CINTA ATAU TAKDIR 2

CINTA ATAU TAKDIR 2
56


__ADS_3

Liu Shang hanya menatap rindu, senang karena Xiao Tan ternyata masih menyukai bunga mawar, seperti dulu.


"Kau akan selalu menjadi pemilik vila Salju ini. Tak peduli harus berapa lama, aku akan menunggu sampai kita saling jatuh cinta lagi."


Xiao Tan lagi leye-leye saat Jing Xin datang untuk mengingatkannya akan pertemuannya dengan Yi Huai besok. Jangan khawatir, Xiao Tan tidak lupa kok. Bagaimana mungkin dia melupakannya, ini masalah hidup dan masa tersedia.


Tapi masalahnya, dia sudah terlanjur berhutang pada Lian Cheng untuk mengurus Liu Shang di Vila Salju. Dia juga sudah memakai baju dan tinggal di kamar baru mempersembahkan Lian Cheng, dan juga menerima uang.


Dia juga sudah meminjam pada Liu Shang kalau dia tidak akan kabur. Besok juga baru hari keduanya bekerja, dia tidak mungkin bisa meminta izin pergi secepat itu.


Ah! Mulai saja. Jing Xin saja yang perginya. Dia lalu memutuskan untuk menulis pesan untuk Jing Xin mengunjungi Yi Huai. Tapi berhubung Yi Huai itu pangeran pertama, dia pasti tidak bisa leluasa mengatakan banyak hal.

__ADS_1


Kalau begitu, tentang masalah kembali ke dunia modern, lebih baik dia tulis dalam bahasa Inggris saja biar tidak ada seorangpun yang bisa membaca tulisannya. Dengan begitu, Yi Huai juga bisa dengan leluasa menceritakan apa yang dia ketahuai milikmu.


Masalahnya, dia tidak pernah belajar bahasa Inggris dengan benar. Pembendaharaan katanya sungguh buruk. Ah, sudahlah. Pokoknya tulis saja.


Jadilah dia menulis suratnya pakai bahasa Inggris patah-patah, campur bahasa Cina dikit-dikit yang penting jadi dan Yi Huai pasti mengerti, kan?


Dia memulai suratnya dengan sapaan: Dear, Laotie (Sohibku, tersayang). Status Anda istimewa, saya sangat mengerti. Tapi, Dong Yue bukan rumahku. Aku sangat merindukan rumahku. Laotie, jangan khawatir. Saat ini tidak ada orang di Dong Yue yang curiga. Kita bisa pergi kapanpun, lewat sungai atau laut.


"Tulisan Tan Er seperti ular dan naga pertunjukan. Aku tidak bisa menyalakan."


"Pangeran, saat Nona menulisnya, saya ada di sampingnya. Bagaimana kalau saya menerjemahkannya untuk anda?" (Pfft! Pasti jadi kacau deh kalau Jing Xin yang nerjemahin)

__ADS_1


"Silahkan."


Jadi menurut pemahaman Jing Xin, kalimat pertama maksudnya adalah Xiao Tan merasa tidak nyaman melanjutkan pertemuan dengan Yi Huai mengingat statusnya Yi Huai, dan Xiao Tan merasa bersalah karenanya. Tapi Xiao Tan akan datang pada pertemuan berikutnya dengan keinginan laotie (besi/kuat).


"Tan Er memang selalu menarik perhatian orang lain," ujar Yi Huai.


Jing Xin agak kesulitan dengan kalimat kedua. "Ai (cinta) sangat... hao mu (ibu tiri)!"


Hmm... ini maksudnya, semakin dalam cinta mereka, semakin dalam pula! Hidup di kediaman Pangeran ke-8, Xiao Tan merasa seperti melayani ibu tirinya di kediaman Qu dulu. Dia tidak bisa makan dan tidur dengan baik. Mendengar itu, Yi Huai kontan menggebrak meja dengan penuh amarah.


Terus kalimat selanjutnya 'laotie, don't worry' yang terdengar seperti 'laotie tunggu aku', itu maksudnya Xiao Tan sekali lagi mengungkapkan cintanya yang mendalam terhadap Yi Huai, hanya mereka berdua yang saling memahami satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2