat asli viandi yang nantinya mungkin akan ia perlihatkan ketika mereka tinggal bersama.

__ADS_1


__ADS_2