
Di istana, Kaisar stres surat wasiat mendiang kaisar terdahulu. Surat wasiat yang berbunyi sama seperti sebelumnya: Aku terus menerus minum tapi masih belum mabuk. Mengembara dunia fana selama 25 tahun.
Kaisar benar-benar heran bagaimana cara mendiang ayah bisa tahu kalau Mo Lian Cheng akan mati pada usia 25 tahun.
Yang lebih tidak ia mengerti, mengapa mendiang pertarungan menjodohkan Lian Cheng dengan Tan Er. Dan yang jadi masalah besar sekarang adalah bagaimana harus menyampaikan perkara ini di Yi Huai.
Baru tahu, Yi Huai datang saat itu juga. Kaisar memantapkan sebelum mempersilahkan Yi Huai masuk. Iia sengaja merahasiakan tentang wasiat kaisar terdahulu itu dan langsung mengatakan bahwa ia akan menjodohkan Yi Huai dengan putri dari Keluarga Qu.
Yi Huai yang tadinya cemas mendengar Kaisar membahas masalah perjodohan, kontan sumringah. Tapi secepat senyum itu mengembang, secepat itu pula sirna saat Kaisar mengucap nama wanita itu.
"Qu Pan Er."
Yi Huai kontan ayak dan menolak perjodohan ini, dia tidak akan menikah dengan orang lain selain Tan Er. Dia rela mengorbankan apapun demi Tan Er.
__ADS_1
"Jika kau melawan perintahku, aku akan mengeluarkan perintah untuk mengeksekusi Qu Tan Er!"
"Ayahanda!"
"Nasib Qu Tan Er, tergantung pada pilihan yang kau buat."
Yi Huai jadi galau sambil mengungkapkan tajam Kaisar. Tapi saat Kaisar menggebrak meja, terpaksalah akhirnya dia harus menerima titah perjodohan ini lalu bersujud dan mengucap terima kasih dengan berlinang air mata.
Kita kembali melihat Liang Cheng versi modern saat tenggelam, tapi entah apa yang terjadi, tiba-tiba dia melihat sosok Lian Cheng versi kerajaan di hadapannya.
Tapi bedanya kali ini, sebelum Yi Huai sempat menjawab, pengawal mengumumkan mengumumkan kedatangan Lian Cheng.
Kaisar memberi tahu Lian Cheng untuk mengucapkan selamat untuk Yi Huai karena dia akan segera menikah. Lian Cheng mengucap selamat dengan tulus, lalu siapa wanita yang akan Yi Huai nikahi?
__ADS_1
"Putri tertua Keluarga Qu." kata Kaisar.
Loh, Lian Cheng bingung, penasaran Yi Huai adalah putri kedua Keluarga Qu? Ah, dia mengerti. Tan Er kan cuma putri seorang selir, dia tidak akan bisa membantu Yi Huai yang notabene putra mahkota dan pewaris tahta.
"Kakak memang sangat bijak. Ayahanda, Kakak pasti tidak akan mengecewakan Ayahanda hanya karena perasaan pribadi." ujar Lian Cheng.
Ucapannya itu kontan membuat Yi Huai menatap tajam penuh kebencian. Berbeda dari timeline pertama, kali ini Yi Huai sama sekali tak gentar dengan ancaman Kaisar, dia bahkan mengancam balik. Lebih baik dia mati bersama Tan Er melebihi harusnya.
"Lancang! Berani sekali kaua mengancamku dengan nyawamu! Kalau begitu, akan kucabut gelar sekarang. Kembalilah dan renungkan kesalahanmu. Kau dilarang masuk ke istana tanpa seizinku. Enyahlah!"
Yi Huai diam beberapa saat sebelum akhirnya tiba dan berjalan melewati Lian Cheng sambil melirik tajamnya.
Terjadi sesuatu pada Tan Er. Kita tidak melihat apa yang terjadi, tapi sepertinya dia melihat baru tenggelam dan keadaannya tidak ada. Diduga dia bunuh diri karena patah hati.
__ADS_1
Bahkan saat tabib memeriksanya, ia menyatakan Tan Er telah meninggal dunia. Terkejut, Jing Xin menolak mempercayainya dan berusaha memohon-mohon pada tabib untuk menyelamatkan nonanya.